The Copy Master

The Copy Master
episode 38. HARI KEBERANGKATAN


__ADS_3

"baiklah jika kalian memang sangat ingin ikut denganku ke desa, nanti aku perkenalkan sama keluarga Joni. kalian siapkan saja bekal kalian saat berangkat nanti rencanaku tanpa memakai kendaraan. aku ingin sekalian berlatih." ucap Endi dengan serius.


"ha...ha... ini sangat cocok. semakin jauh jaraknya semakin kuat kita kedepannya." ucap Rendi sambil tertawa.


"bagaimana denganmu kak Ari", tanya Joni pada ari yang dari tadi belum berbicara.


"o... aku ingin kembali ke desa daun, mungkin 1 Minggu di sana. lalu aku juga ingin bekerja dengan team Rendi agar bisa membantu keluarga ku di desa". ucap Ari yang sudah menentukan keputusan yang akan diambilnya.


"kamu bagaimana en, apakah kamu masih ingin bergabung dengan kami." tanya Rendi


"em... tentu saja, tak akan ku biarkan kau jadi kuat sendirian. ha..ha.." ucap endi sambil tertawa.


melihat suasana yang penuh kepercayaan dan persahabatan ini Rudi sangat bersyukur dia bahkan semakin membulatkan tekadnya untuk ikut dan bahkan menjaga joni dengan seluruh kemampuannya. dia hanya berharap. semua teman temannya akan baik baik saja saat mereka kembali ke kota bunga.


waktu berlalu, sebelum keberangkatan Rudi dan Joni ber pamitan untuk pergi pada semua orang yang dikenalnya. dan Joni membeli beberapa barang di toko. Rudi hanya mengikuti Joni dan sesekali bertanya tentang barang yang dibeli oleh Joni. karena ada beberapa barang yang bagi Rudi tak bermanfaat dalam perjalanan ini.


"ss...t, kak Rudi jangan bilang siapa siapa ya. beberapa barang ini ingin ku berikan pada keluarga endi yang selama ini bersikap baik pada kita." kata Joni.


Rudi pun mengangguk. lalu mereka berjalan kembali ke rumah Endi. terlihat teman temannya menunggu di teras depan.


Joni dan Rudi masuk dan bersiap.


Joni meninggalkan apa yang tadi di belinya beserta secarik tulisan tangan di dalamnya.


mereka berdua pun berpamitan untuk pergi.joni melarang teman temannya mengantar sampai dermaga penyebrangan. karena tak mau merasakan ada kesedihan.


teman teman Joni hanya mengantar Joni di depan rumah Endi saja sesuai permintaan Joni.


terlihat Ari menangis melihat Rudi ikut pergi bersama Joni. karena mereka berdua tumbuh dan bermain bersama sejak mereka masih kecil, hingga rudi memutuskan untuk pergi bersama Joni saat ini.


Endi dan yang lainnya tak berani menenangkan Ari, yang memang saat ini, dia hanya ingin menangis.


..................


waktu berlalu, Joni dan Rudi sudah berada di area dermaga penyebrangan kota bunga menuju pulau tengah, dan saat ini mereka langsung naik ke plat landasan penyebrangan.


dan sedang menuju kota bunga.

__ADS_1


dalam beberapa saat mereka sudah sampai di pulau tengah, mereka turun dan bertanya arah menuju kota ramai kepada para pedagang yang ada di dermaga penyeberangan pulau tengah, dan mereka pun melanjutkan kembali perjalanannya ke kota ramai.


sedangkan Rendi, aji dan teman temannya yang tadi berada di rumah Endi pun kembali ke rumah masing masing. Endi dan Ari masuk ke kamar dan mereka menemukan bungkusan di dalam kamar Endi yang tadi ditinggalkan joni. ada selembar kertas yang bertuliskan itu adalah sesuatu untuk ayah,ibu dan reni.


endi membawa bungkusan tersebut ke tempat ayah ibu dan adiknya yang sedang berbincang di pondok belakang. dan memberikannya pada ibunya.


"apa ini en," kata ibu bertanya sambil menerima bungkusan yang di sodorkan Endi.


"itu, Bu, Joni meninggalkannya di kamar. aku juga tidak tau, dia tak pernah membicarakannya padaku sebelumnya." ucap Endi yang terlihat tak tau apa apa.


