
''nak Joni, kami memanggilmu karena semalam kami mendengar cerita dari Rendy bahwa 4 hari lagi kamu akan pergi ke kota ramai di pulau tengah,
makanya kami ingin bertemu denganmu dulu, karena sebelumnya saya hanya mendengar cerita dari ayah Rendi bahwa ada anak muda seusia Rendi yang sekarang berteman dengan Rendi dan membuat Rendi anak kami menjadi anak yang baik dan kuat.'' kata ibu Rendi yang langsung berbicara.
''hi..hi..hi... bapak, dan ibu ini ada ada saja. saya hanya mengajaknya berteman saja, dan jika sekarang dia terlihat baik. mungkin bukan karena saya. saya hanya kebetulan singgah di tempat sahabat kecil saya ini'' kata Joni sambil melirik ke arah Endi.
''ah... nak Endi bisa saja. ayo sambil diminum nak. biar lebih segar'' kata ibu Rendi sambil menggeser kan minuman ke depan mereka.
''hi.. hi..hi.. memang cerita ayah Rendi itu benar ya. saya pikir awalnya ayah Rendi melebih lebihkan ceritanya, tapi sampai sini yang saya lihat cerita ayah Rendi tidak berlebihan. bahkan seharusnya masih kurang ya'' ucap ibu Rendi sambil memuji Joni.
mereka pun mulai berbincang serius, sebenarnya sat ini Joni ditawari sebuah jabatan sebagai kepala logistik di pelabuhan, namun dengan sopan Joni menolak permintaan tersebut, karena dia mempunyai cita cita untuk keluarganya. Joni juga mengatakan keinginannya untuk berkeliling ke semua negara. dan ingin membangun desanya. sebab itulah dia tak bisa berhenti di sini.
mendengar yang disampaikan Joni dengan penuh keyakinan. melihat Joni yang teguh dengan tujuannya, ayah dan ibu Rendi pun tak ingin lagi memaksa Joni.
''baiklah, jika itu yang kamu inginkan. tapi kami ingin sekali memberikan sesuatu kepadamu. tolong terima, dan jangan ditolak. karena jika ditolak kami akan sangat marah padamu'' ucap ayah dan ibu Rendi dengan pura pura marah sambil menyerahkan sebuah kotak kecil 20 x 20 yang di bungkus dengan kain kado.
''baiklah, jika dengan menerima ini bapak dan ibu akan senang, maka saya akan menerimanya''. ucap Joni sambil menerima bungkusan yang di serahkan ibu Rendi padanya.
__ADS_1
ayah dan ibu Rendi tersenyum bahagia setelah melihat Joni mau menerima pemberian dari mereka. sekaligus berterimakasih pada Joni yang bisa membuat anaknya telah berubah.
merekapun melanjutkan obrolan mereka kembali, ayah dan ibu Rendi bertanya mengenai keluarga Joni di desa dan lain lainnya bahkan pembicaraan mereka lebih mirip dengan wawancara. sebab Joni dan Endi lebih sering menjawab dari pada bertanya, sampai waktu sudah semakin siang. Joni mohon pamit untuk kembali pulang ke rumah bersama Endi.
''baiklah, nak Joni. sekali lagi saya sangat bersyukur karena anak saya biasa mengenalmu. saya hanya berpesan, semoga saat di perjalanan mu nanti kamu dapat menjaga dirimu dengan baik''. ucap ibu Rendi sambil menatap mereka berdua.
saat di jalan Joni dan endi singgah di kedai minuman tepi jalan. dan sedikit berbincang. lalu mereka kembali berjalan ke arah pulang,
hari ini cuaca terlihat kurang begitu bagus, angin kencang bertiup dan ada kumpulan awan hitam yang mengarah ke kota bunga, petir bersautan namun belum turun hujan. kemungkinannya hari ini akan turun hujan deras.
endi dan Joni bergegas pulang, ada juga ada 2 anak kecil yang juga berlari pulang saat berlari pulang seperti biasa Joni lebih dulu sampai di rumah dan Endi menyusul Joni menitipkan bungkusan yang di terimanya dari orang tua Rendi, dan Joni kembali saat mengingat ada anak kecil yang juga ikut berlari pulang. terlihat anak itu masih berlari. Joni menghampiri anak itu dan menanyakan rumah nya. mereka menunjuk arah ke sebuah rumah yang berjarak 280 meter lagi. Joni menggendong keduanya sambil berlari sangat cepat. saat ini petir dan Guntur terus menggema dan bersautan, dan menurut kebiasaan cuaca disini memang saat musim hujan sering terjadi cuaca seperti ini. sehingga kota bunga tak menanam pohon tinggi di tepi jalan karena takut tumbang dan menghambat lalulintas, dan juga membahayakan warga apabila ada dahan kayu yang patah. jadi sepanjang jalan di tanami bunga, yang paling banyak di tanam adalah bunga kertas yang berjajar mengikuti bentuk jalannya.
nampak pemilik kendaraan berjalan ke belakang kendaraannya yang mendapati ada seseorang yang sedang berbaring di jalan yang tadi di tabraknya. nampak bekas darah masih bercecer di jalan karena saat tertabrak orang tersebut, tergeser sekitar satu meter, yang akhirnya kendaraan tersebut melambung karena terganjal. pemilik kendaraan langsung panik saat mengetahui dia telah menabrak seseorang.
Endi pun sampai dan melihat ada seseorang yang tergeletak di jalan tapi dia tak mengenalinya karena kulit dan bajunya terlihat gosong dan sobek. Endi dan pemilik mobil mendekati orang tersebut.
''Joni.......'' teriak Endi sambil memegang orang yang tergeletak di jalan tersebut. hal ini juga membuat kaget pemilik kendaraan, dan meminta Endi untuk mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Endi langsung bergerak cepat, dan mereka pun menuju rumah sakit, sepanjang perjalanan Endi menangis sambil memeluk sahabatnya yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
setelah sampai ke rumah sakit, Joni langsung di tangani petugas medis. Endi dan pemilik kendaraan menunggu di luar.
''dek... ma..maafkan saya karena derasnya hujan tadi sehingga saya tak tau, ada yang tergeletak di jalan dan tertabrak oleh kendaraan saya''. ucap pemilik kendaraan sambil memandang ke arah Endi yang duduk tertunduk sambil sesekali mengusap air matanya.
''dek,.... lebih baik kau hubungi keluarganya barangkali saat ini mereka juga sedang khawatir''. ucap pemilik kendaraan itu sambil memegang pundak endi.
Endi tersadar untuk menghubungi keluarga dan teman temannya. saat Endi berdiri untuk memberitahu keluarganya, Endi mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi keluarganya dan juga Rendi. bahwa Joni saat ini sedang di rawat di rumah sakit karena kecelakaan.
setelah 15 menit berlalu, nampak ibu dan reni dan teman temannya datang menghampiri mereka berdua, dan sesaat kemudian ayah Rendi pun datang dan bertanya bagaimana kejadiannya mereka menceritakan kejadian yang terjadi, tapi mereka tidak tau kejadian sebelum terjadinya kecelakaan yang membuat Joni tampak terlihat gosong. mereka hanya saling memandang mendengar apa yang diceritakan Endi dan pemilik kendaraan.
saat mereka masih berbicara, terlihat dokter yang tadi menangani Joni, Endi berjalan cepat menghampiri.
''dok, bagaimana keadaan teman saya dok.'' tanya Endi penuh kekhawatiran.
...00000...
__ADS_1
...000000000...
...0000000000000...