The Copy Master

The Copy Master
episode 17. BERSEMANGAT


__ADS_3

''apakah ada yang ingin kamu tanyakan nak...?'' tanya ayah pada Joni


''em... ada pak.


em... mengenai latihan, bapak pernah menjelaskan padaku 3 metode latihan beserta tujuan dan kegunaannya.


namun kenapa aku merasa masih ada yang kurang, dan aku juga tidak tau itu apa, tapi perasaanku mengatakan masih ada 1 metode yang belum ayah ajarkan padaku. apakah apakah apa yang aku pikirkan dan rasakan ini benar..'' tanya Joni pada ayahnya yang nampak tersenyum mendengar pertanyaan Joni.


''he.. he.. he.. sebenarnya masih ada satu metode latihan yang belum ayah beritahu, tapi metode ini sangat keras, bahkan jika di lakukan secara berlebihan pada bagian tubuh tertentu. dapat ber akibat fatal bahkan dapat mengakibatkan kematian.'' kata ayahnya


Joni dan Andre saling pandang. latihan yang seperti apa yang membuat orang sampai kehilangan nyawanya. pikir Andre dan Joni bingung sambil saling menatap.


''latihan ini adalah latihan ketahanan dan kekebalan tubuh, jadi latihannya dengan cara di pukul di tendang atau apapun yang tujuannya adalah untuk membiasakan tubuh terhadap benturan benturan, yang nantinya membuat tubuh menjadi tahan banting namun saat. terkena benda tajam tetap akan terluka.


dan dari semua latihan, bisa dibilang latihan ini sangat ber resiko, apalagi jika tubuh kita tidak mampu menahan maka bisa mengakibatkan luka dalam seperti halnya paman Andre dulu''.


ucap ayah memberitahu.


Joni terdiam sesaat.


''menurut bapak, saat yang tepat bagi kita untuk melakukan latihan ke 4 ini, kapan. apakah ada tahapan yang harus kita capai terlebih dahulu''. kata Joni yang sama sekali tak mengurangi niatnya untuk latihan ke 4 ini.


Joni yang selalu saja ada pertanyaan yang logis membuat ayah memberitahukan semuanya.


''baiklah, saat mulai berlatih metode 4 pertama kali bapak berusia 16 tahun, namun metode 1 sampai 3 sudah ayah lalukan selama bertahun tahun. dan saat itu tubuh ayah sudah lebih kuat. nah jika untukmu, menurut ayah tunggu sampai kamu selesaikan sekolah mu, baru melatih metode ke 4. atau jika kamu sudah hampir selesai atau sekitar 4 atau 5 bulan lagi maka memulainya juga tidak apa apa. ada satu tanda yang bisa juga di gunakan untuk mengetahui kesiapan tubuh kita.'' kata ayah menjelaskan.


''apa itu yah....'' tanya Andre dan Joni penasaran


memar dapat dijadikan acuan dalam memulai pelatihan metode ke 4 ini.


'' #. jika warnanya biru. itu artinya tubuh kita belum siap atau latihan metode 1 sampai 3 masih belum maksimal.


#. jika warnanya merah berarti masih lanjut metode 1 sampai 3 paling tidak. 1minggu lagi.


#. jika warnanya samar atau bahkan tak ada memar sama sekali berarti tubuh telah benar benar siap berlatih metode ke 4 ini.


dan cara Tess memarnya adalah di bagian paha, namun pahanya harus dalam keadaan di lemaskan''. kata ayah


''coba aku pak. apakah tubuhku siap atau belum''. ucap Joni menawarkan.


''apakah kamu yakin'', ucap ayah. memastikan


''ya.aku siap...'' ucap Joni dengan penuh keyakinan.


bapak mengepalkan tangan dan menonjolkan jari tengahnya.


''ini akan sakit sesaat, namun hanya meninggalkan memar tapi tak terasa saki saat besok tiba, dan bapak menggunakan metode khusus untuk dapat melakukan ini.'' ucap ayah


''tahan ya...'' ucap ayah memperingati Joni.

__ADS_1


Joni bersiap namun andre hanya melihat joni khawatir.


ayah mengarahkan kepalan tangannya ke paha Joni yang telah bersiap.... dan


''a..... '' teriak Joni mengagetkan Andre yang dari tadi memperhatikannya.


Joni tertunduk tampak memegangi kakinya yang terasa sangat sakit.


setelah beberapa saat Joni membuka tangan yang menutupi pahanya.


nampak bekas pukulan ayahnya yang membiru.


''wah... masih biru,'' ucap Joni sambil melihat ke arah bekas pukulannya.


''belum,... nanti melihat warnanya tidak bisa saat ini, melihat bekasnya adalah 12 jam dari sekarang atau enaknya besok pagi.''. kata ayah menambahkan lagi.


''o....'' ucap Joni yang diikuti Andre yang juga penasaran dengan apa yang terjadi pada bekas pukulan ayah di kaki Joni.


dengan Joni yang sangat serius dalam berlatih saja bekas pukulan bapak tadi berwarna biru, apalagi jika aku yang mencobanya. pikir Andre yang tak bisa membayangkan jika dirinya yang ada dalam posisi Joni.


