The Copy Master

The Copy Master
episode 68. MANUSIA REKAYASA GENETIK "PASUKAN TEMPUR NEGARA SELATAN"


__ADS_3

Joni dan Rudi memakan makanan yang dibawa mereka sambil duduk di pondok.


Sarah dan Silva melihat mereka makan dengan lahap.


Silva memandangi tubuh Joni yang tidak memakai baju. begitu juga Sarah, mereka berdua terlihat menyukai Joni dan Rudi.


''o..iya. apakah kalian tidak mau mencoba makanan ini...'' ucap Joni menawarkan


''tidak,.. tidak.. terimakasih, kalian makan saja, kami sudah makan di rumah tadi.'' ucap Silva yang kaget karena ucapan Joni.


''jon yang namanya Siva. itu cantik juga ya..''. ucap moe yang tiba tiba bicara


''huh.. dasar moe,... jangan mengajakku bicara sekarang'' ucap Joni dalam hatinya.


''tenang saja..'' ucap moe


''eh... apakah kau mendengar perkataan dalam pikiranku'' ucap Joni dalam hati.


''tentu saja,.... '' ucap moe


''huh... kenapa kau tak mengatakannya dari dulu''. ucap Joni sambil memandang moe.


''eh... kucing siapa ini... '' tanya silva yang baru sadar bahwa ada seekor kucing di pangkuan Joni.


kucing ini temanku namanya moe. ucap Joni sambil mengusap usap moe yang sedang melingkar di pangkuan Joni.


''oiya kak Rudi.. apakah semua pohon ini kalian cabut'', ucap sarah bertanya pada Rudi.


Rudi hanya mengangguk, dan Joni hanya tersenyum melihat Rudi yang sifatnya tak berubah sedikitpun sejak mereka bertemu, Rudi hanya bicara seperlunya.


''oiya ini kunci rumahnya, silahkan dibuka saja barangkali banyak yang perlu di bersihkan,'' ucap Sarah sambil memberikan kunci rumah ke Rudi.


''terimakasih... '' ucap Rudi sambil menerima kunci yang di berikan Sarah padanya.


mendengar Rudi berterimakasih kepadanya Sarah tersenyum senang.


sedangkan Silva dan Joni tertawa melihat tingkah mereka berdua.


''baiklah,.. ayo kita buka pintunya kak. mumpung waktu masih belum gelap'' ucap Joni sambil menurunkan moe yang masih melingkar di pangkuannya dan langsung di gendong Silva.

__ADS_1


mereka bersama berjalan ke rumah untuk membuka pintu.


''krek'' pintu dibuka dan saat pintu seluruhnya terbuka moe melompat dari gendongan Silva dan melompat ke arah meja yang berada di ruang tamu.


''rumah ini sungguh luar biasa kuat ya... padahal sudah tak ditinggali beberapa tahun, tetapi kondisinya masih bagus. bahkan tak ada batang yang termakan rayap sama sekali.'' ucap Joni terkagum kagum.


''iya... rumah ini adalah rumah peninggalan keluarga, ayah adalah generasi ke 3 yang menempati rumah ini.'' ucap Sarah menjelaskan.


''oiya... Jon, aliran listriknya tadi sudah ku hidupkan, jika kalian ingin menyalakan lampu, tinggal pencet saja. untuk saluran air.... em... coba ku lihat dulu'' ucap Sarah sambil berjalan keluar untuk melihat kran air bersih.


''aliran air bersihnya juga masih di salurkan. berarti semua kebutuhan kalian lengkap, jadi silahkan kalian tinggal disini. aku sudah bilang pada ayah tentang kalian dan aku juga sudah meminta izin darinya'' ucap Sarah sambil tersenyum.


''baiklah, terimakasih Sarah dan Silva, kalian sudah baik pada kami.


Oya kelihatannya hari mulai gelap, apakah kalian tidak ingin pulang...'' ucap Joni pada mereka.


sebenarnya Sarah dan Silva masih ingin bersama mereka, tetapi karena takut mereka ingin beristirahat akhirnya Sarah memutuskan untuk pulang dan besok nanti berencana main lagi ke rumah ini.


setelah Sarah dan Silva pulang, Joni dan Rudi mandi untuk membersihkan diri karena lelah membersihkan halaman rumah.


setelah semuanya selesai, barulah mereka berbincang di ruang tamu. Joni dan Rudi tidak menempati kamar kamar yang ada didalamnya, mereka tidur di ruang depan.


