
moe telah kembali dari berkeliling di kota air dan mendatangi Joni yang tengah makan di pinggir api unggun.
"sepertinya tak ada lagi energi jahat yang berasal dari makhluk lain di kota air ini" ucap moe sambil berjalan ke arah Joni.
"syukurlah.... berarti besok kita akan pergi ke negara selatan." ucap Joni sambil memakan dagingnya.
"moe, sepertinya aku mulai ngantuk saat ini, apakah kau ingin beristirahat juga," ucap Joni.
"aku ingin menunggu hingga ada yang terbangun dari mereka ber 5. baru aku tidur.
kau tidurlah... besok adalah hari yang melelahkan bagimu.." ucap moe sambil melihat Joni yang tampak sangat mengantuk.
esok pun tiba terlihat Rudi yang bangun sambil terkejut, karena semalam tertidur saat sedang bersiap menyambut musuh.
Rudi melihat moe yang masih berjaga, dan moe pun kembali merubah dirinya menjadi gelang dan melingkar di lengan Joni. Rudi mengerti perilaku moe dan menggantikannya untuk berjaga-jaga. Rudi membuat kopi panas dua gelas seperti biasa yang untuk Joni dan dirinya, rudi tak menyadari di belakangnya ada kadal raksasa yang telah mati. jadi Rudi hanya duduk menunggu yang lainnya bangun.
sesaat setelahnya sami dan ke 3 teman lainnya telah bangun dari tidurnya, dan bersama sama menunggu Joni yang masih tertidur.
"wah... ternyata kita terlambat bangun rupanya" ucap sami sambil duduk di samping Rudi untuk menghangatkan diri.
Riyandi, dan Dony juga ikut bergabung untuk menghangatkan diri. sedangkan Sao qi masih terduduk di tempat tidurnya sambil merasa heran karena di tubuhnya ada semacam cairan lendir lengket yang berbau anyir. lalu sao qi pun turun dari tempat tidurnya dan bergabung dengan mereka.
"Rud, apakah kapten kepala belum bangun..." kata sami membuka pembicaraan
Rudi hanya menggelengkan kepalanya sambil memakan sisa daging rusa yang di panggang agar hangat kembali.
"bau apa ini..." ucap Riyandi sambil menutupi hidungnya dan melihat ke arah Sao qi.
"hey Sao qi, kenapa badanmu bau sekali" kata Dony sambil menatap badan sao qi yang terlihat basah.
"aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku semalam, tapi yang jelas aku harus mandi dulu." uap Sao qi sambil berjalan meninggalkan mereka.
saat sedang berjalan menuju arah sungai. Sao qi terkejut dan terjatuh, sehingga membuat Rudi dan yang lainnya melihat ke arah Sao qi.
"kenapa kau ini Sao qi" tanya riyandi yang heran melihat tingkah Sao qi.
__ADS_1
"kalian lihatlah itu..." ucap Sao qi yang menunjuk ke bawah pohon.
terlihat sesuatu yang besar tergeletak di bawah pohon, Rudi dan yang lainnya segera menghampiri dan melihat apa yang ada di bawah pohon itu. mereka ber 4 yang melihat kebawah pohon sangat terkejut melihat ada seekor binatang besar yang mirip bunglon dengan gigi tajam yang lidahnya menjulur dan dalam keadaan mati.
"apakah mahluk ini yang menyerang malam tadi.. " pikir Rudi dalam hatinya.
"rud,.. apa kau tau sesuatu,.. tentang binatang ini, dan kenapa kondisinya sudah mati apakah kau yang membunuhnya." tanya sami pada Rudi yang hanya diam saja.
"semalam saat kalian tertidur, Joni memperingatkan aku untuk waspada karena ada bahaya yang mendekati. tetapi saat aku bersiap, ada rasa ngantuk yang sangat kuat sehingga membuatku tertidur, dan aku tidak tau setelahnya." ucap rudi.
"lihat Sao qi, lendir yang ada di lidah binatang ini sama dengan yang ada di badan mu" ucap Riyandi sambil duduk di depan lidah binatang itu.
"apakah kapten kepala yang membunuh mahluk buas ini..." ucap Dony menebak nebak.
"sudahlah... kita bicarakan nanti setelah kapten kepala sudah bangun, sekarang aku mau mandi dulu untuk membersihkan diri" ucap Sao qi sambil pergi menuju sungai.
