The Copy Master

The Copy Master
episode 62. TEKAD 4 KAPTEN UNTUK JONI


__ADS_3

sementara itu di desa Soko, tampak Reno dan Andre sedang berlari menuju desa Soko sambil menerobos lebatnya hutan seperti biasa sambil berlatih.


saat masih berada di tengah perjalanan ponsel Andre berbunyi, Andre pun berhenti untuk menjawab panggilan.


nampak di layar tertulis nama Endi yang menelpon. Reno yang berada di belakang pun ikut berhenti.


di telepon Endi mengatakan bahwa besok mereka akan ke kota lori, dengan mengantar keluarga Reno yang datang dari negara tengah. mendengar hal ini Andre memberitahu Reno yang sedang bersamanya. dan Reno langsung kembali ke kota lori, untuk meminta cuti lebih awal. Andre hanya bisa tersenyum melihat Reno yang bersemangat.


disisi lain, sami yang telah bertemu dengan 3 orang lainnya yang juga ikut dalam misi, sami mengajak mereka untuk menginap di hotel malam ini. namun Riyandi dan Sao qi menolak ajakannya, mereka ingin mengikuti langkah langkah dalam berlatih yang di ajarkan Joni pada mereka, mereka malu, sebagai orang terbaik dari kelompoknya untuk ikut menjalankan misi malah hanya numpang tidur dan mendapat nama, padahal aslinya mereka tak berbuat apapun. Riyandi dan Sao qi bertekad, walaupun mereka tak bisa menyamai Joni ataupun Rudi, tetapi mereka hanya ingin saat Joni dan Rudi kembali mereka harus menjadi lebih kuat.


sami tersadar, dan tertunduk malu pada Riyandi dan Sao qi, sedangkan Donny selalu ikut mana yang terbaik.


sore hari, di dermaga kota air 4 kapten telah tiba dan di sambut oleh Riyandi, sami, Sao qi dan juga Donny. mereka menuju restauran yang paling mewah, dan meminta sami dan yang lainnya memberikan laporan.


sami mengatakan semua hal yang mereka alami dan mengatakan pesan dari kapten kepala untuk para kapten.


''huh.... sebenarnya aku sudah menduga hal ini akan terjadi, tetapi sudahlah, kalian pergilah ke hotel untuk beristirahat,'' ucap sarli


''mohon maaf kapten, saat ini kami tidak ingin menginap di hotel, izinkan kami untuk mengikuti jejak kapten kepala, untuk menjadi lebih kuat, kami akan tidur di hutan untuk berlatih, kami mohon pamit kapten'' ucap Riyandi sambil pergi menuju hutan tanpa memesan makanan.


melihat perubahan pada anak buahnya, para kapten hanya tersenyum, mereka tak menyangka, pertemuan sesingkat itu, membuat dampak yang sangat besar pada seluruh susunan kelompok mereka.


''sepertinya, kita memilih orang yang sangat tepat kali ini''. ucap Suan Li sambil tersenyum senang melihat perubahan sikap pada anak buahnya.


saat malam tiba terlihat, 4 kapten menuju penasehat negara di kediaman kenegaraan.


"silahkan masuk para kapten, anda semua sudah di tunggu, mari ikuti saya". ucap pengawal yang menjaga kediaman penasehat negara.

__ADS_1


setelah sampai di ruang tamu, terlihat penasehat negara sedang berbincang dengan beberapa ajudannya, lalu para kapten di persilahkan untuk duduk di kursi yang telah disiapkan.


"selamat datang para kapten,... terimakasih telah bersedia untuk singgah di kediaman kenegaraan ini. silahkan di nikmati hidangannya." ucap penasehat negara tengah yang bernama Sofyan Wijaya.


"terimakasih atas sambutannya tuan Wijaya" ucap Baron sambil tersenyum.


"tidak usah sungkan sungkan, bagi kami kali ini kalian telah berjasa menyelesaikan masalah di kota air ini, sekali lagi saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih banyak'' ucap pak Wijaya sambil membungkukkan tubuhnya.


seluruh kapten berdiri untuk meminta pak Wijaya untuk tidak berterimakasih lagi.


"mohon tuan tidak berterimakasih lagi," pinta para kapten sambil menundukkan badan.


