The Copy Master

The Copy Master
episode 48. KEMAMPUAN PERTAMA JONI (SANG PENGUASA BAYANGAN)# 2


__ADS_3

''aku pernah satu kali berhasil memukul mahluk ini, tetapi tanganku terasa hancur saat itu....'' ucap pak Helmi sambil mengepalkan tangan, dan mengingat masa lalu.


''kenapa mahluk ini hanya menyerang pada malam hari. apakah mahluk ini takut dengan cahaya..''. tanya Joni lagi.


''sebenarnya tidak. mahluk ini pernah muncul siang hari saat alat perang negara membantu untuk membunuh mahluk ini.


tetapi semuanya gagal dan setelah itu pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat untuk pindah dari daerah ini.


awalnya mahluk itu tak menyerang penduduk, tetapi sejak saat tak ada penerangan di area tambang, setiap malam mahluk itu menculik satu persatu warga.


kecuali rumah yang tak menggunakan penerangan... dan sejak saat itu tak ada lagi warga yang berani menyalakan lampu. dan sedikit demi sedikit penduduk pun berpindah ke tempat lain.


sedangkan saya bersama teman teman lain tidak boleh meninggalkan desa ini karena kami adalah keluarga para tetua. yang terpilih dari generasi ke generasi''. ucap pak Helmi panjang lebar.


''Oya Joni.... apa tujuanmu datang dari negara timur, hingga sampai di daerah ini....'' tanya pak Helmi.


''begini paman,......'' joni pun menceritakan keinginannya untuk berkeliling dunia bersama Rudi kepada pak Helmi.


''lalu... kenapa kalian memilih untuk bermalam di hutan, bukan kah itu sangat berbahaya, apalagi kalian belum tau seluk beluk wilayah dan bahaya yang ada di daerah ini.....'' ucap pak Helmi tak mengerti dengan jalan pikiran mereka.


''he... he... sebenarnya kami sudah tahu jika daerah ini sangat berbahaya, oleh sebab itu kami memilih bermalam di daerah ini.'' ucap Joni sambil tersenyum.


''boleh paman tau, untuk tujuan apa sampai kalian menantang bahaya seperti ini..''. tanya pak Helmi semakin bingung.


''kami ingin menjadi lebih kuat paman, kami ingin menghadapi semua bahaya dalam perjalanan kami untuk menjadi lebih kuat.....'' ucap Joni penuh keyakinan.


''huh..... anak muda jaman sekarang,, ada ada saja jalan pikirannya. baiklah jika kamu tak keberatan, maukah kalian berlatih bersama para warga di pondok...''. ucap pak Helmi menawarkan.


''baiklah paman,... kami bersedia....''. ucap Joni sambil tersenyum.


''o.. ya sudah, mari kita lanjutkan di balai kampung sambil ngopi..''. ucap pak Helmi sambil berjalan menuju balai.


saat mereka sampai. terlihat beberapa anak muda se usia Joni sedang berkumpul di depan balai kampung.


''Hendrik... buatkan kami kopi dan singkong goreng ya''. pinta pak Helmi pada Salah satu pemuda.


''baik ketua....''. ucap pemuda itu sambil berjalan meninggalkan mereka.


''kalian.... segera kumpulkan teman teman kalian disini.'' ucap pak Helmi memberi perintah.

__ADS_1


seluruh anak muda dan orang tua berkumpul di depan balai kampung. mereka duduk sambil menunggu apa yang ingin di sampaikan ketua kampung.


pak Helmi berdiri di depan warga pondok.


''kita kedatangan tamu hari ini. yang ini Joni dan yang ini Rudi, mereka datang dari negara timur. dan ingin berlatih bersama kalian. ku harap kalian menunjukan hasil latihan kalian yang terbaik pada mereka berdua....''. ucap pak Helmi sambil memerintahkan warga pondok membentuk barisan persegi.


''nah.... nak Joni siapa yang akan maju lebih dulu...''. kata pak Helmi menawarkan.


''aku yang akan maju lebih dulu,..... jon bukankah kau mempunyai pertanyaan yang ingin kau sampaikan pada paman ketua....'' ucap Rudi sambil melihat ke arah Joni dan langsung memasuki arena uji.


''oh..... jadi begitu ya...''. ucap pak Helmi sambil mempersilahkan Joni untuk duduk.


''baiklah.... apa yang ingin kau tanyakan....'' ucap pak Helmi sambil menatap Joni.


''paman.... aku sedikit mendengar bahwa kau tau apa yang terjadi dan ku rasakan pada malam tadi. jadi mohon paman beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi padaku....'' ucap Joni sambil memandang pak Helmi.


''baiklah... akan ku beritahu padamu yang aku tau, jika ada yang belum aku ketahui semoga dalam perjalanan nanti pertanyaan mu bisa terjawab....'' ucap pak Helmi sambil meminum kopi yang sudah di suguhkan.


pak Helmi menceritakan bahwa saat remaja dirinya dulu pernah mencari batu yang jatuh dari langit. dan berhasil menemukannya. batu itu berwarna biru dengan kedua sisi yang tajam. secara tak sengaja batu itu seperti terbang dan menusuk lengan pak Helmi. tapi tak melukai lengannya. batu itu seperti masuk kedalam tubuhku dan sejak itu ada sebuah tanda di lengan kanan ini... ucap pak Helmi sambil menunjukan tanda yang ada di tangan kanannya.


