
Joni terbangun dari tidurnya, tidurnya kali ini terasa sangat lama. dia melihat ke arah Rudi yang masih terlelap.
''kebetulan sekali, kak Rudi masih tertidur, mungkin sebaiknya kubiarkan dulu. aku mau menyegarkan badan dulu sebentar.'' ucap Joni sambil berdiri dari tempat tidur.
Joni beranjak dari tempatnya beristirahat, dia ingin mendatangi sumber air yang ada di hutan yang tak jauh dari tempatnya beristirahat.
seperti biasa, rutinitas Joni di jalankan, (mandi pagi, ibadah) dalam keadaan apapun dia selalu bisa menyempatkan waktunya dengan baik.
setelah aktifitasnya selesai, Joni memikirkan mimpinya malam tadi. dan kali ini dia mencoba mempraktekkan apa yang ada dalam mimpinya. kali ini dia benar serius.
joni memejamkan mata dan melakukan gerakan yang di ajarkan dalam mimpinya itu, saat Joni melakukan gerakan dia merasa tubuhnya bergeser tapi saat membuka mata tak ada yang berubah, dan Joni merasa perasaan bergeser tadi hanya karena dirinya yang mungkin kurang ber konsentrasi.
Joni mengulangi gerakannya lagi, dan dia pun merasakan hal yang sama lagi. tapi tetap saja, saat membuka matanya dia masih duduk di tempat semula. semuanya tak mengalami perubahan. Joni pun memutuskan untuk melupakannya. dan melanjutkan kembali perjalanannya.
Rudi dan Joni melaju dengan kecepatannya dan setelah 3 jam berlalu, mereka pun sampai di sebuah pondok yang berada di tengah hutan.
Joni dan Rudi berhenti untuk bertanya pada pemilik pondok ini.
selang beberapa saat pemilik pondok keluar dan menemui Joni.
''adik dari mana dan mau kemana, kenapa bisa sampai di sini''. tanya pemilik pondok pada mereka.
Joni terdiam sesaat memperhatikan orang yang berdiri di hadapannya.
''saya Joni dan ini kak Rudi, saya dari desa Soko di pulau jempol di negara timur, kami kesini ingin menuju sebuah desa di bukit tertinggi negara ini''. jawab joni lengkap.
''wah.... jauh ya. ada keperluan apa adik ke desa bukit tinggi. apakah ada keluarga di sana'' tanya pemilik pondok yang tampak penasaran.
''sebenarnya, saya ingin mencari keluarga saudara saya yang berasal dari negara tengah ini'' jawab Joni singkat.
__ADS_1
''o.... dari sini ke kota bukit masih sekitar 3 jam lagi, mungkin adik bisa beristirahat disini jika adik mau'', ucap pemilik pondok menawarkan.
sebenarnya pemilik pondok penasaran pada Joni yang memiliki tanda manusia rekayasa, tapi Joni memiliki tanda yang tidak normal.
''tunggu sebentar ya. saya buatkan minum dulu'' ucap pemilik pondok.
''tidak usah tuan, kami harus segera pergi''. ucap Joni sambil ingin berjalan meninggalkan rumah pondok tersebut.
Joni merasa ada yang aneh dengan orang ini, diapun merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari dalam pondok tersebut. dia merasa orang tua ini menyembunyikan sesuatu.
saat Joni baru melangkahkan kaki Joni merasa ada sebuah benda yang mengarah padanya, Joni me Lompat dan berbalik badan, dan memang benar apa yang dia duga, sebuah bambu runcing menancap di tempat Joni berdiri sebelumnya.
''apa maksudnya ini tuan... kenapa kau menyerang ku'' tanya Joni dengan wajah marah.
''ha.. ha.. ha.. kau pikir kau bisa membohongiku, hah... kalian dari negara Utara kan...!'' ucap orang itu sambil menyerang Joni dan Rudi.
''tunggu dulu tuan, kau salah... kami bukan dari negara Utara'' ucap Joni sambil terus meng hindar.
