The Copy Master

The Copy Master
episode 41. MENUJU DESA BUKIT


__ADS_3

awalnya pak Frans masih ingin mencelakai Joni dan Rudi, namun setelah melihat bahwa mereka samasekali tak berniat jahat padanya.


akhirnya pak Frans memutuskan untuk membantu mereka, awalnya pak frans menjelaskan arti arti tanda yang ia tau, walaupun tanda di lengan Joni terlihat sangat aneh dan tidak biasa, namun jika tanda yang ada di lengan Rudi dia mengetahuinya karena tanda itu sama dengannya hanya saja beda jenis. tanda yang di miliki pak Frans adalah rek 01 level 1 kecepatan. dan tanda yang dimiliki Rudi adalah rek 2. level 1 kekebalan.


''lalu bagaimana dengan tanda di tanganku ini paman'', tanya Joni lagi yang masih belum mendapatkan jawabannya.


''maaf nak Joni, terus terang itu di luar pemahaman saya tentang rekayasa genetik. yang saya tau. saya pernah mendengar di negara barat ada peneliti dari keluarga Antoni yang sudah tua, jadi mungkin sebaiknya nak Joni pergi ke negara barat, kabarnya ia tinggal di sebuah gunung berapi. coba nanti nak Joni sempatkan waktu untuk singgah di sana.''


ucap pak Frans menyarankan.


''tapi... bukankah keluarga Antoni memiliki banyak pengawal dan mungkin kemampuan pengawal mereka sangat menakutkan. bagaimana mungkin aku bisa mendekatinya''. ucap Joni dengan wajah kecewa.


''o.... tenang saja, jika masalahnya itu, sebab kabarnya ia di asing kan karena membuat serum rekayasa genetik level 1 yang membuat penggunanya tetap memiliki kesadaran. dan mungkin saya juga salah satu pengguna serum itu''. ucap pak Frans.


''memangnya apakah perbedaan dari serum yang membiarkan penggunanya tetap memiliki kesadaran dan yang hilang kesadarannya...?'' tanya Joni lagi penasaran.


''tentu saja ada, serum yang membuat penggunanya hilang kesadaran, lebih mirip dengan mesin pembunuh, mereka tidak akan melepaskan apapun yang hidup walaupun bayi sekalipun, dan saat mereka terluka mereka tak memiliki rasa sakit, bahkan akan terus membunuh walaupun terluka sangat parah dan belum mati. dalam peperangan maupun menjalankan perintah, rek 01 lah yang paling mendominasi karena mampu di aktifkan selama 1 Minggu penuh. tapi kelemahannya kemampuan mereka tidak bisa berkembang, lain halnya dengan serum yang membiarkan penggunanya tetap memiliki kesadaran. tetapi sangat rentan terhadap penghianatan. dan melalaikan tugas. misalnya saya dulu di perintahkan untuk membunuh 3 keluarga di negara tengah ini. dan saya melakukannya, tapi saat melihat Andin aku tak bisa melakukannya dan saat itu aku memilih bersembunyi di hutan ini, dan saat ini sudah 14 tahun berlalu sejak kejadian itu'' ucap pak Frans sambil menangis mengingat dosa yang dulu dilakukannya.


Andien hanya terdiam, karena pak Frans sudah berulangkali menceritakan padanya, dan berkali-kali juga meminta Andin untuk membalas perbuatannya, namun andin tak pernah ingin melakukannya, yang Andin tau pak Frans adalah orang yang selama ini selalu menjaga dan merawatnya sejak dia kecil.


dalam hatinya, pak Frans adalah ayahnya.


''apakah tak ada pemburu yang datang untuk mencari paman saat itu....'' tanya Joni yang penasaran.


''saat itu sebenarnya ada team pencari menyusuri hutan ini nampaknya mereka rek 01 level 2, saat itu kami hampir ketahuan, tapi untungnya saat itu kami bersembunyi di dalam perut seekor rusa yang ku buru sehari sebelumnya saat itu Andien sedang demam dan sedang tertidur dan sejak itu kami pun lolos hingga kini dan bertemu kalian. jadi kalian adalah orang pertama yang kami lihat sejak 14 tahun yang lalu'' ucap pak Frans menjelaskan


''nah begitulah nak Joni, jadi menurut saya peneliti ini memiliki jiwa kemanusiaan yang baik. jadi tak ada salahnya mencoba bukan'' , ucap pak Frans menambahkan.


mendengar banyak penjelasan dari pak Frans tentang peneliti dan macam rekayasa genetik yang belum diketahui Joni dari ayahnya. saat ini Joni yakin bahwa batu bintang yang ada pada dirinya memiliki kemampuan Tersendiri yang suatu saat nanti akan ia kuasai.