"huh.... nak Joni ini, ada ada saja." ucap ibu sambil membuka bungkusan dan membaca secarik kertas yang di tinggalkan di dalamnya.


ada kotak yang berisi jam tangan mewah untuk ayah, 1 tas, dan 1 pasang sepatu wanita, Reni mengambil sepatu dan ibu yang menerima tasnya. mereka semua sangat senang menerima pemberian Joni yang sebenarnya tidak mereka harapkan darinya.


"oiya Bu, besok kami ingin pergi ke desa Soko, sekalian aku menjenguk nenek di sana. ya..."


ucap Endi meminta ijin.


"iya tidak apa apa, nanti ibu nitip sesuatu buat nenek ya", kata ibunya


"siap Bu,..... "ucap Endi dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


tiga hari berlalu, Joni dan Rudi sudah sampai di kota ramai dan bahkan dia akan langsung pergi ke negara tengah.


sedangkan Endi dan kawan kawan juga sudah berada di desa Soko kampung asal Endi.


Endi dan kawan kawan menginap di rumah nenek di pemukiman, sekalian bertanya mengenai keadaan pak Pendi dan Andre.


....................


disisi lain Andre yang ingin menjual sepeda motornya belum juga bertemu dengan pembelinya. dan saat ini ia sedang berada di teras rumahnya di desa Soko.


"apakah kamu belum juga mendapat pembeli motornya nak", tanya pak pendi pada andre


"iya pak, padahal aku sudah mendapatkan nomor telepon keluarga Endi dari neneknya, aku sudah sangat ingin menelpon endi untuk bertanya soal Joni. aku sangat yakin bahwa Joni berada di rumah Endi saat ini."


ayah tersenyum dan mengusap kepala anaknya, dan mengatakan bahwa Joni pasti akan baik baik saja.

__ADS_1


"baiklah, pak.... aku ingin ke sungai dulu untuk menyegarkan badan" kata Andre lalu pergi ke sungai untuk mandi.


dari kejauhan tampak ada beberapa orang yang menuju pondok tempat ayah dan Andre berada, mereka sekitar 7 orang. dari kejauhan ayah Joni menatapnya dengan seksama, namun tetap tak mengenali, siapa rombongan yang datang ini.


saat sampai di pondok mereka ber uluk salam.


dan masuk ke teras teras rumah. mereka memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa mereka dari kota bunga. mendengar ini tentu pak Pendi terkejut. dan bertanya.


"tunggu dulu nak, mana diantara kalian tadi yang bernama endi", kata pak pendi bertanya lagi.


"saya pak," kata Endi sambil mengangkat tangan.


"apakah kamu Endi sahabat kecil Joni dulu,," tanya pak pendi yang kurang bisa mengenali Endi karena rambut gondrongnya.


"he..he.. iya pak saya Endi sahabat kecil Joni dulu." ucap Endi sambil tersenyum.


tak lama kemudian Andre pulang dari sungai dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. dan duduk bersama mereka setelahnya.


"nah.... ini Andre kakaknya Joni." kata ayah mengenalkan Andre pada mereka.


"iya kak. saya Endi, dan ini Rendi...........dst. kami berasal dari kota bunga, dan kami ke sini di minta Joni untuk menyampaikan ini pada kak Andre." kata Endi sambil menyerahkan bungkusan yang di titipkan Joni padanya.


andre menerima bingkisan yang di sodorkan padanya, saat di buka ada selembar kertas di dalamnya yang hanya bertuliskan. "kak aku baik baik saja. dan sudah ku catat nomor teleponnya, suatu saat aku akan menghubungimu. salam hormat buat bapak."


awalnya Andre tak tau apa maksud Joni. tapi saat dia melihat di dalam bingkisan itu ada 2 benda di dalamnya sama sama berbentuk kotak. yang satu kotak berwarna putih dengan sebuah nama merek dagang dan masih ada 1 kotak lainnya yang dibungkus kertas koran.


awalnya Andre membuka kotak yang berwarna putih, lalu membuka kotak yang dibungkus koran setelahnya.


...##############...


...##########...


...##############...


...#######...


...####...

__ADS_1


...#...


__ADS_2