
''silahkan masuk nak. ini memang rumah Endi yang dulu pernah tinggal di desa Soko.'' ucap ibu itu
Joni pun merasa sangat senang, sebab tak perlu waktu lama untuk bisa menemukan rumah sahabat kecil nya.
Joni memperhatikan isi ruangan, ada sebuah foto anak perempuan dan juga foto keluarga Endi, Joni masih sangat mengenal Endi yang memang tak banyak berubah dari saat terakhir mereka bertemu.
di sisi lain, setelah hampir setengah hari berjalan, Ari dan Rudi pun sudah sampai di kota bunga, dia langsung mencari Joni. Ari mengingat kembali obrolan mereka dengan Joni. yang mengatakan temannya bersekolah di kota bunga. dan Ari mencoba mencari persamaan dari cerita Joni dengan si endi yang di carinya.
''rud, mungkin saja Joni dan Endi sama sama bersekolah di sekolah yang ada pondoknya. kan Joni bilang kalau dia juga mondok saat sekolah'' ucap Ari mencoba menebak nebak.
''iya, mungkin saja. nah kalau sekolah yang ada pondoknya berarti yang ada di dekat alun alun itu'' kata Rudi menjelaskan.
''nah.... pass. jika seperti itu ayo kita bergegas''.
mereka pun menuju alun alun untuk mencari informasi.
sementara itu Joni yang sedang ngobrol banyak hal mengenai keadaan desa dan keadaan neneknya Endi di desa soko, dengan ibu endi.
waktu pun terus berjalan, tiba saatnya ayah Endi pulang dari tempat kerja.bibu Deni menyambut suaminya pulang sambil meraih koper yang dibawa dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
sedangkan ayah Joni menatap Joni yang duduk di ruang tamu, melihat wajah yang asing ayah Joni pun bertanya.
Joni menjawab seperti saat dia menjawab pertanyaan ibu Endi di awal kedatangannya.
setelah mengetahui hal itu ayah endi pun duduk dan mengajak Joni ngobrol, pertanyaan ayah Endi hampir sama dengan pertanyaan ibu Endi tadi. dan lama kelamaan Joni pun mulai balik bertanya, karena sejak dia duduk. dia di serbu banyak pertanyaan oleh ayah dan ibu Endi.
''oiya pak. kenapa dari tadi Endi nggak kelihatan ya.... apakah dia sedang bekerja'' tanya Joni pada ayah Endi.
''o.. iya maaf dari tadi asyik ngobrol mengenai desa ya. jadi lupa maksud dan tujuan mu kesini ha..ha..ha...'' ucap ayah Joni sambil tertawa
ayah dan ibu Endi adalah orang yang tidak mudah akrab dengan orang lain. apalagi dengan orang yang baru di kenalnya. namun entah kenapa keluarga ini sangat akrab pada Joni, mungkin karena Joni adalah anak yang sopan. dan bisa juga karena mereka dari desa yang sama.
''Endi saat ini sedang ke rumah pamannya untuk membatu pamannya berbenah. mungkin sebentar lagi ia pulang''. ucap ayah Endi.
''kamu tunggu saja di sini. kalau kamu mau istirahat, kamu bisa istirahat di ruang tengah dulu untuk sementara''. ucap ibu Joni.
''oiya lebih baik kita makan dulu, Bu siapkan makan ayah sedang lapar ini. dan ayah yakin Joni pun sama. iya kan.....?'' ucap ayah Endi yang membuat Joni merasa malu karena memang hampir seharian ini dia belum makan apa apa.
ibu pun menyiapkan makanan di ruang keluarga dan mengajak Joni untuk makan bersama.
__ADS_1
''Bu maaf, saya makannya banyak Lo. kuharap bapak ibu tak keberatan'' ucap Joni meminta ijin
''ha..ha.. mungkin memang sudah garisnya seperti itu ya. Endi pun sama kalau masalah makan ha.. ha...'' kata ayah Endi sambil tertawa menatap Joni yang bersiap makan.
''setelah ini mandilah dulu, biar lebih bersih dan ganteng, baru istirahat setelahnya'' ucap ayah sambil mempersilahkan Joni makan.
''oiya Jon kami sampai lupa bertanya, bagaimana keadaan bapak dan ibumu,....'' kata ayah Endi.
