
pak Helmi yang saat itu juga merasakan kedatangan moe, memberitahu warga bahwa saat ini moe sedang menuju desa, dia meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik seperti permintaan Joni.
dan benar saja setelah 5 menit berlalu tampak sesosok tubuh yang di selimuti bayangan hitam melewati mereka, para penduduk tidak panik dan biasa saja dan tidak seperti sebelumnya yang ketakutan dan lari, kali ini para penduduk desa bayangan justru tersenyum dengan kedatangannya.
melihat perubahan sikap pada warga desa bayangan moe merasa senang sekaligus heran.
''kenapa mereka tak takut padaku. apakah Joni terlalu banyak bicara pada mereka...''. pikir moe dalam hatinya sambil terus bergerak menuju desa.
''pak ketua, sepertinya apa yang di katakan Joni semalam itu benar, MOE sang penguasa bayangan ternyata tak sejahat ceritanya...'' ucap warga kampung sambil tersenyum menatap moe yang terus berjalan ke arah desa bayangan.
sesampainya di desa bayangan moe melihat Joni yang sedang berbincang dengan yang lainnya di balai kampung.
''MOE.... Hoy.. aku disini....'' teriak Joni sambil berdiri dan merasa sangat senang dengan kedatangannya.
''hey.... bocah...., berisik... jangan membuatku malu karena tingkah bodoh mu itu....'' ucap moe yang merasa kesal dengan tingkah konyol Joni.
''ha...ha ..ha... maaf,.. maaf... aku terlalu bersemangat. baiklah kemarilah,...kau harus mencoba minuman spesial manusia khusus ngobrol. ha...ha...ha..''. ucap Joni sambil terus tertawa senang.
moe dapat merasakan kebahagiaan yang di rasakan Joni karena kedatangannya. dalam hatinya, mengapa orang yang ditunggu selama berabad abad lamanya dan yang bisa berbicara dengannya ternyata seorang bocah yang bodoh... huh... pikir moe kecewa bercampur senang.
Bu
Rudi dan yang lainnya tak bisa memahami dan sama sekali tak mendengar suara moe yang berbicara dengan Joni. tetapi, mereka tau bahwa moe dan Joni saat ini sedang bahagia.
''oya moe, apakah kau datang untuk ikut denganku,...'' tanya Joni
''em.... sebenarnya aku sangat sulit untuk memutuskan ini, tetapi karena saat ini hanya kau saja yang mengerti kata kataku dan juga kau adalah satu satunya orang yang menawarkan padaku untuk berteman. jadi aku ingin ikut denganmu, mungkin aku bisa sedikit membantumu'', kata moe menambahkan.
''ha... baiklah..., jika seperti itu.
moe,... bisakah kau berubah jadi manusia atau sejenis barang atau lainnya''. tanya Joni
''kau ini... tidak usah berbasa basi dengan ku. karena kau pasti sudah tau jawabannya....'' ucap moe kesal
__ADS_1
''moe... malam ini tinggallah disini, anggap saja berpamitan dengan kampung halamanmu...''. ucap Joni meminta moe.
''baiklah...'' ucap moe sambil merubah tubuhnya menjadi seekor kucing hitam dengan ekor yang besar.
hari itu, moe di terima dengan sangat baik oleh seluruh masyarakat desa bayangan dan moe pun merasa sangat senang.
malam ini adalah malam pertama bagi warga desa bayangan setelah bertahun tahun dalam gelap, seluruh masyarakat mengunjungi moe yang saat ini tinggal bersama Joni. mereka juga bertanya,
''mengapa dulu moe sangat tidak menyukai lampu...'' ucap salah satu warga.
Joni melihat moe.... moe sambil melingkar menjawab pertanyaan itu.
''sebenarnya bukan moe tak menyukai lampu dan cahaya pada malam hari, hanya saja moe merasa penasaran lalu dia datang, tetapi karena mendapat tekanan dari warga yang di datangi makanya terkesan bahwa moe sangat tidak menyukai cahaya..''. ucap joni
''lalu... kenapa moe tidak mencoba untuk pergi ke kota, disana kan cahayanya jauh lebih terang dan banyak....'' tanya warga lagi
''itu karena, dia lebih suka tinggal di daerah ini. di daerah ini juga dia di lahirkan. itulah sebabnya dia tak pernah pergi ke kota ataupun tempat lainnya..''. ucap Joni yang menjadi penerjemah antara moe dan warga.
