
sesaat kemudian mereka telah sampai di ruang tengah dan Joni terlihat sedang terbaring di ruangan tersebut.
CAI menatap Joni yang terbaring, dan terlihat sedang tidur.
''apa yang terjadi pada joni, apakah kalian menunggu Joni saat dia tertidur...?'' tanya CAI pada moe raqi dan Andien.
''o... dia sedang tertidur, mungkin sebentar lagi dia akan bangun'' ucap moe sambil tersenyum.
''o.. begitu... baiklah aku akan sabar menunggunya'' ucap CAI
''hey cai bisakah kau berubah wujud ke bentuk lainnya agar tidak mencolok.'' ucap moe yang berubah wujud ke bentuk kucing hitam, begitupula Andien dan raqi,
sedangkan CAI berubah wujud menjadi berang berang moncong sendok dengan 8 ekornya.
satu hari berlalu moe raqi dan Andien merasa khawatir pada keadaan Joni karena sudah dua hari satu malam Joni masih belum sadarkan diri.
''kai... katakan yang sebenarnya padaku, apa yang terjadi pada Joni'' tanya cai yang tidak mengerti mengapa Joni tidur begitu lama..
''kami juga tidak tahu, apa yang sedang terjadi padanya, tapi sepertinya Joni menyerap batu bintang yang ditemukan raqi beberapa waktu yang lalu. dan tanda batu di keningnya itu adalah tanda batu bintang yang diserapnya'' ucap Andien.
disisi lain, Joni sedang berada di sebuah ruangan berbentuk segi delapan dengan warna yang berbeda beda di setiap dindingnya, di dalam ruangan itu Joni melihat gambar gambar binatang dan beberapa diantara Joni kenali. ada kucing hitam dengan 7 ekornya (moe) ada elang dengan 9 ekornya (Andien), ada tikus tanah dengan 4 ekornya(raqi) ada berang berang dengan 8 ekornya, lalu seekor serigala merah dengan 6 ekornya, dan seekor kancil dengan 5 ekornya. dan ada 1 gambar lagi yang muncul dan Joni tidak mengerti karena disitu ada 1 bagian dengan 2 gambar dirinya. sedangkan yang satu lagi adalah sebuah dinding berwarna keemasan tanpa gambar.
setelah lama Joni berfikir dan tidak mengerti dengan apa yang sedang dialaminya. Joni mencoba mengeluarkan kekuatan yang ada dalam dirinya sesuai dengan gambar yang ada di dinding tersebut.
joni berdiri di depan gambar moe dan mengaktifkan kekuatan penguasa bayangan miliknya. dan kekuatan yang di keluarkan oleh Joni seperti terserap dan membuka pintu dinding tersebut. Joni memasuki ruangan yang ada di balik dindingnya. lalu dia mendapati dirinya berada di ruang yang sama dan kembali mengaktifkan kekuatannya dan begitu seterusnya hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan dengan gambarnya sendiri yang menjadi 2 orang. saat Joni memasukinya Joni langsung tersadar dan mengagetkan mereka (moe, raqi dan Andien) yang berada di samping tubuhnya.
''huh.... '' teriak Andien yang berada di tepi wajah Joni yang langsung melompat kaget.
''hoh... syukurlah kamu baik baik saja'' ucap moe yang langsung melompat ke pangkuan Joni.
Joni yang terduduk sambil mengusap usap moe raqi dan Andien, dan melihat seekor berang berang mendekatinya...
__ADS_1
''hah.... apakah itu seekor bebek'' ucap Joni yang merasa heran melihat ada berang berang didalam rumah dan menghampirinya.
''ha...ha...ha...ha...'' moe, raqi dan Andien tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan Joni.
''joni... bolehkah aku ikut berada di pangkuanmu...'' tanya cai yang mendekati Joni.
''boleh... mari sini...'' ucap Joni sambil mengelus kepalanya.
''oya bisakah kau jelaskan padaku siapa bebek ini...'' tanya Joni pada moe.
''ha..ha.. Joni... ha..ha..ha.. maaf... maaf... aku sedang berusaha menahan tawaku ha.. ha.. ha...'' ucap moe yang masih tertawa
''huh... bisakah kau jelaskan tidak sambil tertawa'' tanya Joni sambil mengelus-elus kepala cai yang tidak memperdulikan mereka yang masih tertawa.
