The Copy Master

The Copy Master
episode 5. kuat kah aku


__ADS_3

setelah sekian lama menunggu, dari kejauhan datang seseorang menghampiri joni,


alangkah kagetnya Joni saat mengetahui yang datang bukan bapak ataupun ibu nya, melainkan Andre yang datang dengan wajah yang menyimpan kesedihan yang tak bisa di gambarkan dengan kata kata.


''ayo kita pulang Jon.'' kata Andre dengan suara bergetar


''kakak sudah izinkan kamu ikut kakak sore ini...''


ujar Andre sambil memalingkan wajahnya.


melihat hal ini Joni terdiam membisu mengikuti langkah Andre.


dalam benaknya bermunculan beribu pertanyaan tapi tak mampu bertanya apa pun pada kakaknya.


sebab tak pernah sekalipun terlihat oleh Joni, sang kakak yang begitu kuat di matanya terlihat rapuh dan hampir patah, seperti saat ini.


apa yang sebenarnya terjadi.....


kenapa bapak sama ibu tak jadi datang menjenguk ku.


mengapa kakak yang sekuat baja bisa jadi serapuh ini


apa yang sedang terjadi sebenarnya,... banyak pertanyaan yang bermunculan di benak Joni tapi tak mampu ia katakan.


''jangan bertanya dulu, ikuti saja sampai tujuan...'' ucap Andre masih dengan suara bergetar sebab menahan kesedihan yang luar biasa.


dengan sepeda motor yang di beli dari gaji selama 10 bulan. Andre dan Joni berangkat menuju kampung soko yang jaraknya 57 km dari kota lori. dan bisa sampai di desa dalam 4 jam ke depan karena jalan yang di lalui masih belum memadai.


(perkembangan ekonomi masyarakat masih sangat minim. sehingga perkembangan teknologinya juga masih serba tradisional, perkembangan dalam 5 tahun terakhir yang ada di kampung soko adalah beberapa warga desa sudah memiliki motor sebagai alat, dan terlihat mulai ada bangunan tembok berwarna di desa Soko bahkan selama enam tahun ini listrik pun belum terakses.)


sepanjang perjalanan tak ada kata dan canda tawa, mereka berdua seperti mematung dalam pikiran yang tak menentu.


''maafkan aku dek... saat ini belum bisa kakak beritahu yang sebenarnya. kakak takut kerinduan mu berubah jadi sesuatu yang tak terbayangkan, kuat lah adikku. kakak tahu kamulah yang paling kuat dan peduli pada semuanya. kuatlah adikku kamulah obat dari kami yang selalu berada di sisimu. kuatlah adikku... jadilah kebanggaan bagi bapak ibu...'' ucap dan harapan Andre dalam benaknya.


sedangkan Joni menerawang menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi,.... hanya itu yang selalu Joni pikirkan. apakah....... ah (Joni selalu berusaha menepis pikiran negatif yang sesekali muncul di kepalanya)


tiga setengah jam berlalu di atas roda tanpa suara dan kata kata. dan tak terasa waktu sudah hampir Maghrib, dari kejauhan tampak desa Joni yang terletak di seberang bentangan lahan pertanian. adzan Maghrib menggema di sudut sudut pemukiman,

__ADS_1


hari sudah semakin gelap dan akhirnya Joni sampai di rumah, terlihat beberapa orang berjalan menghampiri dan terlihat bapak duduk menundukkan wajahnya.


Joni bergetar menyaksikan apa yang dilihatnya saat ini dan kemungkinan apa yang sedang terjadi. semakin berat langkah kakinya....


tanpa disadari Joni Andre berjalan mendahului dan menyalami bapak lalu merangkulnya sambil menangis. lalu Andre berjalan masuk.....


Joni masih sangat berat melangkahkan kaki menuju rumahnya walaupun beberapa orang menyangga dan memapahnya namun Joni sama sekali tak peduli, dia hanya takut apa yang di takutkan nya terjadi.


''ibu....... u..u..u...'' terdengar tangis Andre dari dalam rumah.


Joni tersentak dan hampir pingsan mendengar teriakan kakaknya.


