The Copy Master

The Copy Master
95. KEMAMPUAN KEEMPAT JONI SANG PENGUASA AIR # 3


__ADS_3

Joni dan penguasa air tidak merasakan apapun, mereka hanya terus bertarung hingga berjam jam lamanya, hingga akhirnya serangan Joni berhasil memukul wajahnya. ''brak'' wajah penguasa air terkena serangan Joni.


saat kemarahannya meluap, tubuh penguasa air terjatuh dan tak berdaya, sedangkan Joni tetap berdiri sambil menahan sakit yang dirasakannya.


''apa yang sudah kamu lakukan... manusia licik'' ucap penguasa air dengan marah sambil berbaring tak berdaya.


''saat ini, aku memiliki kekuatan penguasa air sepertimu, sebenarnya aku tak berniat bertarung denganmu... tetapi karena kau terus menghina teman temanku, maka aku harus memberi sebuah pelajaran padamu.'' ucap Joni


''dari awal kita bertemu, aku hanya mencoba mengurangi kebencian dalam hatimu, tetapi jika kau terus membiarkan dirimu tenggelam dalam kebencian, maka kekuatan besar yang ada padamu hanya akan menjadi malapetaka bagi mahluk lainnya'' ucap Joni sambil tetap menahan rasa sakit yang sedang dialaminya.


''ingatlah wahai sang penguasa air, jika kebencian mu pada manusia memiliki alasan yang lebih kuat dari seorang anak yang ditinggalkan ibunya karena terbunuh oleh kekuatanmu, atau seorang ibu yang sangat membenci seseorang yang membunuh anaknya. maka kau boleh terus tenggelam dalam kebencianmu itu'' ucap Joni yang sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakit yang dirasakannya.


setelah berbicara, Joni hampir terjatuh dan langsung di tahan Andien yang menjelma ke bentuk aslinya dan menahan Joni.


Andin membawanya pergi dari atas awan dan diikuti oleh moe dan raqi di belakangnya.


mereka menuju hutan di pulau jempol ini dan saat ini hari sudah mulai pagi Joni yang sedang merasa kesakitan di baringkan di bawah sebuah pohon besar di dalam hutan.


''andien,... kenapa kamu sama sekali tidak bicara sepatah katapun pada mahluk kurang ajar itu (penguasa air)'' ucap moe yang tak ingin menyebut dan mengingat namanya.


''maafkan aku moe... sebenarnya apa yang di rasakan cai (penguasa air) tentang kebenciannya pada manusia, sama dengan yang aku rasakan hingga kini.


aku ikut dalam perjalanan kalian karena ingin berteman dengan Joni dan aku hanya percaya padanya, dan bukan berarti melupakan kebencianku pada manusia....


tetapi.... setelah mendengar apa yang Joni katakan pada cai (penguasa air) tentang alasan kebencian cai pada manusia.


aku merasa bahwa selama ini aku sangat tidak berlaku adil... karena aku hanya peduli dengan kebencianku saja, yang ternyata kebencianku itu tidak lebih kuat dari kebencian seorang ibu pada seseorang yang membunuh anaknya.


dan aku.... telah banyak membunuh manusia karena kebencianku'' ucap Andien sang penguasa angin dengan penuh Penyesalan atas apa yang pernah dilakukannya di masa lalu.


''raqi apakah kau juga merasakan seperti yang kai... eh... Andien rasakan'' tanya moe pada raqi

__ADS_1


raqi hanya mengangguk sambil tertunduk.