''aku sangat yakin kau memiliki tanda yang sama denganku, dan ada kemungkinan kisah yang ku ceritakan ini hampir sama dengan mu''. ucap pak Helmi sambil tersenyum.


''benar paman akupun memiliki cerita yang sama persis dengan mu. tapi paman, bisakah kau memberitahuku arti dari tanda tanda ini....'' ucap Joni sambil menunjukan tanda yang ada di lengan kanannya.


''bagaimana caramu mendapatkan tanda sebanyak ini...'' tanya pak helmi sambil melihat tanda yang ada di lengan Helmi.


''ceritanya sama persis dengan kisah paman.


tapi sampai saat ini aku tak mengetahui apapun mengenai kekuatanku ini, tolong bantu aku paman...'' ucap Joni sambil memohon pada pak Helmi untuk memberitahunya.


''sudah sudah.... mari.. sini aku lihat'', kata pak Helmi sambil kembali duduk untuk memeriksa tanda yang ada di lengan kanan milik Joni.


......................


di sisi lain Rudi yang sedang berlatih nampaknya kurang puas dengan kemampuan yang mereka miliki. Rudi menganggap mereka sangat lambat dalam setiap gerakan. jadi Rudi mulai meminta 5 orang pemuda untuk menyerangnya bersamaan.


''maaf kawan kawan semua. aku ingin minta bantuan dari kalian....'' ucap Rudi sambil membungkuk.


''katakan saja kawan, bantuan apa yang kau minta dari kami.'' ucap seorang yang diketahui bernama Yandri yang juga sebagai wakil ketua pondok.

__ADS_1


''aku ingin meminta 5 orang langsung untuk menyerangku, tetapi tunggu dulu aku ingin melepas pemberat ku''. ucap Rudi sambil melepas pemberat yang ada di kakinya.


mereka saling berpandangan, melihat Rudi melepas sesuatu yang terlihat berat dari kedua kakinya.


Yandri tersenyum....


''baiklah.... tapi tolong maafkan kami jika nanti agak berlebihan....'' ucap Yandri sambil menatap Rudi.


''baiklah.... tidak apa. akupun meminta kalian untuk menganggapku sebagai musuh kalian agar hasil latihannya bisa memuaskan. dan 1 hal lagi, jika aku belum menyerah aku meminta kalian untuk tetap menyerang, karena itu juga sangat baik untuk latihan ku''. ucap Rudi penuh dengan keyakinan.


''baiklah... berhati hatilah... aji, Refi, Hendrik, reya majulah, kita akan berlatih serius hari ini.'' kata Yandri dengan penuh percaya diri.


pertarungan pun dimulai terlihat Rudi masih bisa mengimbangi pertarungan, sesekali dia menyerang, menahan, mengelak dan melompat untuk menyerang dan menghindari 5 orang lawannya.


setelah pertarungan berjalan 10 menit, terlihat Rudi yang mulai kelelahan. bahkan beberapa kali terkena pukulan dan tendangan dari lawan lawannya.


''sepertinya aku harus mengalahkan 2 orang dulu untuk tetap bisa mengimbangi pertarungan ini''. pikir Rudi dalam hatinya.


Rudi mencari kesempatan untuk menyerang dengan sekuat tenaga untuk menjatuhkan 2 orang lawannya terlebih dahulu.


set.... brak.... serangan Rudi mengenai satu lawannya dan langsung di kalahkan.


melihat 1 temannya dikalahkan hanya dengan satu serangan, Yandri dan 3 teman lainnya mulai untuk lebih waspada, saat mereka masih mencari selah serangan, Rudi mengambil kesempatan ini untuk mengatur nafasnya untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuhnya.


wus... Yandri berusaha menyerang Rudi lagi, Rudi menghindar dan menyerang Yandri tetapi dia juga di serang oleh 3 lainnya. dan brak... pukulan Rudi mendarat di punggung Yandri dan melemparnya hingga tak lagi bisa melanjutkan pertarungan.


tetapi Rudi juga terkena serangan di punggung di wajah dan di perutnya saat menyerang Yandri tadi.


Rudi terpental dan tersungkur dan langsung berguling untuk mulai bangkit lagi. dan brakk.... tendangan mendarat di dada Rudi yang membuatnya kembali terjatuh.


saat terguling Rudi langsung menyiapkan pertahanannya karena bisa saja saat dia mulai bangun nanti langsung diserang lagi.


Rudi kembali bangkit tapi kali ini dia sudah siap dengan serangan berikutnya


wusss.... sebuah tendangan mengarah ke kepala, dan punggungnya.


Rudi menangkis dan melompat untuk menghindari serangan


...####################...

__ADS_1


...########...


...###...


__ADS_2