The Copy Master

The Copy Master
episode 3. kecelakaan


__ADS_3

mendengar penjelasan Joni. Endi langsung menanggapi


''apa mungkin terkena bintang jatuh SE malam ya....'' ucap Endi sambil membayangkan.


''nggak tau lah... bisa jadi juga'' kata Joni


'' tapi emang dari depan sana ada tanda garis yang nampak dari ranting kayu dan daun yg layu dan patah, sampai di pohon itu ada lubang sebesar jempol kaki orang dewasa di batang pohon. tapi nampak tembus...'' ucap Joni sambil menjelaskan apa yang selalu diperhatikannya dari awal masuk ke kebun.


''ya sudah lebih baik kita cari makan dulu buat anak burung ini, nampaknya mereka lapar.'' kata Joni mengajak.


''nampaknya ini burung tekukur, jadi kita cari biji rumput saja.'' kata Joni sambil menyerahkan anak burung itu ke Endi.


''kita cari di tepi sungai saja, biasanya di sana banyak rumput liar.'' ajak Endi sambil berjalan ke arah sungai mereka menemukan beberapa buah mangga yang jatuh karena masak, dan memasukannya ke wadah yang mereka bawa.


merekapun berjalan menuju tepi sungai yang nampak terang tanpa pepohonan untuk mencari makan buat anak burung yang mereka dapat.


sambil terus berjalan, Joni selalu memperhatikan arah garis dan arah lubang kayu yang juga mengarah ke sungai.


waktu sudah semakin siang akhirnya merekapun sampai ke tepi sungai dan memberi makan anak burung itu dengan biji rumput yang ada.


setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk pulang, sambil ngobrol kesana kemari. saking asyiknya ngobrol Joni tidak menyadari ada lubang di tepi jalan setapak yang mereka lewati.


Joni terperosok, dan kakinya menginjak sebuah benda tajam.


''aduh.....'' teriak Joni kesakitan.


endi pun seketika berhenti dan segera menghampiri Joni yang sedang kesakitan.


''coba Jon keluarkan kakinya,'' ucap Endi sambil merasa khawatir.


Joni pun mengeluarkan kakinya yang berdarah karena menginjak sesuatu.


benda itu sebuah batu berwarna hitam pekat panjang 6 cm dan besarnya SE ukuran ranting kecil sekitar 1 cm dengan ujung yang tajam seperti paku atau pecahan kaca. batu ini adalah batu bintang yang memiliki efek seperti magnet, tetapi batu ini tidak menarik logam, tetapi menarik sesuatu yang lain.


Endi memegang benda yang menancap di kaki Joni, namun baru saja dia memegangnya. Endi merasa terkejut karena ternyata benda itu panas dan menyengat tangannya sehingga dia melepaskan tangannya.


namun Endi tetap mencabut nya dan membuang begitu saja tanpa memperhatikannya. dia berusaha membantu Joni yang masih kesakitan, walaupun hatinya merasa heran dengan apa yang di alaminya namun dia masih ragu untuk mengatakannya sama Joni.


sambil berjalan pulang endi bertanya tadi


''kakimu nggak terasa gosong kah jon''. tanya Endi


''enggak sih, ya rasanya seperti tertusuk paku gitu'' jawab Joni spontan. lalu Joni menyadari sesuatu.

__ADS_1


''en... tadi itu apa ya yang menancap di kakiku..''.. tanya Joni.


''aku juga tidak tau tapi sepertinya batu tajam...'' kata Endi menjawab


tapi dari hal itu tadi Joni berkata lagi.


''kita kan sering ke kebun dan hutan ini tapi tak pernah aku lihat ada lubang di situ ya....'' kata Joni.


''iya juga sih. dan sepertinya lubang tadi juga seperti lubang undur undur yang me musat di tengah dengan tepian rumputnya juga kering....'' ucap endi.


''ah sudah lah kalau penasaran saat kaki mu sudah sembuh kita lihat lagi tempat tadi''. kata Endi.


''ok, biar kita nggak penasaran'' kata joni


.............


....................


setelah sampai rumah Joni melihat ayahnya sudah pulang dan sedang duduk di teras rumahnya, melihat Joni yang berjalan di papah Endi ayah Joni langsung menghampiri dan bertanya dengan kaget dan penuh ke khawatiran.


''kenapa kamu nak, kenapa dengan kakimu,'' tanya ayahnya khawatir.


melihat ayahnya yang bertanya penuh ke khawatiran begitu Joni langsung menenangkan ayahnya.


