
''o.. iya nak. sebenarnya. bapak masih penasaran pada kemampuanmu, kenapa kamu bisa melewati level 2, dan apakah kamu mengalami sesuatu yang spesial.'' tanya ayahnya lagi
''em.... aku juga tidak tau pak, semua ini menurutku berjalan normal normal saja''. jawab joni
Joni yang sama sekali tak mengingat bahwa dalam dirinya tertanam batu bintang yang tertidur bertahun tahun lamanya dan belum bangkit, kerena dari kejadian awal hingga saat ini Joni tak merasakan efek lain yang tidak normal, karena dia merasa tak ada efek maka Joni pun melupakan kejadian itu.
hari hari berlalu, tibalah waktunya Joni pamit untuk pergi ke kota bunga.
''pak, aku mohon pamit untuk pergi merantau, aku ingin mencari ilmu dan pengalaman dari seluruh negara. mungkin aku pulang masih sangat lama. aku mohon doa dari bapak. dan aku juga ingin bapak bisa menjaga kesehatan bapak. sampaikan salam hormatku juga pada kakak.'' ucap Joni meminta ijin untuk pergi.
''baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, semoga banyak ilmu dan pengalaman yang dapat kau bawa pulang.
jagalah dirimu baik baik''. ucap ayah mengizinkan Joni.
''bawalah ini, ini akan sangat membantumu saat berada di dalam hutan nanti.'' ucap ayah sambil memberikan sebilah pisau kecil dan sebuah korek api gas.
''baik pak. terimakasih. aku pamit dulu'' kata Joni sambil bergerak pergi. sebelum pergi ke kota bunga Joni ingin pergi ke gunung dulu untuk menentukan arahnya, karena dari sana semua pemandangan akan terlihat lebih jelas.
waktu berlalu dan akhirnya Joni sampai di puncak gunung, saat ini waktu sudah mencapai jam 12 siang. itu mengartikan bahwa kali ini Joni lebih cepat dari sebelumnya dan kali ini pun dia berlari tanpa halangan.
''em.... jika aku sering berlatih hingga ke gunung berapi ini setiap hari mungkin levelku bisa lebih dari ini''. pikir Joni dalam hatinya
Joni melihat ke seluruh arah dan terlihat arah menuju kota bunga, jaraknya mungkin sekitar 500 km untuk sampai ke dermaga penyebrangan.
Joni bergerak pergi dan tak ingin membuang waktu. dia melesat ke arah dermaga pulau jempol untuk menyeberang ke pulau telunjuk tepatnya di kota bunga tempat Endi berada.
saat malam hari Joni baru sampai di desa tepi pulau, Joni membeli beberapa makanan untuk mengisi perut.
''pak, apakah ada penyebrangan ke kota telunjuk malam nanti'' tanya Joni pada penjaga warung.
beberapa orang tamu warung melirik ke arahnya dan memperhatikannya. sekilas saja melihat mereka tau bahwa Joni adalah orang baru.
''o.. kalau malam penyebrangan ditutup dek. sebab lautan di sini tak bisa di prediksi saat malam hari, mungkin pengaruh pulau pulau ini. dan dulu pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban''. ucap pak pedagang dengan jelas.
''o.... kira kira kapan buka lagi penyeberangannya ya pak.'' tanya Joni
''besok pagi dek, sekitar jam 8 pagi.'' jawab pedagang itu.
__ADS_1
''baiklah pak. terimakasih ya pak'', ucap Joni sambil membayar makanan yang di makannya.
lalu pergi meninggalkan warung tersebut.
tampak 2 orang tamu warung yang juga keluar dan mereka mengikuti joni.
Joni berencana untuk tidur di hutan karena ia tidak mempunyai banyak uang untuk membayar penginapan.
''nampaknya ada yang mengikuti aku ya...'' pikir Joni dalam hatinya.
Joni berhenti di bawah pohon besar yang akan ia gunakan untuk beristirahat malam ini. Joni pun membuat api Dengan ranting kering yang berserakan di bawah pohon.
''hei... nak, serahkan uang yang kau punya.'' kata dua orang yang muncul di depan Joni.
''maaf pak, saya tidak punya uang lebih, uangku sangat sedikit dan mungkin saja hanya cukup untuk menyeberang saja,'' ucap Joni sambil menunjukan wajah memelasnya.
''cepat serahkan pada kami, kalau tidak kamu bisa mati malam ini'' ucap salah satu orang sambil menodongkan parang pada Joni.
