The Copy Master

The Copy Master
episode 43. HUTANG TELAH TERBAYAR


__ADS_3

pak Denny mulai menjelaskan bahwa saat masih muda dulu, dia punya seorang adik bernama Toni dan ia punya janji dengan adiknya itu. saat masih kecil hingga saat hingga saat mereka sudah dewasa, mereka selalu akur, hampir semua warga desa menganggap mereka adalah anak kembar, dan ada 1 hal yang tak diketahui siapapun yaitu mereka berjanji akan memberi nama anak mereka Reno saat itu pak Denny tetap berada di desa sedangkan Toni pergi untuk bekerja di sebuah kapal.


setelah pergi selama 2 tahun dan tak memberi kabar, tiba tiba petugas bank datang dan mengatakan bahwa ada seseorang yang mengirim uang dan beberapa tulisan. jumlah uang yang di kirim sangat banyak dan sebuah kata kata." kak jangan ceritakan apapun tentangku berjanjilah sebelum aku yang mencari mu, jangan kau katakan bahwa kau mengenalku. kak Denny, suatu saat kita akan bertemu lagi, kuharap kakak bisa membantu anak anakku kelak" hanya itu kata kata yang tertulis.


Joni hanya diam saja mendengar semua cerita pak Denny hingga suasana menjadi sangat sepi.


''oiya.... ini nak Joni. dari negara timur.'' ucap pak Denny mengenalkan.


''baiklah nak Joni. ceritakan padaku tentang keluarga toni sekarang''. tanya pak Denny setelah lama bercerita.


dan Joni pun menceritakan semua tentang keluarga reno dan pak Toni sudah meninggal sekitar 3 tahun yang lalu, lebih dulu dari ibunya.


jadi saat ini kak Reno belum bisa mencari dan menemui pak Denny karena 3 adiknya masih kecil. saat Joni selesai bercerita Joni merasa lega, janjinya pada Reno telah terpenuhi.


''baiklah, nampaknya kita yang akan mengunjungi mereka ke desa Soko. dan bapak harap kalian dapat menerima mereka sebagai saudara dengan baik.'' ucap pak Denny pada keluarganya.


''Oya nak Joni, kemana tujuanmu setelah ini..'' tanya pak Denny.


Joni pun menjelaskan tujuan berikutnya di negara tengah ini. dan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk berkeliling dunia.


pak Denny pun memberitahu Joni daerah daerah yang rawan dan harus dihindari di negara tengah ini dan Joni pun hanya mengangguk anggukan kepalanya.


''o..ya nak Joni. menginaplah di rumah kami untuk sementara waktu.'' ucap pak Denny menawarkan.


''terimakasih pak, saat ini kami sudah menyewa kamar penginapan itu'', ucap Joni sambil menunjuk penginapan di samping rumah pak Denny.


''kami.... apakah kau tidak datang sendiri.'' kata pak Denny


''tidak pak. saya kesini dengan 3 orang teman''.


kata Joni.


''o... baiklah jika begitu, biar nanti saat temanmu yang lain sudah datang, ajaklah main ke rumah''. ucap pak Denny sambil tersenyum.


''baik pak, jadi karena janji saya sudah terpenuhi. saya mohon pamit untuk kembali ke penginapan..'' ucap Joni yang melangkah keluar dari rumah pak Denny.


setelah Joni pergi nampak beberapa pembicaraan antar keluarga terjadi, tetapi lebih kepada alasan pak Denny menyembunyikan semua itu.


Joni berjalan menuju penginapan dengan sangat lega. dalam hatinya sekarang tinggal menjalankan rencana menuju cita citanya.


saat sampai di penginapan ternyata teman temannya sudah datang, terlihat paman Frans dan Rudi sedang ngobrol di ruang lobi penginapan.


''kalian sudah datang rupanya ya...'' ucap Joni mengagetkan mereka.

__ADS_1


''sudah lama kami datang, tapi karena kamu tak ada makanya kami duduk di sini sambil menunggumu''. ucap paman Frans sambil tersenyum.


''bagaimana Jon. apa kau sudah menemui orang yang bernama Denny itu, bagai mana hasilnya''. tanya Rudi penasaran.


''o.... Alhamdulillah aku sudah menemukannya, dan aku tak jauh jauh mencari alamatnya'' kata Joni sambil tersenyum.


''memangnya dimana rumahnya.'' tanya Rudi makin penasaran.


''dia pemilik penginapan ini. tuh... rumahnya''. ucap Joni sambil menunjuk ke arah rumah pak Denny.


Rudi yang mendengar cerita Joni merasa bangga, ternyata menemukan tujuannya sangat mudah, Joni memang sangat beruntung. ucap Rudi dalam hati.


