
sesampainya di mess. Reno pergi ke dapur umum untuk membuat kopi.
joni berhenti dan menatap kakaknya yang sudah tertidur di tempat kamar mess yang hanya tersekat papan triplek plywood sebagai dinding pembatas ruangan sedangkan atap polos tanpa tutup sebab 1 ruangan hanya di beri 2 buah lampu sebagai penerangannya.
selang beberapa lama Reno menghampiri Joni dan mengajaknya untuk duduk sebentar di depan ruang kamar mess, bisa di bilang lobi hotel. hi.hi.hi...
kali ini Joni banyak mendengarkan banyak hal,
''aku mengenal Andre sejak 2 tahun yang lalu. saat itu aku tak pernah membayangkan Andre bisa bertahan dalam tekanan aturan yang berlaku di perusahaan ini.
tapi ternyata aku salah,, di balik kecil tubuh nya terdapat tekad dan ketekunan yang sangat luar biasa.''
ucap Reno memberitahu Joni.
lalu Reno pun mulai bercerita.....
cerita Reno mengenai Andre yang sangat membanggakan Joni, sampai ke pada harapan besar yang andre titipkan pada Joni. tentu saja Joni merasa sedih bahkan meneteskan air mata. dan secara tidak sengaja menyalakan kembali api semangat yang sempat padam di hati Joni dalam kesedihan beberapa hari yang lalu. dalam hati Joni tidak pernah menyangka kakaknya akan segitu perhatian padanya bahkan tanpa sepengetahuannya dari awal dia bersekolah Andre lah yang membiayai sekolah nya. sebab saat Joni hendak lanjut untuk bersekolah ibu Joni sudah mulai sakitsakitan.
''dari mulai masuk kerja sampai saat ini Andre lebih memilih untuk makan seadanya, sampai beberapa bulan dia sudah bisa membeli kuda besi (motor) padahal jika dia makan sepertiku mungkin perlu 10 bahkan 1 tahun untuk bisa membeli sepeda motor.'' ucap Reno menambahi.
tak terasa waktu terus berlalu, setelah sekian lama bercerita, mereka melihat ke arah jam dinding yang ada di ujung lorong mess yang sudah menunjukan pukul 3.52 pagi dan sebentar lagi waktu subuh tiba.
sebelum terdengar adzan subuh, Reno berpesan pada Joni untuk bisa terus semangat dan berjuang, sebab sukses itu prosesnya panjang.
banyak hal malam ini yang membuat Joni bangkit dari keterpurukannya. api semangat nya pun telah benar benar membara. untuk saat ini dia hanya punya satu tujuan. kebanggaan dan kebahagiaan keluarganya adalah tujuan utamanya.
dari kejauhan terdengar suara adzan subuh yang juga membangunkan Andre dari tidurnya.
Reno mengajak Joni untuk bersiap dan beristirahat setelahnya.
''dek... mau kopi nggak biar kakak buatkan'' tanya Andre yang melihat Joni duduk di tempat tidurnya.
''aku udah ngopi tadi sama kak Reno,'' jawab Joni sambil tersenyum.
mendengar jawaban dan melihat raut Joni yang sudah tidak lagi tenggelam dalam kesedihan, Andre pun merasa bahagia lalu berjalan ke dapur umum untuk membuat kopi.
''kak aku tidak tidur semalam, aku mau tidur di tempat kakak ya.'' ucap Joni
''iya tidurlah'' jawab Andre sambil terus berjalan.
seperti biasa Andre tak pernah tidur setelah solat subuh, dia lebih memilih untuk membersihkan halaman mess, dapur umum, dan terkadang membersihkan kamar mandi, sambil menunggu waktu kerjanya makanya, Andre termasuk orang yang peduli dengan lingkungan dan teman temannya dan selalu membantu semampunya jika ada yang sedang dalam kesulitan. Andre sangat disukai teman teman kerja yang berada di mess.
__ADS_1
hari ini Andre masuk siang karena ber rencana mengantar Joni kembali untuk bersekolah.
waktu sudah pukul 9 pagi, dan terlihat Joni sudah bangun dan keluar menghampiri Andre.
''wah... kakak... masih belum habis kopinya''.
tanya Joni sambil melirik gelas kopi di depan Andre.
''ah kamu.... bilang aja kalo minta'' jawab Andre sambil tersenyum menggoda adiknya yang sudah kembali dari keterpurukan.