''baiklah.. baiklah... mari kita duduk kembali'' ucap pak Wijaya sambil kembali duduk.


''o.. iya para kapten sekalian, mohon maaf atas pelayanan kami saat kedatangan utusan yang kalian kirim kemarin, ajudan saya melapor bahwa utusan yang dikirim menghindari penyambutan dan fasilitas yang akan kami berikan'' ucap pak Wijaya


''o..iya tuan Wijaya, mohon maaf, sebenarnya beberapa hari yang lalu, kami sudah mempunyai kapten kepala, dan yang berangkat ke kota air kemarin adalah kapten kepala yang baru,'' ucap Baron menjelaskan.


''apa... kenapa kalian tidak mengatakannya lebih awal.'' ucap pak Wijaya.


''mohon maaf tuan Wijaya, itu semua adalah keinginan dari kapten kepala, dan siang tadi beliau sudah pergi ke negara selatan.'' ucap Baron lagi.


''huh... begitu ya, padahal aku sangat ingin mengenalnya...


sudahlah, mungkin lain kali aku bisa bertemu dengannya.'' ucap pak Wijaya dengan nada kecewa.


''ha..ha.. mohon maaf jika kami mengecewakan anda, o..iya tuan Wijaya, sebenarnya kedatangan kami ke sini mempunyai tujuan lain.'' ucap Suan Li yang dari tadi terdiam.

__ADS_1


''mohon maaf tuan Wijaya, saya Suan Li, saya adalah kapten baru dari kelompok singa tua.'' ucap Suan Li sambil membungkukkan tubuhnya.


''baiklah, jika ada yang ingin kalian sampaikan padaku, maka katakanlah kapten sekalian, saya dengan senang hati akan mendengarkannya.'' ucap pak Wijaya.


''baiklah jika seperti itu, kedatangan kami ke kota air dan menemui anda karena ada hal yang ingin kami sampaikan..


# pertama, sejak terpilihnya kapten kepala. kami di berikan 1 tugas sampai nanti beliau kembali, yaitu : kami tidak boleh lagi melakukan kejahatan dalam bentuk apapun,


dari kami semua sebenarnya sangat tidak yakin dengan apa yang kami lakukan saat ini untuk membicarakan hal ini dengan tuan Wijaya.


#kedua, kapten kepala meminta kami untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintahan, untuk bekerjasama dalam menjaga keamanan, dan ini juga berkaitan dengan pendanaan kelompok kami, mohon maaf tuan, bukannya kami sedang bernegosiasi, tetapi mungkin lebih tepatnya kami meminta pandangan dan pendapat tuan selaku penasehat negara saat ini.'' ucap Suan Li sambil memberi hormat.


''begitu ya.... mohon maaf para kapten, untuk menanggapi hal ini, saya belum bisa memberikan jawaban, mohon beri saya waktu untuk ber koordinasi dengan instansi pemerintah yang terkait.'' ucap pak Wijaya sambil meminta waktu.


"lalu apa lagi yang sekiranya bisa jadi bahan masukan kami mengenai masalah kalian ini.'' ucap pak Wijaya bertanya.


''sebenarnya, kapten kepala memberikan kami beberapa saran yang mungkin bisa di lakukan, seperti bertani, berdagang, usaha jasa pengiriman barang pengawalan dan lainnya tetapi kami belum yakin apakah kami bisa atau tidak untuk menjalankan itu semua, bagi kami yang dengan latar belakang perompak hal itu sangat sulit di lakukan.'' ucap Baron lagi menjelaskan.


''ha..ha.. ha.. iya... iya... kapten kepala sungguh orang yang menarik ya, baiklah... untuk mempermudah menjalankan perintah kapten kepala kalian, Minggu depan akan kami kirim tenaga ahli serta psikolog yang akan kami kirim ke kota burung anggap saja ini adalah bukti bahwa kami dari pemerintahan sangat mendukung apa yang di inginkan kapten kepala, terus terang aku tak pernah menyangka latar belakang kalian yang begitu keras dapat berubah sebaik ini. ha..ha..'' ucap pak Wijaya sambil tertawa senang.


...#################...


...****************"...


...**********...


...**...

__ADS_1


__ADS_2