
pagi hari telah tiba, Joni baru kembali dari pencariannya, yang tak bisa menemukan keberadaan Rudi.
saat hendak membuka pintu Joni melihat ada pisau yang tertancap di pintu masuk. dan terdapat selembar kertas yang terikat di gagangnya.
Joni mengambil kertas yang terikat di gagangnya dan bertuliskan ''jika kau menginginkan temanmu selamat maka datanglah malam ini ke distrik jingga''.
setelah Joni membaca suratnya Joni merasa sangat marah hingga energi murninya keluar dan membuat hembusan angin...
moe dan raqi yang merasakan energi murni milik Joni tersentak kaget, menurut mereka hanya ada 1 manusia setiap seribu tahun yang memiliki energi murni yang besar seperti ini.
raqi dan moe merasa beruntung bisa bertemu dan berteman dengannya, terutama raqi yang langsung berubah dan memeluk kaki Joni.
Joni yang melihat raqi berubah menjadi seekor tikus tanah yang hinggap di kakinya merasa sangat geli dari kakinya, sehingga dia langsung meraih raqi dalam pelukannya, dan emosi yang tadi sempat meluap langsung hilang seketika karena geli.
''raqi, apa yang kau lakukan,.... kenapa tiba tiba kau memeluk kakiku,.... geli tau...'' ucap Joni sambil memeluk raqi.
sebenarnya moe merasa iri dengan sikap Joni pada raqi tetapi moe tak ingin mengikuti rasa iri kali ini.
''hey... raqi, kembalilah kemari biarkan Joni tenang dalam mengambil langkah langkahnya.'' ucap moe pada raqi.
raqi pun berubah kembali menjadi gelang dan melingkar di lengan Joni bersama moe.
Joni yang masih memikirkan keselamatan Rudi pun tanpa masuk ke rumah, dan berbalik menuju distrik jingga yang tertulis dalam surat yang di terimanya.
''Joni... apakah kau tidak ingin. beristirahat dulu setelah mencari semalaman'' ucap moe pada Joni agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Joni menghentikan langkahnya, karena apa yang di katakan moe benar, dan waktu dalam surat itu juga mengatakan malam, jadi Joni masih memiliki banyak waktu termasuk untuk makan dan beristirahat.
siang ini Sarah dan Silva datang lagi ke rumah yang di tempati Joni, namun karena Joni begadang hingga pagi, Joni tak mendengar panggilan mereka, lalu Sarah dan Silva pun kembali pulang ke rumahnya.
waktu berlalu dan sudah hampir pukul 3 sore, terlihat joni mulai bergerak dan bangun dari tidurnya.
wah... sudah sore ya... baiklah, waktunya bersiap'' ucap Joni yang merasakan badannya sudah kembali segar.
''oya.. sepertinya Sarah dan Silva tadi kesini, tapi karena kamu sedang sangat nyenyak kubiarkan saja sampai mereka pulang'' ucap moe memberitahu Joni
''o... syukurlah... jika mereka sudah pulang, soalnya aku tak tahu apa yang harus aku katakan soal kak Rudi'' ucap Joni dengan wajah menyesal.
__ADS_1
''baiklah aku akan bersiap dulu'' ucap Joni sambil berjalan pergi.
setelah beberapa saat, Joni sudah selesai dan langsung berangkat menuju distrik jingga yang tertulis dalam surat. Joni melesat dengan cepat menuju distrik dan saat sampai Joni memastikannya dan bertanya pada warga yang melintas.
setelah memastikan Joni langsung memasuki distrik jingga, didalamnya seperti sebuah gudang pelabuhan, sangat besar dan luas dengan peti kemas yang tersusun rapi didalamnya.
setelah beberapa saat mencari dan masih belum menemukan keberadaan Rudi.
Joni berhenti, ada seseorang yang berdiri di depannya dengan sebuah topeng di wajahnya, dan memintanya untuk menyerah.
''hey... dimana temanku...'' tanya Joni dengan marah.
''ha...ha... sabar anak muda, temanmu baik baik saja cuma sedikit memar di wajahnya'' ucap bertopeng itu
''kurang ajar...'' ucap joni yang bersiap menyerang.
''ha...ha...ha... jangan kurang ajar kau anak muda, menyerahlah maka temanmu akan kami lepaskan'' ucap orang tersebut.