''iya.. energi itu terasa sangat kuat saat kita mulai masuk ke rumah ini'' ucap moe.


''apakah ada kemungkinan itu adalah energi dari sang penguasa tanah'' tanya Joni lagi


''aku belum bisa memastikannya, tetapi ada kemungkinan mimpimu adalah petunjuk untukmu mengenai kekuatan yang ada di tempat mu berada, karena kekuatanmu tak dapat mengcopy mahluk yang kekuatannya belum tergolong spesial bukan,,,? jadi aku beranggapan saat kau mulai bermimpi itu artinya ada pemilik kekuatan spesial di dekatmu.'' ucap moe.


sementara itu, prajurit pilihan yang di minta jendral taori sudah mulai bergerak ke hutan tempat Rudi dan Joni berada kemarin.


ada dua prajurit pelacak dan 6 penyerang. yang saat ini menyusuri hutan untuk mencari keberadaan Joni dan Rudi.


Joni dan Rudi malam ini berencana untuk pergi ke hutan tempatnya kemarin, sebab mereka berfikiran malam ini pemerintah akan mengirim orang yang lebih kuat untuk mengejar mereka.


''moe,... apakah kau ingin ikut'' tanya Joni pada moe


''tidak... kalian saja yang pergi, berhati hatilah...'' ucap moe memperingatkan Joni dan Rudi.


''baiklah... malam nanti kami akan kembali'' ucap Joni sambil bergerak pergi menuju hutan.

__ADS_1


kali ini mereka mempersiapkan diri dengan penutup wajah agar tak di rekam oleh kamera drone yang berjaga.


''kak Rudi, bagaimana lukamu'' Joni bertanya


''lukaku sudah hampir sembuh jon'' ucap Rudi


''o... baiklah jika seperti itu, malam ini jika ada lebih dari 3 orang kak Rudi hadapi 2 orang, dan aku sisanya aku yakin yang di kirim malam ini adalah orang orang yang tak bisa di anggap remeh'' ucap Joni serius.


''baiklah.. tapi kau juga harus berhati hati, usahakan agar kau tidak tertangkap, ingat pesan paman Helmi, kekuatanmu bisa saja diincar oleh negara negara yang sedang mengembangkan manusia rekayasa.'' ucap Rudi.


disisi lain prajurit pelacak telah merasakan kedatangan Joni dan Rudi di dalam hutan ini mereka berencana bersiap untuk menyerangnya, sedangkan Joni juga telah merasakan keberadaan orang orang tersebut.


''apakah ini energi dari manusia rekayasa'' ucap Joni dalam hatinya.


Joni dan Rudi berhenti di dekat tepat yang kemarin mereka gunakan untuk beristirahat.


''kak berhati hatilah, tingkatan mereka hampir setara dengan kita dan jumlahnya lebih dari 6 orang'' kata Joni memperingatkan Rudi dengan serius.


mereka masih belum menyerang Joni. Joni menunduk untuk mengambil kerikil yang diinjaknya.


''wuss... tak,'' kerikil yang di lempar Joni mengenai 1 orang prajurit pelacak dan langsung pingsan.


mengetahui 1 orang temannya dikalahkan tanpa di sadari mereka semua keluar kecuali 1 prajurit pelacak,


mereka ber 6 membagi kelompok menjadi 2, 3 orang menghadapi Rudi dan 3 orang menghadapi joni. 3 orang yang menghadapi Rudi adalah 1 orang level 2 dan 2 orang level 1. dan Joni menghadapi 2 orang level 2 dan 1 orang level 1.


hati hati kak, mereka adalah manusia rekayasa genetik. ucap Joni


pertarungan pun dimulai tampak Rudi langsung terhadap saat menahan tendangan dari para prajurit negara selatan itu, tetapi Rudi yang juga memiliki serum rekayasa dalam tubuhnya, dapat menahan serangan mereka, jika saja hanya manusia biasa, tentu sudah terpental dan bisa saja kehilangan nyawanya.


wuss... brak... tak..set.. brak..brak.. terdengar suara angin dan pukulan yang di tangkis dan mengenai tubuh mereka.


...%%%%%%%%%%%%%%%%...


...%%%%%%%%%%%%...


...%%%%%%...


...%...

__ADS_1


__ADS_2