
''sebenarnya aku tak pernah memikirkannya en. tapi ada 1 pertanyaan dan pernyataan dari bapakku dulu'' kata Joni memberitahu endi.
''apa itu Jon'' .tanya Endi penasaran.
saat terus berbincang sambil berjalan, Joni dan Endi tak sadar bahwa mereka telah sampai di rumah.
''tunggu dulu, nah... itu rumah ku. ayo kita cerita kamar saja''. ajak Endi yang langsung menuju kamar.
sesampainya di kamar Endi melihat Ari dan Rudi tak ada di kamar, Joni mandi dan mengganti pakaian dan Endi keluar bertanya pada ayah dan ibunya.
''yah,..... Ari dan Rudi kemana ya.... kok belum pulang''. tanya Endi
''o.... iya ayah lupa memberitahumu, malam ini mereka berpamitan ingin menginap di tempat Rendi.'' jawab ayah
''o.. ya sudah kalau begitu, Oya ayah mungkin kami langsung istirahat ya.'' ucap Endi sambil berjalan kembali ke kamarnya.
''wah.... cocok. giliran aku yang mandi sekarang''. ucap Endi sambil bergegas.
setelah selesai mandi dan berpakaian.
''nah.... Jon sekarang ceritakan padaku rahasia apa yang akan kau ceritakan''. tanya Endi
kak Ari sama kak Rudi kemana ya. tanya Joni.
''o... kata ayah malam ini mereka ijin menginap tempat Rendi,'' kata Endi lagi.
''o iya Jon tadi apa kata bapak mu'' tanya Endi penasaran.
joni pun menceritakan
dulu, saat kami (Joni, ayah,dan Andre) pergi dari desa ke gunung ayah memberitahuku bahwa aku berada di level 2 awal saat itu, dan kak Andre ada di level 1 atas. dan saat aku lulus kak Andre ada di level 1 atas dan aku berada di level 2 atas. saat itu bapak bertanya padaku bahwa manusia biasa tak mungkin bisa mencapai level 2 dan saat itu aku sudah melewatinya. bapak pun penasaran dan bertanya padaku, apakah ada kejadian yang special tanya ayah padaku waktu itu. tapi aku sama sekali tak mengingat batu bintang ini. mungkin ini salah satu penyebab aku bisa melewati level 2. kata Joni.
''kenapa bapak mu bisa tau banyak hal tentang kekuatan seperti itu Jon''. Endi bertanya penasaran.
''o... itu dulu bapaku pernah tinggal dan punya teman seseorang yang memahami tentang kemampuan itu en'' ucap Joni yang tak ingin mengatakan jati diri keluarga yang sebenarnya.
''nampaknya kamu mewarisi tekadnya ya Jon''. tanya Endi menuju.
''bisa juga seperti itu ha..ha..ha...'', mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
''oiya Jon. ayo buka bingkisan dari ayah Rendi tadi'' kata Endi yang penasaran dengan isinya.
''oiya aku hampir lupa. ayo kita buka'' kata Joni sambil membuka bingkisan yang di serahkan ibu Rendi padanya.
didalam bingkisan itu, ada sebuah handphone dan seikat uang yang di ikat dengan sebuah surat. Joni terkejut melihat isi dalam bingkisan itu. handphone yang ada di dalam kotak dia keluarkan dan meminta Endi untuk mengaktifkannya karena Joni tak tau caranya. lalu Joni mengambil sepucuk surat dan membacanya, ada tulisan dalam surat itu dan tak terlalu banyak, hanya ucapan terimakasih orang tua Rendi padanya yang telah mengenalkan arti hidup dan merubah kepribadian Rendi, Endi yang ikut membaca surat itupun menepuk pundak joni.
''kamu memang istimewa Jon, tidak hanya untukku dan keluargaku. tapi juga untuk banyak orang. dan kamu memang pantas mendapatkannya'' kata Endi yang merasa sangat bangga pada sahabatnya itu.
''oiya, ini handphone mu. didalamnya sudah ada nomornya. jadi bisa langsung digunakan''. kata endi sambil menyerahkan nya pada Joni.
''oiya en, tolong catatkan nomornya. di kertas ini.'' pinta joni sambil menyerahkan selembar kertas.
''kenapa harus ditulis.. didalam ini ada nomornya. jadi tinggal kamu pakai saja. toh yang perlu nomor telpon ini kan orang lain''. ucap Endi yang heran dengan permintaan Joni.
''ha..ha.. justru itu, aku tulis nomornya karena bukan aku yang akan menggunakan telpon ini.
aku ingin memberikannya untuk kakakku,'' ucap Joni sambil menyerahkan selembar kertas pada Endi.
