The Copy Master

The Copy Master
episode 4. menyisakan tanda


__ADS_3

setelah selesai Joni menemui Endi yang sudah menunggunya di teras rumah.


mereka berencana pergi ke tempat batu yang Ter injak Joni kemarin.


''Jon kita berhenti dulu di pondok itu ya sebentar. aku mau buang air'' kata Endi.


sampai di pondok tengah ladang Joni naik dan berusaha mencari tanda daun layu yang kemarin ia lihat saat masuk ke kebun mangga. dan benar saja sekarang daun yang sebelumnya layu dan kering gosong mungkin sudah berjatuhan dan menyisakan ranting tanpa daun yang membentuk garis lurus sampai tengah kebun.


''lihat en... '' kata Joni membuat Endi kaget karena dia belum selesai buang air.


''tunggu lah, aku masih belum selesai,'' jawab Endi


setelah selesai Endi menghampiri Joni dan melihat ke arah yang di tunjukan Joni. dan benar saja apa yang di katakan Joni kemarin,


terlihat dari kejauhan ranting ranting pohon yang tanpa daun membentuk garis, mungkin orang lain tak dapat melihatnya tapi karena mereka sudah memperhatikannya dari kemarin maka mereka dengan mudah mengetahui bahwa ranting kayu tanpa daun itu membentuk sebuah garis dan berhenti di tengah kebun, dan tidak sampai sungai.


merekapun semakin yakin bahwa yang terinjak kemarin adalah batu bintang.


merekapun melanjutkan perjalanannya... sambil bercerita ke sana kemari.


saat mulai masuk ke kebun mangga. Joni mendapati banyak buah mangga dari garis batu itu yang terjatuh akibat dahan dan ranting ya kering. mereka mengambil beberapa yang tampak hampir matang untuk di Pram di rumah. sedangkan sisanya tak mereka ambil sebab masih tampak muda.


setelah beberapa saat mereka sampai di tempat mereka mendapatkan burung. dan Joni menunjuk pohon mangga yang mulai terlihat layu karena batangnya tertembus batu bintang itu.


dari kulit kayu yang nampak mengelupas Endi pun mengetahui letak lubang yang di ceritakan joni.


''tapi bukankah lubangnya sebesar jempol kaki orang dewasa.......? tapi mengapa batu yang terinjak itu hanya sebesar jari saja'' tanya endi heran.


''mungkin batu itu sudah pecah berkeping keping. dan itu inti tengahnya mungkin.'' jawab Joni memberi jawaban semampunya.


(saat sebuah asteroid jatuh ke bumi. maka asteroid akan terkikis dan mengeluarkan api akibat bergesekan dengan atmosfir. bahkan ada yang tidak sampai jatuh ke bumi sebab habis bergesekan dengan atmosfir.)


beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat batu bintang kemarin dan melihat bekas lubang yang masih terdapat bekas darah Joni yang sudah kering.


dari bentuk lubangnya seperti rumah undur undur dengan pusat cekungan di tengahnya. dan terlihat juga bahwa jumput rumput di tepinya kering tapi tak ada bekas terbakar dan tanah yang membentuk cekungan itupun agak kering gosong. mungkin memang benar ini benda yang melintas dan bercahaya kemarin malam yang di ceritakan Endi.


Endi berusaha mengingat sambil berpikir


'' kemana arah aku melemparnya kemarin ya'' pikir Endi bingung

__ADS_1


sudah hampir 2 jam mencari dan matahari pun sudah meninggi dan sudah terasa panas walaupun di bawah pohon. sebab saat siang hari biasanya angin pun sedikit bertiup.


''huh....'' sambil merasakan cape Joni berjalan menuju pohon mangga untuk beristirahat dan diikuti Endi dari sebelahnya. namun sebelum sampai, Joni merasa langkah nya terhenti. ada sesuatu yang menahan tubuhnya untuk bergerak, begitu juga dengan Endi,


mereka terdiam sesaat dan tak menyadari batu yang mereka cari terbang di tengah jarak antara mereka berdua....


beberapa detik berlalu Joni dan endi. mulai merasakan tubuhnya tertarik dan akan bertabrakan satu sama lain.


dan benar saja, mereka tertarik seperti magnet. dan batu bintang sebagai pusatnya..


buk..... tubuh mereka bertabrakan, punggung dengan punggung, tubuh mereka merasakan panas dan sakit sesaat dan setelahnya mereka terjatuh dan tertidur di bawah pohon.


mereka terbangun saat matahari menyinari wajah mereka.


Joni terbangun dan masih merasakan punggungnya panas dan membangunkan Endi yang juga tertidur di sebelahnya.


