The Copy Master

The Copy Master
episode 98. KETENANGAN SELAT PENYEBRANGAN


__ADS_3

''huh... jadi begitu ya....


saat ini kemampuan fisik kalian sama dengan kak Reno, tetapi kalian mempunyai keahlian lain, yaitu ahli dalam membuat dan menggunakan senjata rahasia, jadi menurutku kalian tak perlu memiliki kekuatan batu bintang ataupun kekuatan rekayasa genetik. karena jika kalian rajin dalam berlatih, kalian akan dengan mudah mengalahkan manusia rekayasa ataupun manusia genetik. tetapi tubuh kalian juga harus kuat dan kalian tetap harus berlatih.


langkah yang paling baik untuk kalian adalah mendalami teknologi bersama dengan pemerintah dan mengembangkan racun yang kalian gunakan pada senjata rahasia bersama tim ahli kimia pemerintah. nanti akan aku sempatkan waktu untuk membicarakan ini dengan tuan wijaya'' ucap joni


mendengar penjelasan dan pujian dari Joni kapten suan Li dan Roka sebagai wakilnya tidak lagi murung, mereka baru menyadari bahwa peran mereka juga sangat di butuhkan dalam menjaga keamanan kota burung.


''terimakasih kapten kepala,nasehat anda benar benar menyadarkan kami...'' ucap Suan Li yang merasa sangat senang, karena kedatangannya ke desa Soko tidaklah sia sia.


''baik.... apakah kalian tetap akan bermalam selama 2 malam lagi disini'' tanya Joni lagi


''maaf kapten kepala, mungkin besok pagi kami akan pamit untuk kembali ke kota burung'' ucap kapten Suan Li dengan tegas.


''ha.. ha... ha... itu... baru kapten perompak singa tua... bagus, lakukan apa yang ingin kalian lakukan disini, tetapi ingat, jangan berbuat onar di tempat kelahiranku'' ucap Joni serius


''siap kapten kepala'' ucap mereka bersamaan.


melihat keseriusan Joni mereka semua merasa sangat takut tetapi mereka juga bangga karena memiliki seorang kapten kepala yang baik dan juga cerdas.


waktu berlalu Endi dan teman temannya telah sampai di desa Soko.. mereka berencana pergi ke bendungan tempat turbin listrik di pasang.


saat sedang di jalan mereka bertemu dengan kapten Suan Li yang sedang bersama reno dan joni di kediaman lamanya.


''jon... rupanya kau disini...'' ucap Endi sambil berjalan menghampiri.


''heh... Jon, itu siapa...'' tanya Endi


''oya kenalkan ini kapten Suan Li, dan ini Roka mereka datang dari negara tengah'' ucap Joni memperkenalkan pada Endi.


''oya kapten, ini teman temanku, yang ini Endi, Rendi ,aji dll.....'' mereka datang dari kota bunga.


''salam kenal....'' ucap Endi sambil tersenyum.


''oya Jon... itu Suan Li sudah punya pacar, atau suami belum ya'' ucap Endi sambil berbisik.


''oya maaf kapten, sebenarnya berapa usia anda dan sudah punya suami apa belum, soalnya teman saya ini penasaran'' tanya Joni sambil tersenyum.


''jon... ah.. kamu mah ga bisa di ajak kompromi'' ucap Endi yang merasa malu


''usia saya 18 tahun dan belum bersuami kapten'' ucap kapten Suan Li dengan tegas.


''tuh... en... kan jadi lebih jelas ha...ha...ha...'' ucap Joni Sabil tertawa.

__ADS_1


Joni yang malu memukul lengan Joni yang membuatnya merasa malu.


''aduh...'' teriak Endi sambil memegang tangannya yang merasa sakit saat memukul Joni.


''jon... tubuhmu keras sekali...


tetapi kenapa kalau di tekan seperti ini biasa saja'' ucap Endi sambil menekan nekan lengan joni


''ah... kamu ini en mengada ada saja'' ucap Joni sambil tersenyum.


''oya kemana rencana kalian hari ini..?'' tanya Joni.


''awalnya kami mau ke bendungan sekalian menemuimu'' ucap Endi


''oya Jon... ada yang aneh saat kami menyebrangi penyebrangan tadi, belut belut purba yang biasanya menyerang landasan tadi tidak terlihat'' ucap Endi.


