
setelah berbincang dengan Joni, Endi berjalan kembali menuju bendungan.. tetapi kali ini Joni tidak duduk di tepi bendungan ataupun duduk di atas batu.
dia menunggu agak jauh dari tempat mereka berenang. dan setelah beberapa saat terdengar suara mereka yang telah selesai berenang dan berganti pakaian.
seperti yang Endi pesankan, mereka duduk menunggu Endi di atas batu besar dekat bendungan.
Endi baru mendekati mereka saat semuanya telah selesai.
''hay... wah sepertinya aku tepat waktu ya...'' ucap Endi sambil berjalan mendekati mereka.
''kamu lambat, kami sudah selesai berenang kamu malah baru datang'' ucap kapten Suan Li
''apakah kau tidak jadi berenang..?'' tanya kapten Suan Li
''sepertinya lain kali saja, aku mungkin akan mandi di tempat nenek'' ucap Endi
''suan Li, maukah kau ku ajak jalan jalan di taman kota lori malam ini denganku'' tanya endi
''apa kau berniat merayuku...'' ucap kapten Suan Li yang terlihat marah.
''tidak... tidak... bukan seperti yang kau bayangkan.
aku hanya ingin mengajakmu ke taman kota lori sambil berlatih'' ucap endi
''sambil berlatih.... em... baiklah... aku mau'' ucap kapten Suan Li yang tersenyum kembali.
''huh.... untung saja dia tidak jadi marah... tapi aku lebih suka jika dia tersenyum'' ucap Endi dalam hatinya.
sore hari pun tiba, Joni dan teman temannya sedang berbincang di rumah Reno.. mereka membicarakan tentang batu bintang.
''mulai hari ini aku akan menjadi pemburu batu bintang dan ingin punya kekuatan seperti yang joni.
coba saja kalian pikir, jika aku bisa berubah wujud... dan saat itu aku sedang rindu pada sari...
aku tinggal berubah wujud saja.... hi...hi...hi... sepertinya asik'' ucap Rendi sambil tertawa
''heh... Rendi... apakah kau memikirkan hal yang tidak pantas'' ucap Joni Sambil menatap Rendi yang sedang tertawa.
''eh... Jon... kau jangan asal tebak dulu... pikiranku ini masih waras... jadi bukan itu yang ingin kulakukan tau'' ucap Rendi berusaha mengelak.
''syukurlah... kukira ada hal aneh yang sedang kau rencanakan ha..ha..ha..'' ucap Joni sambil tertawa
''oya Jon... apakah selama perjalananmu sampai saat ini, kau belum bertemu wanita yang bisa meluluhkan hatimu, dan bukankah Rudi telah jatuh cinta pada seorang putri jendral...'' tanya aji.
''em... sebenarnya ada, tetapi aku masih ragu dengan perasaanku. tapi sudahlah... aku tak ingin membahasnya'' ucap Joni
''oya kak Reno.. apakah kak Reno juga berencana menikah di tahun ini seperti kak andre'' tanya joni
__ADS_1
''sepertinya begitu, mereka sudah sangat baik dan mau menerimaku dengan segala kekurangan yang kumiliki, dan aku juga tak ingin kehilangan dia.'' ucap Reno sambil senyum-senyum sendiri.
''nah... kira kira... siapa lagi dari kita yang melepas masa lajang di tahun ini selain kak reno dan kak Andre..'' tanya Joni
''mungkin aku'' ucap Ari yang tiba tiba mengagetkan teman temannya.
''apa... apakah benar yang kau katakan itu'' tanya Rendi
''ya tentu saja benar,... wajar dong kalau laki laki setampan aku lebih cepat dari kalian semua ha...ha...ha...'' ucap ari sambil tertawa.
''huh... jadi begitu ya...'' ucap Rendi.
''kau sendiri kapan mau menikahi sari'' tanya Endi yang tiba tiba saja datang ke arah mereka dengan pakaian rapi dan yang lebih mengagetkan lagi adalah Endi saat ini telah memotong rambut gondrongnya.
''endi.... ha...ha ..ha... '' mereka semua tertawa melihat Endi yang tidak ada angin, tidak ada hujan tiba tiba merelakan rambut gondrongnya.
