The Copy Master

The Copy Master
episode 69. KETEGUHAN HATI MOE


__ADS_3

di sisi lain, Joni yang juga sedang menghadapi 2 orang level 2 dan 1 orang level 1 merasa pertarungan ini lumayan berat baginya. dalam hatinya Joni masih memikirkan keselamatan Rudi dalam pertarungan ini.


berbeda dengan Rudi yang beberapa kali terpental karena menahan serangan mereka, Joni malah sebaliknya beberapa kali mengenai lawannya dan terlempar cukup jauh... melihat pertarungan yang tampak tak seimbang ini 1 orang ber level 2 yang sebelumnya menyerang Rudi berpindah untuk menyerang Joni.


dengan begitu Joni merasa tenang karena walaupun rudi babak belur tetapi dia akan memenangkan pertarungan ini.


kali ini Joni fokus pada pertarungannya,


''3 orang level 2 dan 1 orang level 1. em.... seru juga nampaknya'' pikir Joni dalam hati.


''wuss...'' serangan salah seorang dari mereka yang dapat dihindari Joni, brak.. Joni mendaratkan tendangannya di dada musuh dan terjatuh.


kecepatan yang dimiliki Joni di atas kemampuan mereka ber 4, dan kekuatan fisiknya juga berada di atas mereka ber 4. Joni menendang dan menghajar mereka habis habisan, tetapi mereka masih bisa berdiri dan menyerang lagi.


''apakah mereka manusia rekayasa yang tidak merasakan sakit seperti yang bapak bilang dulu'' pikir Joni dalam hatinya.


1 jam berlalu, tampak Rudi yang habis habisan menyerang dan menghajar mereka kini terlihat imbang 1, 2 pukulan yang mengenai lawannya begitu juga sebaliknya. Rudi terlihat kewalahan kali ini.


sedangkan joni masih lebih unggul dari mereka. dan Joni mencoba untuk menerima serangan dari mereka ber 4 secara bergantian. dan setelah 15 menit berlalu tampak 2 orang yang di lawan Rudi telah tumbang dan tak sadarkan diri, sedangkan 1 orang kawan Joni juga sama, dia terjatuh hampir bersamaan dengan lawan Rudi. Rudi yang melihat lawannya jatuh tanpa sebab terduduk dengan nafas yang terengah engah...


disisi lain Joni masih menerima serangan serangan dari 3 lawan level 2 yang masih tetap menyerang walaupun mereka berkali kali terlempar dan menabrak pepohonan.


dalam pertarungannya, Joni teringat dengan 1 orang prajurit yang masih belum muncul. dan saat Joni mengetahui tempat bersembunyinya Joni mencari kesempatan untuk menyerang prajurit yang sepertinya adalah seorang pelacak. Joni membiarkan dirinya diserang dan terpental ke arah prajurit pelacak itu dan melumpuhkannya. dan 3 orang lawannya masih membabi buta menyerang Joni.


di tempat lain moe yang berusaha untuk berkomunikasi dengan pemilik energi murni yang ada di rumah keluarga Sarah itupun akhirnya mendapatkan hasil.dari lantai rumah terlihat muncul sosok yang sudah di kenalnya muncul dan berbicara dengan moe. pertemuan antar penguasa memang sangat mengerikan.


terlihat moe yang berilubah ke wujud aslinya. dan yang keluar dari tanah pun menampakkan wujud aslinya. mereka seperti beradu dan tak berniat mengalah, dan menimbulkan guncangan tanah di kota timur. hingga moe mulai menyurutkan kekuatannya dan mengajaknya berbicara.

__ADS_1


''ha...ha...ha... ternyata benar kau sang penguasa tanah raqi ha...ha...ha...'' ucap moe yang tertawa senang melihat saudaranya muncul di depannya.


''cih... aku sudah lama memperhatikanmu sang penguasa bayangan, apa yang terjadi dengan dirimu sekarang, hah.... kenapa sekarang kau bersama anak manusia... sungguh menyedihkan.....'' ucap raqi sang penguasa tanah.


