
Joni melakukan gerakan seperti yang dilakukan oleh pak Helmi. dan alangkah terkejutnya Joni dan seluruh warga desa bayangan termasuk juga pak Helmi yang melihat kekuatan yang muncul dari tubuhnya.
nampak sebuah awan gelap muncul mengelilingi tubuh Joni, dengan jangkauan kegelapan yang bahkan jauh melebihi luas wilayah pondok saat ini. Joni pun merasa bahwa dia memiliki 7 tangan selain dari 2 tangan aslinya. Joni merasa dia sangat tahu semua jurus tentang kemampuan penguasa bayangan ini, namun kali ini aura yang dirasakan berbeda daripada sebelumnya, aura yang pak Helmi rasakan kali ini adalah aura semangat dan kasih sayang..
beberapa warga segera berlari masuk ke dalam balai pondok tempat Rudi dan yang lainnya berada.
''Joni... apakah kau mendengar ku...'' tanya pak Helmi dengan suara agak keras, karena sama sekali tak bisa melihat Joni bahkan pusaran angin yang mengelilinginya pun tak bisa mengusir kegelapan yang di keluarkan Joni.
''iya paman,.... aku mendengar mu....'' ucap Joni yang memang belum bergerak dari tempatnya berdiri.
''baiklah.... kita tak perlu bertarung.. karena aku sudah pasti kalah, dan jika di paksakan bertarung, aku khawatir jika sampai penguasa bayangan datang saat tubuh kita kekurangan tenaga. jadi aku mengaku kalah padamu'' ucap pak Helmi dan meminta Joni untuk menghilangkan kekuatannya.
''baiklah paman... tapi bagaimana cara me non aktifkannya....'' kata Joni lagi bertanya.
''lakukan gerakan yang sama seperti gerakan pengaktifan nya....'' ucap pak Helmi mengarahkan.
setelah kekuatan Joni di non aktifkan dan suasana kali normal, Joni tampak keheranan, karena kerumunan orang yang berada di depannya telah bersih tak tersisa.
''kemana perginya para warga pondok tadi paman....'' tanya Joni heran.
''ha...ha...ha... nampaknya mereka ketakutan saat kau keluarkan kekuatan penguasa bayangan tadi. lihatlah mereka semua di dalam balai....'' kata pak Helmi sambil menunjuk ke arah balai di belakangnya dan berjalan menghampiri Joni untuk kembali duduk di balai.
Rudi, dan seluruh penghuni balai hanya terdiam sambil menatap terkejut, dan secara tak sadar memberi jalan dan memberi ruang pada mereka berdua untuk kembali duduk.
''wah.... nampaknya singkong goreng dan kopi mu di injak injak ya jon...'' ucap pak Helmi sambil melirik ke salah satu pemuda yang sejak tadi melihat ke arah mereka dengan tatapan kosong.
pemuda tersebut menelan ludah, dan langsung mengerti apa yang harus dilakukannya.
''ha... ha... ha...'' Joni dan pak Helmi tertawa melihat kelucuan dari wajah wajah warga pondok hari ini.
hari sudah mulai sore pak Helmi meminta warga untuk bersiap kembali ke rumah masing masing. Joni dan pak Helmi masih melanjutkan untuk berbincang di balai ditemani Rudi, aji, Refi, Hendrik, reya dan Yandri, serta beberapa pemuda lainnya.
para pemuda sangat penasaran, sekaligus bangga karena Joni berada di fihak mereka. mereka berharap dengan adanya Joni desa mereka bisa berkembang seperti dulu lagi.
__ADS_1
''Joni..... apakah kau dapat menggunakan jurus jurus dari penguasa bayangan ini....'' tanya pak Helmi dengan serius.
''iya paman, saat aku menggunakan kekuatan ini. aku merasa pernah melakukan pertarungan dengan menggunakan berbagai jurus dari penguasa bayangan ini, tetapi secara garis besar hanya ada 2 jurus skala besar dan 2 jurus skala kecil yaitu, jurus lubang neraka (jurus yang memiliki daya tarik untuk menghisap sesuatu ke dalamnya) dan jurus istana kegelapan (yaitu sebuah jurus yang dapat memakan cahaya hingga 2 km jauhnya dan membuat ruang gelap tanpa cahaya)
lalu jurus tombak kegelapan dan tendangan kilat kegelapan
dan aku juga merasakan kalau dalam kekuatan ini aku kehilangan Indra peraba ku...'' ucap Joni menjelaskan,
dan itu benar seperti cerita pak Helmi yang pernah bisa menyerang tubuh penguasa bayangan ini yang memang ternyata sangat keras dan sampai sampai Joni pun merasa kehilangan Indra perabanya, tetapi ada sesuatu yang dirasakan Joni saat dia menggunakan kekuatan ini, ada perasaan yang terbawa pada kekuatan yang di copy nya.
hari hari berlalu, Joni dan Rudi membantu para pemuda untuk berlatih, bahkan pak Helmi pun ikut serta dalam latihan ini. tetapi tanpa menggunakan kekuatan bintangnya.
suatu hari, pak Helmi memanggil Joni. karena suatu hal yang penting.