''heh... kalian... jangan sembarangan ya... kalau aku marah bisa saja kalian ku rubah jadi kepiting rebus tau..'' ucap Endi sambil tersenyum
''hey... en... ceritakan pada kami, apa yang membuatmu merelakan rambut gondrongnya itu.
apa jangan jangan...'' ucap Rendi.
''diam kau ren... ini giliranmu menjawab pertanyaan ku tadi tau, jangan kau berani main main pada sari ya...'' ucap Endi serius.
''he..he.. maaf maaf...
''ngomong ngomong kau mau kemana en...'' tanya aji
''aku ingin mengajak Suan Li ke taman kota lori malam ini'' ucap Endi.
''wah.... sepertinya kau tidak main main kali ini'' ucap Joni
''he..he.. begitulah.. doakan aku berhasil malam ini ya jon'' ucap Endi.
''ah... memangnya apa untungnya mendoakan mu'' tanya Joni lagi
''tenang... akan ku belikan martabak ketan hitam buat kalian semua satu satu'' ucap Endi
''bagaimana ren...'' tanya Joni pada Rendi.
''sepertinya tawarannya boleh juga Jon... ha..ha..ha..'' mereka tertawa bersama.
suasana ini mengingatkan mereka saat masih bersama sama di kota bunga.
''Oya Jon. aku tak melihat ayahmu dan Andre hari ini..
apakah mereka baik baik saja.'' tanya Rendi yang merasa khawatir
__ADS_1
''oya...mungkin saat ini kak Andre dan bapak sudah sadar'' ucap Joni yang kaget karena melupakan keadaan mereka berdua. dan bergegas pergi.
Joni yang pergi terburu buru dari mereka seperti hembusan angin dan menghilang dari pandangan mereka semua.
''ah... anak itu main hilang saja... ya sudah lah ren aku permisi dulu ya..'' ucap endi sambil berjalan meninggalkan mereka.
''apa kalian mau ikut...
aku ingin pergi ke pondok ladang ayah Joni. jika kalian mau ayo kita berlomba'' ucap Reno sambil melesat pergi.
''hey reno... tunggu dulu... ini lomba yang tidak adil'' ucap Rendi dan pergi menyusul Reno yang pergi lebih dulu.
Joni yang sampai sejak tadi melihat ayak dan kakaknya baru tersadar setelah hampir dua hari. dan mereka merasakan energi besar yang meluap yang membuat tubuhnya terasa ringan. sedangkan moe, raqi dan Andien berubah wujudnya menjadi gelang dan tanda di kening Joni.
''hua...m'' aku mengantuk menunggu ayah dan kakakmu tersadar. aku ingin tidur saja ucap moe yang telah berubah menjadi sebuah gelang yang melingkar di lengan Joni. begitu pula raqi dan Andien.
''huh.... seperti inikah proses penyerapannya... sungguh menyakitkan..'' ucap Andre sambil meregangkan otot-ototnya.
''jon.. aku mau pergi mandi dulu'' ucap Andre dan melesat pergi ke bendungan
''bapak juga lah..'' ucap ayah yang mengikuti Andre ke arah bendungan.
Reno dan yang lainnya telah sampai di pondok, mereka melihat ayah dan Andre tidak lagi tergeletak di lantai pondok.
''jon... kemana ayah dan andre'' tanya Reno
''he..he.. mereka sedang mandi di bendungan'' ucap Joni.
disisi lain Endi dan suan li yang berencana pergi ke taman kota lori telah sampai di batas kebun desa dengan hutan perbatasan menuju kota lori.
Endi menunjukan dahan dan kulit pohon yang rusak akibat terkena benturan dan menjelaskan pada Suan Li bahwa di hutan inilah Joni pertama kali melatih kelincahan dan kekebalannya. dan bekas bekas tersebut adalah bekas yang di lalui Joni saat latihan.
mereka berdua menuju kota lori dalam 3 jam perjalanan dan saat sampai terlihat Suan Li terlihat kelelahan sedangkan Endi tidak begitu kelelahan.
''jangan dekat dekat denganku ya... aku sedang berkeringat'' ucap Suan Li
''iya baiklah... '' ucap Endi.
''en... bagaimana caranya agar tidak terlalu lelah dalam latihan seperti tadi'' tanya Suan Li
''o... itu karena kami berlari sambil beristirahat'' ucap Endi.
''bagaimana caranya...'' tanya kapten Suan Li dengan napas terengah engah .
...****...
...******************...
__ADS_1
...****...