''ternyata benar ya... kamu memang unik.'' kata pan frans. sambil tersenyum senang.


''ayo kita istirahat dulu. mungkin besok aku akan pergi melanjutkan tujuanku''. ucap Joni sambil berjalan ke kamarnya.


saat malam tiba,..


''tok..tok..tok...'' terdengar suara pintu kamar mereka.


Joni keluar untuk melihat siapa yang datang.


terlihat pegawai penginapan berdiri di depan Joni.


''maaf ada apa ya..''. kata Joni bertanya.


''kira kira ada apa ya,'' tanya Joni penasaran.


''jika soal itu saya kurang tahu, tapi sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin di sampaikan''.ucap pegawai itu lagi


''baiklah, kami akan bersiap dulu''. ucap Joni dan pegawai penginapan pun pergi.


mereka berempat keluar kamar dan menuju rumah pak Denny.


''permisi....''. ucap Joni sambil mengetuk pintu.


''o... nak Joni, mari silahkan masuk'' kata ibu mempersilahkan mereka.


''mari... ikuti saya''. kata ibu sambil berjalan menuju ruang keluarga.


saat sampai terlihat ada sebuah meja persegi yang besar dengan menu lengkap di atasnya.


ada bermacam macam lauk, sayuran yang lengkap dengan susu dan buah buahan.

__ADS_1


mereka duduk di tempat yang sudah di siapkan.


''maaf pak, ada apa ya kami di panggil kemari''. tanya Joni yang merasa apa yang di depannya ini sangat berlebihan.


''baiklah.. karena kalian sudah bertanya. maka tak ada salahnya kami menjelaskannya'' ucap pak Denny tersenyum


''anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih kami kepadamu dan teman temanmu yang mau mencari kami untuk menyampaikan pesan dari adiku. nah... lebih baik kita berbincangnya setelah kita makan supaya lebih santai'' ucap pak Denny sambil mempersilahkan semuanya untuk makan.


mereka pun makan dengan sangat lahap dan sangat menikmati hidangan sampai ke cuci mulut juga.


''baiklah karena kita semua telah selesai makan sebaiknya kita berpindah tempat duduk.


mari kita ke teras samping supaya lebih tenang''. ucap pak Denny sambil mengajak mereka


menuju teras samping rumahnya.


''nah... disini kan kita bisa lebih tenang''. kata pak Denny.


lalu mereka mulai berbicara kecuali Andien yang merasa dirinya tak punya bahan pembicaraan sampai datang Reni dan ibunya yang datang untuk menemani, sedangkan Reno bergabung dengan mereka. Reno meminta Joni menjelaskan padanya mengenai sifat Reno adik sepupunya itu. Joni pun menceritakan tentang Reni yang menurutnya dia adalah seorang figur pejuang sejati bagi Joni.


waktu semakin larut, dan tiba saatnya Joni dan teman temannya untuk pamit.


''mohon maaf pak kami harus kembali untuk beristirahat,'' kata Joni sambil berdiri dan bersiap pergi.


''wah... begitu ya, padahal suasananya masih sangat menyenangkan. tapi tidak apa, Oya nak Joni. besok bergabunglah untuk sarapan bersama kami. saya dengar dari pegawai tadi kalian mau melanjutkan perjalanan lagi besok..'' ucap pak Denny


''iya pak. tapi mungkin hanya saya dan kak Rudi yang pergi, tapi paman Frans dan Andien akan menetap di desa ini''. ucap Joni sambil melirik ke arah paman Frans dan Andien di sebelahnya.


''baik lah pak. kami mohon pamit. kita akan bertemu lagi saat sarapan nanti''. ucap Joni sambil berjalan pergi dan diikuti yang lainnya.


sejak obrolannya dengan Joni tampak Reno yang sangat ingin bertemu dengan saudaranya. bahkan dia meminta ayahnya untuk segera merencanakan untuk pergi ke negara timur.


malampun tiba, Joni, Rudi, paman dan Andien berkumpul di lobi penginapan. Joni menceritakan keinginannya untuk berkeliling dunia dan meminta paman Frans untuk menetap di desa bukit.


''paman, kehidupan masyarakat disini kulihat sangat menyenangkan dan sepertinya tak ada tindakan tindakan yang meresahkan lingkungan disini. mungkin sebaiknya paman menetap disini''. ucap Joni


''baiklah, karena kamu yang menyarankan maka aku akan berusaha semampuku di desa ini''. ucap paman Frans bersemangat.


...+++++++++++++++++++...


...+++++++++++++++...


...+++++++++++...

__ADS_1


...+++++++...


...+++...


__ADS_2