
...000000000...
''setelah itu bapak selalu berfikir, apakah ada yang salah dari keluarga ini...?
hari hari bapak lalui seperti biasa, berlatih dan belajar. namun saat sudah selesai bapak mencuri curi waktu untuk bertemu dengan ibumu. tubuh bapak yang masih muda dan latihan yang biasa bapak jalani membuat bapak dengan mudah pergi tanpa diketahui penjaga,
hingga bertahun tahun sampai bapak saat itu berusia hampir 24 tahun. sampai akhirnya zea tau kalau bapak sering pergi diam diam. hingga zea pun mengikuti bapak hingga ke rumah ibumu,
zea mengatakan semuanya kepada Marco bahwa bapak selalu pergi menemui Sarah.
zea juga menemui bapak untuk berbicara, saat itu bapak sangat terkejut bahwa zea mengetahui semuanya.
namun yang lebih mengejutkan lagi adalah saat zea mengatakan kalau dia telah menceritakannya pada kakak(Marco) sejak saat itu bapak selalu mengkhawatirkan keadaan keluarga ibumu.
beberapa kali zea menemui bapak untuk meminta maaf namun tetap saja tak akan bisa mengubah apa yang akan terjadi.
dan 2 minggu setelahnya terjadi hal hal yang akhirnya bapak dan ibu harus pergi dari negara Utara hingga sampai ke negara tengah dan menetap disini.''
kata pak pendi sambil menarik napas dalam-dalam.
''jadi, kalian sebenarnya memiliki banyak saudara di negara utara namun bapak tak ingin kalian sampai mencari mereka kesana, bapak berfikir lebih baik kita membangun kehidupan disini walaupun mulai dari nol.
nah...jika ada yang ingin kalian tanyakan lagi silahkan tanyakan'', ucap pak pendi.
''bagaimana dengan kakek dan paman zea saat itu,'' tanya Joni yang terlihat masih penasaran
sedangkan Andre hanya menganggukkan kepala tanda bahwa mereka punya pertanyaan yang sama.
''saat bapak meninggalkan negara Utara, kondisi zea dan kakek baik baik saja.
tapi itu sudah 23 tahun yang lalu untuk saat ini mungkin bisa kalian lihat dalam berita atau surat kabar.
keluarga ayah adalah pemilik perusahaan ristek company''. kata ayah memberi petunjuk.
Andre terkejut mendengar nama perusahaan tersebut, sebab perusahaan itu adalah perusahaan nomor 1 terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang teknologi yang produknya tersebar di seluruh dunia
dan bahkan memiliki cabang perusaan juga di negara tengah yang terletak di kota ramai.
dan menjadi tujuan banyak orang untuk bisa bergabung ke dalamnya.
bahkan Andre pernah ingin mendaftar di perusahaan itu. Andre terdiam memikirkan apa yang di sampaikan ayahnya. sedangkan Joni terdiam karena belum mengerti.
__ADS_1
''nah sekarang bapak ingin bertanya pada kalian berdua, bapak telah menjelaskan banyak hal pada kalian,
bapak mau bertanya apa yang akan kalian lakukan kedepannya.'' tanya ayah kepada mereka berdua yang terlihat masih bingung.
''untuk saat ini aku ingin melanjutkan hidup di negara ini sambil membantu merawat bapak.''
ucap Andre mengatakan apa yang dia pikirkan saat ini,
sedangkan Joni nampak terdiam dan bingung ingin mengatakan apa.
''lalu Joni, apa yang ingin kamu lakukan kedepannya''. tanya ayah sambil menatap Joni yang masih nampak kebingungan.
''em.... em... aku tak bisa menjawabnya sekarang. tapi nanti pasti akan ku sampaikan ke bapak dan kakak, apa yang menjadi rencanaku kedepannya''. ucap Joni
''ya sudah... hari semakin siang, beristirahat lah jika kalian mau istirahat. bapak mau ke sungai dulu ya.'' kata ayah berkata pada mereka.
''oiya, pak aku mau ke rumah dulu, sekalian bersih bersih dalamnya pinjam kuncinya pak''. ucap Andre
''aku juga mau ikut kak'' saut Joni.
''itu kuncinya ada di atas pintu'' kata ayah sambil menunjuk ke angin angin di atas pintu salah satu ruangan.
