The Copy Master

The Copy Master
episode 26. KEPERCAYAAN


__ADS_3

suasana obrolan mereka menjadi serius. gara gara Joni yang berencana keliling dunia.


Rudi masih bersikeras ingin ikut bersama Joni. namun Ari dan Endi merasa khawatir pada mereka. Endi khawatir pada Joni sedangkan ari khawatir pada Rudi. sebab keliling dunia merupakan hal yang gila, apalagi tanpa banyak bekal, pasti daerah yang mereka lewati adalah daerah daerah yang rawan apalagi saat di negara Utara, Endi dan Ari sama sekali tak bisa membayangkannya.


''sudahlah... lebih baik kalian temui dulu keluarga kalian, bagaimana tanggapan mereka tentang keputusanmu itu''. kata Endi yang mencoba menghangatkan kembali suasana.


''bagaimana menurut mu Jon'' ucap Endi sambil menatap Joni yang dari tadi belum memberikan jawabannya.


''sebaiknya begitu, mungkin dalam waktu satu bulan ini aku masih berada di kota bunga ini''. kata Joni menambahkan.


''baiklah, karena sudah siang, ayo bersiap ke desa daun'' kata Ari mengajak Rudi.


dan mereka berdua pun bersiap pergi dan meminta izin kepada keluarga Endi untuk pamit.


setelah beberapa saat setelah mereka berdua pergi Endi melanjutkan perdebatannya dengan Joni. sampai mereka tak menyadari kalau waktu sudah sangat siang.


''sudahlah.... mau sampai kapan kalian berdebat seperti itu. lebih baik kita makan dulu, nanti setelah selesai makan nanti jika kalian masih mau berdebat, lanjutkan lagi juga tak apa apa'' kata ibu dan langsung menghentikan perdebatan mereka.


Joni dan Endi pun jadi tertawa mendengar ucapan ibu. dan suasana debat pun berubah menjadi suasana makan siang yang menyenangkan.


seusai makan Endi mengajak Joni ke rumah pamannya untuk melihat apakah masih ada yang bisa ia bantu di sana.


mereka berdua berjalan sambil menikmati pemandangan kota bunga, yang sangat sesuai dengan keadaan kotanya. karena kota bunga memang di penuhi dengan bunga bunga yang sengaja di tanam di pembatas jalan dan pinggiran jalan.


setelah sampai endi beruluk salam, namun tak ada siapapun. merekapun berkeliling dihalaman rumah yang sudah terlihat rapi.


mungkin paman sedang keluar dan sepertinya semua pekerjaan sudah beres. ayo kita jalan jalan saja siang ini. kata Endi mengajak Joni untuk jalan jalan


Endi memberitahu banyak hal yang ada di kota bunga. dari daerah kumuh yang banyak tindak kejahatan, alun alun, sekolah bela diri, daerah pabrik dan perkantoran, pelabuhan, dan banyak sekali tempat yang menarik yang ada di kota bunga.


saat berjalan jalan di alun alun kota bunga, Endi mengenalkan Joni pada banyak teman temannya baik yang laki laki maupun yang perempuan. bahkan ada salah satu teman perempuan Endi bernama sari yang terlihat menyukai joni. tapi Joni yang tidak pernah dekat dengan perempuan merasa sangat canggung dan tak ingin berlama lama di dekatnya. Joni selalu berusaha menghindar setiap kali didekati. hal ini membuat Endi merasa bahwa saat ini seseorang yang tak takut dengan apapun dan bahkan ingin pergi keliling dunia, ternyata saat di dekati wanita malah seperti tikus yang sedang di kejar kucing.

__ADS_1


saat hari mulai malam, Joni dan Endi masih berada di alun alun kota bunga bersama dengan teman temannya.


''kita pulang Yo en. aku sudah ngantuk'' kata Joni mengajak Endi pulang dari alun alun.


''ah... masa kamu sudah ngantuk. kemarin saja tidur dini hari'' kata Endi mengejek Joni yang dari tadi bolak balik menghindari sari yang dari tadi menggodanya.


setelah beberapa saat, ada tiga buah motor menghampiri ke arah mereka.


mereka adalah anak anak dari salah satu perguruan bela diri yang ada di kota bunga.


mereka anak anak nakal dan suka mengganggu anak anak lain saat di alun alun.


''ah.... ternyata disini,'' kata salah satu dari 6 orang yang datang berboncengan.


namanya Rendi. bisa dibilang dia adalah ketuanya. dua menyukai dari namun karena dia arogan dan selalu membuat onar, sari selalu menolak dan tidak memperdulikannya.