''tetapi jika kau menyerang kami, maka nasib temanmu tak bisa aku jamin'' ucap orang bertopeng itu dan kemudian muncul 4 orang lagi di belakangnya yang juga mengenakan topeng.
''moe, Raqi,... aku akan menyerah pada mereka kalian tidak usah mengkhawatirkan aku percayalah padaku, aku hanya ingin melihat apakah mereka orang yang menepati janji atau tidak, karena jika sampai mereka ingkar janji maka akan ku buat mereka menyesalinya'' ucap Joni dalam pikirannya
''moe... berapa levelku saat ini'' tanya Joni
''level mu saat ini kecepatan 4 atas dan kekebalan 4 puncak'' ucap moe
''hey... kenapa kau diam begitu lama... apa kau mulai takut.'' tanya orang bertopeng itu.
''baiklah,... aku akan menyerah pada kalian.
tetapi tunjukan padaku bahwa temanku memang baik baik saja...'' ucap Joni
''baiklah...'' ucap orang bertopeng itu.
salah satu dari mereka membuka salah satu petikemas yang ada di ruangan itu, dan benar saja Rudi sedang terduduk dan terikat dengan penutup mulut, tetapi dia baik baik saja bahkan tak ada memar sedikitpun di wajahnya.
''baiklah.... silahkan tangkap aku'' ucap Joni yang sudah melihat bahwa Rudi baik baik saja.
__ADS_1
''ha... ha... ha.... kenapa begitu mudah... ha...ha...'' ucap pria bertopeng itu sambil memborgol Joni dengan borgol khusus manusia rekayasa.
''joni... tenang saja, tak ada benda apapun yang dapat menahanmu tanpa dukungan kekuatan yang setara atau melebihimu'' ucap raqi yang saat ini berwujud gelang.
''nah... karena sekarang kalian telah menangkap ku, cepat lepaskan temanku dan jika kalian punya makanan tolong beri dia makanan, karena aku yakin temanku itu belum makan'' ucap Joni pada orang bertopeng yang ada di depannya.
''ha...ha...ha... aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar ini ha..ha... penyusup yang dikirim negara utara sangat peduli pada rekannya... ha... ha...'' mereka ber 5 tertawa mendengar apa yang dikatakan Joni.
setelah beberapa saat muncul 1 orang lagi dengan topeng yang sama dan terlihat orang ini adalah pemimpin mereka karena memiliki kekuatan yang paling kuat dari ke 5 orang lainnya.
''ini... berikan roti dan minuman ini padanya'' ucap seseorang yang baru muncul sambil menyerahkan bungkusan yang di bawanya
''siap ketua..'' ucap salah satu pria bertopeng dan langsung memberikannya pada Rudi dan melepaskan borgol dari tangannya.
''kak Rudi... minggirlah.... selesaikan saja makannya, aku akan baik baik saja'' ucap Joni dengan tegas.
''baiklah...'' ucap Rudi yang sudah tidak terikat di kursi, sambil membawa makanan yang di berikan padanya.
''silahkan lanjutkan saja acara yang ingin kalian lakukan'' ucap joni dengan wajah tenang.
mereka saling berpandangan satu sama lain mendengar perkataan Joni dan raut wajah yang sama sekali tidak panik dengan posisinya saat ini.
''baiklah... kita langsung saja, dudukan dia di kursinya..!'' ucap Salah satu dari mereka.
sang ketua hanya melihat saja tanpa kata kata, sedangkan Rudi masih makan roti yang diberikan padanya.
Joni di duduk kan di kursi yang sebelumnya di gunakan untuk mengikat Rudi.
''baiklah anak muda, kau terlihat sangat tenang dengan posisi mu sekarang ini. baiklah kami tidak akan berbuat kasar pada kalian jika kalian mengatakannya dengan jujur.
di hari sebelumnya mereka telah menginterogasi Rudi dan semua yang di katakan Rudi juga tidak bohong, tetapi mereka tidak puas karena dari hasil interogasi, Rudi tidak mengakui bahwa dirinya dari negara Utara dan bukan mata mata negara Utara, dan dari alat pendeteksi kebohongan yang mereka miliki juga mendeteksi bahwa yang di katakan Rudi itu tidak berbohong.
...#################...
...############...
...#######...
__ADS_1
...##...