The Copy Master

The Copy Master
episode 19. UJIAN


__ADS_3

seperti sebelumnya mereka menuju pondok dan pergi ke sungai untuk mandi.


setelah tubuh mereka bersih dan berpakaian. mereka duduk bersama ayahnya di ruang keluarga.


''nampaknya kalian sudah terbiasa dengan hasil latihan yang kalian lakukan ya. sampai sampai. beberapa kali pulang tanpa memakai kendaraan kalian.'' ucap ayah memulai obrolan.


''iya pak, ternyata saat tubuh sudah terbiasa yang dulu kami anggap tidak mungkin saat ini menjadi hal yang biasa.'' ucap Reno sambil tersenyum senang.


''Oya pak. aku ingin mencoba kembali kesiapan ku untuk melakukan latihan metode 4 yang dulu pernah kita bicarakan'', ucap Joni lagi.


''o... baik lah, tapi nampaknya ku sudah sedikit demi sedikit berlatih ya untuk menghadapi hari ini'' kata ayahnya melirik Joni yang terlihat menganggukkan kepala nya.


ayah bersiap dengan pukulan nya untuk mengetes reaksi tubuh Joni untuk melihat kesiapan tubuhnya.


dan.... set.... pukulan ayah mendarat di paha Joni. namun kali ini Joni tak terlihat kesakitan, Joni hanya tarik nafas beberapa kali untuk menahan sakit akibat pukulan ayahnya, walaupun kali ini tak terlalu sakit.


berbeda dengan sebelumnya Joni sampai merasa tak bisa bernafas, karena menahan rasa sakit.


Andre langsung mendekati Joni dan melihat ke arah paha. dan ternyata dugaannya benar, Joni sudah sangat siap untuk melakukan latihan tahap 4 ini. karena tak ada bekas memar, dan biru seperti sebelumnya.


melihat bahwa Joni telah siap, ayah tersenyum senang, dalam hatinya tak percaya. hanya dalam waktu beberapa bulan Joni bisa membuat tubuhnya mampu dan bahkan terlihat Joni sudah memulai latihan 4.


''bapak sangat kagum padamu, kamu bisa membuat tubuhmu mampu melakukan metode 4 ini hanya dalam hitungan bulan, walaupun dengan alat seadanya, mungkin dalam hal ini bapak tak bisa memberikan pelajaran secara detail tapi dengan melanjutkan terus latihan kalian bapak yakin, kalian akan semakin kuat''. ucap bapak dengan penuh kebanggaan.


''Joni apakah kamu masih memakai pemberat'', ucap ayah lagi bertanya.


''iya pak, kak Andre juga masih memakai pemberat.'' kata Joni yang diikuti Andre yang menganggukkan kepalanya.


''o... bagus. itu akan sangat membantu dalam melatih kecepatan kalian.


tapi untuk metode 4 ini sebaiknya kalian melepas pemberat itu. biarkan kaki kalian juga merasakan sakit dan tak terlindung pemberat itu.'' ucap bapak lagi menyarankan.


''baiklah. mungkin sebaiknya kita coba berjalan jalan di beberapa tempat ya.'' ajak ayah kepada mereka.


Joni terlihat melepas pemberat yang selalu dia pakai, tapi Andre tidak melepaskan pemberatnya karena masih belum bisa untuk melakukan metode latihan 4 seperti Joni.


''tujuan kita kemana pak''. tanya Joni.

__ADS_1


''kita akan ke puncak gunung siang ini. sekalian ini adalah ujian buat kalian'', kata ayahnya sambil tersenyum


''hah... bukankah itu berjarak lebih dari 300 km dari sini. apakah bisa di tempuh dengan waktu beberapa jam saja'' kata Andre yang merasa ragu


dan saat Andre tau kemana tujuannya, ia pun segera melepas pemberatnya, karena ia khawatir tertinggal dari Joni dan ayahnya.


''ikuti bapak,'' ucap ayah sambil tersenyum menatap wajah mereka berdua.


''wus....'' ayah pergi dari hadapan mereka dan mereka mengikuti di belakangnya.


karena andre memiliki kemampuan Ter rendah dari ayah dan adiknya maka Andre selalu tertinggal, Joni dan ayah sesekali berhenti untuk menunggunya.


beberapa jam berlalu mereka masih terus berlari di dalam hutan karena tak ingin terlihat oleh orang lain.


ayah melompat dari satu pohon ke pohon lain. sedangkan Joni berlari dan sesekali menabrakkan diri untuk melatih metode 4 namun kali ini dia lebih sering menabrakkan diri setelah tubuhnya sudah mampu menjalankan metode ini.


Andre berlari sambil melatih kelincahannya, sesekali Andre dan Joni melompat, berguling, dan ber ayun sambil terus berlari.


setelah beberapa jam, akhirnya mereka pun sampai di puncak gunung yang ada di pulau jempol ini. ayah masih terus berlari ke arah puncak. Joni berhenti sambil menunggu kakaknya datang menyusul.


sambil beristirahat Joni memperhatikan ayahnya yang nampak tidak lelah dan yang dia lihat saat berlari bersama, ayah belum mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya.


samar samar Andre akhirnya datang menyusul, dan Andre terlihat sangat lelah.


