
sesaat setelah Joni sadar dan selesai membersihkan diri mereka berbincang, moe menanyakan apa yang terjadi pada Joni saat menyerap batu bintang tersebut.
joni pun menceritakan apa yang dialaminya di dalam mimpi dan bertanya pada mereka arti dari mimpinya. tetapi mereka sama sekali tidak mengetahui apa arti mimpi yang dialami Joni.
''jon... kalau menurutku, saat kau memasuki ruangan dengan gambar kami kau mengaktifkan kekuatan kami dalam tubuhmu... nah... coba kau lakukan hal yang sama saat kau memasuki ruangan dengan dua gambar mu'' ucap Andien memberikan pendapatnya.
Joni melakukan apa yang dikatakan Andien padanya, dan saat Joni melakukan hal yang sama, secara tidak disadari Joni berubah menjadi 2 orang yang memiliki 1 kesadaran tetapi dengan kekuatan yang sama, kembaran Joni juga memiliki seluruh kekuatan penguasa dan tingkatan kekuatannya juga sama, hanya saja... dia mengikuti pikiran Joni.
''jon... sepertinya kau dapat mengcopy dirimu sendiri dan juga kekuatan yang ada padamu, aku dapat merasakan bahwa energi dalam tubuhmu dan tubuh kloningmu ini sama besarnya, tetapi kesadaranmu yang memberinya perintah untuk melakukan sesuatu'' ucap Andien...
mendengar apa yang dikatakan Andien, Joni dan yang lainnya mengerti bahwa batu bintang yang diserap Joni adalah batu bintang yang sejenis dengan batu bintang yang ada pada tubuh Joni, dan mereka bersyukur batu bintang itu jatuh ke tangan Joni. lalu Joni mengembalikan kloningnya kembali ke tubuhnya.
waktu berlalu dan pagi hari telah tiba, Joni yang terbiasa bangun awal selalu siap membersihkan lingkungan rumah, sedangkan ke 4 sahabatnya raqi, moe, Andien dan cai pergi untuk mencari makan.
Rudi telah dinyatakan sebagai seorang jenderal penguasa yang di tempatkan di kota selatan. dan akan memulai tanggungjawabnya 2 hari lagi.
pagi ini Rudi kembali ke kota timur dan menemui Joni untuk diajaknya pindah ke kota selatan karena dia ditugaskan untuk menjaga kota selatan.
''wah... mantap kak Rudi ini... dengan pakaian seperti itu kak Rudi terlihat ruar biasa... he..he...'' ucap Joni yang menggoda rudi
''ah... kamu ini ada ada saja. huh...'' ucap Rudi sambil membuang nafas.
''jon... ternyata menjadi seorang pejabat tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya ya...'' ucap Rudi sambil berbaring di pondok depan rumah.
''memangnya seperti apa kak Rudi'' tanya Joni merasa penasaran
''huh... aku sangat tidak menyukai hal yang bernama rapat.... aku lebih suka di beri perintah. huh... rasanya berfikir itu bagiku tidak lebih menyenangkan daripada melakukan perintah'' ucap Rudi.
''ha...ha... itu karena kak Rudi baru awalnya, saat kak Rudi benar benar mengerti tugas dan tanggungjawab kak Rudi pasti saat itu kak Rudi akan mulai menjiwainya'' ucap Joni lagi
''jon.... apakah kamu yakin... aku bisa melakukan tugas sebagai seorang jenderal penguasa..?" tanya Rudi
''kak.... jika aku tidak yakin... aku tidak akan mengajukan kak Rudi untuk ikut menjadi kandidat jendral. kak... untuk menjadi seorang pemimpin tidak hanya diperlukan kepintaran saja, tetapi bagiku yang lebih penting adalah Kita bisa menjiwai peran dan perasaan warga yang harus kita lindungi, baik haknya maupun keamanannya'' ucap Joni lagi
''kak Rudi harus bisa menjaga keamanan dan kenyamanan warga yang ada dari hal hal yang jahat. aku yakin dari perjalanan kita, banyak hal yang sudah kak Rudi lalui. kak Rudi harus bisa merangkul seluruh warga demi kemajuan bersama. lindungi semua hak mereka dan ingat juga untuk mengingatkan kewajiban mereka'' ucap Joni lagi
''huh... kedengarannya seperti mengerjakan ujian sekolah saja ya jon. ha..ha..ha...'' ucap Rudi tertawa
__ADS_1
''ha..ha... iya benar kak... yakinlah kak Rudi bisa menjadi pemimpin yang baik.
nah... ayo kita berbenah, dan mungkin kita harus mengucapkan terima kasih pada jendral taori atas izinnya kepada kita untuk tinggal di rumah ini'' ucap Joni
''baiklah Jon... '' ucap Rudi sambil berjalan ke arah dapur.
saat Joni sedang berkemas jendral taori dan 5 orang kapten datang berkunjung.
''permisi....'' ucap seseorang dari pintu depan
''iya... tunggu sebentar...'' ucap Joni sambil berjalan keluar
'' oh... mari masuk jendral dan para kapten'' ucap Joni mempersilahkan
''terimakasih Joni...'' ucap jendral taori dan para kapten yang berjalan masuk kedalam rumahnya
''jon... mana jendral rudi'' tanya kapten moci sambil berbisik.
''kak jendral sedang di belakang tadi'' ucap Joni
sesaat kemudian Rudi keluar membawa dua gelas kopi untuk Rudi dan Rudi.
''tunggu jendral Rudi.... biar saya yang buatkan'' ucap kapten moci yang berdiri dan berjalan ke dapur untuk membuatkan kopi.
