
setelah beberapa saat Rudi merawat Joni.
Sarah dan Silva yang menuju rumah itupun tiba. melihat keadaan Joni yang terlihat kesakitan, mereka merasa sangat khawatir.
''apa yang terjadi padanya..''. ucap Silva sambil mendekati Joni dan mengusap wajahnya yang mengeluarkan keringat dingin.
''dia tidak apa apa, dia hanya perlu beristirahat saja'' ucap Rudi
''memangnya apa yang terjadi...'' tanya silva lagi.
''entahlah... Joni kadang seperti ini, tetapi saat dia selesai ber istirahat dia akan kembali pulih seperti semula'' ucap Rudi berusaha menyembunyikan keadaan sebenarnya.
''jangan terlalu mengkhawatirkan Joni. biarkan dia beristirahat'' ucap Rudi sambil berjalan menuju dapur untuk membuat teh dan kopi.
melihat Rudi yang berjalan ke arah dapur, Sarah mengejar Rudi dan Silva tetap berada di samping joni sambil mengusap keringat Joni.
saat ini Silva benar benar jatuh cinta pada Joni yang menurutnya sangat penuh pesona. wajahnya yang khas negara Utara memang sangat memikat hatinya, tubuhnya yang kekar dan terlihat kuat membuatnya terus membayangkan tangan kekar Joni saat memeluk tubuhnya. dan tanpa sadar wajahnya sudah sangat dekat dengan wajah Joni.
sedangkan Sarah yang mengikuti Rudi ke arah dapur, mencegah Rudi untuk membuat minuman. Sarah memegang lengan Rudi yang sedang memegang sebuah gelas dan Rudi yang terkejut karena bersentuhan tangan pun langsung menarik tangannya dan membuat gelas yang dipegangnya hampir terjatuh.
kali ini Rudi membiarkan Sarah membuatkan minuman.
''kak Rudi, maafkan sikapku jika membuat mu merasa kurang nyaman, tetapi aku sama sekali tak berniat untuk mengganggumu... hanya saja.....'' ucap Sarah menahan kata katanya.
''maaf Sarah,... aku hanya tak ingin membuat orang lain merasa tersakiti.'' ucap Rudi yang berkata singkat.
''apakah kak Rudi sudah mempunyai istri'' tanya Sarah dengan wajah serius.
''maaf aku dan Joni masih belum mempunyai istri'' ucap Rudi sambil tersenyum.
Sarah yang melihat Rudi mau berbicara dan bahkan saat ini tersenyum membuatnya sangat merasa nyaman dan bahagia mendengar bahwa mereka belum memiliki istri.
wajar saja jika saat ini Sarah b
menanyakan hal ini karena usia Sarah sudah dewasa bagi seorang gadis.
''apakah kau pernah memikirkan untuk menjalani hidup berkeluarga...?'' tanya Sarah lagi
Rudi terdiam mendengar perkataan Sarah padanya. tetapi kali ini dia ingin mencoba saran dari Joni untuk membuka dirinya.
''em... tentu saja'' ucap Rudi singkat.
''apakah kak Rudi sudah menemukannya...?'' ucap Sarah kembali bertanya.
''em..... em.... aku tidak tahu...'' ucap Rudi yang semakin susah untuk berkata kata.
__ADS_1
Sarah membalikan badannya dan berhadapan dengan Rudi, Rudi terdiam dan tangannya terlihat gemetar.
''huh... lebih baik aku berhadapan dengan seorang penjahat dari pada berhadapan dengan Sarah ini'' pikir Joni dalam hatinya
''tap...'' tangan Sarah yang lembut menangkap tangan Rudi yang bergetar.
kali ini Rudi tak berniat pegangan tangan Sarah dan hanya melihat saja. terlihat jelas perbedaan antara tangan mereka berdua, tampak tangan Rudi yang kekar berotot sedangkan tangan Sarah yang mungil dan halus.
''kak rudi,... sebenarnya saat aku pertama bertemu denganmu aku sudah merasa jatuh cinta padamu...
maaf aku memberanikan diri mengatakannya tapi... jangan paksakan perasaanmu jika kau tak mencintaiku'' ucap Sarah sambil menunduk dan meneteskan air mata.
rudi terdiam seribu bahasa dan semua sendi dalam tubuhnya terasa tak bisa bergerak mendengar kata kata yang di ucapkan Sarah. saat ini Rudi ingin sekali mengatakan bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama dengannya. namun Rudi tak kuasa karena semuanya terasa terkunci.
