The Copy Master

The Copy Master
episode 112. MEMPRIHATINKAN


__ADS_3

setelah beberapa saat peluru yang ada pada senjata api mereka telah habis tak tersisa. joni dan Rudi masih berdiri di tempatnya dan mengusap sisa peluru yang masih menempel di bajunya. semua logam itu bagaikan debu yang dengan mudah dibersihkan. dan membuat empat orang didepannya merasa sangat terkejut.


baru kali ini mereka melihat orang yang memperlakukan logam layaknya debu. dan hal ini membuat mereka berempat semakin merasa takut.


''ampun tuan maafkan kami tuan...'' ucap sang bos pada Joni dan Rudi yang masih berada di tempat semula.


rudi berjalan mendekati mereka sedangkan Joni hanya diam berdiri di tempatnya semula. anak anak yang sebelumnya di minta untuk melepaskan teman temannya yang di kurung di sebuah ruangan sudah selesai dan membawa lainnya ke hadapan Joni.


''adik adik.. ayo kita keluar...'' ucap Joni sambil mengajak anak anak tersebut untuk keluar dari bangunan itu.


''kak Rudi... aku ingin mengajak mereka keluar mencari angin dulu ya..'' ucap Joni sambil menatap Rudi yang berdiri didepan bos mereka.


''baiklah Jon... yang disini biar aku yang membereskannya'' ucap rudi sambil tersenyum.


Joni mengajak ke lima anak tersebut keluar dari bangunan dengan melubangi dinding bangunan tersebut dan keluar lewat lubang yang dibuatnya.


setelah melihat Joni yang membuat pintu di dinding hanya dengan menyentuhnya, kelima anak itu tidak ingin melarikan diri, karena takut Joni akan menyakiti mereka.


Joni mengajak mereka untuk berbincang di bangku sebelumnya yang di gunakan Joni dan Rudi sambil mengopi.


''duduklah... ada yang ingin kakak tanyakan pada kalian'' ucap Joni sambil tersenyum menatap wajah kelima anak itu yang terlihat takut padanya.


''apa kalian sudah makan...'' tanya Joni singkat.


mereka berlima saling pandang dan tidak berani berkata kata.


''huh.... sepertinya kalian mengalami hari hari yang sulit ya...'' ucap Joni merasa prihatin melihat keadaan mereka yang tampak trauma.


''dek... kakak bukan orang yang jahat, kami datang ke kota ini untuk membantu dan melindungi kalian dari orang orang yang jahat. jadi kalian tak perlu takut pada kakak. nah... Sekarang katakan pada kakak, apakah kalian sudah makan'' tanya Joni lagi Sambil tersenyum menatap mereka.


mereka berlima serentak menggeleng gelengkan kepalanya.


''huh.... begitu ya...., baiklah... apa kalian tahu tempat makan disekitar sini yang masih buka'' tanya Joni lagi

__ADS_1


''saya tau kak...'' ucap salah satu anak memberanikan diri untuk berbicara.


''nah... begitu dong... ayo... antar kakak kesana, dan kalian semua harus ikut kakak'' ucap Joni sambil berdiri, lalu anak yang tadi menjawab juga berdiri dan berjalan didepan Joni diikuti 4 anak lainnya.


setelah berjalan beberapa saat, mereka telah sampai disebuah warung makan, Joni mengajak 5 anak tersebut untuk duduk bersamanya.


''pak... saya mau pesan makanan untuk mereka'' ucap Joni pada pedagang yang sedang memasak nasi goreng.


''o... iya dek, tunggu sebentar ya,'' ucap pedagang tersebut.


''hey... dek... kalian mau pesan apa'' tanya Joni


''nasi goreng kak'' ucap anak yang menunjukan tempat itu.


''siap... Oya pak nasi gorengnya 10 porsi sama teh esnya 12 gelas ya pak'' ucap Joni pada pedagang yang sedang menyajikan hidangan kepada pelanggannya.


''wah.... siap dek...'' ucap pedagang tersebut sambil berjalan ke depan wajan penggorengan nya.


