The Copy Master

The Copy Master
episode 13. keputusan


__ADS_3

..........


......................


''uji coba ini dilakukan saat anggota keluarga yang terpilih sudah ber usia 18 tahun.


dan lulus seleksi untuk menyandang nama Antoni. dan menyandang rekayasa level 5


sebenarnya bapak pemilik kekuatan rekayasa 02 level 5 atas.


paman zea adalah 03, dan paman Marco saat itu sama seperti ayah yaitu 02.


namun tak menutup kemungkinan 1 orang memiliki 2 kemampuan seperti kakeknya. yang mampu menguasai 2 kemampuan rekayasa 1 dan 2.


untuk para rekayasa genetik ini bukan tak bisa di lukai. namun mereka juga bisa di lukai bahkan bisa mati apabila mereka tidak siap atau lengah.


makanya ristek juga tetap membuat baju Anti peluru untuk menutupi kekurangan. karena kekuatan itu tidak bisa terus menerus di gunakan dalam 1 hari. kemampuan ini hanya bisa bertahan paling lama selama 12 jam aktif.


makanya bapak sering terluka karena terbentur ataupun tergores benda tajam. karena tubuh kita masih normal bisa kurus juga bahkan bisa mati, tapi tak bisa gemuk. hal ini sudah di setting dengan kemampuan dari sel sel tubuh bapak. karena sudah sangat lama bapak tidak menggunakan kemampuan itu.'' ucap ayah lagi.


''saat bapak ber cerita tadi bapak bilang senjata biologis keluarga Antoni sangatlah kuat, bagaimana cara bapak bisa lolos dari kejaran mereka'' tanya Joni yang merasa heran.


''saat ayah pergi ada 3 pengawal yang mengejar ayah saat itu mereka bertiga terdiri dari 1 orang level 4 dan 2 orang level 3, mereka bertiga sama sama rekayasa 01.


sebab dari 3 rekayasa mereka lah yang paling ahli dalam melacak dan mengejar targetnya.


saat itu bapak hampir saja mati, sebab walaupun bapak level 5 namun jika melawan 3 orang sekaligus dengan 2 level 3 dan 1 level 4 hal itu sangat sulit di lakukan bahkan bisa di bilang mustahil. namun karena keadaan tempat bertarung kami saat itu menguntungkan bapak. akhirnya bapak menang walaupun dengan kondisi tubuh yang terluka parah.


dan tak ada lagi utusan yang di kirim untuk mengejar bapak. hampir selama 1 tahun berita selalu menyebutkan berita tentang bapak dan ibumu sebagai buronan, dan pada saat itu kami tinggal di hutan untuk tetap bersembunyi sampai berita itu tak lagi menjadi topik pembicaraan dan nama Pendi dan Sumiati kami gunakan setelah tak ada lagi berita tentang bapak dan ibumu dan kami mulai berani memasuki kota lori dan tak bersembunyi lagi. hingga akhirnya bertemu dengan Toni dan kamu tau kelanjutannya.'' ucap ayah sambil menatap joni


''apakah bapak tau asal usul dari bahan atau serum yang di gunakan untuk rekayasa ini? '' tanya Joni lagi.


''ha.. ha .ha.. ha.. ternyata anak ayah ini memang luar biasa ha.. ha.. ha..'' tawa pak Ibrahim mendengar pertanyaan Joni yang ternyata masih ada.


''nah... kalau yang ini bapak nggak tau apa apa.


hal ini hanya diketahui kepala keluarga Antoni dan team riset yang sudah di hapus emosionalnya dan di setel hanya patuh kepada kepala keluarga Antoni saja.'' kata ayah sambil memperhatikan anaknya yang juga ikut tertawa.


tak terasa waktu sudah larut malam, saking asyiknya mereka bercerita sampai sampai lupa bahwa sudah larut malam.


''nah... karena waktu sudah malam, sebaiknya Kita beristirahat dulu. jika Joni masih memiliki pertanyaan besok boleh di tanyakan lagi. dan ini saatnya kita istirahat dulu''. ucap ayah mengajak Joni untuk beristirahat dulu.


''iya pak. aku juga mau istirahat dulu, barangkali besok masih menemukan pertanyaan lagi,'' kata Joni sambil tersenyum.

__ADS_1


terlihat pak pendi memasuki kamar untuk beristirahat. sedangkan Joni merasa apa yang di ceritakan ayahnya adalah salah satu bahan untuk nya dalam membuat keputusan.


.................


esok hari pun tiba Joni terlihat duduk di teras pondok sambil menikmati situasi pagi hari di kebun dengan udara yang sangat segar dan bersih.


pak Pendi mendekati Joni yang tampak menyukai suasana di sini.


wah sudah bangun rupanya, sapa pak Pendi sambil menemani Joni dan duduk di sampingnya Joni pun menyambut ayahnya sambil tersenyum.


''pak... aku ingin meminta sesuatu dari bapak..'' ucap Joni yang terlihat ragu.