,..................


singkat cerita esok pagi pun tiba, Joni bergegas melihat bekas pukulan bapak kemarin.


dan benar saja. bekasnya masih membiru. itu artinya dia belum bisa melakukan metode latihan 4. karena jika tubuh belum siap maka akan sangat beresiko.


''wah... masih biru ya.'' kata Andre yang tiba tiba berkata dari belakang Joni.


''ya sudah, kamu masih punya banyak waktu untuk latihan. bahkan jika di lihat saat ini. kemampuan tubuh kamu ini jauh di atas kakak.''


ucap Andre menenangkan Joni yang masih nampak murung.


''iya kak. maaf ya kak itu semua karena kakak berjuang untuk ku juga sehingga waktu kakak habis untuk itu.'' ucap Joni sambil tertunduk sedih.


''jangan bicara seperti itu dek. justru karena kamulah kakak merasa memiliki tujuan. jadi kakak minta jangan kamu ucapkan kalimat itu lagi. kakak sangat bahagia mempunyai kesempatan untuk bisa berjuang untuk mu''


ucap Andre sambil berusaha menyemangati Joni.


''aku yakin saat waktu yang di tentukan bapak tadi, kamu bahkan lebih dari siap untuk berlatih dalam metode ke 4. nah... kali ini kakak juga tak mau kalah darimu. ingat yang kakak bilang di mess 2 Minggu lalu. itu kakak serius. kamu bersiaplah karena kakak akan membayangimu.'' ucap Andre yang membuat Joni kembali tersenyum.


''nah... begitu dong.. itu baru Joni adik kakak yang hebat''. ucap Andre memujinya.


''Andre, joni, sini ayo kita sarapan dulu''. panggil ayah.


mereka berdua pun berjalan ke ruang keluarga untuk sarapan.


setelah sarapan selesai Joni pergi untuk membuat kopi sedangkan bapak dan Andre berjalan menuju teras.


bisa dibilang ini adalah kebiasaan khas pedesaan saat pagi hari dan ke kebun setelahnya.

__ADS_1


''pak. apa yang ingin bapak kerjakan setelah ini. jika ada yang bisa aku kerjakan bilang saja pak''. kata Andre menawarkan bantuan.


Joni datang sambil membawa kopi 3 gelas.


''sebenarnya seperti yang kamu lihat, bapak hanya mengurus kebun singkong, sedikit tanaman sayur, dan padi. jadi kegiatan bapak sangat minim setiap harinya.'' ucap ayah.


''jadi mungkin bapak yang balik bertanya apa yang mau kalian lakukan hari ini.'' ucap ayah bertanya balik


''em..... mungkin Joni saja yang jawab.'' kata Andre melempar pertanyaan ayah.


''ah... kakak ini, kenapa jadi aku yang jawab''. ucap Joni kesal


''ha..ha... ha...'' Andre dan ayah tertawa melihat Joni yang juga tak tau mau jawab apa.


''ya sudah.... kalian lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan. bapak tak punya banyak kegiatan di kebun hari ini.'' ucap bapak


''eh... Jon. gimana ini. kamu mau kemana hari ini'' tanya Andre lagi.


''em......''. joni berfikir keras.


''assalamualaikum...'' ucap seseorang yang mendatangi mereka di pondok.


''waalaikumsalam... eh kak Reno sini kak. kebetulan kami sedang santai ini'' ucap Joni mempersilahkan Reno masuk.


Reno masuk dan menyalami ayah Andre sambil menempati tempat duduk di samping Andre.


''nah... karena ini sudah kumpul anak muda semua, maka bapak mau ijin keluar dulu. silahkan lanjutkan kalian saja'' ucap ayah sambil meninggalkan mereka bertiga.


''hey... apa yang mau kalian lakukan'' tanya Reno.


''aduh.... terus terang kami saja masih bingung apa yang mau kami lakukan.'' kata Joni


''coba ren menurutmu apa yang mau kita lakukan hari ini. barangkali kamu ada ide bagus.'' tanya Reno membalik kan pertanyaan.


''tunggu, kopiku yang mana ni''. kata Reno menatap Andre dan Joni.


''ini saja kak. tadi belum ku minum kok.'' ucap Joni.


''Jon kita kongsi saja kopinya ya.'' kata Andre menawarkan kongsi dan Joni pun menganggukan kepala nya.


setelah beberapa saat ngobrol Joni kembali bertanya. kira kira apa yang bisa kita lakukan hari ini.


''Andre, Joni, sebenarnya aku ingin bisa seperti kalian, aku juga sebenarnya ingin berlatih seperti halnya kalian, apakah aku boleh mengikuti pelatihan seperti kalian kata Reno'' meminta izin.


Andre dan Joni saling pandang dan terdiam sesaat. dan tak langsung memberikan jawabannya.


''boleh,....'' suara ayah terdengar dari dalam dan ayah pun keluar dari dalam pondok.


................................

__ADS_1


.........................


....................


__ADS_2