Joni meminum kopi yang ada di depan Andre, tapi Joni heran. kok kopinya masih hangat, seharusnya kan sudah dingin. pikir Joni
''ini kopi yang ke berapa kak... masa bikin subuh tadi masih hangat...'' tanya Joni sambil menatap kakaknya.
''he.he.he... baru juga 2 gelas'' jawab Andre singkat.
''sudah... sana mandi dan ayo bersiap biar kakak antar kamu ke pondok. tapi sarapan dulu sana... kakak sudah siapkan di dapur.'' perintah Andre.
''siap '' Joni menjawab dan langsung pergi untuk mandi.
selesai mandi dan berpakaian Joni pergi ke dapur umum untuk sarapan. dan benar saja, ada i piring nasi dengan tumis kacang dan telor ceplok kesukaan Joni. dan disebelahnya juga ada air putih 1 gelas yang sudah disiapkan Andre.
Joni duduk sambil memandangi sarapannya. dan mengingat obrolannya dengan kak Reno malam tadi.
dengan cepat Joni membawa semua sarapannya ke teras di mana Andre sedang duduk tadi.
''loh... kok sarapannya di bawa ke sini, bukankah sudah kakak siapkan semua...'' tanya Andre sambil melihat Joni membawa sarapan ke hadapannya
''oiya kak. aku lupa sarapan ini masih kurang..''. jawab Joni
''kurang.....???? memangnya sebanyak apa kamu sarapan, dan lauk apalagi yang kurang....'' tanya Andre merasa heran.
''he... he... he... bukan banyak atau kurang lauknya kak. tapi aku tau kakak belum sarapan. dan aku mau sarapan kalau kakak juga ikut sarapan bersamaku.'' ucap Joni sambil tersenyum.
''ah kamu ada ada saja, kakak sudah sarapan dan itu memang jatah kamu''. jawab Andre sambil berusaha menyembunyikan yang sebenarnya bahwa sebenarnya apa yang di katakan Joni benar.
''kakak...... aku mungkin bukan adik yang baik. tapi aku juga bukan tidak tahu sifat kakak, sejak kecil kakak selalu ngalah dan berkorban untuk ku. dan aku tau kakak sedang ber bohong padaku, jika kakak tak ikut sarapan maka aku juga tak akan memakan sarapan ini''. jawab Joni berusaha membujuk kakaknya....
Andre memalingkan wajah dan terdiam sambil mengusap air mata di pipinya.
''baiklah.. kakak ikut sarapan.'' ucap Andre dengan suara bergetar
__ADS_1
''asik.... terimakasih kak'', jawab Joni sambil tersenyum.
mereka pun makan di teras kamar, dan Reno yang sedari tadi memperhatikan hanya terdiam terharu...
kalian memang patut mendapatkan kesuksesan di masa depan nanti' ucap Reno yang tak ingin mengganggu waktu sarapan mereka.
setelah hampir selesai, Reno menghampiri mereka sambil menenteng kopi yang di buat nya.
''wah....telat datang nampaknya aku ni''.ucap Reno yang mengagetkan mereka.
''wah iya ni. kak Reno telat ni dah habis...'' kata Joni tersenyum sambil mengangkat piring yang sudah kosong.
saat Joni hendak membawa piring kotor tadi ke arah dapur. Andre menghentikan Joni. dan meraih piringnya.
''biar kakak saja yang bereskan, kamu bersiaplah.'' kata Andre sambil berjalan menuju dapur untuk mencuci piring yang ia gunakan.
''sebentar ya kak Reno, aku ambil tas dulu''. ucap Joni sambil meninggalkan Reno sendiri.
tak berapa lama Joni kembali dan menemani Reno yang sedang duduk di tempat mereka sarapan tadi.
''jadi kembali ke pondok hari ini'', tanya Reno
''iya kak''
Terimakasih ya kak, sudah menyadarkan ku,,, ucap Joni
''ah... emangnya apa yang sudah ku katakan''. kata Reno sambil tersenyum.
''ah... sudahlah....'' kata Joni menghentikan obrolannya saat Andre datang menghampiri mereka.
''maaf ya ren, lain kali kalian bisa ngobrol lagi. atau saat hari libur nanti jika mau boleh kita mengunjungi Joni di pondoknya.'' kata Andre sambil tersenyum.
''siap... kapan kapankah kita ngobrol lagi.'' ucap Reno
''hati hati di jalan ya dan semangat buat Joni.''
ucap Reno menambahi.
''siap kak Reno. lain kali kita sambung lagi.
saya pamit dulu ya kak'', ucap Joni sambil menyalami Reno.
__ADS_1
...00000000...
...00000...