
mereka pun duduk bersama sambil di temani kopi panas.
Joni memberi tahu, Andre bahwa dalam bulan bulan seterusnya dia akan sering mengunjungi bapak, namun karena untuk mendukung latihannya maka dia meminta Andre untuk tidak menjemputnya ke pondok. tapi dia ingin pergi ke desa sambil berlatih. Joni ingin menguji kecepatan dan melatih ketahanan tubuhnya saat pulang ke desa Soko.
jarak tempuh ke desa Soko sangat jauh, dengan kendaraan saja untuk saat ini sekitar 4 jam perjalanan karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai dan jika di hitung jarak sekitar 160 km.
''apakah kamu yakin dengan perkataan mu ini''. ucap Andre yang merasa ragu dengan apa yang di katakan Joni.
''tentu saja kak. aku sudah berlatih selama beberapa bulan, dan aku masih punya waktu dua Minggu lagi untuk mempersiapkan diri.'' kata Joni dengan penuh percaya diri.
''baiklah, tapi walaupun kamu merasa sudah besar tapi bagi kakak kamu tetap saja Joni kecil kakak, kakak pasti tetap merasa khawatir jika sampai terjadi sesuatu padamu di jalan, jadi bagaimana kalau seperti ini saja. kita berangkat sama sama, kamu pergi dengan kemampuanmu. dan kakak pakai motor kakak. dan saat kamu lelah, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan ikut kakak naik motor lagi, ini pun supaya kekhawatiran kakak sedikit berkurang, bagaimana.... ?'' tanya Andre
mendengar penjelasan Andre Joni pun menyetujuinya. namun Joni tetap memberikan syarat agar kedepannya Andre jangan khawatir lagi padanya. namun kali ini Joni harus membuktikan dulu bahwa dia mampu.
''sebenarnya apakah ada hal lain selain latihan dari keinginan mu mengunjungi bapak nanti''. tanya Andre.
''em.... sebenarnya ada kak. aku merasa dalam metode latihan yang bapak jelaskan padaku masih ada yang kurang. jadi aku ingin menanyakannya.'' ucap Joni menjelaskan
''o... baiklah jika seperti itu, bersiaplah kita berangkat hari Sabtu pukul 7 pagi'' ucap Andre.
''tidak kak aku ingin berangkat lebih awal, aku ingin mulai berangkat pukul 4 karena saat itu suasana masih agak gelap. itu juga bisa membantuku dalam melatih penglihatan''. kata Joni lagi.
''o... baiklah kita bersiap pukul 4 berangkat dari tempat masing masing. jalan yang telah di lewati harus kamu beri ranting kayu basah sebagai tanda ya''. pinta Andre.
''siap kakak besar ha..ha..ha..'' ucap Joni sambil mengejek Andre dan mereka pun tertawa.
hari hari berlalu, tibalah saat waktu yang di janjikan.
Andre langsung melaju dengan sepeda motornya menuju desa Soko. hal ini di lihat oleh Reno pun yang juga ingin pergi ke desa.
lalu reno bersiap dan segera menyusul Andre.
hari ini ada 3 orang yang pergi ke desa Soko.
Andre dan Reno masing masing dengan sepeda motornya.
__ADS_1
dan Joni baru bersiap untuk berangkat.
Joni memasang pemberat yang biasa ia gunakan untuk melatih kecepatan.
logam berbentuk persegi panjang 40x4 cm dengan jumlah 8 buah, masing masing berbobot 1.5 kg.
setelah memasangnya Joni langsung pergi dengan menggendong tas baju di punggungnya. kali ini Joni berlari secepat yang ia bisa. dia memilih waktu ini karena jam 4 sampai jam 5 pagi belum banyak aktifitas warga di jalanan. jadi dia lebih leluasa berlari. setelah beberapa saat berlari akhirnya Joni sampai di perbatasan kota lori dan hutan menuju desa Soko. dan dari kejauhan terlihat ada 2 sepeda motor yang berhenti di jalan. Joni mengendurkan gerakannya dan berhenti untuk melihat siapa yang ada di depannya itu.
saat berhenti dan menghampiri, ternyata Reno dan Andre yang menunggunya karena belum ada tanda ranting basah di tengah jalan.
nah.... akhirnya datang juga. apakah kamu mau beristirahat dulu, tanya Reno.
tidak kak. ayo langsung saja. kata Joni sambil mengambil beban di kakinya 2 biji. jadi tersisa 7 di kaki kanan dan 7 di kaki kiri.
