The Copy Master

The Copy Master
episode 75. KEPUTUSAN RAQI


__ADS_3

raqi terdiam mendengar perkataan Joni. dia sangat malu telah salah menilai Joni.


apa yang moe katakan sebelumnya tentang Joni ternyata benar.


''maafkan kami, kami harus segera kembali. jaga dirimu baik baik'' ucap Joni mengajak moe bersamanya.


Joni kembali ke kediaman rumah Sarah, setelah beberapa saat mereka sampai di ruang tengah, dan terlihat Rudi yang sedang tertidur di sofa.


''moe... apa kau mau kubuatkan kopi'' tanya Joni


''ah... kamu ini. aku tak mau.... Oya Jon, nampaknya orang yang mengawasimu tak ada di sini'' ucap moe


''iya biarkan sajalah moe aku mau mandi dulu lalu minum kopi.'' ucap Joni sambil berjalan menuju dapur.


''oya Jon, soal hasil taruhannya, sebenarnya aku sudah tahu kau akan mengatakan hal itu, tetapi sebenarnya aku berharap raqi bisa ikut bersamamu'' ucap moe


''tidak apa apa moe,... aku hanya berharap raqi bisa menjaga dirinya walaupun tak bersama kita'' ucap Joni lagi.


''huh... ya sudah lah, Jon aku mau mencari makanan dulu'' ucap moe sambil berubah menjadi seekor burung Pipit dan keluar dari rumah.


''hati hati moe'' ucap Joni dalam pikirannya


''baiklah... aku pergi dulu'' ucap moe yang sudah keluar dari tadi.


setelah semuanya selesai Joni membangunkan Rudi dan mengajaknya ngopi di pondok depan rumah.


di tempat raqi


Raqi yang saat ini sedang sendiri di tempatnya mengingat kembali kata kata Joni, saat ini raqi bimbang keputusan apa yang ingin diambil... apakah ikut dalam perjalanan Joni bersama moe, atau tetap menyendiri di tempatnya untuk melewati waktu.


di kota timur


di sisi lain setelah guncangan berhenti tampak warga kota mulai melakukan kegiatannya seperti biasa, sedangkan jendral taori kembali berdiskusi dengan para kaptennya tanpa tim C1, mereka berdiskusi tentang penyusup yang berada di kota timur.


''baiklah kita lanjutkan kembali diskusi kita yang sempat terhenti tadi'' ucap jendral taori memulai pertemuan.


''bagaimana laporan pengawasanmu malam tadi kapten silo'' tanya jendral taori.


''maaf jendral, saya tak melihat dan menemukan sesuatu yang mencurigakan malam tadi jendral'' ucap kapten silo melaporkan hasil pengawasan malam tadi


''lalu... bagaimana dengan laporan mu kapten moci, apakah ada pergerakan'' tanya jendral taori.


''maaf jendral saya tidak melihat mereka keluar sama sekali jendral'' ucap jendral moci


''memangnya apa penyebab jendral mencurigai 2 orang pemuda yang tinggal di kediaman lama jendral itu sebagai penyusup yang kita cari cari'' tanya kapten moci lagi.

__ADS_1


''hem.... sebenarnya saat kemarin aku berkunjung untuk menemui mereka itu secara tidak di rencanakan, semua itu hanya karena kedua putriku yang memaksa. tetapi saat sampai dan melihat halaman yang sebelumnya dipenuhi pohon liar telah seluruhnya di bersihkan dan semua kayu itu disusun rapi. tetapi hal yang menurutku sangat tidak mungkin hingga aku mencurigai mereka adalah karena semua pohon itu di cabut dan bukan di potong atau ditebang, secara nalar, hal itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa'' ucap jendral taori dengan wajah serius.


''kapten moci, apakah ada sesuatu yang sekiranya mencurigakan...'' tanya jendral taori lagi.


''maaf jendral sejauh pengamatan saya, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali'' ucap kapten moci menegaskan laporannya.


''jendral saya ada sedikit ide untuk memastikan mereka penyusup atau bukan. tetapi ide ini sedikit kasar, tetapi jika prasangka jendral benar, maka itu tidak melanggar hukum'' ucap kapten Hans


''tunggu... coba jelaskan maksudnya kapten, coba jelaskan secara rinci'' ucap jendral taori


''begini jendral,.. bagaimana jika kita tangkap salah satu dari mereka, lalu kita interogasi jika mereka bukan si penyusup maka kita lepaskan saja tetapi jika dia penyusup berarti tinggal kita kejar dan tangkap yang satu orang lagi'' ucap kapten Hans menyarankan.