''jangan kapten, biar saya saja'' ucap Rudi melarang kapten moci.
''tidak apa apa jendral, saya sudah terbiasa seperti ini'' ucap kapten moci
''huh.... kapten, tolong jangan panggil saya jendral, panggil saja saya Rudi.... karena anda sudah seperti kakak bagi saya'' ucap Rudi meminta.
''maaf jendral, saya tidak bisa melakukannya. jadi tolong maafkan saya'' ucap kapten moci sambil membawa gelas kopi ke arah ruang depan, sedangkan Rudi mengikutinya di belakang.
setelah menyuguhkan kopi, mereka kembali duduk dan mulai berbincang.
''jendral Rudi... bagaimana rencana anda untuk mulai menjalankan tugas sebagai seorang jenderal penguasa di kota selatan nanti'' tanya jendral taori.
''huh.... maaf jendral.... bolehkah saya minta satu hal dari anda semua....?" tanya Rudi
__ADS_1
''em... baiklah jendral, katakan apa yang jadi permintaanmu'' tanya jendral taori
''saya mohon pada semuanya untuk tidak memanggilku jendral... karena entah mengapa jika kalian yang memanggilku dengan sebutan jendral itu terasa menyakitkan bagi saya, jadi aku benar benar meminta kalian untuk jangan memanggilku jendral saat ini'' ucap Rudi sambil berdiri dan membungkukkan badannya.
''jen... Rudi.... Rudi... jangan seperti ini.... bangkitlah.... baik... mari kita duduk lagi..'' ucap jendral taori yang juga langsung berdiri untuk menahan tubuh Rudi.
''kenapa anda sampai seperti ini.... Rudi,... kami telah bersumpah untuk melakukan tugas kami tanpa melihat status kekeluargaan, dan saat ini, anda membuat kami melalaikan tugas kami'' ucap jendral taori.
mendengar jawaban jendral taori, Rudi menjadi tersadar dan minta maaf atas tindakannya, tetapi Rudi tetap meminta mereka memanggil namanya tanpa menambahkan kata ''jendral'' untuk hari ini saja.
''huh... baiklah... keras kepalamu mengalahkan kami sekarang. tetapi lain kali kami tidak akan melakukannya'' ucap jendral taori
''terimakasih jendral taori dan para kapten semua.'' ucap Rudi sambil tersenyum
melihat apa yang terjadi di depan matanya Joni hanya tersenyum dan merasa bangga bahwa dengan kekuatan yang dimiliki saat ini, Rudi tetap tidak berubah.. dia tetap orang yang santun walaupun hari ini dia melalaikan jabatannya.
''oya... rencana saya besok kami mulai pindah ke kota selatan, dan malam nanti baru ke rumah jendral untuk berpamitan. tetapi karena saat ini para kapten berada di sini... jadi saya ingin mengatakan sesuatu'' ucap Rudi
''terimakasih... atas bimbingan kakak kapten semua kepada saya, hingga saya bisa sampai seperti ini. saya pribadi tidak akan bisa seperti ini tanpa bimbingan dan dukungan dari kakak dan jendral.'' ucap Rudi lagi
Joni hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Rudi, dia tak menyangka Rudi bisa mengatakan hal yang bagus seperti itu, mengingat Rudi jarang sekali berkata kata, apalagi kata kata yang resmi.
''ha..ha..ha.. tidak tidak, justru Kamilah yang seharusnya berterimakasih padamu, karena karena kamulah para kapten mengalami banyak kemajuan terutama dalam kekuatan mereka'' ucap jendral taori
''iya benar jen... rudi, karena kamulah kami yang awalnya menganggap bahwa level kami hanya tetap pada level 2, saat ini kami juga akan berusaha keras untuk bisa menjadi seorang jenderal hebat sepertimu'' ucap kapten Hans yang disetujui kapten lainnya dengan menganggukkan kepalanya.
waktu berlalu,... malam ini Joni dan Rudi datang ke kediaman jendral taori sesuai dengan apa yang di rencanakannya. mereka diterima dengan hangat tanpa kemunculan sarah, saat ini Sarah dan Rudi sedang tidak boleh bertemu dengan tujuan untuk menjaga hal hal yang tidak seharusnya karena sebuah ikatan pertunangan sebelum acara pernikahan mereka diadakan.
saat ini Rudi tidak mengenakan seragam dinasnya, dia datang dengan pakaian biasa yang rapi.
Rudi dan Joni menyampaikan ucapan terima kasih pada keluarga jendral taori yang selama ini telah memberikan tempat untuk mereka tinggali selama di kota timur, sambil menyerahkan kunci rumah yang dulu diserahkan Sarah pada mereka.
kunjungan mereka berlangsung singkat, dengan satu pesan dari jendral taori pada Rudi untuk bersiap di hari pernikahannya 5 hari lagi, setelah semuanya selesai Joni dan Rudi pamit dan langsung pergi menuju kota selatan dan berencana untuk menginap di jalanan kota selatan.
kota selatan adalah kota yang dulunya dipimpin oleh jenderal manap yang berkhianat, dan ketertiban kotanya kurang begitu bagus.
dalam beberapa jam berlalu, Rudi dan Joni telah sampai di kota selatan, seperti biasa mereka mencari tempat yang terlihat memiliki potensi bahaya untuk menginap malam ini. di beberapa sudut kota tampak orang orang masih beraktivitas juga ada beberapa gang sempit yang terlihat gelap dan menyeramkan
__ADS_1
...*******...
...******************...