
''andre, Joni,.....!'' terdengar suara yang menyebut nama mereka,
Joni dan Andre melihat kembali dengan seksama.
''bapak... '' ucap Joni dengan segera memeluk orang yang dari tadi memandangi mereka.
karena hari sudah gelap, mereka berdua susah sekali untuk mengenali siapa yang keluar dari pondok ini, sebab orang tersebut membelakangi lampu sehingga pada bagian wajahnya sama sekali tak terlihat, untung saja orang tersebut memanggil nama mereka, mereka masih sangat mengenali suara itu. ya.... itu suara bapaknya.
''ayo masuk, diluar banyak nyamuk'' kata pak pendi mengajak mereka ke dalam.
mereka berdua pun masuk ke dalam, Andre hanya terdiam sambil memperhatikan suasana di dalam pondok, yang di ubah menjadi tempat tinggal ini.
Andre hanya punya 1 pertanyaan yang ingin dia tanyakan.
bapak keluar sambil membawa 3 buah gelas.
nih, bapak buatkan wedang jahe karena cuaca lagi dingin, kamu pasti baru sampai dan pastinya kedinginan kan... ucap ayah sambil menyuguhkan wedang jahe yang dia buat dan masih nampak panas.
Andre dan Joni pun memalingkan wajahnya ke arah ayahnya karena dari tadi mereka hanya memperhatikan ruangan ruangan pada pondok tersebut.
''bapak,,,, kenapa bapak jadi kurus seperti ini'' kata Joni sambil memeluk ayahnya yang sudah lama tak di lihatnya dan saat bertemu kembali keadaan ayahnya tampak semakin kurus.
jelas saja Joni memeluk sambil menangis, sedangkan Andre pun merasakan hal yang sama, sebulan lalu ia datang namun ayahnya tak sekurus ini,... apa yang sebenarnya terjadi dalam 1 bulan ini, pikir Andre dalam hatinya.
nampak Andre memikirkan banyak pertanyaan sambil menatap ayahnya dengan mata yang berkaca kaca.
Andre memulai pembicaraan, karena sejak sampai di rumah dan sekarang di pondok kebun, banyak sekali pertanyaan yang ingin disampaikannya.
''maaf pak, sejak kapan bapak tinggal disini, mengapa bapak tak tinggal di rumah saja,,'' ucap Andri memberanikan diri bertanya sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan ayahnya.
''he.he.he, sebenarnya, saat kamu pulang bulan lalu, bapak sudah tinggal disini, tapi masih jarang jarang, dan saat kamu pulang kebetulan bapak pass tidur di sana.'' ucap ayahnya sambil tersenyum dan berusaha menenangkan anak anaknya, agar tidak lagi merasa khawatir padanya.
''Oya, sekalian nanti bapak jelaskan semua yang mungkin jadi pertanyaan dalam benak kalian,
tapi sebelumnya, bapak seneng banget melihat kalian berdua sudah tumbuh menjadi anak anak yang baik dan peduli pada keadaan bapak''. ucap ayah sambil tersenyum dan mengusap kepala Joni yang masih berada di sampingnya sambil tertunduk.
__ADS_1
''sambil diminum dulu wedang jahenya biar badan lebih hangat,'' ucap ayah sambil meminum wedang jahe di depannya.
Joni dan Andre pun langsung minum wedang jahe masing masing.
''tapi.... sebelum bapak menjelaskan banyak hal ke kalian berdua. bapak minta kalian makan dulu sana di dapur, kebetulan bapak masak nasi agak banyak. ada ikan betok goreng sama urab eceng yang bapak masak tadi. bapak yakin kalian belum makan kan....'' ucap ayah sambil tersenyum.
seperti biasa orang orang yang pulang dari kota lori hanya makan saat berangkat saja sebab sepanjang perjalanan tak ada warung ataupun toko yang menjual makanan, dan kebiasaan Andre juga seperti itu dia makan saat akan berangkat dan makan lagi saat sudah sampai, jelas ayah tau kalau mereka berdua belum makan dari sesampainya mereka di desa Soko.
mereka berdua pergi ke arah dapur yang di tunjuk ayahnya, lalu mereka pun makan.
beberapa saat setelah selesai makan, mereka berdua kembali ke tempat ayahnya yang masih terlihat menunggu mereka selesai makan.
kemudian pak pendi mulai pembicaraan,
''enak kan masakan bapak'' ucap pak pendi sambil menatap ke arah mereka berdua.
''enak dong'' saut Joni mendahului kakaknya.