Sarah masih memegang tangan Rudi dan tanpa sadar tangan Rudi menarik tubuh Sarah ke dalam pelukannya. Sarah tak mengerti tetapi Sarah sengaja membiarkan dirinya jatuh ke dalam pelukan Rudi. sedangkan Rudi yang tidak tau harus berbuat apa mulai panik dan berkeringat.
Sarah yang mengetahui hal ini sedikit demi sedikit melepaskan pelukannya, tetapi tetap memegang tangan Rudi.
Sarah tau tipikal orang Rudi takkan berani mengungkapkan perasaannya. jadi Sarah hanya perlu bertanya 1 pertanyaan saja padanya.
''kak,... apakah kau juga mencintaiku...'' ucap sarah.
Rudi hanya mengangguk dan tak berkata apa apa.
setelah itu mereka kembali untuk melihat Joni dan Silva di ruang tengah..
''ehem...'' sarah mengagetkan Silva yang tengah mencium Joni dan langsung menjauhkan wajahnya sambil merasa malu.
''bagaimana keadaan Joni saat ini, apakah dia sudah sadar..?" tanya Sarah pada Silva yang masih merasa malu.
''joni masih belum sadar, tetapi dia sudah mulai membaik dan tak lagi terlihat kesakitan, dan mungkin saat ini dia sedang tidur'' ucap silva
''o... ini tehnya dek. minumlah selagi hangat'' kata Sarah sambil menyerahkan teh yang dia buat.
Silva mengangguk dan menerima teh yang di berikan Sarah.
setelah 5 jam berlalu dari sejak Joni kembali dari pertarungannya. tampak Joni mulai sadar
''eh... '' Joni terbangun dan melihat Sarah dan Silva yang ada di sebelahnya.
''dimana moe tanya'' Joni yang terbangun dari tidurnya.
''tenang moe baik baik saja'' ucap Silva sambil mengelus moe.
''hoh..... syukurlah'' ucap Joni sambil menarik nafas lega
__ADS_1
''kenapa Jon... kau pikir aku tak ikut kembali bersama mu hah... '' ucap moe.
''iya maaf ya moe, tapi aku berhasil kan'' ucap Joni dalam pikirannya.
''ha..ha.. tentu saja kau berhasil, kau memang hebat'' ucap moe memuji.
''sudahlah Jon, fokus saja pada mereka yang dari tadi mengkhawatirkan mu'' ucap moe menyadarkan Joni yang terlihat seperti melamun.
''oya sejak kapan kalian disini'' ucap Joni yang tiba tiba bertanya setelah terdiam.
''sejak kau tak sadarkan diri siang tadi'' ucap Rudi.
''jon... sebenarnya tadi kau kenapa'' tanya silva yang masih terlihat khawatir.
''o... itu aku mungkin kecapean saja, dan hanya perlu beristirahat, nah... sekarang aku baik baik saja kan..'' ucap Joni sambil tersenyum.
''oya maaf aku mau pergi mandi dulu ya'' ucap Joni yang berdiri untuk pergi mandi.
''apa kau perlu bantuan ku untuk berjalan Jon.'' ucap Silva.
''tidak perlu, aku baik baik saja. tenang saja tidak usah terlalu khawatir seperti itu'' ucap Joni sambil berjalan pergi menuju kamar mandi.
Silva, Sarah dan rudi duduk di kursi ruang tamu.
''apakah kalian tidur di ruangan ini... '' tanya Sarah pada Rudi.
''iya.... Joni mengatakan bahwa ini adalah rumah turun temurun dari keluargamu dan kami tidak boleh mengganggu atau pun merubah susunan barang yang ada di dalam rumah ini, dan kami memutuskan untuk tidur di ruangan ini'' ucap Rudi yang saat ini terlihat sedikit bisa bicara dari yang sebelumnya hanya terdiam.
setelah beberapa saat Joni selesai mandi dan berpakaian, lalu bergabung dengan mereka.
''kenapa sekarang Joni lebih kelihatan tampan ya...'' ucap Silva dalam hatinya.
''ehem... ehem..'' Sarah mencoba menggoda Silva yang terus menatap Joni.
''oya Sarah... apakah kalian sudah bilang pada ayahmu kalau kalian main ke sini'' ucap Joni.
''o... sudah, mungkin sore nanti ayah dan ibu juga main kemari'' ucap Sarah sambil tersenyum.
''oya Joni, sebenarnya sejak kemarin aku sangat penasaran dengan kalian. maukah kalian menjawab dan menjelaskan padaku semuanya'' ucap Sarah memberanikan dirinya.
...################...
...###########...
...######...
__ADS_1
...#...