''ha..ha..ha... jaga ucapanmu bocah.... jangan asal bicara.... lihatlah baik baik anak manusia bodoh yang bersamaku itu. dia anak yang spesial, dan bagiku dialah satu-satunya orang yang memintaku menjadi temannya sekaligus mengerti apa yang ku katakan...'' ucap moe tak terima dengan ucapan raqi padanya.


''anak manusia itu hanya orang biasa tak ada yang istimewa padanya. kau mengikutinya karena kebodohanmu saja...'' ucap raqi dengan nada yang melecehkan moe.


''hey... raqi... jika kau bisa mengalahkannya 2 kali dalam 2 hari maka kau boleh mengatai aku bodoh... tetapi jika kau tak bisa mengalahkannya 2 kali dalam dua hari. maka kau harus berjanji untuk ikut bersamanya dan membantunya. bagaimana...pa kau berani bertaruh denganku hah dasar bocah kurang ajar'' ucap moe sambil menatap raqi dengan marah.


''ha...ha...ha... apakah kau tidak terlalu berlebihan bertaruh pada bocah manusia itu ha... ha...ha... tapi sepertinya taruhanmu terlalu berlebihan. bagaimana jika aku bisa mengalahkannya 2 kali dalam 2 hari kau harus ikut denganku dan menjadi budak ku.. bagaimana... apakah kau setuju....'' ucap raqi


''baiklah... kita mulai taruhan ini besok'' ucap moe yang mempertaruhkan segalanya demi kepercayaannya pada Joni.


sementara itu dalam pertarungan.


''huh... syukurlah mereka masih hidup. maafkan aku, aku hanya ingin berlatih dan menjadi lebih kuat'' pikir Joni dalam hatinya. dan mengumpulkan 8 orang yang mereka lawan malam ini.


Joni menghampiri Rudi yang terlihat sangat kelelahan.


''apa kak Rudi baik baik saja...?'' tanya Joni


Rudi hanya tersenyum melihat tingkah Joni.


''apa kak Rudi kali ini bisa berjalan pulang sendiri'' tanya Joni lagi.


''maaf Joni, mungkin aku akan merepotkan mu malam ini.. huh... huh...'' ucap Rudi yang benar benar sudah kehabisan tenaganya.

__ADS_1


Joni menggendong Rudi di punggungnya dan melesat pergi dari tempat pertarungan yang tampak sangat kacau. beberapa pohon patah dan tumbang berserakan.


''jon, maafkan aku yang selalu merepotkan mu'' ucap Rudi dari balik punggung joni


''justru sebaliknya kak Rudi, aku pernah dengar tentang prajurit rekayasa yang terus bertarung dan membunuh walau setengah tubuhnya terpotong, Karena mereka tidak merasakan sakit. saat mendengar berita ini, awalnya aku sedikit tidak percaya. tetapi setelah bertarung melawan mereka baru aku sadar bahwa mereka memang sangat mengerikan.


tetapi untungnya waktu bertarung mereka terbatas'' ucap Joni sambil berlari dan melompat dari pepohonan sambil menggendong Rudi.


Joni sengaja melalui jalan memutar agar tidak bertemu warga sekitar karena bisa saja mereka akan di curigai dan bahkan di awasi jika di ketahui keluar dari hutan.


setelah beberapa saat, mereka sampai ke rumah keluarga Sarah. Joni masuk dan melihat moe masih berdiri di posisi yang sama. Joni menurunkan Rudi yang babak belur dan lelah.


''kak Rudi, mandilah dulu dan beristirahatlah'' ucap Joni sambil berjalan menghampiri moe.


''hey,.. moe. apa yang sedang kau lakukan'' tanya Joni yang keheranan melihat moe yang tak bergerak dari tempat sebelumnya.


''nanti akan ku ceritakan. semuanya padamu. mandilah dulu, bersihkan dirimu'' ucap moe sambil menatap Joni dengan wajah serius.


melihat moe yang sangat serius membuat Joni sangat penasaran,


''sebenarnya saat ku tinggalkan tadi apa yang moe lakukan'' pikir Joni dalam hatinya.


...++++++++++++++++++++...


...++++++++++++++...


...+++++++...

__ADS_1


...+...


__ADS_2