The Copy Master

The Copy Master
episode 33. BEKERJA DAN BERLATIH


__ADS_3

Endi, Joni, Ari, dan Rudi pergi ke pelabuhan kapal yang dibicarakan tadi malam. mereka sampai di pelabuhan dan bertanya pada petugas jaga yang mengatakan bahwa kantor pelabuhan baru akan buka setengah jam lagi. sambil menunggu jam buka, Endi dan teman temannya berkeliling di area pelabuhan yang sangat luas terdapat banyak gudang, dan ada dua kapal yang sedang berlabuh. nampak banyak pekerja yang saat ini sedang menurunkan bawaan kapal, jumlah mereka sekitar puluhan orang. tapi hanya beberapa saja yang bekerja dan yang lainnya sedang beristirahat.


setelah beberapa saat terlihat Rendi dan teman temannya datang sesuai janji mereka. dan mereka pun berkumpul untuk menunggu waktu. sambil berkeliling di pelabuhan.


setelah sekian lama berkeliling. terlihat mobil memasuki area parkir di depan kantor pelabuhan.


dan terlihat penjaga yang tadi berjaga datang menghampiri. seseorang yang keluar dari mobil langsung memasuki kantor. tak lama kemudian petugas tersebut menghampiri Joni dan teman temannya yang masih berada di area pelabuhan tersebut.


''siapa yang bernama Joni''. tanya penjaga pada Endi dan teman temannya.


''saya Joni...'' joni mengangkat tangan kanannya.


''baiklah, ikuti saya''. ucap petugas tersebut dan langsung di ikuti Joni dan yang lainnya.


rendi, dan yang lainnya menunggu di depan kantor pelabuhan seperti yang diperintahkan petugas tersebut.


Joni masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk oleh petugas yang tadi mengantarnya dan petugas kembali keluar menuju pos penjagaan.


''selamat pagi pak. saya Joni''. ucap Joni menghampiri orang yang memanggilnya.


''baik, duduklah... ,'' kata orang tersebut meminta Joni.


tertulis, nama kepala pelabuhan di atas mejanya. dan itu artinya yang ada di depan Joni saat ini adalah adalah ayah Rendi.


''Joni.... saya ingin bertanya berapa pertanyaan padamu. apa hubunganmu dengan Rendi, dan apa yang membuat Rendi meminta ku untuk membantumu. apakah kamu pernah membantunya''. tanya ayah Rendi.


Joni menjelaskan bahwa mereka hanya teman, bahkan mereka berteman dimulai malam tadi, sebelumnya mereka sempat berkelahi, tapi entah mengapa Rendi dan teman temannya mencarinya untuk meminta maaf bahkan mau membantunya untuk mendapatkan pekerjaan.


mendengar cerita Joni yang singkat, apalagi diawali dengan perkelahian, ayah Rendi merasa heran dan tak mengerti. anaknya yang begitu ⁰arogan, sombong dan suka berbuat onar, begitu mudah di kalahkan oleh seseorang yang baru dikenalnya.

__ADS_1


''apakah yang kamu ceritakan itu benar'', kata ayah Rendi memastikan.


''iya pak. semua yang saya ceritakan itu benar adanya, jika Anda kurang yakin, silahkan tanyakan kepada Rendi.'' ucap Joni bersungguh sungguh.


''baiklah, saya akan mencoba percaya pada mu. baiklah. hari ini kamu bisa memulai pekerjaan paruh waktu yang diperlukan. ada 1 kontainer. besar berisi bahan makanan, beras, dan gandum saya minta kamu pindahkan hari ini ke dalam gudang penyimpanannya.'' ucap kepala pelabuhan sambil menekan bel yang ada di depannya.


tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. dan memasuki ruangan. kepala pelabuhan memintanya mengantar Joni dan kawan kawannya untuk membongkar barang yang ada di dalamnya.


Joni pun pamit dan mengikuti petugas tersebut dan di ikuti Endi dan yang lainnya dibelakang.


setelah Joni meninggalkan ruangan kepala pelabuhan. terlihat ayah Rendi tersenyum tipis, mengingat cerita yang di sampaikan Joni padanya. mungkin dari pandangan Rendi Joni adalah sosok yang istimewa, dia hanya berharap kali ini anaknya benar benar bisa merubah sikapnya.


setelah beberapa saat berjalan menuju gedung yang di bicarakan, mereka pun sampai. dan terlihat banyak sekali pekerja yang bekerja di sini. terlihat ada sekitar 50 orang yang sedang membongkar barang dari kontainer kontainer yang ada di dalam bangunan tersebut.


