The Copy Master

The Copy Master
episode 108. KEDATANGAN CAI KE TEMPAT JONI


__ADS_3

''hey... kalian jangan berisik... apakah kalian tidak memperhatikan batu itu,'' ucap moe melerai perdebatan Andien dan raqi.


''lihatlah.... sepertinya batu itu sedikit berubah'' ucap moe lagi


raqi dan Andien menghentikan perdebatan mereka dan kembali melihat ke arah batu, dan benar saja batu itu seperti bergerak dan berubah bentuk dan mengecil menjadi bentuk berlian tetapi dengan warna dan motif yang sama, batu itu mengambang di tengah tengah mereka dan berhenti di ketinggian sekitar 40 cm dari lantai awal saat diletakkan.


mereka berempat saling berpandangan tidak mengerti, apa yang sedang terjadi dengan batu ini..


setelah beberapa saat terbang batu itu mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan. dan bahkan dapat menembus kekuatan moe... dan ''sut'' batu itu melesat ke kening Joni dan ''bruak'' Joni terjatuh dan tidak sadarkan diri. moe raqi dan Andien yang melihat hal itu sangat terkejut dan langsung menghampiri Joni yang jatuh tak sadarkan diri.


Andien membawa tubuh Joni ke dalam rumah dan meletakkan Joni di tempat tidur dan memeriksa keadaan Joni. moe yang terlihat sangat khawatir menunggu dengan sabar di samping wajah Joni dan raqi yang masih tidak mengerti mengapa batu yang ditemukan olehnya menyerang Joni... sambil terus merasa bersalah. sedangkan Andien memeriksa keadaan Joni yang tidak bergerak sama sekali.


''moe... raqi... kalian tentanglah..., sepertinya Joni baik baik saja.'' ucap Andien menenangkan raqi dan moe.


''apakah ada sesuatu yang kau ketahui'' ucap moe


''dari detak jantung dan nadi serta nafasnya Joni saat ini seperti sedang tertidur tetapi kita tak dapat membangunkannya, tak ada gejala lain yang terjadi padanya, tetapi bisa juga dikatakan Joni saat ini sedang tak sadarkan diri, jadi kalian tenanglah jangan membuat suasana menjadi semakin kacau tau'' ucap Andien dengan wajah serius.


moe terlihat sudah sedikit lebih tenang, sedangkan raqi masih terlihat gelisah.


''hey raqi... kamu kenapa lagi... bukankah sudah kukatakan untuk tenang'' ucap Andien


''maafkan aku, aku merasa ini adalah kesalahanku.. jika bukan karena batu bintang yang aku bawa, Joni tidak akan seperti ini'' ucap. raqi yang masih merasa bersalah.


''sudahlah... yang penting Joni baik baik saja, mungkin akan ada hal baik saat dia siuman nanti, jadi tenangkan dirimu raqi...'' ucap moe sambil menatap raqi.


raqi hanya terdiam, hingga di dekati moe yang ikut menenangkan perasaannya.


suasana di ruangan itu menjadi hening. mereka bertiga menunggu Joni dengan sabar.


sore hari tiba... hujan deras mengguyur kota timur di musim panas.


''moe... apa kau merasakan sesuatu'' tanya Andien pada moe.


''iya... sepertinya ada yang datang, dan sepertinya aku mengenali energi ini'' ucap moe yang langsung mengaktifkan 7 lapis kekuatan yang menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


''moe... jangan bertindak berlebihan dulu...'' biarkan aku yang menemuinya'' ucap Andien yang keluar dan terbang menuju gumpalan awan gelap di langit.


''sepertinya dari awan ini asal energinya'' ucap Andien yang sudah berada di atas awan.


''cai keluarlah...'' ucap Andien


cai tak menjawab dan lebih memilih untuk turun dan mendatangi Joni yang saat ini sedang tak sadarkan diri.


moe yang melihat cai turun dan tidak menemui Andien yang menyusulnya langsung bersiap untuk menyerangnya.


cai yang tidak memiliki keinginan untuk bertarung hanya diam dan melihat moe yang sedang melancarkan serangannya.