''itu juga masukan yang bagus, bagaimana dengan yang lain'' ucap jendral lagi


''oya jendral, apakah tidak lebih baik jika kita coba untuk bertanya pada kedua putri jendral, karena jendral berkata bahwa 2 orang anak muda itu adalah teman putri jendral, mungkin kita bisa bertanya pada nona Sarah atau nona silva untuk mengorek informasi'' ucap jendral moci.


''hem..... baiklah, akan ku coba bertanya pada putriku dulu tentang mereka, tetapi jika kita tak dapat informasi apapun mungkin kita bisa lakukan apa yang kapten Hans sarankan'' ucap jendral taori.


hari ini jendral taori berencana berbincang dengan putrinya dan pulang ke rumah pribadinya.


Sarah dan Silva terlihat senang melihat kepulangan ayahnya yang sangat jarang sekali pulang.


hari semakin siang


Joni dan Rudi yang sedang berbincang di pondok dan terlihat senang.


''kekuatan ke duaku saat ini adalah penguasa tanah kak, dengan kekuatan ini aku bisa merubah benda padat apapun menjadi bentuk yang ku inginkan,'' ucap Joni.


''wah... kau memang sangat beruntung sekali ya Jon, tapi kau memang pantas mendapatkannya'' ucap rudi


''lalu,.. bagaimana dengan sang penguasa tanah, apakah kau tidak mengajaknya untuk ikut bersamamu.'' tanya Rudi lagi.


''sebenarnya aku sangat ingin mengajaknya, tetapi karena dia mau mengikutiku karena kalah taruhan dengan moe, aku menolaknya dan memberikan pilihan untuknya'' ucap Joni lagi.


sementara itu raqi yang terus memikirkan kata kata Joni pun akhirnya memutuskan, bahwa dia akan mengikuti Joni. kali ini raqi sangat yakin dengan keputusannya. dia mengaktifkan kekuatannya dan datang ke rumah yang saat ini di tempati Joni.


''sepertinya raqi sedang menuju kemari..''. ucap Joni.


Joni dan Rudi bergegas masuk ke rumah karena orang yang mengawasinya sudah mulai mengawasi lagi.


''kak buatlah kopi lagi...'' ucap Joni berbisik.


''bukankah kita baru selesai ngopi..'' ucap rudi


''jika perasaanku benar maka kopi bisa menyelamatkan kita'' ucap Joni.

__ADS_1


''baiklah... akan ku buatkan'' ucap Rudi dan pergi ke dapur.


setelah beberapa saat. raqi datang dengan kekuatan dan wujud aslinya di ruang tengah hal ini membuat kapten moci yang sedang mengawasi mereka merasakan ada getaran energi dari dalam kediaman joni dan rudi.


''energi apa ini.... kuat sekali...


apakah ini kekuatan rekayasa...? dan siapa pemilik kekuatan ini...'' ucap kapten moci dalam hatinya.


sementara itu, raqi yang masih dengan wujud aslinya sedang berhadapan dengan Joni.


''raqi apa yang membuatmu datang ke tempat rumah ini dengan kekuatanmu itu,...'' tanya Joni


''joni.... aku datang karena aku sudah memutuskan sesuatu...'' ucap raqi.


Joni mengaktifkan kekuatan penguasa tanahnya....


''apa yang sudah kau putuskan... raqi...'' tanya Joni dengan kekuatannya.


melihat Joni yang mengeluarkan energi penguasa tanahnya, raqi menyadari bahwa ia harus menyembunyikan kekuatannya agar Joni mau berbicara dengannya..


sedangkan Rudi yang dari tadi berdiri di ujung ruangan hanya terdiam sambil memegang kopi yang di bawanya.


''ini kah kekuatan penguasa tanah yang dikatakan Joni pada ku....


sungguh mengerikan...'' pikir Rudi dalam hatinya.


raqi menyembunyikan kekuatannya dan berubah menjadi bentuk tikus tanah.


sedangkan Joni yang melihat raqi menghilangkan kekuatannya dan berubah bentuk pun akhirnya menonaktifkan kekuatannya. dan mendekati raqi.


''maafkan aku Joni, aku tak bermaksud menyinggung mu..'' ucap raqi.


''tidak apa apa raqi,... baiklah apa maksud perkataan mu tadi...'' tanya Joni


''joni... seperti apa yang kau katakan kemarin padaku.


saat ini aku ingin sekali berteman denganmu dan ingin ikut bersamamu..


maukah kau menerimaku....?" tanya raqi sambil tertunduk.


...$$$$$$$$$$$$$$$$$...


...@@@@@@@@...


...&&&&&&&...

__ADS_1


...+++...


__ADS_2