The Copy Master

The Copy Master
episode 45. 3 METODE DALAM GELAP


__ADS_3

Rudi hanya diam mendengar ucapan Joni lalu dia pun kembali mengumpulkan bara api yang berserakan untuk kembali melanjutkan proses kijang guling mereka. sedangkan Joni meletakan kembali daging kijang nya.


''daging kijang nampaknya sudah masak ni.'' ucap Joni sambil mengambil 2 kaki depannya. 1 di berikan nya pada rudi.


baru saja satu gigitan.


''krosek..''. ada suara lagi dari semak belukar.


Joni memegang dagingnya dan segera melempar sisa daging kijang ya lagi ke atas tempat tidurnya.


''berhati hatilah kak. kali ini nampaknya lebih dari empat orang''. ucap Joni sambil berbisik.


''huh.... kurang ajar mereka ini. mengganggu saja. aku jadi susah menikmati kelezatan daging ini.....''. kata Rudi dalam hatinya.


''kak. Rudi.... jangan melihat api....'' kata Joni sambil berbisik


''wus.. wus.. wus...'' tiga tongkat meluncur ke arah api. Joni dan Rudi berguling ke belakang dan bersiap..


api yang mereka buat padam, bara api bertebaran seperti lubang kunang. wuss... wus.. wus.. terdengar gerakan dari si penyerang, namun Joni tak merasakan adanya serangan padanya. Joni dan Rudi masih terus waspada tanpa di sadari keempat penyerang yang mereka tangkap telah hilang.


''kak...'' ucap Joni dalam gelap malam.


''aku di sini..''. kata Rudi sedikit pelan.


''sepertinya mereka semua sudah pergi...''bucap Joni sambil sedikit mengeraskan suaranya.


''iya... akupun merasa demikian..''. ucap Rudi


''baiklah.. akan ku kumpulkan lagi bara apinya''. kata Rudi sambil mengumpulkan bara kayu yang berserakan.


Joni pun kembali ke tempat mereka memanggang kijang tadi. bara mulai terkumpul dan sedikit demi sedikit mengusir pekatnya gelap di hutan ini.


''kemana mereka ber empat...'' kata Rudi yang melihat tempat mereka diikat tadi.


''nampaknya kita kurang waspada dalam hal ini, sepertinya mereka kemari untuk menyelamatkan mereka yang kita ikat tadi.'' ucap Joni sambil menarik napas dalam-dalam.


''ternyata latihan ku dalam kegelapan belum cukup''. pikir Joni.

__ADS_1


''jika kita di serang oleh, mereka lagi kemungkinan kami bisa dalam masalah besar...'' pikir Joni dalam hati.


''kak biarkan saja apinya padam, tak perlu di jaga tetap hidup. kita harus berlatih mengalahkan gelap. karena jika tidak. kita bisa dalam bahaya...''. ucap Joni serius


tanpa berkata kata Rudi hanya mengikuti apa yang dikatakan Joni. dan malam ini mereka menghabiskan kijang guling nya dalam kegelapan.


''Jon apakah kau tertidur......'' tanya Rudi pelan.


''belum kak... aku belum mau tidur. mungkin sebentar lagi.'' ucap Joni


setelah beberapa saat Joni dan Rudi memutuskan untuk tidur.


malam ini begitu gelap hingga sulit menentukan posisi masing masing. bahkan Joni yang telah berlatih pun masih sulit untuk mengatasi kegelapan ini.


''baiklah... kak. sepertinya besok kita akan ke kota untuk membeli beberapa barang...'' kata Joni yang sudah berbaring di tempat tidurnya.


''iya, Jon mungkin kita bisa memasukan senter dalam daftar belanja besok...'' kata Rudi yang ternyata masih di bawah.


''hi..hi...hi... maaf kak. kukira kak Rudi sudah di atas. apa perlu aku bantu.....,'' tanya Joni lagi


''he..he.. tak perlu, aku juga harus bisa mengalahkan gelap ini.....'' ucap Rudi yang jadi tau posisinya karena suara Joni.


