The Copy Master

The Copy Master
episode 32. PERJUANGAN DAN PENGORBANAN RENDI


__ADS_3

''Rendi... bantulah ayah dan ibu yang berusaha untuk tetap mencukupi kebutuhanmu dan adik adikmu.


kami hanya ingin kamu bantu dengan hal yang menurut ayah mudah, dan bisa kamu lakukan. bersikap baiklah dalam pergaulanmu jangan terus terusan berbuat onar''. ucap ayah Rendi dengan nada yang lebih pelan.


namun Rendi tetap saja diam.


waktu sudah hampir gelap


merekapun sudah sampai di rumah, aji dan empat orang lainnya berpamitan pulang dan untuk mengambil motor yang mereka tinggalkan di suatu tempat. sedangkan Joni dan ayahnya turun dan berjalan ke pintu rumah, Rendi berjalan di depan dan ayahnya mengikutinya di belakang.


Rendi duduk di sofa teras rumah. dan saat ayahnya hendak masuk.


''yah.... aku ingin bicara''. kata Rendi meminta ayahnya untuk duduk di sampingnya.


''ada apa... jangan jangan kamu meminta ayah lagi untuk berhenti dari pekerjaan ayah,..''. ucap ayahnya sambil duduk di samping Rendi.


''ayah tadi bilang kalau aku sudah besar, jadi mungkin permintaan ku kali ini berbeda ayah''. ucap Rendi.


''apa yang kamu minta kali ini.'' tanya ayahnya


''aku ingin membantu seorang teman. dan aku ingin ayah juga membantunya, namanya Joni yah''. ucap Rendi


''bantuan apa yang di butuhkan temanmu itu''. tanya ayah.


''dia memerlukan pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan borongan yah. ayahkan kepala pelabuhan. aku yakin ayah bisa membantunya''. kata Rendi meminta ayahnya.


''baiklah jika itu yang kamu minta, besok ayah akan coba membantunya ajaklah temanmu itu ke pelabuhan. tapi...... apakah temanmu itu mampu melakukan pekerjaan berat..'' tanya ayah Rendi


''kalau itu aku sangat yakin kalau dia mampu ayah.'' ucap Rendi penuh keyakinan


''baik jika seperti itu, semoga saja temanmu itu tak mengecewakanmu.


tapi ada 1 syarat supaya ayah bisa membantunya...'' ucap ayah memberikan syarat pada Rendi.


''apa itu...


asalkan kamu berusaha merubah sikap buruk mu, mungkin ini akan sulit bagimu. tapi jika kamu tak bisa merubah sikap, maka ayah pun tak dapat membantu temanmu itu''. ucap ayah serius


''baiklah ayah. aku meminta maaf karena tadi membuat ayah kecewa, dan terimakasih ayah mau membantu temanku''. ucap Rendi yang hendak langsung pergi dari rumah.


''Rendi.... kamu mau kemana lagi...'' tanya ayah


''aku pamit ayah, aku ingin memberitahu temmanku soal ini. terimakasih ayah.'' ucap Rendi sambil mengendarai motornya yang lain yang ada di garasi rumah.


kali ini ayah Rendi melihat ada yang berbeda dari anak bandelnya ini, selama bertahun tahun tak pernah ia dengar Rendi mengucapkan terima kasih, tapi hari ini. dia mengucapkannya untuk temannya.

__ADS_1


tak memakan waktu lama, Rendi sudah berada di rumah aji. Rendi mengajak semua temannya untuk ikut dengannya ke rumah Endi.


''ji. ayo kita ke rumah Endi, kita harus bergegas untuk membantunya. bawakan motorku yang tadi kalian ambil. ayo kita berangkat'' kata Rendi memberi perintah.


merekapun menuju rumah Endi yang tak begitu jauh dari rumah aji.


sementara itu rumah Endi tampak ramai, Ari dan Rudi juga di sambut ayah dan ibu ditambah lagi rjoni dan Endi Reni sari dan dua orang temannya juga datang lagi sore tadi mungkin malam ini mereka ingin menginap di kamar Reni.


rumah Endi ini sebenarnya tak begitu besar luas tanah 30 x 40 m² dan di kelilingi oleh dinding berpaku dengan luas bangunan 10 x 18 dengan 4 kamar dan 1 gudang. serta kamarmandi dan kakus berada di tiap kamarnya. hanya tempat cuci dan dapur mempunyai ruangan sendiri. jadi halaman rumah mereka dengan 2 pondok untuk bersantai. makanya sebelum kedatangan Joni di rumah mereka. keluarga Endi merasa sangat sepi apalagi saat anak anaknya bersekolah terlihat kosong blong.


saat mereka sedang berbincang di ruang tengah, terdengar banyak motor yang berhenti di halaman rumah mereka. Reni keluar untuk melihat siapa yang datang. tapi saat Reni melihat kalau yang datang adalah Rendi si anak nakal renipun segera masuk memanggil kakaknya. Endi dan Joni keluar untuk menemui mereka. Endi, Joni, Ari, dan Rudi mengajak mereka berbincang di pondok halaman depan karena takut mengganggu suasana yang ada.


Endi meminta Reni untuk membuatkan kopi untuk mereka. karena jumlahnya banyak jadi Reni mengajak sari untuk membantunya mengantarkan kopi yang di minta Endi.


setelah semuanya siap, merekapun memulai pembicaraan mereka.


pertama Ari dan Rudi yang meminta maaf pada Rendi karena kesalah pahaman siang tadi, dan Rendi yang juga memberitahu Joni dan Endi agar datang bekerja besok ke pelabuhan. mendengar hal ini Joni pun merasa senang dan berterimakasih pada Rendi atas bantuan yang diberikannya.