''baiklah, karena kita sudah berkumpul di sini. bapak ingin mengatakan banyak hal yang mungkin menjadi pertanyaan kalian saat sampai petang tadi.
''lalu kenapa bapak malah memilih untuk tinggal disini, itu karena kenangan itu membuat bapak terus terusan terpuruk dalam kesedihan, bapak tak bisa melupakan semua kenangan tentang ibu kalian, maaf jika keputusan ini menyakiti hati kalian,'' ucap ayah yang selalu bercerita sambil terus mengusap air mata yang terus menerus menetes.
dan tentu saja Andre dan Joni juga tak kalah sedihnya, mereka pun tertunduk sambil menangis dan berusaha mengusap air mata nya seandainya mereka masih anak anak mungkin mereka menangis sambil teriak teriak, bahkan sambil gulung gulung di lantai.
dalam hati Joni terkejut, melihat semua yang ia lihat saat ini.
seorang ayah yang dalam benaknya begitu kuat bagai karang yang dihempas gelombang, saat ini rapuh dan terlihat tak berdaya...
ia juga mengingat saat kepergian ibu nya.
bapak bahkan tak meneteskan air mata sedikit pun. tetapi sangat berbeda dengan bapak pada saat ini.
mungkin bapak tak ingin kerapuhannya membuat Joni dan Andre terpuruk dan hancur. makanya bapak terlihat sangat tabah.. pikir Joni yang terus terhanyut dalam kesedihannya.
banyak sekali yang ayah jelaskan kepada mereka berdua mengenai keputusan yang diambil. namun, Joni dan Andre sangat memaklumi bahkan mendukung apa yang menjadi keputusan bapak kali ini.
__ADS_1
''maafkan kami pak,'' ucap Andre yang menyela penjelasan ayahnya.
''bapak tak perlu menjelaskan apapun pada kami mengenai apa yang sekarang menjadi keputusan bapak, kami yakin semua keputusan bapak adalah yang terbaik untuk semuanya''. ucap Andre mencoba menenangkan suasana.
''mungkin hal ini juga yang membuat bapak sampai kurus seperti ini.'' pikir Andre yang ternyata memiliki pemikiran yang sama dengan adiknya.
''maafkan kami yang hingga saat ini belum bisa menjaga bapak, maafkan kami pak...'' ucap Andre yang terlihat menangis sedih.
''sudah sudah,.... kalian sama sekali tidak salah, kalian adalah anak anak yang hebat dalam hati bapak, bapak sangat bangga pada kalian berdua.... tapi bapak ingin kalian berjanji pada bapak.. ucap pak pendi'' sambil merangkul kedua anaknya.
''sudah.... bapak ingin kalian berjanji ya....''
sambil menatap kedua anaknya yang nampak mengangguk.
''kalian harus berjuang dan memiliki hidup yang lebih baik dari kehidupan yang kalian lalui bersama ibu dan bapak.
bapak ingin cucu bapak nanti tidak merasakan kepahitan seperti yang kalian alami.'' kata pak pendi berusaha menyemangati mereka berdua.
''tapi ingat hidup ini tidak hanya bercerita tentang kalian saja. masih ada orang lain di dalamnya. dan bapak ingin kalian menjadi orang yang ber pendirian teguh namun berhati baik seperti biasa. jangan pernah lelah dan ragu untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan.
hanya dengan menepati janji ini, maka bapak dan ibu akan sangat bangga pada kalian berdua, dan bapak ingin kalian berjanji....''
ucap pak pendi sambil memandangi mereka yang terlihat lebih tenang.
''baik pak kami berjanji dan akan berusaha menepati janji ini walaupun hal itu tidaklah mudah bagi kami.
tapi kami minta 1 hal dari bapak.'' ucap Andre yang mewakili adiknya karena Joni hanya mengangguk saja.
''apa itu....? '' tanya pak pendi dengan wajah yang terlihat heran
''kami ingin bapak bisa melihat kami menepati janji ini, dan selama prosesnya kami ingin bapak tetap bisa menjaga kesehatan. karena kebahagiaan kami akan terasa kurang tanpa doa dan kehadiran bapak di sisi kami.''
mendengar perkataan Andre, pak pendi merasa sangat terharu dan langsung memeluk mereka dengan penuh kasih sayang. kali ini air matanya benar benar tak terbendung, tangis bahagia dari pak pendi pun pecah. dan kali ini kedua anaknya benar benar telah dewasa.
dia hanya berharap, dia masih memiliki kesempatan untuk melihat saat saat bahagia itu dengan kedua matanya.
__ADS_1