The Copy Master

The Copy Master
episode 29. Kedatangan adik endi


__ADS_3

''mungkin, sebaiknya kamu mengajaknya saja Jon, mungkin kamu satu satunya orang yang dia percaya saat ini, dan aku khawatir jika kamu tak mengajaknya bisa saja dia malah memaksakan dirinya untuk pergi''. ucap Endi memberi saran.


''huh...... mungkin itulah keputusan yang terbaik saat ini''. ucap Joni sambil tarik nafas dalam dalam.


''sudahlah kita tidur saja, kita pikirkan besok lagi saja'', kata Joni yang langsung tidur.


''yasudah kamu tidurlah... aku ingin membuat pemberat yang seperti ini juga'' kata Endi sambil berjalan keluar kamarnya.


Endi yang masih memakai pemberat merasakan pemberat ini jika digunakan dalam waktu lama, akan terasa sangat berat. tapi sangat efektif untuk melatih otot kaki dan kecepatan.


endi pun menimbang dan menggambar lempengan besi milik Joni dan merancang dudukannya menyerupai kaos kaki milik Joni juga. dan saat telah selesai Endi Endi pun tidur di samping joni.


........


kembali ke kota lori tempat Andre dan Reno bekerja, malam ini adalah malam Andre bekerja dan menggantikan Reno.


terlihat mereka berdua berbicara saat akan berganti shift kerja.


''ndre, bagaimana rencana mu kedepannya'' tanya Reno


''o... nampaknya aku jadi menjual motorku, tapi rencananya mau ku bekukan handphone'', kata Andre dengan pasti.


''handphone.... memangnya apa yang ingin kamu lakukan dengan handphone itu'' tanya Reno penasaran.


''sebenarnya dari Joni pergi, aku tak bisa berhenti mengkhawatirkannya , mungkin dengan aku mempunyai handphone, aku bisa sedikit berbicara dengan Joni dan paling tidak kekhawatiran ku Jadi hilang atau berkurang, karena aku yakin bapak pun memikirkan hal yang sama sepertiku'' ucap Andre menjelaskan.


''o.... benar juga ya, lagian motor kamu pun jika cara pemakaiannya seperti ini. mungkin akan tetap bagus walaupun sudah berpuluh puluh tahun''. kata Reno sambil tersenyum


karena sejak mereka berlatih, Reno hampir tak pernah memakai motornya untuk pulang ke desa Soko.


bahkan motor Reno sendiri ia tinggalkan di desa untuk keperluan ibu dan adik adiknya.


''oiya ndre, memangnya bagaimana caramu memberitahu Joni mengenai nomor teleponnya nanti''. kata Reno bertanya pada Andre.


''o... kalau itu, Joni pernah bilang padaku, dalam waktu 1 bulan ia akan berada di kota bunga.


jadi aku masih memiliki kesempatan untuk memberitahunya''. kata Andre penuh semangat.


..........


waktu berlalu dan pagi pun tiba, hari ini Joni berencana untuk mencari pekerjaan paruh waktu, di kota bunga. dia bangun pagi pagi seperti biasa dan membersihkan semua pekerjaan di rumah Endi.


beberapa kali ibu Endi melarang Joni membersihkan piring, kamar mandi dan halaman rumah. namun Joni tetap saja melakukannya, bahkan sejak kedatangan Joni di rumah mereka, ibu Joni tak pernah cuci piring pagi pagi. paling hanya masak dan mencuci baju dengan mesin saja karena Joni tak bisa memakainya.


saat Endi sedang berolah raga. Sabil menunggu Endi bangun, di depan rumah Endi ada kendaraan yang berhenti, dan terlihat seseorang turun dan langsung menuju rumah Endi. Joni hanya melihat dan tak memperdulikannya. karena pasti ibu sudah bangun saat ini.


terlihat orang yang turun dari kendaraan itu memperhatikan Joni dari pintu belakang. sampai tak sadar kalau Endi sudah bangun dan melihat ada yang sedang mengintip Joni.


''hayo.... ngintip ya..... endi mengejutkan'' adiknya yang datang pagi ini.

__ADS_1


''ih... kakak, mengagetkan saja''. kata adiknya


anggota keluarga Endi berjumlah 4 orang. ayah dan ibunya dan Endi sama adiknya yang bernama Reni.


''kamu kapan datang, kok nggak salam dan menemui ibu dulu'' kata Endi keheranan.


''apaan sih kakak ini, aku sudah datang dari tadi, kakak saja yang bangun terlambat'' ucap Reni sambil melihat ke arah ibunya.


ibunya hanya tersenyum mendengar putrinya korupsi waktu kedatangannya.


''sudahlah... awas kakak mau temui Joni'' kata Endi yang menerobos adiknya yang masih di depan pintu.


''ih... sebel'', kata Reni sambil cemberut melihat Endi pergi ke arah Joni.


''Bu... ayah sudah berangkat kerja kah''. kata Reni yang tak melihat ayahnya.