Rudi dan 3 orang lainnya masih memperhatikan binatang yang tergeletak mati.
setelah beberapa saat Sao qi kembali dari sungai dan nampak sudah bersih. dan kembali bersama yang lain yang masih berada di tempat mahluk besar itu.
"wah... aku terlambat bangun rupanya," ucap joni sambil tersenyum.
"kap.... eh Joni... maaf kami masih penasaran dengan mahluk ini. apakah anda tau mengenai mahluk ini" tanya sami sambil menundukkan kepalanya.
"baiklah,... karena kalian sudah sadar, akan ku jelaskan semuanya pada kalian." ucap Joni sambil duduk di sebelah api yang sudah hampir padam.
"Jon. ini kopi mu", ucap Rudi sambil menyerahkan kopi pada Joni.
"wah... terimakasih kak" ucap Joni sambil tersenyum.
Joni pun mulai menceritakan bahwa semalam mahluk ini datang dan mencoba menelan Sao qi, dan salah satu kekuatan mahluk ini adalah memiliki kekuatan kamuflase yang membuatnya bisa berubah warna dan menyembunyikan diri, juga menebarkan rasa ngantuk yang akan menyerang targetnya dan sepertinya mahluk ini juga bisa menghipnotis mangsanya sehingga setiap melancarkan aksinya, tak pernah ada yang mengetahui.
mahluk ini juga yang meresahkan kota air dan juga mahluk buatan dari riset yang dilakukan negara tengah.
"O..ya, kak sami, pergilah menemui penasehat negara untuk menyampaikan berita ini, katakan bahwa kalian dari kota burung.
__ADS_1
lalu kak Riyandi, Sao qi dan Dony, amankan makhluk ini, dan bawa sampai ke jalan tepi hutan di depan sana. dan sampaikan pada seluruh kapten di kota burung, bahwa kami langsung pergi menuju negara selatan." ucap Joni memberi perintah kepada ke 4 orangnya.
"hey Jon, apakah kau yakin ingin pergi ke negara selatan hari ini juga" tanya Rudi
"iya kak, aku ingin segera menjadi kuat dan kembali membangun desa saat kondisi tubuhku masih muda, dan aku tak ingin membuang buang waktu lagi disini." ucap Joni lagi.
Rudi langsung memahami dan mulai mengemasi semua barang bawaannya.
"Oya Jon, ke kota mana rencananya yang nanti kita akan tuju di negara selatan" tanya Rudi penasaran
"kalau itu akupun tidak tahu, yang penting kota besar di negara selatan wajib di datangi semua" ucap Joni penuh semangat.
"sudah waktunya kita pergi ke negara selatan", ucap Joni yang melihat Rudi telah selesai berkemas.
"baiklah, kak sami, kak Riyandi, kak Sao qi, dan kak Donny Kami pamit dulu, sampaikan salam ku pada penasehat negara dan para kapten di kota burung, katakan aku akan datang kembali untuk memastikan perintah yang ku berikan di laksanakan dengan baik" ucap Joni yang berubah wujud menjadi elang raksasa sambil membawa Rudi di punggungnya dan terbang pergi menuju negara selatan.
sementara itu sami dan lainnya berdecak kagum pada kemampuan yang dimiliki oleh oleh Joni, sekaligus merasa takut jika perintahnya sampai di lalai kan.
mereka menjalankan sesuai perintah yang di berikan Joni, sami menuju kediaman penasehat negara lalu menghubungi para kapten di kota burung untuk melapor bahwa misi mereka telah selesai, dan kapten kepala telah pamit pergi ke negara selatan.
mendengar hal itu Baron memarahi sami yang tak bisa membujuk Joni untuk tinggal lebih lama. karena mereka ber 4 akan ke kota air sore nanti.
"baiklah sampaikan pada penasehat negara kami akan menemuinya malam ini." ucap Baron yang masih kesal.
sami sampai di kediaman penasehat, dan meminta agar menjemput rekan rekan lainnya di tepi hutan dengan membawa mahluk yang selama ini meresahkan kota air.
sami menunggu di pos penjagaan bersama pengawal yang sedang berjaga dan memintanya untuk menyampaikan pesan bahwa "para kapten ingin bertemu malam ini dengan penasehat" lalu sami melanjutkan untuk menunggu hingga rekan rekannya datang.
sami berencana memesan kamar hotel untuk mereka ber 4 beristirahat.
...##################...
...###########...
...#####...
__ADS_1
...#...