''o... benarkah'' ucap Joni dan merasa heran.


''kapten kepala, saya juga ingin menanyakan hal itu, karena kapal kami juga kami sandarkan disana'' ucap kapten Suan Li


''o... jadi kapal besar yang tersandar itu kapal kalian ya...., tapi... apakah anggota kalian semuanya perempuan...?" tanya Endi lagi.


''benar, anggota kami semuanya perempuan, dan jumlah kami yang paling sedikit jika dibandingkan dengan 3 kelompok yang lainnya'' ucap kapten Suan Li.


''hah....'' Endi membayangkan di kapal yang sebesar itu hanya ada wanita.


''ah... kamu ini terlalu memaksa ya kapten'' ucap Joni sambil tersenyum.


''maafkan saya kapten kepala, saya tidak berani'' ucap kapten Suan Li sambil menundukkan kepalanya.


''baiklah,... akan ku ceritakan biar kalian puas. tetapi setelah ini jangan bertanya lagi...'' ucap Joni


lalu Joni pun menceritakan bahwa belut belut purba itu sebenarnya tidaklah jahat, dan mereka bukanlah penghuni selat itu, justru mereka sebenarnya adalah mahluk dari laut dalam yang keluar karena ada sesuatu yang mengganggunya, sehingga mereka keluar ke permukaan. tetapi saat ini belut belut purba itu sudah kembali ke laut dalam dan tidak akan mengganggu atau membahayakan keselamatan penduduk lagi.


setelah mendengar perkataan Joni, mereka semua jadi mengerti mengapa belut purba yang biasanya selalu menyerang landasan penyebrangan sudah tidak terlihat lagi.


''jon.... jangan galak begitu'' ucap Endi pada Joni.


''he.. he.. maafkan aku ya kapten suan Li,..


baiklah aku mau pulang dulu'' ucap Joni sambil tersenyum dan berjalan pergi


''hey Jon.. tunggu aku..''. ucap Rendi yang mengikuti langkah Joni

__ADS_1


sedangkan Endi yang sejak awal ingin mengajak Suan Li. masih berada bersama Reno.


Reno memahami mengapa Joni tidak mengikuti Joni.


''oya... maaf kapten, Endi... aku harus pulang dulu'' ucap reno yang ingin berpamitan.


''eh... Reno.....! lalu menuju tempat latihannya bagaimana...'' tanya kapten Suan Li.


''kapten bisa pergi bersama Endi..., dia juga tau banyak hal soal latihan'' ucap Reno yang sudah berjalan meninggalkan mereka.


''jika anda tidak keberatan biar saya yang menemani anda berkeliling'' ucap Endi


''baiklah tuan... mohon bantuannya'' ucap kapten Suan Li


''tunggu.... tolong jangan panggil saya tuan...


namaku Endi jadi aku ingin dipanggil dengan namaku sendiri'' ucap Endi.


''baiklah... mari en, kita masuk untuk sarapan dulu'' ucap kapten Suan Li


sambil berjalan dan diikuti Endi menuju ruang makan.


terlihat beberapa menu sudah disiapkan oleh Roka dan lainnya.


''oya... mengapa kau sangat terlihat takut terhadap Joni... apakah dia pernah menyakitimu'' tanya Endi.


''maaf en... kami memang takut jika dia sampai marah... tetapi kami juga sangat bangga padanya karena dia adalah kapten kepala kami di kota burung'' ucap kapten Suan Li


''o... jadi begitu ceritanya...


eh.. tunggu dulu... apakah kau seorang kapten penjaga kota burung...?'' tanya Endi


''iya... aku salah satu dari empat kapten penjaga kota burung'' ucap kapten suan Li.


''apakah benar.. wanita secantik kamu adalah seorang kapten penjaga kota'' ucap Endi


'' tentu saja benar... ayo kita makan dulu...


Roka panggil yang lain untuk ikut makan bersama'' ucap kapten Suan Li


''baik kapten...'' ucap Roka sambil berjalan keluar dan memanggil dua teman lainnya untuk ikut makan.


merekapun makan, dan setelah itu mereka juga berjalan ke arah bendungan yang ada di dekat pondok pak pendi.

__ADS_1


...&&&...


...#######...


__ADS_2