
sarli, dan mang yi saling memandang, sedangkan Sam hanya tersenyum bahagia melihat kedatangan kapten kepala dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya tetapi dengan gaya orang yang sama yang tak ingin di sanjung dan di hormati.
''mari silahkan masuk kapten kepala....'' ucap sarli memberi jalan untuk Joni.
Joni berjalan di antara para kaptenya tetapi Joni lupa untuk me non aktifkan kekuatannya terlebih dahulu, sehingga para kapten berjatuhan karena terhempas energi penguasa angin dan para anggota seperti bulu yang di tiup angin.
Joni yang menyadari tekanan kekuatannya membuat para kapten jatuh, segera menonaktifkan kekuatan penguasa angin yang diaktifkannya dan meminta maaf, karena ia lupa.
''ha..ha..ha.. tidak apa apa kapten kepala, justru kami sangat senang karena dapat merasakan energi yang luar biasa dari kapten kepala kami'' ucap sarli sambil tersenyum
''baiklah,.... ayo kita masuk'' ucap joni
setelah mereka sampai di dalam aula mereka menempati kursi masing masing.
''maaf kapten kepala, kenapa anda datang sendirian.... dan bagaimana keadaan Rudi'' tanya kapten sarli
''he..he... iya saya datang sendiri, saat ini kak Rudi baik baik saja dan sedang berada di kota timur negara selatan.'' ucap Joni
''lalu.... kemana kapten Baron, kenapa dia tidak hadir di sini'' tanya Joni lagi.
''saat ini kapten Baron sedang berada di kota air bersama tuan Wijaya, mungkin setengah jam lagi mereka sampai disini'' ucap kapten Suan Li.
''oya... aku ingin berjalan jalan sebentar di kota burung ini, dan aku harap kalian tak ada yang mengikutiku, tunggu saja di sini sambil menunggu kedatangan kapten Baron'' ucap Joni dan berdiri untuk pergi berjalan jalan di kota burung.
''baik kapten ketua,'' ucap kapten sarli.
Joni berjalan keluar menuju keramaian kota dan dengan sengaja menampakkan uang yang di bawanya.
joni ingin melihat apakah ada orang yang masih melakukan kejahatan di jalan saat ini.
setelah beberapa saat..
''tuan... maaf itu uang anda hampir tercecer,'' ucap seorang pria yang menyapa Joni di jalan.
''oh... iya maaf, saya kelupaan'' ucap Joni sambil memasukan uangnya kembali.
''maaf pak, apakah ini benar benar kota burung'' tanya Joni pada orang tersebut.
__ADS_1
''iya... Anda pasti orang baru disini'' ucap orang tersebut
''oya saya Sato... bolehkah saya tau nama tuan muda'', kata pak Sato dengan sopan.
''o..iya nama saya Joni pak, kebetulan saya baru sampai di kota ini,'' ucap Joni.
''oya pak, apakah bapak warga kota ini'' tanya Joni
''iya, sudah dari dulu keluarga saya tinggal disini'' ucap pak sato
''Oya pak Sato, kota burungkan terkenal kotanya para perompak dan selalu saja terjadi kejahatan di jalanan tetapi sejauh yang saya lihat, sepertinya saya tidak melihat adanya tindak kejahatan di kota ini.'' tanya Joni sambil menatap heran.
''o.... itu, sebenarnya 6 bulan yang lalu, hal itu masih sering terjadi. tetapi sejak 6 bulan terakhir sama sekali tidak ada tindak kejahatan yang terjadi, bahkan pajak yang biasa kami bayarkan pada kelompok perompak pun tidak di terima lagi oleh mereka. awalnya kami sebagai warga kotapun merasa heran, tetapi salah satu wakil kapten mengumpulkan warga dan menyampaikan bahwa sejak hari itu tak ada lagi warga yang membayar pada kelompok perompak kota burung, dan jika ada yang meminta dan mengatasnamakan kelompok perompak warga harus melaporkannya agar pelaku bisa langsung di tindak'' ucap pak Seto menjelaskan.