''apa punggung mu merasa panas.'' tanya Joni


''iya waktu tubuhku bertabrakan tadi terasa kaya terbakar obat nyamuk'' jawab Endi sambil memegang punggungnya yang masih menyisakan rasa hangat.


beberapa saat kemudian Joni melepaskan bajunya untuk melihat bagian belakang pakaian yang ia kenakan. dan terlihat ada bekas terbakar yang melubangi pakaiannya. dan hanya berbentuk serpihan batu yang panjang mengerucut di kedua ujungnya.


Endi melihat dengan seksama dan mengatakan bahwa hanya ada bekas seperti tanda lahir yang menyerupai batu yang iya cabut kemarin. tapi tak ada luka sedikitpun.


''coba lihat punggungku juga. apakah sama dengan mu''. pinta Endi dan benar saja tanda yang mereka miliki sama. hanya menyisakan bekas seperti tanda lahir di punggung mereka.


''ya sudah lah, kita pulang saja. nampaknya hari ini kita pulang agak terlambat ya.'' ucap Joni.


di perjalanan pulang mereka berjanji untuk tidak bercerita kepada siapapun dan suatu saat akan mencari tahu perihal batu bintang ini.


......0000000000000......


Lima tahun berlalu setelah kejadian itu tanpa ada efek yang dirasakan Joni dan Endi .bahkan jika dulu luka berdarah di kaki Endi sembuh secara misterius kalau sekarang tidak. luka mereka akan sembuh normal seperti orang lain pada umumnya. dan hampir terlupakan bahwa mereka pernah mengalami hal yang tak dapat di terima nalar.


saat ini mereka berdua telah tumbuh menjadi remaja desa yang aktif dalam semua kegiatan di desanya.


Joni masih seperti biasa membantu ayahnya ke ladang dan bertemu Endi setelahnya.


Andre kakak Joni telah selesai menempuh pendidikan dan sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di kota lori, dan pulang dua Minggu sekali untuk melihat keadaan bapak ibunya.

__ADS_1


beberapa bulan berlalu, kini tiba saatnya Joni untuk pergi menuntut ilmu di kota lori tempat dulu kakaknya menimba ilmu.


berbeda dengan Endi yang memang dari keluarga yang lebih mampu, Endi melanjutkan sekolahnya di kota bunga yang lebih maju dan menjadi pusat perdagangan antar negara.


merekapun mulai melangkah ke arah yang berbeda dengan cita cita yang berbeda.


Joni ingin menjadi pengusaha yang dapat membantu warga desanya agar dapat dengan mudah menjual hasil bumi yang di kelolanya.


sedangkan Endi lebih ingin menjadi ahli teknologi yang juga untuk membantu warga di desanya dalam mengolah lahan pertanian.


tahun tahun pertama Joni bukanlah sesuatu yang menyenangkan. walaupun Andre tinggal di kota lori tapi Andre tinggal di mess karyawan, sedangkan Joni di pondok tempatnya menuntut ilmu.


tahun pertama Joni yang menyukai petualangan sangat tertekan dengan aturan tempat sekolahnya hingga suatu hari Andre mengunjungi Joni di pondok sekolahnya.


''kakak....'' teriak Joni sambil tersenyum


''Joni....''


Andre memanggil adiknya sambil menyerahkan kue yang di titip ibu kemarin.


Andre baru saja datang dari kampung halamannya menuju mess perusahaan tempatnya bekerja.


''kenapa kakak nggak ngajak aku ikut mengunjungi bapak dan ibu, bagaimana keadaannya, aku sangat rindu mereka'' kata Joni dengan mata berkaca kaca.


Andre mengusap pundak Joni sambil berkata ''sabar ya dek, ini saatnya menempa bekal dan pengalaman kamu untuk jadi sosok yang di banggakan keluarga.


walaupun terasa sakit dan tidak menyenangkan di sini. tapi kakak yakin Joni mampu melewatinya. dan suatu hari nanti kamu akan tahu bahwa ini adalah tempat terbaik bagimu dan kebahagiaan ibu bapak kita. sebab disinilah tempat di mana adab lebih tinggi dari ilmu, dan disinilah tempat belajar menjadi padi yang berisi tapi tetap menunduk'' ucap Andre menjelaskan pada adiknya.


Joni mengerti dan memeluk kakaknya sambil menangis..


Andre pernah mengalami hal ini tapi saat itu ada bapak yang datang untuk menyemangati dan menguatkan tekadnya.


''dek... mungkin bulan depan bapak ibu kesini Lo... jadi semangat belajarnya ya''. ucap Andre mengabari.


seketika Joni tersenyum bahagia karena sudah satu tahun tak bertemu ibu bapaknya.


singkat cerita bulan yang di tunggu pun tiba, Joni ingin menunjukan bahwa sekarang dia sudah punya banyak teman dan sedang mempelajari ilmu agama teknologi dan pertanian. intinya banyak sekali hal hal yang ingin di ceritakan pada ibu dan bapaknya.


waktu berlalu Joni menunggu dengan gelisah.

__ADS_1


__ADS_2