''eh.... ibu kira anak ibu lupa sama ayahnya''. ucap ibu juga menggoda anak perempuan nya.


''ih... apaan sih ibu ini, jangan ikut ikutan kakak ya. nanti aku marah ni''. ucap Reni yang cemberut


''he .he.. iya maaf ibu cuma bercanda kok.


itu ayahmu masih tidur, semalam pulangnya larut. mungkin masih kecapean''. kata ibu sambil memeluk putrinya.


''eh... ngomong ngomong, ini kan belum sebulan, kenapa Reni sudah pulang. apakah ada yang penting kali ini. atau jangan jangan....'' kata ibu yang melirik lirik kan matanya, sambil menggoda Reni.


ibu hanya tersenyum, dan pergi untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.


sejak kehadiran Joni di rumah Endi, banyak sekali kehangatan kehangatan yang muncul dalam keluarganya.


''ren, Reni ..'' panggil ibu memanggil Reni.


''iya Bu...''. jawab Reni sambil berjalan menghampiri ibunya.


''ibu mau mencuci baju, tolong bantu ibu buatkan kopi buat kakakmu dan Joni di pondok belakang'' pinta ibu sambil tersenyum ke arah Reni.


''iya Bu,...'' ucap Reni yang langsung bergegas pergi menjalankan permintaan ibu.


ibu hanya menggeleng gelengkan kepala sambil berbisik.


''huh... dasar anak muda..'' dan pergi melanjutkan mencuci baju.


''Hay brow, wah... masih pagi sudah berkeringat begini''. kata Endi sambil berjalan mendekati Joni.


''ayo kita santai di pondok.'' ajak Endi sambil berjalan ke pondok belakang. dan Joni pun mengikuti.


Endi mengembalikan pemberat yang kemarin di pinjamnya kepada Joni.


''Jon, kita jadi kan mencari pekerjaan pagi ini''. kata Endi.

__ADS_1


''jadilah... niatku kesini kan bukan untuk liburan. nanti tolong bantu aku ya en, soalnya aku tak tau dimana harus mencari pekerjaan disini.'' ucap joni


''o... asiap... tapi......'' kata Endi menghentikan ucapannya


''tapi apa....'' saut joni.


percakapan mereka terhenti karena Reni mengantarkan kopi dan biskuit untuk mereka,


Reni menyuguhkan kopi dan biskuit yang dia bawa.


''oiya Jon. ini adiku namanya Reni, dia masih sekolah di pondok tempat kau bertanya kemarin. dia sudah kelas 9 saat ini. kamu pasti tak pernah tau adiku sebab saat aku ikut nenek dia ikut ibu sama bapak di kota bunga ini''. kata Endi memperkenalkan adiknya.


''o.. iya salam kenal ya dek. nama kakak Joni teman kakakmu di desa Soko dulu'' ucap Joni sambil bersalaman dengan Reni.


''kenapa Ratna sangat mengagumi kak Joni ya, padahal jika dilihat perasaan tak ada yang istimewa, style dan wajahnya juga biasa biasa saja'' pikir Reni sambil berjalan meninggalkan mereka dan sudah melihat Joni dari dekat.


''nah... kita lanjut lagi. sambil minum kopi, kata reno sambil mempersilahkan Joni.


oiya sampai mana tadi,,,'' ucap Endi bertanya


''sampai kamu mau membantuku pake tapi'', ucap Joni.


''ha...ha...ha, iya iya santai dong.


tapi........ kamu juga harus melatihku mulai hari ini'' kata Endi.


''ah... kamu ada ada saja. disini kan ku lihat banyak tempat tempat fitness. kalau aku melatihmu di sana aku tak bisa kerja dan mengumpulkan bekal nanti'' kata Joni lagi.


''ye.... kamu ini...


aku inginnya kamu melatihku dengan pekerjaan, karena aku tak punya uang maka aku membayarnya menggunakan hasil gaji ku''


ucap Endi sambil memukul lengan Joni.


''ha..ha...ha... kamu ni en, dari kecil nggak pernah berubah gilanya ha..ha..'' ucap Joni sambil menertawakan Endi.


''yasudah... begini saja. emang rencana mu mencari pekerjaan apa..?'' tanya Endi lagi.


''aku ingin mencari pekerjaan yang tak mengikatku, contohnya seperti kakak dan ayahmu. aku ingin cari kerjaan yang bisa kapan saja berangkat dan pulangnya. jadi aku tak perlu mulai dan selesai kerja yang di tentukan''. ucap Joni memberi gambaran.


''o... jika seperti itu berarti yang cocok mungkin kita cari pekerjaan bangunan, dan bongkar muat barang, baiklah kita cari pekerjaan yang seperti itu ya'' kata Endi sambil tersenyum.


dalam hatinya, pekerjaan ini adalah pekerjaan berat, mungkin bisa di gunakan sebagai media latihan.


...oooooo oooo oooooo...


...ooooo ooooo...


...oo oo...

__ADS_1


__ADS_2