''em.... lalu jika tak ada lagi warga yang membayar, bagaimana kelompok perompak itu bisa menghidupi kelompoknya...'' tanya Joni lagi
''he...he.... sebenarnya saya juga anggota kelompok bintang timur, jadi masalah keuangan kelompok perompak saat ini sangat besar'' ucap pak Seto sambil tersenyum.
''hah.... bagaimana mungkin.... bagaimana caranya pak'' ucap Joni
Joni tersenyum senang, mendengar apa yang di paparkan pak seto.
saat mereka masih berbincang, datang serombongan orang menghampiri.
disusul oleh rombongan kapten beserta penasehat negara.
pak Seto yang di datangi para anggota perompak lainnya merasa heran, mengapa mereka menghampiri ke arahnya.
sedangkan saat rombongan itu sampai pak Seto berdiri.
''ketua Sao qi ada apa perlu anda kemari'' ucap pak Seto bertanya.
Joni sedikit lupa dengan Sao qi yang hanya bertemu satu hari dengannya.
sao qi menarik tangan pak Seto untuk ikut berdiri bersamanya.
''saya Sao qi.... dari kelompok naga merah, selamat datang kembali kapten kepala'' ucap Sao qi sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
''huh... kalian ini benar benar sulit di beritahu ya.... huh...'' ucap Joni yang menghela nafas dengan wajah kesal.
''minggir kalian, beri Kami jalan...'' terdengar suara kapten Baron dari belakang kerumunan mereka.
''ha...ha...ha... kapten kepala...! mengapa anda seenaknya saja berjalan jalan di kota ini tanpa kami'' ucap kapten Baron yang diikuti pak Wijaya dan 3 kapten lainnya.
''inilah kapten kepala kami tuan Wijaya...'' ucap Baron sambil memberi ruang pada pak Wijaya.
sebenarnya Joni ingin marah pada 4 kaptennya, tetapi karena prestasi mereka yang di sampaikan pak Seto dan mengenalkannya dengan penasehat negara.
Joni pun mengurungkan niatnya untuk memarahi mereka.
''ha...ha... selamat datang kembali kapten kepala, dan salam kenal, saya Sofyan Wijaya dari kota air," ucap penasehat negara memperkenalkan namanya.
''maaf pak. nama saya joni'' ucap Joni sambil membungkukkan badan.
setelah mereka berkenalan, mereka kembali ke markas perompak yang ada di kota burung.
pak Seto yang dari awal tidak tahu bahwa Joni yang tadi berbincang dengannya adalah pimpinan dari 4 kelompok perompak sungguh tidak percaya.
seorang anak muda seusia Joni menjadi kapten ketua dari 4 kelompok.
''ketua sao qi, mohon beri tahu saya apa yang sebenarnya terjadi'' tanya pak Seto bertanya lagi.
''yang tadi berbicara dengan pak Seto itu adalah kapten ketua kita, namanya joni, dia jugalah yang mengubah kita semua dari kelompok pembuat onar menjadi kelompok yang peduli lingkungan.'' ucap Sao qi.
''oya tadi kalian membicarakan apa'' tanya Sao qi
''awalnya di kantongnya nampak uang yang hampir tercecer, lalu saya kira dia adalah orang baru di kota burung, dan tadi dia menanyakan mengapa tak adalagi kejahatan di kota burung ini katanya, dan saya jelaskan semuanya'' ucap pak Seto yang juga tersenyum senang karena ternyata berkat anak muda yang ditemuinya tadi lah kota burung menjadi kota yang aman dan makmur saat ini.
Sao qi hanya tersenyum sambil berjalan menuju markas bersama anggota lainnya,
''jadi kapten kepala ingin memastikan sendiri perintah yang di tinggalkannya di jalankan dengan baik ya.... huh... untung saja semua keinginannya berjalan lancar, jika tidak.....'' pikir Sao qi dalam hatinya, mengingat kembali kengerian yang pernah dialaminya saat Joni mengeluarkan tekanan kekuatannya saat di aula kota burung.
...@@@@@@@@@@@...
...@@@@@@...
__ADS_1