''huh... baiklah, sini...'' kata Endi yang tak habis pikir pada Joni.
''Jon. kenapa kamu tak mau membawa handphone ini bersamamu'', kata Endi penasaran sambil menulis nomor teleponnya.
''mungkin saat aku akan pergi nanti aku minta tolong padamu untuk mengirimkannya pada kakak.'' ucap Joni lagi
lalu, merekapun menyelesaikan obrolan dan beristirahat.
saat malam tiba, Joni yang tertidur tampak gelisah, dia bermimpi Joni memiliki 5 kembaran yang semuanya mirip seperti dirinya.
tapi 4 kembarannya memiliki warna kulit yang berbeda, tapi ada 1 yang memiliki warna kulit yang sama dengannya yaitu sawo matang, ada yang berwarna putih, kuning Langsat, hitam dan ada 1 bayangan transparan
dalam mimpi itu di perlihatkan, Joni sedang berada di sebuah Padang rumput. dia melihat kembarannya yang memiliki warna kulit yang sama dengannya sedang berdiri di sana. dalam mimpinya Joni bertanya pada orang yang mirip seperti dirinya itu, namun dia hanya diam dan tak berkata apa apa. kembarannya hanya diam sambil berdiri lalu mengangkat tangan kanannya seperti memperlihatkan sebuah tombol di lengan bagian dalam, sepertinya ada 5 tombol dengan warna yang sama dia menekan tombol yang ada pada lengannya dan tak lama muncul 1 kembaran di sampingnya, dan begitu seterusnya.
dalam mimpi itu Joni bertanya terus menerus sambil menatap kembaran nya tersebut. namun tetap saja mereka hanya diam.
hingga akhirnya Endi membangunkan Joni karena pagi telah tiba.
Joni terbangun kaget, dan terduduk diam, dia tak pernah bermimpi seperti ini sebelumnya, mimpi ini nampak seperti sangat nyata baginya.
saat Joni sadar bahwa itu hanya mimpi. Joni pun berjalan mandi dan bersiap kerja.
__ADS_1
Joni tak menyadari ada tanda yang muncul di lengan kanannya.
hari ini aktifitas yang dilakukan masih sama seperti hari hari biasanya, mereka pergi untuk bekerja. dan bagi Joni hari ini adalah hari terakhirnya bekerja paruh waktu di kota bunga.
sebenarnya teman temannya memintanya untuk menambah waktu namun. Joni tak ingin terlalu lama di kota ini. dia juga harus ke negara tengah untuk menepati janjinya pada Reno. Joni berjanji mungkin lain kali bisa lebih lama untuk singgah di kota ini.
hari hari berlalu, Joni masih belum menyadari tanda yang muncul di tangan kanannya.
siang itu seluruh teman teman Joni berkumpul, dan kali ini mereka memilih berkumpul di cafe dekat alun alun kota bunga.
''Jon. kira kira apa yang bisa kami bantu untuk persiapan keberangkatan nanti'' kata Rendi mencoba memulai pembicaraan.
''ha..ha.. tak ada persiapan khusus ren. aku cuma membawa tas saja. nanti kalau aku bawa banyak barang, berarti aku tak ingin berkeliling dunia, malah dikira orang pindahan nanti ha..ha..'' kata Joni sambil bercanda.
''ha.. ha... ah kamu ini Jon, ada ada saja''.
''oiya kalau kamu bagaimana rud''. tanya Rendi sambil menatap Rudi.
''em... aku juga sama dengan Joni, mungkin tak terlalu banyak.'' ucap Rudi
''oiya.... en. nanti tolong antarkan titipanku pada kakak ya.'' ucap Joni sambil menatap Endi.
''o... iya siap'' kata Endi menyanggupi permintaan Joni.
''tunggu dulu Jon. apakah Endi akan pergi ke desamu...'' tanya Rendi
''iya.. aku menitipkan sesuatu untuk kakakku di kampung'' ucap Joni.
''apakah boleh aku ikut bersama Endi mengantarnya.'' kata Rendi dan lainnya.
''o... boleh saja. tapi apakah kalian tidak sibuk dengan hal yang lain'' tanya Joni.
''untuk beberapa hari ke depan aku tak ada kegiatan lain. dan mungkin kami akan melanjutkan pekerjaan yang kau tinggalkan disini sambil berlatih''. ucap Rendi yang juga diikuti yang lainnya.
...$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$...
...$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$...
...$$$$$$$$$$$$...
__ADS_1
...$$$$$...