Joni berjalan mendekati bapak dan menyalaminya sambil bercucuran air mata tanpa ia tau mengapa dia menangis, bahkan dia sendiri tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Joni bangkit dari pelukan bapak dan berjalan sambil di temani bapak menuju ruang tengah yang nampak ramai.


saat telah sampai Joni melihat sekeliling ruangan ada yang sedang berbaring di tengah ruangan sambil di peluk kakaknya. Joni mendekati dan berusaha menerima kenyataan bahwa itu adalah ibunya...... ibu yang selama satu tahun belum bertemu dengannya. ibu yang selalu bisa menjadi teman terbaik dalam setiap hal. kini telah pergi dan tak akan pernah kembali


Joni duduk tanpa suara namun air mata terus mengalir dan seketika Joni ber- balik dan berdiri. dia ingin ambil air wudu dan mengaji dengan suara bergetar di samping jasad ibunya diikuti Andre kakaknya. yang juga berlinang air mata.


sambil terus meneteskan air mata Joni terus mengaji. sampai tak terasa waktu sudah larut malam dan sudah saatnya di ke bumi kan di TPU desa Soko.


Joni dan Andri tak pernah ketinggalan dalam setiap prosesi pemakaman ini hingga selesai....


,..................................


proses pemakaman telah selesai dan semua warga mulai meninggalkan area pemakaman. tertinggal Andre dan Joni dan bapaknya yang masih mendoakan ibunya.


setelah beberapa saat. merekapun kembali ke rumah..


malam ini tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut Joni. dari kemarin dia hanya terdiam tak bersuara. namun air matanya terus ke luar.


dari kemarin, pak pendi memperhatikan Joni, anak bungsunya yang begitu ceria dan kuat tapi kini nampak sangat rapuh.


''nak,..... maafkan ayah yang tak bisa menjaga ibumu dengan baik'', ucap pak pendi pada Joni sambil memegang pundaknya.


''nak, menangis lah, luapkan apa yang kau rasakan saat ini. jangan memendamnya sendirian.....'' ucap pak pendi lagi


''sebelum ibumu meninggal dia menitipkan maaf untukmu dan menitipkan surat ini untukmu dan untuk kakakmu''. kata pak pendi sambil menyerahkan selembar kertas yang hanya di lipat lipat.

__ADS_1


''kamu harus kuat melewati semua ini, bapak yakin kalian mampu menjadi seperti apa yang ibumu inginkan.


nak jangan lagi bersedih semua sudah suratan takdir, jadi Joni harus kuat ya... ingat ibu juga sangat menyayangi kamu dan kakakmu.''


ucap pak pendi sambil memeluk dan mengusap usap punggung Joni yang sedang menumpahkan segala yang dirasakannya.


nampak Andre yang sudah terlihat semakin tenang dan tabah, yang juga sedang duduk bersama mereka.


setelah ayah pergi beristirahat Joni dan Andre membuka lipatan kertas yang ayah berikan untuk mereka. Joni meminta Andre yang membukanya.


terlihat coretan huruf yang kurang rapi namun masih terbaca dengan baik, itu adalah tulisan tangan ibu mereka.


mereka membaca masing masing, tak ada suara tak ada kata kata yang keluar dari keduanya namun air mata mereka bercucuran hingga menetes di kertas yang mereka baca.


huf............................ Andre menarik nafas nya dalam dalam lalu membuangnya perlahan, berusaha menenangkan dirinya.


''dek.... ayo kita beristirahat.'' ucap Andre sambil kembali melipat surat yang ada di tangannya.


mereka berduapun tertidur dengan masih menyisakan sedikit air mata di sudut matanya.


...................


hari hari berlalu dan nampak Joni juga sudah semakin tenang. malam itu mereka berkumpul di ruang keluarga, namun dengan suasana yang berbeda dari hari hari sebelumnya.


nampak ayah sedang ngobrol dengan Joni dan Andre sambil sesekali menanyakan rencana masa depan anak anaknya.


Andre sangat antusias dan bersemangat menjelaskan rencana masa depan pada ayahnya, namun berbeda dengan Joni yang memang masih belum jelas apa yang menjadi tujuannya sekarang.


setelah sepeninggalan ibunya Joni merasa kehilangan semangat dan cita cita yang selama ini di impikannya


Joni tau dia harus secepatnya pulih dari keterpurukan saat ini, namun saat ini dia lebih memilih untuk tenggelam dalam kesedihannya.


esok hari pon tiba, saatnya bagi Andre dan Joni untuk kembali ke kota lori tempat kakaknya dan dia menimba ilmu.


terlihat pak pendi mengantar mereka sampai di teras rumah sambil memandangi dengan penuh kesedihan, walaupun berusaha tersenyum.


mereka berpamitan sambil mencium tangan dan mohon doa ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2