Joni melirik untuk mengartikan apa yang moe katakan.... lalu moe pun menjawab.
''dulu sejak segel terbuka, moe sudah mencoba beberapa kali merubah bentuk, menjadi semua binatang yang ada disini, tetapi tetap saja perlakuan yang ia terima selalu saja buruk...'' ucap Joni lagi.
para penduduk terdiam, mendengar jawaban moe. yang dikatakannya memang benar karena kucing, dan semua binatang lainnya bagi kebanyakan penduduk adalah pengganggu. kecuali binatang yang dapat di konsumsi.
''kenapa saat itu kau membunuh warga desa...'' salah satu warga bertanya lagi.
moe terdiam cukup lama, lalu moe pun menjawab..
''sebenarnya aku tak punya sedikitpun keinginan untuk membunuh warga, tetapi setiap aku datang, mereka selalu berusaha menyerangku. jadi aku hanya membela diri....
tetapi melalui Joni. aku ingin meminta maaf atas perbuatan ku yang dulu, yang telah membunuh orang orang yang kalian sayangi.
dan aku harap kalian bisa memaafkan ku....'' ucap moe lalu berubah menjadi sebuah gelang yang melingkar di tangan Joni.
__ADS_1
''maaf semuanya, sepertinya moe sudah lelah... ku harap apa yang dikatakan oleh moe dapat kalian terima dengan lapang dada...'' ucap Joni lalu meminta warga untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
setelah semuanya kembali ke rumahnya masing-masing, kini tinggal Joni, Rudi, pak Helmi, dan Yandri yang masih melanjutkan pembicaraan.
''paman..mulai besok apa yang menjadi harapan dan cita-cita kalian untuk membangun kembali desa ini bisa kalian lakukan. dan mohon maaf aku tak bisa membantu kalian mewujudkannya, semoga saat aku kembali nanti, desa ini sudah kembali menjadi desa yang maju dan berkembang.,...'' ucap Joni sambil memberikan uang yang dia miliki kepada pak Helmi sebagai ketua desa...
''nak Joni.... mohon maaf bukan kami menolak pemberianmu. tapi kami mohon percayalah pada kami bahwa kami bisa melakukannya dengan kemampuan kami sendiri. jadi tolong nak Joni simpan kembali uang ini karena, kami yakin nak Joni lebih membutuhkannya...'' ucap pak Helmi sambil menyerahkan kembali uang yang di berikan Joni.
''iya Jon.. kau dan Rudi, sudah sangat membantu desa dan juga membantu meningkatkan kemampuan kami,... aku mohon kau simpan kembali untuk kebutuhanmu nanti saat di perjalanan. dan maaf kami hanya bisa mendoakan mu, semoga apa yang kamu inginkan bisa kau raih.....'' ucap Yandri yang terus meminta Joni menyimpan kembali uangnya.
''baiklah jika kalian tak menerimanya, tetapi apa yang akan kalian lakukan untuk mulai membangun tanpa adanya biaya.....'' tanya Joni lagi kembali meyakinkan Yandri dan pak helmi untuk menerima uang yang ia berikan.
''kamu tak usah khawatir, karena harta kami belum kami pergunakan,, semuanya masih utuh. jadi kami hanya perlu dukungan semangat darimu....'' ucap pak Helmi sambil memasukkan uangnya kedalam tas Joni untuk menutup pembicaraan.
''baiklah,... sepertinya sudah waktunya untuk beristirahat.... ayo Yandri kita pulang, Jon kami pamit pulang dulu...'' kata pak Helmi sambil berjalan meninggalkan Rudi dan Joni yang masih belum terlihat ngantuk.
esok hari pun tiba,,.... waktunya Joni untuk kembali melakukan perjalanan menuju kota burung... kota besar kedua di negara tengah..
Joni berpamitan kepada seluruh warga desa bayangan yang berkumpul untuk mengucapkan terima kasih sekaligus ucapan selamat jalan pada Joni, Rudi dan moe.
Joni dan Rudi melesat meninggalkan desa bayangan. tampak sesekali Joni berbicara pada moe yang berwujud gelang dan melingkar di tangannya.
kali ini Joni menuju tempat yang diceritakan pak Denny bahwa kota burung adalah salah satu kota yang paling rawan di negara tengah ini. terutama daerah bukitnya.
...@@@@@@@@@@@@@...
...@@@@@...
...@@@@@@@@@...
...@@@...
...@@@@@...
__ADS_1