Joni dan kawan kawan di antar ke depan kontainer yang berisi bahan makanan. dan petugas yang mengantarnya menjelaskan pekerjaan yang akan mereka jalani, termasuk pembayaran gajinya. setelah selesai menjelaskan secara rinci. petugas tersebutpun meninggalkan mereka untuk melakukan pekerjaannya.


disisi lain ada beberapa pekerja yang sepertinya kurang menyukai kedatangan Joni dan teman temannya di gudang ini.


kontainer tersebut berisi sekitar 5 rit. muatan truck. Endi, Ari, dan Rudi bekerja sambil berlatih seperti yang di bicarakan Joni malam tadi. sedangkan Rendi dan 5 orang lainnya hanya mengikuti apa yang mereka lakukan. dalam hati Rendi, bertanya tanya,


''mengapa mereka bekerja sambil berlari. apakah tidak terlalu cape nantinya''. pikir Rendi dalam hati nya.


''namun suatu waktu aku pasti akan menanyakan tentang hal ini.'' pikir Rendi lagi.


setelah hampir tiga puluh menit berlalu, terlihat teman Rendi ingin beristirahat. Rendi memanggil mereka ber lima. dan meminta waktu pada Joni dan Endi, Joni pun memberi waktu 2 menit untuk Rendi. sambil mereka terus melakukan pekerjaan.


Rendi mengingatkan teman temannya untuk bekerja seperti Joni, Endi, Rudi dan Ari karena mereka sendiri yang meminta dan berjanji tak akan menghambat mereka. jadi jika mereka bekerja sambil berlari maka mereka pun harus melakukannya. Rendi mengingatkan kembali pada mereka untuk percaya pada Joni. dan mereka pun bangkit dan bersemangat. namun dalam pikiran mereka bukan percaya pada Joni tapi terlebih demi Rendi.


mereka memulai kembali pekerjaannya dan menurunkan dan menyusun dengan cepat, tanpa minum dan tanpa makan, mereka terengah-engah tapi tetap melakukan pekerjaannya. yang paling terlihat tidak lelah adalah Joni. baginya ini sama dengan saat dia memulai pelatihan awal.

__ADS_1


setelah 1 jam, akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaannya. pekerja yang dari tadi melihat mereka bekerja pun tak percaya dengan apa yang dilihatnya. karena dengan berjalan saja mereka sampai letih sekali. apalagi sambil berlari. dan terlihat Endi, Rendi dan teman temannya duduk untuk beristirahat. karena mereka belum terbiasa dengan latihan seperti ini. mereka sangat merasakan tubuhnya sangat lelah. tapi mereka tetap berusaha melakukan seperti yang di katakan Joni. mereka tak mau menyerah karena tujuan mereka jauh lebih berharga.


Joni melihat ke arah Endi, Ari dan rudi dan menawarkan minum, awalnya mereka menolaknya kecuali Rendi dan teman temannya, mereka langsung minum karena sangat haus. dan Joni berkata lagi pada Endi Ari dan Rudi, bahwa saat dia berlatih pertama kali juga dia minum. sebab saat itu tubuhnya belum terbiasa. dan mereka pun berebut untuk minum


Rendi yang mendengar kata latihan yang tadi di ucapkan Joni, semakin penasaran. dia bertekad pasti akan menanyakan hal ini pada Joni. saat pekerjaan bongkar ini telah selesai.


Joni pergi ke tempat petugas gudang yang di perintahkan ayah Rendi tadi pagi dan meminta kontainer yang lainnya lagi. kali ini Joni meminta 4 kontainer untuk dibongkar selanjutnya.


petugaspun datang dan memeriksa kontainer yang tadi dibongkar. setelah memastikan semuanya selesai dengan baik petugaspun memberikan 4 kontainer yang diminta Joni.


tak ingin membuang waktu, mereka langsung memulai kembali pekerjaannya.


Lima jam berlalu dan waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 Joni dan teman temannya sudah menyelesaikan pekerjaannya. mereka menerima pembayarannya dan pamit untuk pulang.


pekerja lain yang memperhatikan Joni dan teman temannya. tercengang melihat hasil pekerjaan mereka yang cepat. dan terlihat tak punya rasa lelah. mereka yang sudah terbiasa saja memerlukan waktu paling cepat 2 jam setengah dengan sepuluh orang pekerja, namun mereka hanya perlu waktu satu jam untuk membongkar barang dari satu kontainer.


petugas yang bertugas di gudang pergi melaporkan hasil kerja Joni dan teman temannya pada kepala pelabuhan.


mendengar laporan yang di ceritakan petugas gudang, ayah Rendi tak percaya dengan apa yang didengarnya. diapun bergegas melihat layar monitor kamera cctv untuk melihat proses pekerjaan yang dilakukan Joni dan teman temannya yang hanya memerlukan waktu 6 jam saja untuk membongkar 5 kontainer.


ayah Rendi melihat dari ke 10 orang yang bekerja, Joni lah yang tampak paling santai, bahkan terlihat biasa saja, hanya saja berkeringat. dan ayah Rendi tersentak kaget saat melihat salah satu dari 10 orang teman Joni adalah anaknya, melihat apa yang di saksikan nya dari monitor pemantau, dia menggeleng gelengkan kepalanya, dalam hatinya tak percaya apa yang sedang dilihatnya saat ini.


...0000 000 000 000...


...000 000 000...


...000 000...


...000...

__ADS_1


...0...


__ADS_2