''tapi ada syarat yang harus kalian penuhi dan kalian tidak boleh menolaknya''. kata Rendi.


''syarat..... syarat apa yang kamu maksud ren''. kata Endi bertanya penuh curiga.


''syaratnya, kalian harus menerima kami ke dalam team kerja kalian nanti. kami janji kami tak akan menghambat kalian'' kata Rendi.


mendengar hal ini Endi yang memang sangat mengenal siapa Rendi, benar benar tak percaya dengan apa yang dikatakan Rendi. bahkan sampai memegang kening Rendi yang baginya semua yang dia dengar dari Rendi ini terdengar sangat tidak mungkin.


''baiklah,.... tapi aku tak ingin ada syarat lain dari kalian dan karena aku sudah menyetujui syarat dari kalian sekarang giliran ku untuk mengajukan syarat juga untuk kalian'' ucap Joni dengan wajah serius.


''baik,.... apa syarat yang kau inginkan'' ucap Rendi menatap Joni dengan tatapan serius.


''aku ingin kalian tidak main main saat bekerja nanti, dan ingat kami akan berangkat bekerja pukul 7 pagi. jadi aku harap kalian bisa tepat waktu dan tidak menghambat kami'' ucap Joni


''baiklah, kami akan berusaha, dan kami tak akan menghambat kalian. terimakasih kalian sudah mau menerima kami'' ucap Rendi sambil tersenyum.


''o..ya, mungkin kami tak bisa berlama lama di sini. jadi kami mohon pamit dulu'' kata rendi sambil mengajak teman temannya.


''o..iya. Jon, tolong pakai dulu motorku ya untuk berangkat besok'' kata Rendi yang tak ingin menunggu kata penolakan dari mereka dan langsung pergi.


sekarang tinggal mereka ber empat di pondok ini. dari apa yang di alaminya hari ini dan mendengar cerita Endi mengenai anak anak nakal pembuat onar yang saat ini berubah, membuat Rudi semakin bulat ingin pergi bersama Joni.


''Jon, bagai mana dengan rencana mu untuk berkeliling dunia, apakah keinginanmu itu masih sama'' tanya Rudi yang tiba tiba bertanya.


''tentu saja, aku tak akan mundur sedikitpun''. kata Joni tetap pada pendiriannya.


''Jika seperti itu, bagaimana dengan permintaan ku tempo hari'' tanya Rudi lagi.

__ADS_1


''yang mana ya''. tanya Joni yang berpura pura lupa,


''itu... apakah aku boleh ikut denganmu''. tanya Rudi lagi


''baiklah, sepertinya aku harus menjawabnya sekarang. baiklah jika keputusan kak Rudi sudah bulat, maka aku tak bisa lagi menolaknya.


tapi ada 1 syarat yang aku ingin kak Rudi capai selama di sini..'' ucap Joni memberi syarat.


''baiklah apa itu, katakan saja padaku''. kata Rudi.


''aku ingin kak Rudi menjadi kuat, itu karena jalur yang akan kita lewati adalah jalur jalur yang sangat rawan, bahkan dapat mengancam keselamatan. dan yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya adalah dengan menjadi kuat''. ucap Joni lalu menjelaskan lagi rencananya mengenai mengumpulkan bekal di setiap pulau untuk pergi ke pulau berikutnya.


''baiklah jika seperti itu, aku akan berusaha keras''. kata Rudi


tapi bagaimana caranya kata Rudi dan Ari bersamaan.


joni pun menjelaskan metode pelatihan yang ia jalani dulu, ia menjelaskan dan mencontohka alat berlatih yang ada di alam. dengan rinci dan jelas. Ari Rudi dan Endi hanya mengangguk angguk kan kepalanya saat mendengarkan penjelasan Joni.


lalu Joni memberikan pemberat miliknya untuk digunakan sementara oleh rudi sampai dia membuatnya sendiri.


terlihat suasana di dalam rumah sudah mulai sepi. dan malam sudah larut.


''baiklah malam ini kita istirahat. besok mulailah latihan sambil bekerja''. kata Joni menyemangati. dan mereka pun beristirahat.


......................


esok hari pun tiba seperti biasa Joni bangun paling awal dan diikuti Ari dan Rudi dan yang terakhir Endi. joni seperti biasa mencuci piring dan menyapu lantai, sedangkan Ari dan Rudi membersihkan seluruh halaman, setelah semua selasai mereka ber olah raga sebentar dan sarapan. setelah semuanya selesai saatnya mereka untuk pergi ke pelabuhan kapal yang di bicarakan Rendi semalam.


''Joni....'' ucap sari memanggil Joni yang hendak pergi ke pelabuhan kapal.


lalu sari menghampiri Joni yang berhenti karena panggilannya. sedangkan Ari, Rudi dan Endi berjalan lebih dulu.


''ada apa.'' kata Joni dengan nada datar seperti biasa.


''Jon aku ingin berbicara denganmu. tapi hanya kita berdua ya. empat hari lagi aku tunggu kamu di alun alun tempat pertama kita bertemu.'' ucap sari yang penuh harap.


''baiklah,.... semoga aku tidak melupakannya''. ucap Joni sambil melangkah pergi.


sari hanya terdiam melihat kepergian Joni.


sari yang masih berdiri menatap Joni yang berjalan pergi. dalam hatinya dia mengharapkan Joni melihat kebelakang saat ini. tapi ternyata itu tak terjadi


....................................


..........................

__ADS_1


.................


............


__ADS_2