Joni hanya terdiam mendengar ancaman mereka. sangat beruntung sekali aku berlatih, karena ternyata banyak orang jahat juga di sini. mungkin karena mereka tau orang yang ingin bepergian pasti membawa bekal. makanya banyak orang jahat di dermaga ini.
akhirnya salah satu dari mereka mencoba mengarahkan pedangnya ke arah kaki Joni..
Trang,... suara pedang berbunyi seperti menebas suatu logam.
dan memang benar, logam pemberat yang ada di kaki Joni beradu dengan pedang penjahat.
2 penjahat itu seketika terkejut, karena mereka tak menyangka ada logam yang di tempatkan di kakinya.
''kenapa kalian ingin menebas ku,'' kata Joni dengan wajah serius.
''apa kalian benar benar ingin merampok ku,'' ucap Joni
''sudah,,, habisi saja dia''. kata salah satu orang yang tadi mencoba menebasnya.
''baiklah jika kalian benar benar ingin mencelakai ku, kali ini aku takkan diam.'' kata Joni berdiri dan bersiap menghadapi mereka.
mereka berdua menyerang Joni bergantian. namun tidak ada yang mengenai Joni.
__ADS_1
dan... brak. Joni menabrak salah satu penjahat dengan kecepatannya. hingga terpental menabrak pohon di belakangnya dan langsung pingsan. tentu saja tubuh Joni lebih keras dari kedua penjahat yang ada di depannya. ia sengaja melakukan ini karena selama latihan dia biasanya hanya menabrakkan diri ke Batang pohon ataupun ranting ranting kayu.
''he.. he... ada bahan latihan yang lainnya disini''nucap Joni..
lalu penjahat yang satu lagi menyerang Joni dari belakang.
dan hup.... Joni mundur dan mendekatkan tubuhnya pada penjahat itu, lalu meloncat setinggi tingginya. setelah sampai atas Joni melepaskan pegangannya. Joni turun dan penjahat itupun terjatuh sambil berusaha meraih ranting ranting kayu yang di tabrak nya, namun tetap saja jatuh telentang dan akhirnya pingsan.
Joni membiarkan kedua penjahat itu pingsan tanpa memindahkannya ke tempat lain.
Joni masuk kedalam hutan, meninggalkan api yang masih menyala dan dua orang penjahat yang masih pingsan. Joni masuk ke hutan mencoba mencari binatang liar yang dapat di makan.
lama Joni memperhatikan hutan yang nampak gelap tapi masih terlihat garis cahaya bulan yang bersinar yang menembus hutan dari selah dedaunan.
biasanya, kijang atau landak berkeliaran juga di malam hari. pikir Joni sambil terus memperhatikan hutan. dia lebih fokus memperhatikan titik cahaya bulan yang menembus kedalaman hutan.
''akhirnya datang juga''. kata Joni yang memperhatikan remang cahaya bulan yang memantul dari mata yang terlihat berwarna.
itu adalah sekelompok kijang, setelah lama memperhatikan Joni mulai memilih targetnya, terlihat 5 ekor kijang dengan besar tubuh berbeda, 2 besar dan 2 kecil,
''mungkin aku akan memilih yang kecil saja satu.'' ucap Joni sambil melepas bajunya dan mengeluarkan pisau yang di berikan ayahnya saat berangkat.
Joni bersiap mengincar targetnya dan.... krosek hup. suara Joni menembus ranting kayu yang ada di depannya. Joni menangkap satu ekor yang kecil, sambil menusuk kan pisaunya di bagian tubuh kijang yang sejajar dengan kaki depan. kijang pun seketika berontak namun beberapa detik kemudian tumbang, dan sekumpulan kijang lainnya berlari berhamburan.
''huh.... akhirnya dapat juga he..he...'' ucap Joni senang baru pertama kali berburu dan mendapatkan hasil yang mantap.
Joni pun membawa kijang yang ia dapat ke tempat sebelumnya.
saat sampai di tempat awal yang akan ia gunakan sebagai tempat ber istirahat, ia melihat 2 penjahat yang ia hajar masih pingsan.
''mereka ini pingsan apa tidur ya. kok belum bangun juga'' pikir Joni dalam hati sambil berjalan ke arah mata air kecil yang saat awal di lewatinya. karena di dalam hutan tropis sangat banyak sumber mata air yang memancar.
Joni membuang usus usus dan mengambil organ dalam yang tak berhubungan dengan kotoran. mencucinya dan membawanya ketempat istirahatnya. dan kali ini Joni mengisi kembali tempat air minum nya sampai penuh.
...0000000000000000...
...00000000000...
__ADS_1
...000000...
...00...