''Joni, apakah tidak sebaiknya kamu ikut kakak naik motor saja.'' ucap Reno menawarkan.
''he..he... terimakasih kak. tapi aku ingin berlatih''. ucap Joni menjawab.
mendengar jawaban Joni yang yakin dengan keputusannya. Reno pun tak menawarkan tumpangannya lagi sebab tadi pun Andre sudah mengatakan semua padanya.
namun setelah Joni mulai bergerak mereka baru sadar bahwa Joni dapat dengan cepat menerobos hutan yang penuh dengan pepohonan.
mereka pun menyusul Joni dengan kecepatan yang biasanya. dan berencana berhenti saat sudah dirasa jauh.
sepanjang jalan Andre dan Reno melihat tanda tanda yang di jatuhkan Joni di jalan, sambil sesekali melihat Joni yang menyebrang jalan dari kejauhan untuk memberi tanda...
setelah 3 jam berlalu, mulai terlihat desa Soko dari kejauhan dan saat ini mereka lebih jelas melihat Joni yang masih berlari dan sampai di desa Soko.
Andre merasa kagum pada kelincahan dan kecepatan Joni, baik di jalan maupun di dalam hutan.
Andre dan Reno pun berpisah kembali ke rumah tujuannya. Andre sekilas melihat rumah kenangan kecilnya, namun kali ini terlihat bersih dan terawat namun tetap tak di tinggali.
mungkin bapak sekarang merasa lebih tenang dan bahagia tinggal di rumah pondok. pikir Andre sambil melirik rumah kenangannya.
dari kejauhan, rumah pondok yang di tuju sudah terlihat. dia mempercepat laju motornya. untuk melihat keadaan Joni.
__ADS_1
sesampainya di rumah, bapak menyambut Andre dan mengatakan bahwa Joni sedang mandi di sungai.
Andre pun pamit pada ayahnya untuk pergi mandi di sungai.
sesampainya di sungai Andre melihat Joni yang sedang berenang di sungai, dan langsung ikut terjun untuk menyegarkan tubuhnya.
''dek. apakah kamu tidak cape, setelah berlari begitu jauh tanpa berhenti.'' ucap Andre yang melihat Joni berenang menghampiri.
''kak, disini segarkan..?'' ucap Joni balik bertanya.
''iya pass banget, selain jernih sungai ini sangat segar saat kita mandi apa lagi sekarang kita juga bisa berenang disini.'' jawab Andre
''dek. apa kamu tidak apa apa, apa kakimu ada yang terluka saat berlari tadi.?'' tanya Andre penasaran.
''tidak apa apa kak. aku baik baik saja dan kakiku juga tak ada yang terluka, tuh...'' ucap Joni sambil menunjukan kakinya.
''kakak kagum dan bangga pada mu, ternyata kamu bisa sampai lebih cepat dari kakak..'' ucap Andre
''ah... kakak bisa saja, itukan karena kakak berkendara sambil meng khawatirkan aku, makanya kakak tertinggal,''. jawab Joni.
''kamu bisa saja,'' kata Reno
setelah mandi mereka berdua berjalan kembali ke pondok, Andre yang berjalan di belakang Joni memperhatikan tubuh Joni yang mengalami perubahan, pada dadanya terlihat sudah membentuk kotak kotak, dan nampak seluruh tubuh Joni tampak ber otot dan terlihat keras. dari apa yang Andre lihat saat ini, Joni tak pernah main main dengan latihannya. terbukti dari perjalanan ini, sebenarnya Andre melajukan kendaraannya seperti biasa, namun bisa saja Andre menambah kecepatannya karena jalan yg dilalui saat ini sudah bagus dan sudah di perbaiki. Andre berfikir mungkin sebaiknya aku juga lebih giat berlatih. dengan begitu kami bisa berlomba sambil latihan. pikir Andre dalam hatinya.
setelah sampai mereka makan bersama dan tertawa bersama, terlihat keluarga ini kembali seperti biasa walaupun kali ini tanpa adanya ibu mereka.
''pak,'' ucap Joni yang menyela pembicaraan
ayah melihat Joni dan memintanya untuk mengatakan apa yang ingin dia tanyakan.
...........................
...@@@@...
...###...
__ADS_1