''emangnya anak bapak ini mau minta apa...


kalau bapak punya insyaALLAH bapak berikan''. ucap pak pendi sambil menatap anaknya yang masih terlihat ragu.


''aku ingin bapak melatih ku seperti halnya bapak di latih dulu'', ucap Joni memberanikan diri.


mendengar permintaan joni pak Pendi kaget dan sesaat terdiam sambil berfikir.


''em.... pelatihan yang seperti apa yang ingin kamu minta nak''. ucap ayah lagi bertanya.


''aku tak bisa memilih pak namun aku minta bapak untuk melatihku seperti halnya bapak di latih dulu.'' ucap Joni tegas


''tapi.... sebenarnya hal apa yang membuatmu ingin ayah melatih mu''. tanya ayah lagi.


''semalam aku membuat keputusan untuk tujuanku di masa depan, aku ingin aku bisa melindungi orang orang yang ku sayangi, dan ingin membahagiakan mereka maka dari itu, menjadi kuat adalah langkah awal ku untuk meraih cita cita dan membahagiakan kakak dan bapak''. ucap Joni penuh keyakinan


melihat Joni yang sangat yakin dengan keputusan nya, ayah tersenyum walaupun sebenarnya ayah tidak menginginkan ini semua, namun apa yang Joni ucapkan adalah kebenaran, tanpa menjadi kuat kita akan semakin sulit untuk mencapai kebahagiaan di dunia yang keras ini.


sebenarnya pak Pendi tidak bisa menjamin mereka bisa melewati level 2. sebab mereka manusia normal, hanya saja terlahir dari campuran antara manusia normal dan orang yang mendapat serum rekayasa genetik.


bisa di bilang manusia normal yang melakukan pelatihan secara khusus hanya mampu sampai ke level 1 puncak. dan tak dapat melewati bahkan sampai level 2. namun rekayasa genetik ini memperbesar potensi kemampuan fisik bahkan dapat merubah tubuh menjadi sesuatu yang bukan dari mahluk hidup, seperti halnya rekayasa baralin. bahkan merubah sampai 100% pada penggunanya baik dari tubuh pikiran kemampuan dan lain lain.


''mulai besok kamu akan bapak latih. semoga tubuhmu sekuat keyakinan mu tapi manusia normal Takan bisa mencapai level 2 tanpa adanya rekayasa genetik, tapi jika kamu memang menginginkan pelatihan, maka baiklah.'' ucap ayah sambil menatap Joni dengan tegas.


''sekarang jika ada yang ingin kamu lakukan dulu, silahkan. bapak mau ke sungai dulu.'' kata ayahnya.


''aku mau jalan dulu pak.'' kata Joni meminta izin.


''iya, pergilah, hati hati'' kata ayahnya lagi


hari ini Joni berencana mengunjungi Reno yang sedang cuti, sebab besok siang mungkin Reno sudah akan kembali ke kota lori lagi.

__ADS_1


Joni pun berjalan menuju rumah Reno


terlihat Reno sedang duduk di bawah pohon jambu samping rumah, dan Reno memanggil Joni untuk langsung menghampiri nya.


''eh... Joni, sini duduk di sini.


tunggu sebentar di aku masuk dulu''. kata Reno sambil meninggalkan Joni masuk untuk membuat minuman.


''ada siapa ren.'' kata ibu bertanya kepada reno.


''o... itu Joni Mak. adik Andre anaknya pak Pendi''. kata Reno dengan suara pelan.


tanpa bicara lagi ibu Reno langsung keluar untuk menemui Joni.


terlihat ibu Reno muncul dari pintu dapur dan mendekatinya, Joni merasa bingung, sebab dia pikir yang keluar adalah Reno, tapi kenapa ibunya yang keluar, terlihat joni yang sedang bingung.


''nak Joni ya....'' kata ibunya Reno menyapa ramah.


''iya Bu saya Joni,'' ucap Joni sambil tersenyum


''wah... sudah besar dan ganteng ya nak Joni'' kata ibu Reno menggoda Joni yang terlihat malu.


tak lama kemudian Reno muncul dengan membawa 2 gelas minuman ke arah Joni.


''udah lah Bu jangan menggodanya terus, kasian tu Joni nya jadi malu'' kata Reno lagi.


''ha.. ha.. ha...'' ibunya Reno tertawa melihat Joni yang tersenyum malu malu.


''apakah bapakmu sudah mence... hup...'' seketika Reno menutup mulut ibunya.


''maaf Bu''. kata Reno meminta maaf pada ibunya karena merasa tidak sopan.


''Bu, sebelumnya aku sempat ngobrol dengannya di mess, jadi mungkin dia belum tau yang sebenarnya, jadi aku kurang sopan sat ini demi janji kita pada pak jack''. ucap reno menjelaskan sambil berbisik pada ibunya yang terdiam merasa bersalah.


''maaf kak Reno, dan ibu. aku sudah tau semuanya jadi tak perlu di tutup tutupi lagi''. ucap Joni menjelas kan


..............................


..........................


......................


.................

__ADS_1


............


__ADS_2