Joni memikirkan mimpinya ia berfikir mungkin kemampuannya membuat klon dengan berbagai kemampuan. tapi... sejauh ini sulit sekali mengetahui kemampuannya ini.

__ADS_1


sudah berkali kali melakukan hal yang di lakukan dalam mimpinya namun sampai saat ini dia masih belum memahaminya.


Joni pergi ke dalam hutan dan bersiap melakukan seperti di dalam mimpinya.


Joni mengangkat lengan kanannya dan menekan tanda dengan 2 jari. seketika badannya terasa bergeser tapi seperti sebelumnya dia tetap di tempat yang sama.


dua... tiga kali mencoba akhir nya Joni cape dan bosan. tak ada yang berubah. jadi Joni memutuskan untuk tidak memikirkannya.


dan kembali fokus pada tujuannya.


hari mulai malam, saat ini Joni sedang bersama Rudi dan pak Frans di ruang tengah.


''paman. apakah tidak sebaiknya kalian keluar dan tinggal di pemukiman dengan warga yang lain. karena sudah 14 tahun kalian hidup bersembunyi, mungkin sebaiknya kalian mulai hidup bermasyarakat.


dengan kemampuan paman yang hebat, aku yakin paman bisa melindungi Andin dan warga yang hidup dengan kalian, dan itu juga dapat membuka wawasan Andin untuk masa depannya''. ucap Joni berusaha membujuk pak Frans.


mereka berpandangan, merasa apa yang di sampaikan Joni sangat bagus dan masuk akal.


empat hari berlalu, mereka memulai perjalanan mereka menuju desa bukit, saat ini dari mereka semua Joni nampak paling menonjol, dan pak Frans yang mengikuti pun sampai tertinggal jauh. Joni dan Rudi berhenti untuk menunggu paman Frans dan Andien. saat paman Frans sampai ke tempat mereka, paman Frans terlihat sangat kelelahan. mungkin juga karena luka dalam yang masih ada akibat pukulan Joni kemarin.


''nak Joni, bisakah kau membantuku,'' ucap paman Frans sambil terengah engah.


''apa itu paman,'' ucap Joni menjawab.


''nampaknya aku tak akan sampai desa bukit jika berlari sambil menggendong Andien. huh...huh... bisakah kau membantuku untuk menggendongnya sampai desa bukit nanti'' pinta paman Frans dengan wajah kelelahan, dengan Andien di sampingnya yang mengkhawatirkan keadaannya.


''aku.... ah paman ini ada ada saja. aku tak pernah menggendong perempuan paman. jadi maaf jika aku mengecewakanmu''. ucap Joni tegas.


''tapi nak. tanpa bantuanmu kali ini. aku takut tubuhku tak mampu untuk bisa sampai di desa bukit. karena selain jaraknya masih jauh, jalan yang kita lewati pun mendaki. huh...huh... jadi aku berharap kau mau membantuku kali ini saja, ini juga demi Andien...'' kata paman Frans sambil menatap Andien yang malu malu.


''huh.... semoga saja aku bisa. walaupun sebenarnya aku sangat keberatan soal seperti ini'' ucap Joni.

__ADS_1


Joni pun mendekati Andien dan menggendongnya dengan kedua tangannya.


''tolong pegangan ya..'' ucap Joni sambil bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


Joni berlari di depan, paman dan Rudi mengikuti di belakang,


dalam hati paman Frans sangat berharap suatu saat mereka berjodoh dan Rudi juga merasakan hal yang sama. apa yang mereka lihat seperti adegan dalam film film kungfu jaman dulu, terlihat sangat romantis dan serasi.


perjalanan terus berlanjut Joni masih terus berlari dan melompat di pepohonan hutan yang mereka lewati sambil tetap menggendong Andien, Andien melingkarkan tangannya di leher Joni sambil sesekali memandangi wajah Joni yang sering berubah warna, walaupun Joni sering menegurnya agar tidak memandanginya karena mengganggu konsentrasi Joni. tapi tetap saja Andien berusaha mencuri pandang.


memang tak di pungkiri sosok Andien yang sangat cantik, dengan body yang juga bagus. tapi tetap saja andien adalah seorang anak kecil bagi Joni.


waktu berlalu dan dari kejauhan sudah nampak sebuah desa dengan hamparan lahan pertanian yang hijau menghiasi langkah mereka menuju desa tujuan. saat sudah sampai ke tepi sungai berbatu. Joni menurunkan Andien dan pergi untuk mencuci muka dan minum.


setelah beberapa saat, paman Frans dan Rudi datang.


''kenapa kalian lama sekali, aku sudah lelah menunggu disini'' kata Joni yang sedang duduk bersila di atas batu besar.


...***************************...


...**********************...


...******************...


...**************...


...*********...


...*****...


...**...

__ADS_1


__ADS_2