The Copy Master

The Copy Master
episode 102. MENGUNJUNGI TUAN WIJAYA


__ADS_3

Joni yang telah berubah menjadi seekor elang dengan kekuatan angin langsung melesat pergi menuju negara tengah tepatnya ke kota pilar ke kediaman penasehat negara di istana kenegaraan.


setelah beberapa lama, Joni telah sampai di langit negara tengah, saat ini dia langsung menuju ke halaman istana kenegaraan. hal ini tentu saja membuat beberapa orang yang sedang berjaga-jaga langsung menuju ke arahnya sambil menodongkan senjata.


''hey siapa kamu...'' ucap 3 orang penjaga gedung kenegaraan.


''maaf pak, saya Joni kapten kepala dari kota burung, ingin bertemu dengan tuan wijaya, apakah beliau ada'' tanya Joni.


para penjaga memandangi Joni dengan penuh kecurigaan karena melihat bahwa Joni masih sangatlah muda. dan mengaku sebagai seorang kapten kepala kota burung.


mereka terlihat sedang berdiskusi.


''hey... apakah menurut kalian apa yang dikatakannya itu benar...'' tanya salah satu dari mereka.


''mungkin seperti ini saja... aku akan melaporkannya ke tuan Wijaya, sedangkan kalian tunggu disini dan tetap menjaganya'' ucap salah satu dari mereka menyarankan.


''baiklah... aku setuju, tapi kau cepatlah, jangan terlalu lama'' ucap yang lain.


lalu salah satu dari mereka pun pergi untuk melaporkannya pada tuan Wijaya.


setelah beberapa saat, petugas jaga telah sampai di depan ruangan pak Wijaya.


''tok... tok... tok...'' terdengar suara pintu ruangan pak Wijaya ada yang mengetuk.


seorang ajudan pak Wijaya keluar dari dalam ruangan.


''ada apa...'' tanya ajudan pak Wijaya yang keluar menemui penjaga.


''lapor komandan, ada seorang anak muda yang mengaku sebagai kapten kepala dari kota burung, dan namanya Joni. dia ingin bertemu dengan tuan Wijaya'' ucap penjaga tersebut melaporkan.


'' tunggu sebentar aku akan mengatakannya pada tuan Wijaya'' ucap ajudan pak Wijaya dan kembali ke dalam ruangan.


setelah beberapa saat ajudan tersebut membawa sebuah ponsel dengan foto seseorang.

__ADS_1


''penjaga.. jika yang datang wajahnya seperti ini, maka izinkan dia masuk, tetapi jika tidak, tangkap dan kurung dia di ruang tahanan'' ucap ajudan tersebut.


penjaga memperhatikan dengan seksama foto seorang pria di layar ponsel yang di bawa ajudan tersebut.


''memang dia orangnya komandan'' ucap penjaga tersebut dengan sangat yakin.


''baiklah,.... antar dia masuk'' ucap komandan memberikan perintah.


''siap komandan'' ucap penjaga tersebut lalu pergi ke luar untuk menemui Joni yang masih di tahan oleh dua penjaga lainnya di halaman.


''hey... ternyata dia benar-benar kapten kepala dari kota burung.'' ucap penjaga yang datang setelah melaporkan kedatangan Joni.


''maaf tuan kapten kepala, kami tidak mengenali anda, maafkan atas kelancangan kami'' ucap para penjaga sambil menundukkan kepalanya.


''sudah... sudah... tidak apa apa, kalian jangan berlebihan begitu,'' ucap Joni sambil Sabil memegang pundak mereka.


''mari ikuti saya tuan'' ucap salah satu penjaga. Sambil meminta Joni untuk mengikutinya.


setelah beberapa saat, mereka telah sampai di depan ruangan pak Wijaya.penjaga kembali mengetuk pintu.


''selamat datang kapten kepala...., senang rasanya anda bisa datang ke kediaman saya. maafkan jika penyambutannya kurang baik kapten'' ucap pak Wijaya sambil tersenyum.


''jangan begitu tuan, justru saya yang merasa terhormat bisa bertemu dengan anda'' ucap Joni sambil memberi hormat.


''ha...ha... sudah sudah, mari kita duduk'' ucap pak Wijaya sambil duduk di kursinya didampingi oleh 2 orang ajudan di belakangnya.


''apakah anda baru saja datang kapten'' tanya pak Wijaya


''iya.. tuan aku baru saja tiba'' ucap Joni singkat.


