The Copy Master

The Copy Master
episode 56. DUA PEMILIK KEKUATAN LEGENDA


__ADS_3

moe menghadapi Lang sui dan Baron di tempat terpisah, lang sui seperti biasa melepaskan senjata rahasianya ke segala arah untuk membentuk sebuah formasi senjata dan menyerang moe menggunakan senjata rahasia yang di lapisi cairan asam yang dapat melarutkan logam. sedangkan Baron merubah bebatuan yang ada di bukit untuk diubah menjadi senjatanya yaitu jarum pasir. tetapi dengan kemampuan yang di miliki moe semua serangan itu tak bisa mengenainya karena moe dapat merubah ukuran tubuhnya menjadi sangat kecil, bahkan lebih kecil dari jarum yang digunakan lang sui dan Baron, mereka pun menyerang, jurus badai pasir ucap Baron dan seketika hutan tempat mereka bertarung menjadi rata dan formasi aktif kata nenek Lang sui yang seketika bermunculan sinar sinar di udara yang membentuk jaring laba laba yang melesat ke arah moe. tetapi moe dengan mudah menghindarinya lalu moe mengeluarkan jurus lubang neraka yang membuat nenek Lang sui dan Baron hampir tersedot ke dalamnya.


disisi lain Joni yang menghadapi Sarli dan mang yi. berlangsung sengit Joni beberapa kali menyerang menggunakan tendangan kilat kegelapan serta pukulan dari 7 tangan di punggungnya tetapi mereka masih mampu untuk bangkit dan menyerang. sarli berkali kali menggunakan tombak tanah yang menyerang Joni dari bawah dan juga gelombang tanah yang membuat tanah selalu bergerak seperti gelombang, bahkan cakar neraka, yang menyerupai tangan tangan yang menangkap dan meremas targetnya. namun serangan serangan bisa di hancurkan Joni dengan kekuatannya. Joni terlihat menghindari serangan serangan yang dilancarkan. lalu Joni mengaktifkan jurus istana kegelapan. dan seketika Sarli dan mang yi tak dapat melihat apapun tetapi mereka masih bisa merasakan keberadaan Joni. mang yi mengerahkan akar jalar untuk menyerang dan menangkap Joni tetapi Joni beberapakali menghancurkannya sampai mengerahkan jurus andalannya yaitu pusaran pisau daun. yang sangat kuat tetapi juga masih gagal untuk mengalahkannya. sampai setelah beberapa lama menghindar akhirnya Joni melancarkan serangan berupa tendangan kilat kegelapan pada Sarli dan mang yi untuk yang ketiga kalinya dan sekaligus meng akhiri pertarungan mereka.


moe pun tak ingin berlama lama lagi bertarung lalu dengan cepat mengakhiri pertarungannya dengan tombak kegelapan. dan sekaligus mengalahkan Baron dan nenek Lang sui.


mereka ber 4 telah kalah, tetapi moe yang masih waspada memutuskan untuk merubah dirinya menjadi jubah untuk Joni.


di sisi lain Sam yang menyaksikan pertarungan itu sangat kaget. karena ada dua aura yang sama kuat yang muncul bersama Joni.


sekilas Sam melihat perbedaan kekuatan antara 4 pemimpin dan 2 penguasa bayangan sangat jauh, tetapi jika hanya 1 penguasa bayangan bisa saja 4 pemimpin akan memenangkan pertarungan, dan saat ini ada 2 penguasa bayangan dan kemungkinan mereka akan kalah dengan mudah. tetapi sebagai pemilik kekuatan bintang mereka tak mungkin melewatkan kesempatan langka untuk bisa bertarung dengan penguasa bayangan yang merupakan kekuatan legenda.