''sari sayang, kebetulan aku membelikan tiket nonton di bioskop, pass filmnya juga bagus loh, ayo kita nonton'' ucap Rendi mencoba membujuk sari yang terlihat cemberut sejak kedatangannya.


''tidak mau. aku sedang ngobrol sama pacarku tau! lebih baik kamu cari orang lain saja sana'' ucap sari mengusir Rendi, sambil menggandeng tangan Joni.


''o.... jadi ini pacar mu. ku kira dia pembantu mu, ha..ha...ha..''. ucap Rendi sambil menatap Joni dengan wajah meremehkan.


''hey... Rendi, jaga ucapan mu'' kata Endi dengan marah dan ingin memukul Rendi. tapi langsung di hadang oleh teman Rendi yang lain.


''Endi... Endi... Endi... sejak kapan kamu berani bicara seperti itu padaku hah....'' ucap Rendi mendekati Endi yang terlihat sangat marah.


''jika memang benar kamu berani boleh saja'', ucap Rendi menantang


''baiklah,.... ayo.'' kata Endi dengan penuh amarah.


''tunggu dulu,... !'' kata Joni menghentikan Rendi dan Endi yang sudah akan berkelahi.

__ADS_1


Endi memang tak berubah sejak kecil, dia selalu membelaku walaupun kadang dia babak belur. dia selalu ada saat aku membutuhkan bantuannya.


''en, tolong ijinkan aku menggantikan mu, biarkan aku yang mengatasi mereka semua'' kata Joni. sambil mendekati Endi dan berbisik di telinga Endi agak lama.


dia ingin Endi membiarkan dirinya dipukuli, ini semua untuk menambah jam latihan joni hari ini. Joni meminta Endi untuk percaya pada Joni dan Joni akan mengalahkan semuanya. tapi Endi memperingatkannya bahwa Rendi dan teman temannya itu hebat dan tak bisa di anggap remeh. namun Joni tetap saja bersikeras dan meminta Endi percaya padanya.


''sudahlah... buat apa kalian berkelahi'', kata sari dan 2 temannya yang berdiri di sudut pagar tanaman bunga.


''kenapa kamu membuat onar di sini. kenapa kau selalu menggangguku, pergi sana...!'' ucap sari lagi berusaha menghalangi perkelahian mereka dan mengusir Rendi untuk pergi.


''he..he.. tenang sayang aku hanya akan memberikan sedikit pelajaran pada pacarmu ini. karena seorang laki laki itu juga harus kuat sepertiku. ha..ha..ha...'' Rendi tertawa dan diikuti semua teman temannya yang juga ikut tertawa.


''hey... kalian, kenapa bisik bisik nya belum selesai juga. kalau kalian takut, lebih baik kalian pergi pulang dan menyusu sama ibumu sana....! ha..ha..ha...'' mendengar perkataan Rendi yang semakin kasar. Joni langsung mengangkat Endi dan melompat membawanya ke pinggir bersama sari dan teman temannya.


melihat gerakan Joni yang cepat, Endi mulai percaya pada Joni yang memberikan syarat padanya untuk tidak ikut campur jika melihat dia di pukuli, karena ingin berlatih.


''sudahlah.... sudah cukup bicaranya. tapi aku tak mau jika hanya melawan 2 orang saja. bagaimana jika aku beri penawaran,


kalian berenam melawanku..... nah... bagaimana. lebih menarik kan....'' ucap Joni sambil memanasi mereka.


''kurang ajar, sombong sekali kamu, dari perguruan mana kamu, sampai berani menantang kami berenam. dasar tidak tau diri. malam ini ku beritahu padamu siapa kami sebenarnya dan seberapa kuatnya kami''. ucap Rendi.


''sayang, karena pacarmu ini terlalu sombong, nampaknya aku akan sedikit mewarnai wajahnya''. ucap Rendi sambil menatap sari yang khawatir pada Joni.


''en.... maafkan aku, karena aku kalian jadi terkena masalah, aku tak bermaksud untuk mencelakai kalian aku hanya tidak ingin Rendi terus terusan menggangguku''. ucap sari pada Endi dengan penuh Penyesalan.


''sebenarnya aku juga khawatir. dia adalah sahabat kecilku dan sejak kecil dulu aku selalu membelanya, karena tak ingin melihatnya terluka. tapi kali ini dia yang memintaku untuk tetap diam walaupun dia dipukuli. dan dia ingin aku percaya padanya bahwa dia akan baik baik saja'' ucap Endi yang terlihat tenang dan percaya pada keputusan sahabatnya.


........................................


..............................

__ADS_1


....................


...........


__ADS_2