
malam berlalu dan esok hari pun tiba, Joni dan Endi pergi ke rumah Rendi. sedangkan Rendi, ayah dan ibunya hari ini izin tidak ke kantor karena Joni ingin berkunjung ke rumahnya.
saat sampai Joni di sambut dengan sangat ramah dan baik oleh ayah dan ibu Rendi.
''silahkan diminum kopinya nak endi dan nak Joni'' ucap ayah rendi
''iya pak terimakasih'' ucap Joni
''bagaimana perjalananmu nak'' tanya ibu Rendi
''alhamdulillah baik Bu sesuai keinginan'' ucap Joni singkat.
''oya apakah ada hal penting yang ingin nak Joni sampaikan pada kami'' tanya ayah dan ibu Rendi
Joni pun menceritakan maksud kedatangannya untuk menanyakan pembuatan turbin air untuk pembangkit listrik di desa Soko.
ayah dan ibu Rendi mengatakan bahwa semua itu dilakukannya sebagai hadiah untuk Joni.
awalnya Joni menolak karena pembuatan turbin air itu membutuhkan banyak biaya, dan sebelumnya mereka telah memberikan hadiah kepada Joni. tetapi rendi meminta Joni untuk menerima pemberian orang tuanya, karena apa yang di berikan Joni pada mereka jauh lebih berharga dan tidak ternilai.
Joni akhirnya menerima apa yang di sampaikan orang tua Rendi dan berterimakasih pada mereka atas kebaikan hati mereka.
lalu Joni pun pamit untuk kembali ke rumah Endi.
............................
di kota burung
tampak 4 orang kapten sedang berbincang, saat ini kapten suan Li. ingin sekali datang ke desa Soko di negara timur untuk mengunjungi desa tempat asal kapten kepala.
yang berencana pergi besok pagi.
''kapten Suan Li, aku meminta.... saat kepergian kalian ke desa kapten kepala nanti sampaikan salam hormatku pada ayah kapten kepala. dan jangan gunakan atribut perompak kalian karena bisa membuat kekacauan. dan jangan lupa untuk izin kepada pemerintah negara timur agar tidak menimbulkan masalah saat di perjalanan kalian'' ucap kapten baron.
''baiklah... untung saja ada kapten senior.
terimakasih sarannya kapten Baron. akan ku sampaikan salam kalian pada ayah kapten kepala nanti'' ucap Suan Li dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga dan berencana mengurus administrasi yang di perlukan.
.............................
__ADS_1
sementara itu Joni yang telah menyelesaikan urusannya dengan keluarga Rendi terlihat sedang berbincang dengan Rendi dan Endi di halaman rumah.
''oya Jon, mengenai batu bintang yang kau ceritakan kemarin, apakah menurutmu semua batu bintang itu memiliki kekuatan khusus'' tanya Rendi
''mungkin saja, soalnya dari semua pemilik batu bintang yang ku temui, mereka memiliki kekuatan yang berbeda beda. jadi kemungkinan besar setiap batu bintang memiliki kekuatan sendiri sendiri.'' ucap Joni lagi
''oya aku juga ingin menyarankan padamu untuk mencari batu bintang, karena jika kita ingin melindungi banyak orang, maka salah satu syaratnya, kita harus menjadi lebih kuat'' ucap Joni
''jon, lalu apa menurutmu batu bintang yang ada pada tubuhku ini fungsinya sama dengan milikmu'' tanya Endi yang merasa kecewa
''sepertinya sama, karena kita sama sama menyentuh batu bintang itu, dan mungkin saja batu bintang dalam tubuhmu belum bangkit'' ucap Joni pada Endi yang tampak murung
" bagaimana menurutmu moe,raqi,atau Andien, apa kalian bisa melihat batu bintang yang ada pada tubuh Endi'' ucap Joni pada para penguasa
''sepertinya sama dengan yang ada padamu, tapi sepertinya tidak sekuat yang ada padamu, dan memang kekuatan batu bintang yang ada padanya belum bangkit.'' ucap Andien melalui telepati.
''em... apakah kau tahu bagaimana cara mengaktifkan kekuatan batu bintang yang ada pada tubuhnya'' tanya Joni lagi pada Andien
''sepertinya sama dengan saat kekuatan batu bintang yang ada padamu bangkit dulu, apa kamu ingat bagaimana cara kekuatan batu bintang yang ada padamu bangkit'' tanya Andien
''ya aku ingat....'' ucap Joni.