Joni dan Andre pun berjalan meninggalkan pondok ladang, menuju rumahnya di pemukiman.
tak terasa waktu telah sore dan mereka berjalan kembali ke pondok di ladang.
pada sore itu cuaca sangat cerah, dan langit terlihat sangat indah yang di hiasi dengan awan putih yang terlihat bergerak ber iringan dan tiba saatnya Andre bersiap sebab waktu
menunjukan pukul 16 sore, dan setelah makan bersama, Andre bersiap memeriksa kendaraan dan peralatannya sebelum kembali ke tempat kerjanya pada sore itu.
''pak, aku sekalian pamit, soalnya malam nanti aku sudah mulai masuk kerja, dan nanti saat Joni selesai liburan nanti ku antar balik lagi ke pondok''. ucap Andre meminta izin kepada ayahnya sambil memberi tau adiknya.
''sebenarnya kali ini aku ingin lebih lama bersama bapak dan Joni.
tapi karena tanggung jawab pekerjaan aku harus berangkat hari ini''.
kata Andre menambahkan.
''baiklah, jaga dirimu dan hati hati di jalan...
ini bapak buatkan bekal untukmu di mess nanti,
__ADS_1
tadi bapak buat bekal ini saat kamu dan Joni ke rumah di pemukiman.'' ucap ayah sambil memberikan bungkusan kepada Andre.
''wah.. enak nih dapat bekal dari bapak.'' kata Andre tersenyum senang sambil meraih bungkusan yang di berikan oleh bapak padanya.
''kali ini kamu tidak ku kasih bekal ini ya dek'', ucap Andre sambil menggoda Joni yang terlihat khawatir.
''tenang saja kak. kalau masalah bekal makanan, aku lebih banyak disini.'' jawab Joni tersenyum
''apa kakak berangkat sama kak Reno...?'', tanya Joni
''tidak, Reno mengambil cuti 3 hari. jadi dia belum kembali hari ini'' ucap Andre menjawab pertanyaan Joni
''apa tidak sebaiknya, kakak izin dulu hari ini'', kata Joni lagi berusaha menahan kakak nya sambil menunjukan wajah khawatirnya.
''ha.ha.ha.... kamu ada ada saja, ini masih sangat siang bagi kakak. biasanya kakak pulang pergi saat malam hari.'' ucap Andre lagi berusaha menenangkan adiknya yang nampak khawatir.
''ya sudah lah kalau begitu, hati hati di jalan ya'' ucap Joni sambil menatap kakaknya yang bersiap pergi.
sebenarnya Joni tak ingin kakak nya pergi. namun ia juga sangat mengenal karakter kakak nya,
di tambah lagi janji dengan ayahnya yang membuat mereka harus bisa berjuang, demi menepati janji dan membahagiakan bapaknya.
Andre pun melaju dengan sepeda motornya meninggalkan Joni dan ayahnya yang masih terlihat berdiri di depan pondok sambil memandang kepergiannya.
Joni dan pak pendi pun masuk ke dalam pondok, Joni meminta ayahnya untuk ngobrol bersamanya karena ada yang ingin dia tanyakan pada ayahnya.
''pak. aku mau nanya, ini bukan tentang keluarga kita, tapi ini tentang orang lain.'' ucap Joni sambil duduk di ruang keluarga.
''baik, kira kira anak bapak yang satu ini mau nanya apa ya'' ucap pak pendi ikut duduk di samping joni sambil me rangkul pundaknya.
''aku tidak memiliki terlalu banyak kawan di desa, hanya beberapa saja yang aku kenal.
dan saat aku menginap di mess tempat kakak bekerja, aku bertemu dengan kak Reno,
rumahnya ada di awal masuk desa.
kemarin pun kami pulang bersamanya. dia banyak menceritakan hal hal baik tentang kakak, dan terkadang menyampaikan penilaiannya tentang keluarga kita padaku, aku penasaran.
sebenarnya kak Reno ini siapa kenapa dia menganggap keluarga kita seperti keluarga terdekatnya. tapi aku tak pernah bisa menebak hubungan keluarga kita dan keluarga mereka,
sebab yang aku tau jarang sekali bapak bergaul dengan banyak orang apalagi dekat dengan salah satu warga sampai sampai menganggap keluarga kita sebagai keluarga dekatnya.....
__ADS_1
apakah bapak mengetahui sesuatu yang belum aku ketahui.'' kata Joni bertanya panjang lebar pada bapaknya.