''apakah ada yang ingin anda bicarakan hingga jauh jauh datang kemari, apalagi tanpa didampingi kapten yang lain'' tanya pak Wijaya lagi.


''maaf tuan, sebenarnya memang ada yang ingin saya bicarakan dengan anda, itu juga jika Anda tidak keberatan'' ucap Joni lagi.

__ADS_1


''ha..ha.. tentu saja tidak keberatan, anda adalah bagian penting dari kota burung, tentu hal yang akan anda bicarakan juga adalah sesuatu yang penting'' ucap pak Wijaya


''maaf kapten kepala, apakah anda tidak keberatan jika 2 ajudan saya mendengar pembicaraan kita'' tanya pak Wijaya


''tidak apa apa tuan, lagi pula saya ingin membicarakan tentang salah satu kelompok perompak.'' ucap Joni


''baiklah... begini tuan, seperti yang anda ketahui bahwa kelompok perompak singa tua adalah kelompok spesialis senjata rahasia, dari 3 kelompok lainnya, dan ada beberapa jenis racun yang mereka gunakan. apakah saya bisa meminta pihak pemerintah untuk bisa membantu mereka dalam mengembangkan senjata rahasia yang mereka gunakan'' ucap Joni pada pak Wijaya


''hem.... jika dalam hal ini sebenarnya saya juga memiliki sedikit kekhawatiran, karena selama ini kami dari pemerintahan juga tidak pernah mengetahui baik bahan maupun bahaya racun yang di gunakan mereka. apakah ada jaminan bahwasanya mereka tidak akan melakukan kejahatan terlebih lagi melakukan pengkhianatan...?" tanya pak Wijaya.


''sebenarnya saya juga sudah memikirkan hal ini, dan alasan saya, meminta bantuan dari pemerintahan adalah agar pemerintah juga bisa mengetahui baik bahan maupun bahaya yang ditimbulkan dari efek racun dalam senjata rahasia tersebut, serta bersama sama mengembangkan teknologi senjata dan racun demi keamanan negara ini'' ucap Joni.


''ha... ha... ha... iya.. iya... selama ini saya tidak berpikir sampai ke arah sana, baiklah.. nanti saya akan bertanya pada kapten Suan Li mengenai kebutuhan dalam pengembangan racun dan lainnya'' ucap pak Wijaya sambil tersenyum senang mendengar pendapat dari Joni yang masuk akal baginya.


''maaf tuan Wijaya, sepertinya apa yang ingin saya bicarakan sudah saya sampaikan, jadi jika tidak ada hal lain yang ingin tuan sampaikan, saya mohon undur diri'' ucap Joni.


''hem.... sebenarnya saya sangat senang dengan kunjungan anda kemari, dan ingin sekali berbincang lebih lama, tetapi sepertinya Anda sedang terburu buru ya....'' ucap pak Wijaya.


''iya pak... saat ini saya sedang menuju negara selatan, tepatnya di kota timur, jadi mohon maaf saya tidak bisa berlama-lama disini.'' ucap Joni lagi.


''oya kapten kepala, jendral utama kota pilar adalah temanku, jika anda mengenalnya tolong sampaikan salam saya padanya'' ucap tuan Wijaya


''em... jika maksud tuan adalah jendral Sanders, saya akan menyampaikan salam anda lewat jendral taori. karena kemungkinan saya akan melanjutkan perjalanan menuju negara barat'' ucap Joni pada pak Wijaya.


tuan Wijaya mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum, mendengar apa yang dikatakan Joni.


mereka mengantar Joni yang hendak meninggalkan istana kenegaraan hingga ke depan istana.


setelah Joni pergi, Pak Wijaya berbincang-bincang dengan 2 orang ajudannya untuk membahas apa yang diminta oleh Joni.


''bagaimana menurut kalian'', tanya berdua


''menurut saya, apa yang dikatakan kapten kepala tadi sangatlah masuk akal tuan, apalagi dengan peran 4 perompak yang ada di kota burung, kota menarik hampir 70% tentara kita dari sana dan menyerahkan masalah keamanan disana pada mereka, mungkin dalam beberapa bulan kedepan kita bisa memfokuskan penelitian kita dan menjadikan tentara kita menjadi tentara yang tangguh'' ucap salah satu ajudan pak Wijaya.

__ADS_1


...#####...


...###########...


__ADS_2