Rudi yang terbantu dengan suara Joni pun sampai di tempat tidurnya. dan langsung tertidur. mungkin malam ini mereka masih aman tetapi entah apa yang akan terjadi pada malam berikutnya.


malam ini Joni kembali bermimpi, kali ini mimpinya berbeda dari mimpi mimpi sebelumnya, kali ini orang didalam mimpinya berbicara. tetapi dia hanya bercerita, tak ada siaran ulangnya, apalagi sesi tanya jawab. yang tersedia hanyalah sesi mendengar cerita.


dalam mimpinya orang tersebut bercerita bahwa pada jaman dahulu ada seseorang yang di dianugerahi sebuah kemampuan dengan delapan keahlian. dia menceritakan tentang seseorang yang dapat meng copy kemampuan orang lain dengan tingkatan kemampuan yang sama tetapi hanya kemampuan istimewa dan yang terkuat saja yang dapat di copy. sedangkan kemampuan yang levelnya masih belum tergolong istimewa tak dapat di copy.


dalam mimpi itu juga di jelaskan cara meng copy nya juga tergolong sangat mudah.


pemilik kemampuan akan mengenali serangan dan sentuhan pemilik kemampuan istimewa dan secara otomatis mengcopy nya ke dalam tubuh pemilik kemampuan ini.


dalam mimpi itu Joni belum juga mengerti inti cerita pada mimpinya itu. dan seperti biasa Joni menganggap mimpinya itu hanya mimpi kosong belaka.


esok hari pun tiba, Joni dan Rudi pergi ke kota batu untuk membeli beberapa persediaan dan beberapa alat. Joni membeli selimut dan alas tidur. serta beberapa meter kain anti air untuk di gunakan sebagai atap saat hujan turun.


Rudi membeli sebuah pedang, senter dan cairan anti nyamuk, penyedap, kecap, garam, beras, panci dan alat dan bumbu dapur lainnya. untuk persiapan pertarungan melawan nyamuk nyamuk dan kelaparan di hutan.

__ADS_1


singkat cerita mereka telah kembali ke tempat yang mereka buat kemarin. kali ini mereka ingin menetap disini selama beberapa hari.


''Jon memangnya rencana mu berapa hari kita akan menetap di sini, dan sebenarnya apa rencana mu,...'' kata Rudi penasaran


''kalau berapa harinya akupun tak tau kak tapi,... rencana ku sebelum kita bisa mengalahkan orang orang yang datang tadi malam, kita belum bisa melanjutkan perjalanan kita.'' ucap Joni serius.


''mungkin malam ini kita akan berlatih tanpa cahaya. dan rencana ku kita berlatih 3 metode sekaligus...'' kata Joni dengan semangat.


''hah... 3 metode sekaligus...'' kata Rudi yang kaget mendengar perkataan Joni.


''oiya kak Rudi bisakah kakak membuat satu tempat tidur lagi. soalnya untuk latihan ini lebih baik kita tidur sendiri sendiri.'' ucap joni


''baiklah aku akan membuatnya. oiya bagaimana cara kita untuk berlatih malam ini'' ucap Rudi yang mempersiapkan bahan untuk membuat tempat tidur seperti yang Joni minta.


''em.... jika kakak mau melakukannya boleh saja.


aku berencana malam nanti aku tidak memakai baju saat latihan. pertama, aku ingin melatih kecepatan tangan untuk memukul nyamuk yang menggigit kulitku. kedua aku ingin melatih tubuhku dengan tamparan tangan saat memukul nyamuk nanti. ketiga aku ingin menaklukan gelap seperti yang orang orang itu lakukan jadi aku ingin bisa melatih seluruh Indra dan mengalahkan gelap'' ucap Joni menjelaskan rencananya.


''wah... berarti tak ada gunanya ya aku membeli cairan anti nyamuk dan senternya ini....'' kata Rudi dengan nada kecewa.


''hi...hi... nanti bisa kita gunakan saat kita sudah mengalahkan semuanya''. kata Joni sambil membagi alas tidur dan selimut yang ia beli di kota batu siang tadi.


siang ini mereka membuat tiga tempat terpisah dan kali ini lebih tinggi dari kemarin dan lebih terjamin karena diberi kain anti air di atasnya agar terhindar dari bocor saat hujan. mereka membuat dua tempat untuk tidur dan satu tempat untuk dapur, sedangkan untuk tempat memanggang daging tetap di lakukan di tanah.


Rudi sudah mulai pandai membuat tempat yang nyaman walaupun berada di dalam hutan. mungkin karena sejak mengikuti Joni Rudi menjadi kreatif dan terampil dalam hal membuat bagian bagian rumah di dalam hutan.


hari mulai gelap, mereka bersiap untuk mulai berlatih. terdengar bunyi nyamuk yang mulai untuk menyerang mereka.


selain menyiapkan diri untuk bertarung dengan nyamuk merekapun bersiap dengan kemungkinan kemungkinan yang bisa saja terjadi. termasuk di serang kembali oleh gerombolan penjahat.


...##############...


...###########...


...########...


...#####...

__ADS_1


...##...


__ADS_2