''sini sini duduk di sini'' kata ayah Joni mengarahkan.


Joni duduk di tempat yang di tunjukan ayahnya.


sambil merasa kesakitan Joni mengangkat kakinya ke pangkuan ayahnya,


setelah di lihat ayah Joni heran,, sebab luka di kaki Joni sudah tidak ada dan hanya ada sisa sisa darah dan getah rumput yang di lumatkan. bahkan bekas lukanya pun tidak ada dan telapak kaki Joni seperti tidak pernah mengalami luka sama sekali.


melihat hal itu ayah Joni bertanya lagi,


'' apa benar tadi menginjak paku.'' tanya ayah Joni dengan wajah serius.


Endi menyela untuk menjawab.


''benar pak tadi aku yang mencabutnya'' ujar Endi menjelaskan.


''coba Endi sini'' kata pak pendi.


Endi pun menghampiri sambil berfikir, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa pak pendi. menanyakannya padahal kan dengan melihat lukanya saja seharusnya sudah tahu.

__ADS_1


Endi terkejut melihat kaki Joni tidak apa apa tanpa luka bahkan terlihat tidak pernah terkena paku.


Endi melihat tangannya yang tadi mencabut benda yang tertancap di kaki Joni. dan masih terlihat noda darah yang tersisa.


''jon. lukamu hilang,'' kata Endi memberitahu Joni.


''aduh.... tapi ini masih sakit tau.'' kata Joni sambil merintih kesakitan,


coba kamu lihat kata Endi


joni pun melihat kaki yang masih terasa sakit dan ternyata benar apa yang dikatakan Endi padanya. tapi rasa panas dari kakinya bahkan sudah menjalar sampai ke lutut, tapi melihat lukanya yang hilang Joni semakin tak mengerti.


''apa mungkin tadi itu batu bintang yang jatuh semalam,'' pikir Joni dalam hati.


hanya Joni dan endi yang saat ini penuh pertanyaan pertanyaan melihat keanehan ini. tapi tak berani mengatakan pada ayahnya lagi karena takut dikira berbohong.


''en... nampaknya besok kita benar benar harus kembali ke tempat itu.'' bisik Joni pada Endi. dan endi pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.


Joni tidak lagi mengatakan apa apa pada ayahnya karena tidak ada luka di kakinya hanya tersisa sedikit bekas darah dan getah rumput. begitu juga ayah Joni yang sebenarnya merasa heran melihat masih ada bekas darah dan sisa getah rumput, tapi tidak ada luka sama sekali.


sedangkan Joni berusaha menahan sakitnya karena takut dikira berbohong, dalam pikiran joni tak mungkin bisa terjadi, luka yang tadi jelas jelas terlihat besar dan berdarah kok bisa hilang begitu saja dan hanya menyisakan rasa panas dan sakit, sedangkan lukanya hilang.


''ya sudah aku pulang dulu ya'' kata Endi yang seketika membubarkan apa yang sedang di pikirkan joni. yang memohon pamit dan mau pergi.


sesaat kemudian Joni memanggil Endi.


''en.. untuk sementara kamu dulu ya yang merawat anak burung ini. aku belum punya kandangnya'' kata Joni sambil menyerahkan anak burung yang mereka dapat.


Endi dan Joni ternyata memiliki perasaan yang sama karena hal yang terjadi siang tadi dan berencana kembali untuk melihatnya.


malam itu Joni dan Endi sama sama merasakan cuaca malam yang sangat panas sampai sampai mereka hanya tidur menggunakan ****** ***** saja karena kepanasan. hingga pagi tiba


esok pagi pun tiba, Endi langsung menghampiri dan memanggil Joni di rumah. dengan pikiran yang penuh pertanyaan dan penasaran.


Joni keluar menemui Endi,


''en aku sarapan dulu ya'' kata Joni pada Endi yang menunggunya di teras.


''ok. aku tunggu si sini.''


Endi memperhatikan tangan yang kemarin di gunakan untuk mencabut batu itu. tapi tak menemukan apa apa baik warna maupun bentuknya tetap tak ada yang berubah, namun rasa hangatnya masih sangat terasa.


''bagaimana dengan Joni ya, apakah dia merasakan hal yang sama denganku.

__ADS_1


dan apakah ada kemungkinan, batu itu adalah batu bintang.....''. pikir Endi dalam hati.


__ADS_2