''kak. kakak beristirahatlah dulu, aku akan pergi'' menyusul bapak di puncak ucap Joni.


''huh..huh ..huh... baiklah, pergilah dulu, kakak harus istirahat dulu, mungkin agak lama''. kata Andre mengijinkan Joni dengan nafas ter engah engah.


Joni melesat loncat dari batu satu ke batu yang lain, dan akhirnya sampai di puncak gunung.


''kemana kakakmu nak''. tanya ayah yang tidak melihat Andre mengikuti Joni menyusulnya.


''oh... kakak sedang beristirahat pak. mungkin kali ini agak lama, karena jarak ini dua kali jarak dari kota lori ke desa Soko. nampaknya kakak sangat kelelahan''. ucap Joni yang sedikit Ter engah engah.


''baiklah, biarkan kakakmu beristirahat saja. bapak juga sebenarnya menguji batas yang sudah kalian capai'' kata ayahnya sambil mengusap punggungnya.


''tempat ini juga dapat kamu gunakan untuk berlatih metode 4. tapi tempat ini melatih dengan hawa panas, semakin kuat kita mengatasi rasa panas dalam tubuh kita maka tubuh kita juga akan semakin kuat dalam ketahanannya''. ucap bapak menjelaskan.

__ADS_1


''kita tak bisa berlama lama disini. karena tadi kalian belum sempat makan. tapi emang ini yang bapak inginkan, menguji kalian saat perut kalian sedang lapar, karena saat perut lapar pikiran kita bisa lebih bisa berkonsentrasi.


dan perut kalian juga bisa ikut terlatih.'' ucap ayah menjelaskan sambil melihat Joni yang menganggukkan kepala nya.


''Oya pak, aku merasa bapak belum mengeluarkan kemampuan bapak yang sebenarnya, apakah bapak bisa tunjukan ataupun ceritakan, seberapa kecepatan bapak yang sebenarnya''. tanya Joni


''o... bisa bapak beritahu kedua nya padamu.


bapak pernah beberapakali kesini. dan biasanya waktu yang diperlukan bapak menuju puncak ini sekitar 4 jam''. ucap bapak


Joni pun terkaget. karena saat mereka ke puncak ini memerlukan waktu 6.5 jam.. pikir Joni merasa kagum pada pencapaian ayahnya.


''satu hal yang bapak heran padamu saat ini. kecepatan kamu sudah mencapai level 2 awal padahal manusia biasa tanpa dibantu serum tak akan mampu mencapai level 2, walaupun dengan kerja keras dan usaha yang sangat berlebihan, manusia biasa akan tetap berada di level 1. tapi mungkin karena ayah manusia dengan rekayasa genetik dan ibumu manusia normal ada sedikit kemungkinan kalian memiliki sedikit darah manusia genetik walaupun itu tetap tidak mungkin. tapi jangan berkecil hati asalkan tetap teguh dengan pendirian kalian''. kata ayah sambil tersenyum


''bagaimana pendapatmu nak,'' tanya ayah.


''dari awal sebelum latihan aku sudah memutuskannya pak, walaupun tanpa serum aku akan terus berusaha, bagiku serum bukanlah penentu kemenangan.'' ucap Joni yang tetap teguh pada pendiriannya.


ayah tersenyum melihat keteguhan hati putranya.


''baiklah jika begitu, aku akan terus berjuang menjadi yang terbaik.'' ucap Joni berdiri penuh semangat.


''baiklah ayo kita kembali''. ucap ayah yang langsung turun menuju tempat Andre beristirahat dan diikuti Joni di belakangnya.


hari ini mereka benar benar lelah dan kelaparan.


''Andre, apakah kalian bisa kembali ke desa sendiri atau ayah gendong''. ucap ayah menawarkan bantuan.


''tidak pak aku sudah cukup lama beristirahat di sini. aku bisa kembali ke desa malam nanti''. kata Andre dengan penuh keyakinan.


''baiklah bapak percaya pada kalian, mungkin bapak akan lebih dulu pulang, bapak mau masak lauk yang enak buat kalian, em... mungkin ikan goreng sama ikan bakar'' . ucap ayahnya yang membuat Joni dan Andre menelan ludah karena kelaparan.


''baiklah, bapak pergi dulu ya, wus.....'' ucap ayah sambil me Lompat pergi dari hadapan mereka berdua.


''gila.... bapak cepat sekali ya dek, bahkan aku merasakan aku sudah tak ada tenaga lagi. tapi bapak malah terlihat biasa saja. sebenarnya sekuat apa bapak ini.'' ucap Andre keheranan melihat ayahnya yang sudah tak terlihat lagi.


............000............

__ADS_1


..........00..........


........0........


__ADS_2