Joni beberapa kali terkena tendangan dan terpental ke pepohonan, namun tubuh Joni yang terlatih, tak terlalu merasakan dampak dari serangan serangan tersebut, hingga akhirnya Joni menabrak tubuh orang tersebut ber kali kali, tapi orang itupun sepertinya terlatih, saat ini pertarungan mereka nampak imbang hingga akhirnya Joni terpaksa menggunakan tangannya untuk memukul tubuh orang tersebut yang membuatnya jatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya, dan saat Joni berjalan mendekati pemilik pondok itu, terlihat seorang anak perempuan berumur 15 tahunan berlari dan memeluk pemilik pondok itu sambil menangis, minta maaf pada Joni dan memintanya untuk melepaskannya.
''hey, kenapa kau menghalangiku,
menyingkirlah, dia berniat membunuhku dan temanku tau....!, biarkan aku memberinya pelajaran''. ucap Joni dengan wajah marah, karena melihat Rudi yang terluka karena diserang olehnya.
''maafkan ayah kak, maafkan ayah, ayahku bukan orang jahat..'' kata anak perempuan itu sambil terus melindungi ayahnya.
melihat anak perempuan itu terus meminta maaf dan memintanya untuk melepaskan ayahnya. Joni terdiam sesaat sampai Rudi menghampiri dan memegang pundak Joni.
''Jon, sudahlah... aku baik baik saja. beri mereka kesempatan untuk menjelaskannya, mungkin bisa membantu menemukan tujuanmu''. ucap Rudi sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
__ADS_1
setelah mendengar ucapan Rudi, emosi Joni pun mulai mereda dan memberinya kesempatan untuk menjelaskan padanya.
mereka kembali ke teras pondok, Joni meminta pemilik pondok untuk menjelaskan padanya kenapa dia menyerang mereka.
sebelumnya pemilik pondok memperkenalkan bahwa namanya Frans Surya dari negara Utara dan anaknya Andien, dan menceritakan sejarahnya hingga sangat membenci orang orang dari negara utara, sambil menahan rasa sakit, dia mengatakan bahwa dirinya adalah manusia dengan rekayasa genetik level 1. dan dia menunjukan 1 tanda di lengan kanannya kepada Joni dan Rudi, Joni dan Rudi saling pandang dan melihat ke lengan kanan mereka masing masing, Rudi memiliki 1 tanda di lengan kanannya dan Joni tentu saja punya banyak.
tadi saat pak Frans menyerang mereka itu juga karena melihat tanda yang ada di lengan kanan Joni. dia menganggap bahwa Joni dan Rudi adalah orang suruhan yang dikirim untuk mencari mereka berdua.
setelah mendengar penjelasan pak Frans Surya tentang tanda yang ada di lengan kanannya. Joni semakin penasaran, karena dia bukanlah manusia rekayasa genetik. bahkan tanda ini muncul pun Joni tak tau dan baru menyadarinya malam tadi.
sedangkan Rudi tak tau mengapa ia juga mempunyai tanda seperti itu, 1 hal yang tak pernah di ceritakan dalam hidupnya dan masih menjadi rahasia.
yang Rudi ingat sebelum dia di temukan oleh ayah Ari. ayah menyuntiknya dengan suatu cairan, saat itu ayah mengatakan bahwa dengan obat ini rudi akan sembuh. lalu ayah menggendongnya pergi dengan sebuah kapal menyebrangi lautan, dan saat sampai di sebuah pulau, beberapa orang melihat mereka dan mengejarnya. ayah membawa rudi sambil terus melompat dari satu pohon ke pohon lain. dan saat jarak agak jauh dengan pengejar, ayah menjatuhkannya sambil tetap membawa selimut agar pengejar itu tetap mengejarnya dan tak menyadari Rudi yang sudah ditinggalkan. tapi ia tak tau nasib ayahnya setelah itu. karena saat itu ia langsung di temukan ayah Ari yang kebetulan sedang berburu.
kembali ke pembicaraan mereka.
setelah lama terdiam, joni mulai bertanya kembali
''apakah bapak tau arti tanda di tanganku ini''. tanya Joni sambil menunjukan tanda di lengan kanannya.
''tunggu dulu. sebelumnya saya minta maaf atas perbuatan saya pada kalian tadi.'' ucap pak Frans dan meminta putrinya untuk membuatkan air.
waktu berlalu tanpa sadar waktu sudah mulai senja, hari ini Joni dan Rudi menginap di pondok pak Frans Surya. karena masih banyak yang ingin Joni ketahui.
...++++++++++++++++++...
...++++++++++++++...
...++++++++++...
__ADS_1
...++++++...
...++...