''jon... kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali terdiam...
''o... itu... aku sedang berbicara dengan penguasa angin tadi'' ucap Joni.
''oya en... aku tahu cara membangkitkan kekuatan batu bintang yang ada pada tubuhmu,... tapi'' ucap Joni menahan kata katanya.
''tapi apa Jon.... ah kamu ini bikin penasaran saja'' ucap Endi
''tapi.... ini sangat beresiko bagi nyawamu..'' ucap Joni lagi
''huh.... begitu ya...
memangnya bagaimana caranya,'' tanya Endi
''sama sepertiku yang dulu, yaitu tersambar petir'' kata Joni.
Endi dan rendi saling berpandangan, mendengar cara pengaktifan kekuatan Endi yang sangat beresiko, Endi terlihat sedang berfikir.
__ADS_1
''hem.... bau apa ini ya...'' tanya Joni pada Rendi
''suf.. suf..'' rendi menghirup nafas untuk mencari tahu bau yang di maksud Joni
''ah... tidak ada bau apa apa'' ucap Rendi dengan wajah bingung.
''o.... ini mungkin bau dari kepala Endi yang sedang berfikir keras'' kata Joni sambil tertawa
''ah... kamu ini Jon, ada ada saja'' ucap Endi yang langsung mengakhiri pikirannya.
''he...he... Oya en, aku akan berusaha membantumu, setelah tubuh fisikmu mencapai level 2.'' ucap joni
''kalau kamu bagaimana ren, apakah kau ingin berburu batu bintang..?'' tanya Joni
''jika itu bisa membuatku menjadi lebih kuat, maka akan ku lakukan'' ucap Rendi penuh semangat.
setelah mereka selesai berbincang, merekapun pergi menuju gudang di pelabuhan untuk melihat teman temannya yang lain.
3 hari berlalu di kota bunga, Joni dan teman temannya sudah mulai rajin berlatih dan kali ini mereka berlatih dalam gelap seperti yang Joni sampaikan, lalu Joni berpamitan kepada mereka bahwa ia ingin pergi ke desa Soko. di sana Joni hanya memiliki waktu kurang dari 2 minggu, sedangkan Endi dan yang lainnya akan segera menyusulnya setelah semua pekerjaannya selesai.
''baiklah... aku pergi dulu ya teman teman'', ucap Joni yang di antar teman temannya di perbatasan kota bunga
Joni berubah menjadi seekor elang dan terbang menuju desa Soko, sedangkan teman temannya akan menyusulnya nanti.
Rendi dan yang lainnya akan mulai untuk berburu batu bintang. mereka juga ingin menjadi lebih kuat lagi, apalagi mereka telah melihat kemampuan yang dimiliki Joni, dan juga ceritanya dari berbagai negara.
Joni yang berwujud elang sedang berada di langit, terbang sambil berbincang dengan moe,raqi, dan Andien.
''oya aku hampir lupa,.... dulu saat aku pertama berangkat dari desaku dan menyeberangi sebuah selat, aku heran dengan keadaan selat itu,... disana ada semacam belut purba'' yang selalu menyerang kapal yang berada di permukaan air. apakah kalian tahu tentang binatang apakah itu....'' ucap Joni bertanya.
''sebenarnya aku tidak tau binatang yang kau maksud. tetapi bisakah kau tunjukan padaku bentuk hewan purba tersebut'' ucap moe
''bisa... kita akan sampai di penyebrangan antara pulau jempol dan pulau telunjuk, nanti kita singgah sebentar di sana untuk melihat'' ucap Joni dan terbang menukik ke arah penyebrangan.
Joni berubah bentuk lagi menjadi binatang yang lebih kecil dan terbang ke landasan penyebrangan yang saat itu sedang menyeberang untuk memperhatikan belut purba yang biasanya menyerang landasan penyebrangan.
setelah landasan itu sampai terlihat belut belut purba itu mulai menyerang landasan, Joni yang melihat dari dekat melihat beberapa goresan di dinding landasan, sedangkan moe, raqi dan Andien memperhatikan dengan seksama binatang ber ukuran besar tersebut.
''aku tidak menyangka kalian bertiga bisa bersama sama'' ucap seseorang melalui telepati.
__ADS_1
...******...
...*****************...