
setelah beberapa hari berlalu, merekapun sampai di kota burung, kotanya para perompak
Joni pergi menuju area bukit yang diceritakan pak Denny padanya. mereka kembali membeli perbekalan seperti beras dan bumbu sedangkan untuk lauknya mereka akan mencari binatang liar yang terdapat di sekitarnya.
seperti biasa Rudi membuat tempat untuk beristirahat dan Joni mencari binatang buruan untuk lauknya. tapi kali ini mereka makan lebih awal..
''moe... apa kau lapar..'' tanya Joni. sambil melihat ke arah moe yang masih berbentuk gelang.
moe pun berubah ke bentuk kucing hitam,
''aku juga lapar Oya Joni bolehkah aku berkeliling di sekitar sini untuk mencari makan...'' tanya moe, sambil menatap Joni.
''kenapa kita tidak makan bersama saja..''. ucap Joni sambil menunjukan daging panggangnya.
''aku tidak makan makanan seperti itu..''.ucap moe sambil memalingkan mukanya.
''emang apa yang kamu makan...'' tanya Joni penasaran.
''aku memakan ikan.... jadi aku ingin pergi untuk mencari ikan'' kata moe sambil bersiap untuk pergi.
''baiklah,.... tapi jangan membuat keributan ataupun menggunakan kekuatan bayangan mu ya...'' ucap Joni mengingatkan.
''baiklah,....'' lalu moe berubah bentuk menjadi seekor elang dan pergi menyusuri kota burung.
setelah beberapa saat berkeliling untuk mencari makan, moe kembali dan merubah bentuknya menjadi seekor kucing hitam dan menghampiri Joni dan Rudi yang sudah selesai makan.
''Jon. dari pengamatan ku saat terbang tadi. sepertinya tak ada yang salah dari kota burung. hanya saja ada 3 tempat yang ku lihat.
1 kota besar dan ada 2 desa di kiri dan kanannya. tetapi tak ada yang aneh..''. kata moe menyampaikan apa yang dilihatnya.
''sebenarnya aku pun tidak tau, tetapi menurut informasi dari pak Denny di desa bukit, tempat ini lah yang paling rawan. kita lihat saja, hasil yang didapat malam ini..''. ucap Joni sambil mengelus kepala. moe.
awalnya moe menolak perlakuan Joni yang mengusap kepalanya. namun dari naluri binatangnya, moe sangat menyukainya.
malam pun tiba, Joni dan Rudi mempersiapkan diri untuk menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi.
''Jon... apa kau merasakan sesuatu yang datang....'' ucap moe sambil menatap Joni.
''aku tak merasakan apa apa...'' kata Joni dengan wajah datar.
''ada beberapa orang yang sedang mengarah ke tempat ini. nampaknya mereka bukan orang baik...
biar aku bereskan....'' ucap moe sambil berdiri melihat ke arah yang di maksudkan nya.
__ADS_1
''tunggu moe,.... biarkan saja mereka kemari. kami sengaja menempuh bahaya seperti ini supaya kami bisa lebih kuat.. jadi.... tenanglah moe, biarkan semua berjalan dengan sendirinya...'' ucap Joni sambil kembali mengelus kepala moe yang berbalik dan kembali tidur.
''baiklah,.... jika itu maumu. berhati hatilah, mereka orang orang yang terlatih. dan ada satu yang memiliki kemampuan yang lumayan...'' ucap moe sambil kembali memejamkan matanya.
''jon.. apakah ada yang datang...,'' ucap rudi penasaran karena kata kata Joni.
walaupun sebenarnya Joni sedang berbicara dengan moe, tapi dalam pandangan Rudi Joni berbicara sendiri.😁😁😁
''iya.... tapi aku tak merasakan kedatangan mereka, itu informasi dari moe. dan salah satu dari mereka memiliki kekuatan yang lumayan hebat.
mungkin saat aku tak menggunakan kekuatan ku, aku tak bisa merasakan kedatangan mereka. jadi aku ingin kekuatan ragaku juga meningkat, jadi tak perlu sampai mengeluarkan kekuatan lainnya untuk dapat merasakan kedatangan seseorang..''. ucap Joni penuh semangat.
''berhati-hatilah kak, jika moe berkata lumayan hebat. itu bisa di artikan orang tersebut hampir setara dengan paman Helmi...'' ucap Joni mengingatkan.
setelah hampir dua puluh menit, Joni baru merasakan ke hadiran mereka.