''andien... sebenarnya sebelum bertemu Joni, aku juga memiliki perasaan yang sama dengan kalian...


tetapi dulu saat Joni telah memiliki kekuatan bayangan dalam tubuhnya dan datang padaku, dia memancarkan energinya.


dan saat aku merasakan energi yang terpancar darinya, aku merasakan kehangatan dan penuh dengan ketulusan.


saat itu aku hampir saja membunuhnya. tapi apakah kalian tau apa yang dikatakannya padaku saat itu'' ucap moe sambil menatap raqi dan Andien.


raqi dan Andien hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


''dia datang hanya untuk memintaku menjadi temannya dan memintaku untuk ikut bersamanya, dia ingin aku tidak merasakan kesepian lagi...'' ucap moe dengan mata berkaca-kaca sambil menatap Joni yang sedang merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


''percayalah padaku,


Joni.. si anak manusia bodoh itu dapat merasakan perasaan kita lewat energi yang kita pancarkan.'' ucap moe sambil sesekali menarik nafas dalam


saat ini raqi dan Andien benar benar sudah sadar atas kesalahannya di masa lalu, dan merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Joni dan menyadarkan mereka.


.......................


disisi lain kapten suan li, telah sampai tepi laut pulau jempol, kapten Suan Li yang telah menyadarkan kapalnya di selat antara pulau jempol dan pulau telunjuk merasa heran dengan ketenangan air laut saat ini. mereka turun dari kapal dan berjalan menuju pelabuhan penyeberangan di tempat itu,


mereka bertanya pada pekerja landasan penyebrangan mengenai serangan belut purba yang selalu muncul dan menyerang apapun yang berada di permukaan laut. dan para pekerja mengatakan sejak kemarin, sesaat setelah penyebrangan tertutup gelap, bahkan matahari di siang hari pun tak bisa menembus gelapnya, para belut purba itu tak lagi terlihat menyerang landasan dan sampai saat ini mereka juga tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada belut purba itu...


tetapi mereka sangat bersyukur bahwa belut purba itu tak lagi menyerang dan membahayakan keselamatan warga yang menyeberang.


setelah mendengar apa yang disampaikan oleh pekerja itu kapten Suan Li hanya bisa tersenyum, karena dia tahu bahwa itu adalah ulah kapten kepala mereka.


lalu kapten Suan Li memerintahkan anak buahnya untuk menyewa kendaraan untuk menuju desa Soko. hanya 4 orang saja yang ikut bersama kapten Suan Li, sedangkan sisanya menunggu di kapal.

__ADS_1


waktu berlalu... selama hampir 10 jam tidak sadarkan diri, Joni akhirnya bangun kali ini rasa sakitnya lebih cepat dari sebelumnya saat tubuhnya menerima kekuatan penguasa angin.


dan juga kemampuan Joni yang sudah berada pada level yang tak bisa lagi di capai oleh kekuatan manusia rekayasa, juga menjadi faktor penting dalam penyerapan kekuatannya.


''uh..... badanku rasanya cape semua...'' ucap Joni sambil meregangkan tubuhnya.


''joni.... kau sudah sadar.... syukurlah...!'' ucap moe sambil tersenyum senang.


''he..he... betapa lama aku tertidur'' tanya Joni


''kau bertarung dari siang hingga pagi, dan kau juga menyerap kekuatan penguasa air, jadi sekitar 10 jam'' ucap moe


''hah.... jadi sekarang sudah mau sore lagi...?'' tanya Joni pada moe.


moe hanya mengangguk.


''huh.... baiklah kita harus bergegas, moe, raqi, Andien... kembalilah ke tempat kalian masing masing. kita harus cepat menuju desa Soko, karena aku sudah sangat rindu pada kakak dan bapak'' ucap Joni


raqi, moe dan Andien berubah dan menempati tempatnya masing masing. lalu Joni melesat dengan cepat menuju desa Soko.


terlihat kapten Suan Li telah sampai di desa Soko di antar oleh 2 buah mobil yang di sewanya dari pelabuhan penyeberangan. mereka di antar olek kepala desa dan juga Reno yang kebetulan sedang berada di desa.


setelah beberapa saat, mereka telah sampai di rumah pondok pak pendi.


pak Pendi merasa sangat heran dengan orang orang yang datang ke rumahnya.


Reno menyampaikan dan mengenalkan kapten Suan Li datang dari negara tengah pada pak Pendi.


pak Pendi semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dia sangat bingung dan terlihat sangat gugup menghadapi banyak tamu yang datang ke pondok di ladangnya.


...####...

__ADS_1


...#########...


...####...


__ADS_2