"siapakah penguasa bayangan yang satu orang lagi...." pikir Sam sambil berjalan mendekati Joni dengan moe sebagai pakaiannya.


pertarungan ini berlangsung hingga pagi tiba. Joni telah menonaktifkan kekuatannya dan moe menjadi baju pelindungnya. Joni mengumpulkan semua orang menjadi satu tempat. dibantu oleh Sam dan Rudi, yang ikut menyaksikan pertarungan mereka.


saat pagi hari Joni meminta Sam dan Rudi untuk memberikan obat penawar racun pada anggota perompak singa tua.


sesaat kemudian sarli dan nenek Lang sui terbangun. moe mengingatkan Joni untuk berhati hati terhadap nenek Lang sui. karena menurut moe. nenek Lang sui sangat licik dan kurang bersikap kesatria dalam pertarungan.


nenek lang sui melihat ke arah Joni, dia heran melihat anak muda se usia Joni memiliki kekuatan yang menakutkan dan mengalahkan mereka ber 4. nenek Lang sui melihat ke kanan dan kiri Joni untuk mencari keberadaan moe yang saat ini menjadi baju Joni. dengan menyembunyikan kekuatannya untuk tetap mengawasi gerak gerik nenek Lang sui.


sesuai dugaan moe,... nenek lang sui menyiapkan 1 jarum beracun untuk menghabisi joni dan saat Joni lengah nenek lang sui ingin menyerang Joni, tetapi di ingatkan oleh sarli.

__ADS_1


"hentikan nenek peyot...". kata sarli yang juga sudah sadar dan melihat apa yang akan, ia lakukan.


"diamlah..... aku akan melakukannya dengan cepat..". kata nenek Lang sui sambil mengarahkan senjatanya.


moe yang sejak awal tidak mempercayai nenek lang sui langsung menggerakan tubuh Joni untuk menghindar dan menyerang nenek Lang sui dengan tombak kegelapannya dan kali ini langsung membunuhnya dengan senjata rahasia yang masih berada di tangannya.


"moe.... apa yang kau lakukan,....!" ucap Joni melihat moe yang membunuh nenek Lang sui.


awalnya Joni yang tidak tau situasinya dan menyalahkan moe atas tindakannya, tetapi saat moe menjelaskannya Joni masih bimbang. dan kembali bertanya pada sarli dan Sam.


Sam dan sarli berpandangan melihat tingkah Joni yang berbicara sendiri karena mereka tak dapat mendengar ucapan moe.


"tuan Sam, dan tuan..... Pakah nenek tua ini ingin mencelakai ku...." tanya Joni dengan wajah serius.


"baiklah, jika seperti itu kejadiannya. maafkan aku yang meragukan mu moe... " ucap Joni sambil mengelus bajunya.


"baiklah, lain kali percayalah padaku, bukan kah kita ini teman..." ucap moe sambil merubah bentuknya menjadi gelang.


beberapa saat kemudian Baron dan mang yi tersadar dari pingsannya, mereka merasa seluruh tubuhnya terasa sakit.


"Sam kemarilah bantu aku duduk....." ucap Baron meminta wakilnya.


"baik kapten..." ucap Sam sambil berjalan ke arah Baron.

__ADS_1


"kenapa tangan mu berdarah..." tanya Baron pada Sam yang tangannya ada noda darah dari tubuh nenek Lang sui yang tadi di makamkannya.


Sam pun menceritakan bahwa nenek Lang sui telah mati, saat berusaha membunuh Joni.


"nenek peyot itu.... huh.... padahal seringkali ku ingatkan untuk tidak berbuat licik. tetapi ternyata dia sama sekali tak berubah ya....."


ucap Baron sambil mengingat kembali kenangannya.


"sam... sepertinya kau telah mengenal penguasa bayangan itu lebih dulu ya...". kata Baron sambil tersenyum.


"iya kapten... dia anak muda yang baik. dialah orang yang mengalahkanku kemarin malam..." ucap Sam sambil tertunduk di depan kaptennya.


"tidak apa apa Sam.... bukankah hari ini aku juga di kalahkan olehnya. bagiku bisa mengenal orang baik yang mengalahkanku adalah suatu kehormatan......" ucap Baron menepuk pundak Sam sambil tersenyum.


"baiklah..... bisakah kau membantuku untuk menemuinya...." ucap Baron meminta Sam.


'tapi kapten... Anda sedang terluka, beristirahatlah dulu...". kata Sam sambil mengkhawatirkan kaptennya.


"tidak apa apa... besok juga akan sembuh... cepat bantu aku,... jangan membuatku terlihat lemah di depan yang lain..." ucap Baron sambil meraih pundak Sam.


...+++++++++++++++++++++...


...+++++++++++...

__ADS_1


...++...


__ADS_2