''crass'' tombak kegelapan milik moe mengenai lengan cai hingga terpental dan membentur dinding pembatas.


cai terduduk dan belum mencoba untuk berdiri. Andien yang merasa bahwa cai telah pergi dari awan itu menyadari dan turun dari awan yang sebelumnya membawa cai.


''cai...'' ucap Andien yang melihat cai terduduk dengan tombak kegelapan yang masih menancap di lengannya.


''moe.... apa yang kau lakukan... bukankah aku sudah memintamu untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan'' ucap Andien sambil mencabut tombak kegelapan milik moe yang tertancap hingga ke dinding pembatas rumah.


''hey... cai... apa yang membuatmu datang kemari'' tanya raqi yang juga menatap cai dengan tatapan serius.


''bukankah kau dapat menghindari serangan moe... kenapa kau tak menghindarinya'' tanya Andien pada cai


''dan tujuan apa yang membuatmu datang kemari'' tanya Andien lagi sambil membantu cai untuk berdiri.


cai belum berkata apa apa sampai Andien membawanya ke pondok depan. sedangkan raqi dan moe masih memperhatikan cai dari kejauhan dan tak ingin mendekatinya.


''cai katakan padaku apa yang sedang kau rencanakan'' tanya Andien..


''maafkan aku KAI... aku datang kemari tidak untuk menyerang ataupun mengganggu kalian.. aku hanya ingin minta maaf,'' ucap cai pada Andien.


''lalu.. kenapa kau tidak menghindari serangan moe padamu... bukankah kau bisa menghindarinya'' ucap Andien lagi.


''aku memang tidak ingin menghindarinya, karena selain pada Joni... aku juga sudah menyakiti perasaan kalian, terutama moe'' ucap cai dengan penuh Penyesalan.

__ADS_1


''dan aku juga yakin bahwa kebencian moe padaku tidak akan membuatnya tega untuk membunuhku... dan apa yang ku pikirkan ternyata benar, moe tidak menyerang organ fitalku'' ucap cai tetap dengan rasa bersalahnya.


''huh.... untung saja serangan moe tidak mengarah ke organ fitalmu, jika saja perasaanmu salah...'' ucap Andien menahan kata katanya.


cai yang masih merasa kesakitan berjalan ke arah moe dan raqi. mereka berdua bersiap menyerang cai yang berjalan kearah mereka, sedangkan Andien hanya melihat saja.


saat raqi dan moe akan kembali melancarkan serangannya, cai mengatakan sesuatu.


''tunggu moe, raqi... izinkan aku mengatakan sesuatu pada kalian...'' ucap cai


''berhenti... dan katakan padaku apa yang ingin kau katakan'' ucap moe sambil menatap tajam kearah cai.


''moe, raqi.... maafkan aku atas kata kata dan sikap ku sebelumnya dan menyakiti perasaan kalian, aku yakin kalian tidak mudah memaafkan aku, tapi aku meminta maaf pada kalian tulus dan tidak ada hal lainnya'' ucap cai sambil tertunduk.


''apapun yang ingin kalian lakukan padaku silahkan kalian lakukan, asalkan kalian memaafkanku'' ucap cai lagi.


''ha..ha..ha.. baiklah terima ini CAI sang penguasa air'' ucap moe sambil mengarahkan tombak kegelapan ke arah organ vitalnya.


''moe... jangan berlebihan'' ucap Andien yang merasa khawatir atas tindakan moe.


saat ujung tombak hampir mengenai dada cai. moe menghentikan serangannya. sedangkan raqi dan Andien yang melihat hal itu merasa sedikit lega karena moe tidak melanjutkan serangannya.


''ha..ha..ha... CAI sang penguasa air, datang jauh jauh hanya untuk meminta maaf... sungguh kejadian yang sangat langka,


baiklah... aku mempercayai kata katamu.'' ucap moe


''masuklah... cai. maafkan atas kesalah pahaman ku tadi ya'' ucap moe


''terimakasih banyak moe, tidak usah dipikirkan, semua itu adalah salahku'' ucap cai sambil berjalan dan memeluk moe.


''mari kita masuk'' ucap moe sambil berjalan di depan cai


...\=\=\=\=...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


__ADS_2