''bapak baik baik saja dan ibu sudah meninggal setahun yang lalu'' kata Joni sambil tertunduk.
''o... maafkan kami ya. kami turut berduka, perihal ibumu semoga diterima amal ibadahnya dan di tempatkan di tempat terbaik''. ucap ayah Endi berusaha menghibur.
''jangan sungkan ya nak Joni'' ucap ibu memecah suasana.
Joni hanya tersenyum sambil mengambil makan yang sudah di siapkan.
setelah semuanya selesai, Joni pun hendak beristirahat, ada suara seseorang yang datang.
orang tersebut berdiri di ruang tengah dengan rambut panjang diikat dan memperhatikan Joni. mereka saling pandang dan.
''Joni....'' kata Endi sambil mendekati Joni yang hanya berdiri saja sambil menatap bingung.
''iya... ah parah.... kamu Jon masa tak mengenaliku'' kata Endi lagi
''lah... kamu kok jadi gondrong begini padahal di foto keluarga pendek dan aku sangat kenal dengan wajahmu yang berambut pendek. ha..ha...'' ucap Joni tertawa sambil berpelukan.
''ah... kamu ini. itu foto ku waktu masih 2 tahun yang lalu. jadi kalau sekarang gondrong kan wajar soalnya 2 tahun aku tak potong rambut''. kata Endi.
''iya Jon. gara gara gondrong, ibu jadi kaya punya anak perempuan 2 ha..ha...'' ucap ibu yang juga menggoda endi
''ah... ibu ini bisa saja'' kata Endi
''ayo Jon kamu tidur di kamarku saja.'' ajak endi
hari sudah menjelang malam dan waktu hampir masuk waktu isya. terdengar seseorang datang dan mengetuk pintu rumah Endi. Endi keluar untuk melihat siapa yang datang bertamu malam malam begini.
''siapa ya..'' kata Endi yang keluar dari dalam rumah.
''saya Ari dan ini Rudi teman saya. kami mencari orang yang bernama Joni. dia dari kota lori dari pulau jempol''. kata Ari sambil mengenalkan dirinya.
__ADS_1
''Joni,...... kalian dari mana kenapa mencari orang bernama Joni'' tanya Endi.
''dia teman kami, kami bertemu saat menyeberang ke pulau ini. kami berasal dari desa daun tak jauh dari kota bunga'' kata Ari lagi menjawab.
''o... tunggu sebentar.'' ucap Endi yang berjalan ke kamarnya memanggil joni.
Joni dan Endi pun keluar menemui mereka.
''Joni...'' kata Ari yang langsung menyapanya
''eh... kak Ari dan kak Rudi. ku kira siapa.'' kata Joni
''Oya en, ini kak Ari dan kak Rudi, mereka datang bersamaku'' kata Joni
''apa kakak kakak baru sampai''. kata Joni.
''duh.... mungkin lebih enak kalau kita ngobrolnya sambil duduk. cape juga berdiri terus'' kata Rudi yang dari tadi hanya berdiri saja jadi pendengar.
''ha..ha.. kata Endi tertawa. begini saja kita ngobrolnya di pondok situ saja sambil istirahat. aku mau bikin kopi dulu, biar ngobrolnya lebih tenang'' kata Endi sambil menunjuk pondok yang ada di sudut halamannya.
merekapun berjalan ke pondok. yang ada di sudut halaman.
Endi datang membawa kopi panas dan duduk bersama mereka.
mereka ngobrol panjang lebar bercerita mengenai awal perkenalan mereka dengan Joni. dan akhirnya sampai di tempat Endi ini, Ari dan Rudi pun menceritakan jika mereka tak bertemu Joni saat itu mungkin saat ini mereka benar benar menjadi seorang penjahat, ucap mereka mengakui kebaikan Joni pada mereka.
Endi yang mendengar cerita mereka melirik Joni kagum, dia tak menyangka sahabat kecilnya sekarang sangat mengagumkan.
''sudah ah... kak Ari dan kak Rudi ni terlalu berlebihan. mungkin tak sekeren itu juga kali ceritanya'' ucap Joni yang tak ingin mengakui apa yang di ceritakan Ari dan Rudi.
tak terasa waktu sudah larut malam. dan malam ini mereka menginap di rumah Endi.
..................................
..........................
.................
..........
__ADS_1