
dalam perjalanan menuju pondok tempat Joni menimba ilmu, mulai ada sedikit obrolan dari mereka berdua, tidak seperti sebelumnya yang hanya terdiam dan tenggelam dalam rasa kesedihan dan kehilangan yang mendalam.
Andre merasa bersyukur, hanya dalam waktu semalam Joni bisa bangkit dari keterpurukannya.
''sebenarnya apa yang membuat Joni kembali ceria dan bersemangat dalam semalam, apa yang mereka bicarakan ya....''.pikir Andre bertanya tanya dalam hati.
tapi dari itu semua,, dia merasa sangat bahagia melihat Joni saat ini.
...000 000 000...
setelah beberapa saat berkendara akhirnya mereka berdua sampai di pondok.
Andre mengantarkan Joni hingga ke kamarnya. dan langsung pamit untuk kembali ke tempat kerja nya.
sebab saat ini Andre masuk siang, jadi agar tidak terburu buru Andre tidak berlama lama di pondok.
''kakak pamit kembali ke mess dulu ya dek, mungkin saat liburan nanti kakak main lagi ke sini.'' ucap Andre sambil memegang pundak Joni.
''iya kak,....
kakak jaga kesehatan ya, jangan lupa makan tepat waktu...'' pinta Joni kepada Andre dengan wajah sedih.
''he.he.he ok, kakak janji.'' kata Andre sambil berjalan meninggalkan Joni.
hari hari berlalu, Joni terlihat berbeda dari biasanya, kali ini dia terlihat lebih bersemangat dalam setiap pelajarannya baik keagamaan maupun pelajaran lainnya. bahkan kali ini tidak hanya fokus belajar saja, dia juga ikut beberapa ekstrakurikuler yang ada di sekolah nya, dari peternakan, pertanian sampai ke kerajinan tangan.
kegiatan hari hari Joni penuh dengan kegiatan kegiatan yang positif. lambat lain kepribadian dan kedewasaan Joni pun terdidik dengan baik.
Joni lebih bisa membagi waktu dan sangat disiplin dalam kesehariannya.
beberapa bulan berlalu, tibalah saat liburan,
Andre datang menjenguk Joni dan mengobrol dengannya, sekaligus me nanya kan pada Joni, kali ini dia ingin liburan di mana...
baru kali ini Joni ditanya demikian.
__ADS_1
liburan keluar pondok.. emm...Joni berfikir dan memilih tempat untuk liburan....
tahun tahun awal, dalam 1 tahun joni tak pergi kemanapun bahkan saat liburan tiba, dia hanya tetap tinggal di pondok membantu kegiatan di pondok dan sesekali di kunjungi Andre tapi juga tak mengajaknya ikut ke mess, mungkin saat itu Andre baru mulai masuk kerja, jadi mungkin saja Andre merasa kurang nyaman untuk mengajaknya ke mess.
''kita ke desa aja Yo kak.. biar aku liburan disana sambil membantu bapak.'' ucap Joni yang mengejutkan Andre yang dari tadi sedang melamun.
''o... ok, kalau begitu kamu bersiaplah, kita berangkat setelah kamu siap ya.'' kata Andre
...0000000 0000000...
setelah beberapa saat bersiap.
''ayo kita berangkat'' kata Joni sambil memegang tas berisi baju bajunya.
merekapun berangkat menuju desa Soko tercinta tempat kelahirannya,
sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita dan terlihat semakin bisa lebih terbuka satu sama lain.
semenjak Joni bertemu Reno, nampaknya banyak hal yang telah berubah, dan menjurus kepada hal-hal yang lebih positif. hal ini terlihat dari pembicaraan mereka yang juga diselingi dengan canda tawa.
sampai saat mereka melihat ada yang berhenti di depan mereka sambil membawa banyak barang bawaan dan terlihat sedang mengotak Atik motornya yang seperti nya sedang dalam masalah.
''kak reno,'' panggil Joni mengagetkannya.
''o... Joni dan Andre rupanya, kupikir kalian tidak ke kampung hari ini.'' ujar Reno.
''bagaimana kabarmu Jon'', tanya Reno.
''kenapa motornya ren'', kata Andre bertanya pada Reno.
''nampaknya ada air yang masuk ke karburator, soalnya sebelum berhenti tadi sempat melaju sambil tersendat sendat, tapi yang lebih di sayangkan aku lupa tak membawa obeng, huh.....'' jawab Reno yang terlihat lelah.