''iya pak'' ucap anak itu dan dengan cepat membuatkan es teh dan menyuguhkannya di meja Joni.


setelah beberapa saat, nasi goreng yang di pesan juga sudah masak... dan segera dihidangkan di depan Joni dan kelima anak tersebut.


''nah... dek... pertama. kalian harus minum dulu sedikit lalu makan ya. kakak sudah pesan 2 porsi untuk 1 orang, kalian makanlah dan minumlah, jangan takut dan sungkan ya..'' ucap Joni sambil tersenyum dan melihat mereka berlima yang menganggukkan kepalanya.


merekapun makan dengan sangat lahap bahkan porsi pertamanya habis dalam beberapa menit, dan mereka langsung melanjutkan ke porsi berikutnya.


Joni hanya memandang mereka sambil tersenyum melihat mereka seperti sedang lomba makan.


''pak, kenapa di sekitar sini banyak anak anak yang masih berkeliaran di malam hari ya... bukankah mereka seharusnya tidur lebih awal karena besok sekolah'' tanya Joni pada pedagang nasi goreng tersebut.


''ma..maaf dek... saya juga tidak tahu'' ucap pedagang tersebut yang terlihat mendadak gugup.


Joni melihat para pelanggan yang melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang tajam, dan Joni dapat menyimpulkan bahwa kota ini memiliki banyak masalah yang sangat rumit dan serius. Joni pun tidak mau lagi meneruskan pertanyaannya. dan beberapa saat kemudian, anak anak itu telah semuanya selesai makan bahkan es teh yang di pesannya pun sudah habis semua. dan hanya tersisa satu gelas yang ada di hadapan Joni. Joni pun meminumnya dan meminta 1 bungkus es teh untuk di berikan pada Rudi lalu membayar semua biaya yang dikeluarkan.

__ADS_1


''nah... ayo kita kembali'' ucap Joni sambil berdiri dan meminta mereka untuk kembali ke tempat awalnya.


anak anak itupun menurut dan berjalan kembali ke tempat dimana tadi mereka duduk.


setelah beberapa saat mereka dihadang oleh orang orang yang tadi bertemu dengan Joni di tempat makan.


''heh... anak muda... sepertinya kau orang baru di kota ini ya...'' tanya orang itu.


anak anak yang dibawa Joni bersembunyi di belakang Joni. dan merasa ketakutan.


''iya tuan,... saya baru datang malam ini ke kota selatan, dan kebetulan saya bertemu mereka'' ucap Joni lagi


''ha..ha... bocah... kami tidak ingin mencelakai mu.. jadi serahkan semua barang yang kau bawa padaku, cepat'' pinta orang itu sambil menodongkan senjata api pada Joni.


anak anak yang bersembunyi di belakang Joni semakin ketakutan melihat senjata api yang ditodongkan pada joni.


''kalian tenanglah, kakak akan baik baik saja. jadi jangan takut ya...'' ucap Joni sambil meminta mereka untuk tetap berada di belakangnya.


''cepat serahkan... sebelum kami kehilangan kesabaran'' ucap orang itu


'' huh baiklah... '' ucap Joni lalu mengaktifkan kekuatan penguasa bayangan dan menangkap keempat orang jahat tersebut dengan empat tangannya.


anak anak itu tercengang melihat Joni yang dengan mudah mengalahkan mereka tanpa bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya.


dengan penggabungan kekuatan penguasa bayangan dan penguasa tanah, Joni mengubah senjata api mereka menjadi belenggu yang mengikat tangan mereka, lalu Joni membelenggu mereka di tiang listrik dan lampu jalan yang ada.


mereka sama sekali tidak dilukai oleh Joni, karena ada anak anak yang sedang bersamanya.


''kalian tunggulah disini, besok.. aku akan kembali untuk membantu kalian keluar dari belenggu itu.'' ucap Joni sambil melanjutkan perjalanannya ke tempat semula.


...****...


...**************...

__ADS_1


__ADS_2