''kak mereka sudah dekat,'' ucap Joni memperingatkan Rudi.
tetapi Rudi yang masih belum bisa merasakan keberadaan mereka hanya bisa bersiap dan meningkatkan kewaspadaannya.
setelah beberapa saat benar saja, ada seseorang yang muncul dengan 4 orang yang di bawanya..
''hey... kalian. apakah kalian dari kota batu...'' kata salah satu orang yang terlihat sebagai pemimpin kelompok ini. yang diketahui bernama Sam.
''baiklah.... sekarang serahkan barang barang yang kalian bawa.....'' ucap sang pemimpin kelompok itu dengan wajah serius.
''maaf tuan... itu juga kami tak dapat memberikannya tuan...'' ucap Joni tegas
''o... jika kalian tak menyerahkan barang barang yang kalian bawa, maka kami akan berbuat kasar pada kalian....''. ucap pimpinan kelompok sambil memerintahkan kedua anak buahnya untuk mengambil tas yang di bawa.
saat kedua orang itu mendekat. Rudi berdiri untuk melawan mereka berdua dan akhirnya pertarungan awalpun terjadi.
Rudi yang sudah terbiasa dengan pertarungan, saat ini tak 8ngin membuang buang waktu, dia langsung mengeluarkan pukulan penuh kepada orang yang pertama menyerangnya dan orang tersebut langsung terpental ke pepohonan hingga tak sadarkan diri.
melihat anak buahnya langsung di kalahkan, sang pimpinan langsung mengerahkan semua anak buahnya untuk menghajar Rudi.
saat ini Rudi menghadapi tiga orang dan sang ketua ingin langsung menyerang Joni yang masih duduk.
wuss... sang pimpinan kelompok itu langsung menyerang Joni.
tetapi Joni dengan mudah menghindari serangannya.
''tuan... jika tuan memang berniat untuk bertarung denganku, kita ambil tempat di sebelah sana saja....'' ucap Joni sambil menunjuk tempat lain.
__ADS_1
''set..''. Joni bergerak menuju tempat yang di maksud, dan langsung di ikuti oleh Sam sang pimpinan kelompok tersebut.
benar apa yang di katakan moe, orang ini kuat. pikir Joni dalam hatinya.
tanpa membuang-buang waktu Joni langsung diserang oleh sam.
disisi lain Rudi tampak terpojok menghadapi ke tiga orang itu, kemampuan mereka hampir sama dengan para pemuda senior desa bayangan.
rudi berencana mengurangi jumlah lawannya, agar energinya tidak cepat habis.
tendangan pukulan yang di lancarkan kedua pihak memang sangat akurat, tetapi sama sama bisa di tangkis dan dihindari.
kali ini rudi berniat memakai taktik yang sama dengan waktu dia mengalahkan Yandri dalam latihan di desa bayangan.
tapi kali ini dia tak ingin terkena serangan dari 2 lawan yang lainnya.
Rudi menendang lawannya tetapi dapat dihindari lalu Rudi kembali di serang oleh tendangan dan sapuan.
melihat ini Rudi mendapat kesempatan dan langsung mengarahkan tendangannya sambil melompat menghindari sapuan dan tendangan sekaligus.
Rudi menendang ke arah kepala lawan dan brak... lawan terjatuh dan kalah sedangkan Rudi juga mendapatkan serangan dari satu lainnya yang mendaratkan tendangannya di wajah Rudi.. Rudi hampir kehilangan kesadaran saat menerima serangan itu,
tetapi dia melompat menjauh untuk mengulur waktu menghilangkan rasa panas di wajahnya.
pertarungan terus berlanjut hingga lawan Rudi tinggal 1 orang tersisa dan mereka berdua terlihat sama sama kelelahan.
di sisi lain Joni masih menghindari serangan dan sesekali menggunakan kakinya untuk menyerang.
terlihat lawan Joni yang semakin tidak sabar karena Joni terus saja menghindar.
dia berhenti dan melakukan sesuatu,
Joni mengenali gerakan ini dan benar saja dia salah satu pemilik kekuatan batu bintang.
dan kekuatannya dia dapat mengubah ukuran dan bentuk tubuhnya dan menyerang lawannya. melihat hal ini Joni mulai waspada dengan serangan yang akan dilancarkannya,
...@@@@@@@@@@@@@...
...@@@@...
...@@@@@@@@@...
...@@@@@@...
__ADS_1