''o... ini,,,,! kebetulan aku bawa'', kata Andre sambil menyodorkan kunci kuncinya yang tersusun rapi.
Andre memang orang yang disiplin dalam segala hal, bahkan dia paling rapi dan rajin dari semua karyawan yang ada di mess.
__ADS_1
dengan kunci kunci milik Andre Reno pun segera memperbaiki sepeda motornya.
setelah selesai memperbaiki sepeda motor nya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke desa Soko.
merekapun berpisah saat sudah sampai di desa Soko Reno lebih dulu berbelok ke rumahnya yang terletak di gang awal desa, sedangkan Andre dan Joni masih harus berjalan lagi karena rumah mereka berada di ujung desa Soko. jarak rumah mereka sekitar 1000 meter sebab desa mereka belum banyak kemajuan jadi jarak antar rumahnya pun masih jarang dan berjauhan.
sesampainya di rumah, Andre dan Joni turun... andre agak sedikit kaget dengan keadaan rumah saat datang kali ini, sebab 1 bulan yang lalu dia juga pulang, namun keadaan rumah tidak seperti ini,
Joni mencoba mengetuk pintu depan dan mengucapkan salam sedangkan Andre berkeliling di samping rumah,,, hingga sampai berputar di sekeliling rumah, namun tetap saja tidak menemukan seseorang. dan bahkan pintu belakang pun terkunci dari dalam
''kemana bapak ya... apakah tertidur di dalam.... tapikan ini masih siang, bahkan waktu Maghrib saja belum sampai, dan kenapa kondisi rumah seperti tak ditinggali lagi ya..... kemana bapak, dan apa yang sebenarnya terjadi'' pikir Andre dalam pikirannya.
''mungkin bapak sedang keluar kak. kita tunggu saja dulu sebentar'' ucap Joni sambil mengambil sapu untuk menyapu halaman yang penuh dengan daun daun kering berserakan.
mereka berdua bekerja sama membersihkan halaman dari daun kering yang berserakan dan membakarnya. terlihat halaman pun sudah bersih..
setelah beberapa saat menunggu sambil bersih bersih halaman, tetangga Joni yang melihat ada kepulan asap dari dari rumah pak pendi pun menghampiri.
setelah melihat ternyata Joni dan Andre yang dari tadi membersihkan dan membakar sampah di halaman.
dia mengatakan pada Joni dan Andre bahwa sejak satu bulan yang lalu, pak pendi lebih memilih tinggal di pondok yang ada di ladangnya, dan hanya pernah sekali saja terlihat datang ke rumah dan bersih bersih.
mendengar hal itu Andre dan Joni saling pandang, Andre mencoba mengingat kembali saat terakhir kali dia pulang untuk melihat keadaan bapak, memang saat Andre pulang 1 bulan yang lalu ayahnya terlihat menyembunyikan sesuatu, namun Andre tak tau itu apa, sebab saat itu raut wajah dan pandangan bapak sangat terlihat kacau dan penuh kesedihan, dalam hati Andre mencoba mengingat kembali.
setelah beberapa saat terdiam, akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke pondok yang ada di ladang.
kenapa bapak lebih memilih tinggal di ladang. mengapa bapak tidak menempati rumah ini, apakah bapak tak ingin menjaga kenangan yang ada pada rumah ini? beberapa pertanyaan muncul di dalam hati Andre yang mengingat betapa besar kenangan yang ada pada rumah ini dan bahkan baginya tak dapat di ukur dengan nilai materi. Andre yang nampak memikirkan banyak hal sambil terdiam, sampai dikagetkan oleh Joni.
''kak.... lewat sini jalannya'', kata Joni memanggil Reno yang salah jalan.
''o... iya sampe kebablasan. tadi kakak sedang memikirkan sesuatu, jadi tak memperhatikan jalannya''. ucap Andre sambil tersenyum malu...
''nah.... tu pondoknya'' kata Joni sambil menunjuk ke arah pondok yang nampak sudah di perbesar dan nampak ada lampu pelita yang menyala di dalamnya yang terlihat dari sela sela dinding pondok yang terbuat dari kayu.
''nampaknya benar bapak ada di sana kak, sebab terlihat sekilas ada lampu pelita di dalam. ayo kita cepat,'' kata Joni sambil mempercepat laju langkah nya.
__ADS_1
mereka pun sampai, Andre masih terdiam sementara Joni ber Uluksalam, dan terdengar seseorang dari dalam pondok menjawab dan melangkah keluar.
nampak seorang pria membuka pintu, dan menatap mereka berdua...