''mohon maaf paman, ada apa paman memanggilku,....'' tanya Joni sambil berdiri di depan pak Helmi.
''duduklah.... ada yang ingin ku bicarakan denganmu....'' ucap pak Helmi dengan wajah serius.
''aku ingin mencoba menyimpulkan kekuatan batu bintang milikmu,.. sekaligus memasukannya ke dalam buku penelitian astronomi ilmiah.
menurut pengamatan ku dari hasil latihan dan keterangan yang kau sampaikan padaku.
kekuatan batu bintang milikmu termasuk kedalam kategori sangat istimewa dan sangat langka, karena dapat meng copy kemampuan lawan hanya dengan bertarung.
tetapi aku juga ingin menyampaikan mulai hari ini. kamu harus bisa menyembunyikan tanda yang ada pada lengan mu itu. supaya tak terlihat oleh orang orang jahat yang menginginkan kekuatan itu....'' ucap pak Helmi sambil menepuk pundak Joni.
''baiklah paman,... apa yang kau sampaikan kali ini akan ku lakukan dengan baik. Oya paman apakah ada hal yang lainnya...'' tanya Joni lagi.
''Jon,.... berapa lama lagi kau akan pergi...'' tanya pak Helmi dengan wajah sedih.
''em... mungkin sekitar 3 hari lagi paman, aku akan melanjutkan perjalanan menuju kota burung lalu pergi ke kota air setelahnya...'' ucap Joni dengan penuh keyakinan.
''baiklah..... Joni, aku ada sedikit permintaan padamu...''. ucap pak Helmi yang terlihat ragu untuk mengatakannya.
__ADS_1
''katakanlah paman...'' ucap Joni meyakinkannya.
''sebenarnya dengan adanya kamu di sini, warga desa bayangan ini merasa aman, tetapi aku tak tau jika nanti telah datang waktumu untuk pergi, apakah perasaan mereka tetap sama.
jadi jika kau setuju, aku ingin kau membantu kami untuk mengalahkan penguasa bayangan, karena mereka masih mempunyai harapan agar kampung halamannya ini kembali makmur seperti desa desa yang lain, tetapi itu terserah padamu. aku tak bisa memaksakan keinginanku...''. ucap pak Helmi sambil tertunduk.
Joni berfikir sejenak untuk memberikan jawabannya.
''paman,.... izinkan aku pergi sendirian untuk bertemu dengan penguasa bayangan. dan aku harap, jangan ada yang mengikuti ku.
percayalah,... aku akan baik baik saja....'' ucap Joni tegas
''baiklah paman saya pamit dulu.....''. ucap Joni sambil berjalan pergi meninggalkan pak Helmi di dalam balai.
Joni kembali bersama teman teman barunya, mereka sedang berbincang, Joni mengajari mereka 3 tehnik yang ia pelajari dan juga menyarankan mereka untuk memakai pemberat, karena bisa sangat membantu dalam melatih kecepatan.
sejak kedatangan Rudi dan Joni, desa kecil bayangan mengalami banyak kemajuan terutama pada kemampuan bertarung para pemudanya.
dan ketua desa juga sudah memutuskan aturan latihan tanding di batasi oleh tanda menyerah dari lawannya.
saat ini sudah hampir seluruh warga membuat pemberat seperti milik Joni dan Rudi. mereka berusaha keras untuk menjadi lebih kuat.
malam hari pun tiba, sudah waktunya Joni untuk pergi ke tempat yang di tunjukan paman sebagai sarang penguasa bayangan.
Joni melesat dengan cepat menerobos lebatnya hutan yang ada di wilayah desa bayangan, setelah beberapa saat bergerak menuju arah yang di tunjukan oleh pak Helmi. Joni pun tiba di sebuah bukit yang nampak berantakan. Joni mengaktifkan kekuatan batu bintangnya.
...***********************************...
...*********************...
...**********...
...***...
__ADS_1