''maaf.. Joni.. baiklah... untuk yang pertama tolong jangan katakan bebek lagi karena dia bukan bebek... apakah kamu tidak tahu kalau itu berang berang.'' ucap moe.
''baiklah maafkan aku ya.. berang berang, karena aku tak pernah melihat berang berang yang seperti ini jadi aku tidak tahu kalau kau itu berang berang.'' ucap Joni meminta maaf
''nah... kalau ini aku pernah lihat... ini jenis binatang yang suka membuat bendungan di air ya...'' tanya Joni lagi
''iya benar Jon, kalau yang tadi itu jenisnya berang berang mulut bebek, dan ini yang mulut tikus...'' ucap Andien menjelaskan.
''hey... mengapa kaki depan kamu terluka...'' tanya Joni sambil melihat ke arah luka yang ada di lengan cai.
''maafkan aku Joni, aku yang telah melukainya...'' ucap moe
''baiklah... raqi maukah kau ambilkan obat yang ada di dalam tas miliku itu'' ucap Joni sambil menunjuk ke arah tas.
''nah ceritakan padaku, siapa berang berang imut ini'' ucap Joni pada moe
''joni... dia adalah CAI sang penguasa air yang kita temui di dermaga penyebrangan pulau jempol, apakah kau tidak merasakan apa-apa'' ucap moe menjelaskan singkat
__ADS_1
''oh... jadi kamu CAI ya... maafkan aku jika aku tidak mengenalimu, aku memang merasakan energi besar tapi aku tidak menyangka kalau ini kamu CAI.'' ucap Joni.
''kau tak perlu meminta maaf padaku Jon,
Joni.... sebenarnya tujuanku kemari adalah untuk meminta maaf kepadamu atas perbuatan ku di masa lalu.... aku memang sangat egois dan termakan oleh kebencian. maafkan aku..'' ucap CAI sambil menatap wajah Joni.
''cai kau tak perlu meminta maaf kepadaku, dan aku memaklumi perasaanmu... saat aku memiliki kekuatan mu aku juga dapat merasakan perasaan yang kau rasakan dan alasan mengapa engkau sangat membenci manusia, justru akulah yang seharusnya meminta maaf atas perlakuan buruk manusia. jika seandainya kau memang ingin membunuh mereka, menurutku itu bukanlah masalah yang sulit bagimu.'' ucap Joni.
''kau memang orang yang baik Jon... dan itulah yang menjadi alasanku hingga datang untuk mencarimu'' ucap CAI
''apakah ada yang ingin kau sampaikan padaku'' tanya Joni sambil mengobati luka cai.
''jon....... jika boleh... aku ingin ikut bersamamu dan menjadi temanmu, maukah kau menerimaku'' tanya cai sambil merasakan perih dari obat yang diberikan oleh Joni di lukanya.
''ha...ha... tentu saja aku menerimamu dengan senang hati... tetapi mungkin lebih tepatnya kalian berempat adalah teman sekaligus sahabat dan keluargaku'' ucap Joni sambil merangkul mereka semua
''hey... aw..aw.. raqi jangan injak lukaku'' ucap CAI teriak kesakitan.
''bukan aku yang melakukannya... Joni yang melakukannya'' ucap raqi membela dirinya
''hey Joni... apa kau mau membuat luka cai semakin parah'' ucap Andien yang seketika membuat Joni melepaskan pelukannya karena cai yang sedang berbaring jadi terinjak injak.
''o... ha..ha.. maaf aku lupa.... hi...hi...'' ucap Joni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''huh.... kamu ini Jon... dengan kekuatan seperti ini masih sempat-sempatnya bertindak bodoh.. huh...'' ucap moe
''ha...ha...ha...'' mereka pun tertawa bersama sama.
cai yang selama ini hidup sendiri dan tidak memiliki satu orang teman pun merasa sangat bahagia karena dia bisa berada bersama mereka, walaupun diawali dari pertemuan yang tidak menyenangkan.
..............
__ADS_1
.................................