The Copy Master

The Copy Master
episode 47. KEMAMPUAN PERTAMA JONI (SANG PENGUASA BAYANGAN)#1


__ADS_3

Joni merasakan sakit seperti terbakar di lengan kanannya tepatnya pada salah satu tanda yang ada di lengan kanannya.


Joni berusaha menahan rasa sakit yang di rasakannya, dan memulai aksinya kali ini bukan untuk menyerang gerombolan orang yang datang, tetapi ingin membantu mereka melawan sesuatu yang kuat tersebut.


''ayo kak.... bantu mereka......'' ucap Joni memberi isyarat untuk memulai serangannya.


Rudi mengerti dengan situasinya dan menyusul Joni menyerang makhluk itu.


pertarungan sangat sengit, Joni belum sempat menyerang karena makhluk tersebut seperti mempunyai tangan yang banyak yang membuatnya terus menghindar, sampai akhirnya Joni mendapatkan kesempatan menyerang makhluk itu


dan.... brak.... Joni memukul mahluk itu dengan tangan kanannya. makhluk itu bergeser merasakan serangan pukulan Joni.


makhluk itu menyadari tanda yang dimiliki Joni dan segera menghindar dan pergi meninggalkan tempat pertarungan.


sedangkan Joni, setelah satu kali menyerang mahluk itu, ia jatuh tergeletak ia merasa saat ini tangannya benar benar terbakar, bahkan seluruh tubuhnya juga merasakan panas yang sangat kuat sedang membakarnya.


ketua penyerang merasa heran... kenapa anak muda ini bisa memaksa mahluk tersebut untuk pergi hanya dengan 1 pukulan tangan kosong. pikirannya bertanya tanya, tapi dia yakin anak ini memiliki sesuatu.


''hey...kalian selamatkan teman kalian yang terluka, dan segera bawa ke pondok untuk mendapat pengobatan...''. kata ketua memberi perintah.


''baik ketua,....'' semua anggota yang masih berdiri segera melaksanakan tugas dari sang ketua.


Rudi dan ketua penyerang mendekati joni yang masih tergeletak di tanah..


''Jon.... kenapa dengan mu. apakah kau terluka'', tanya Rudi sambil meraba wajah Joni dan memangku kepalanya.


Joni... belum menjawab pertanyaan Rudi padanya, Joni sedang sangat kesakitan, saat ini Joni merasakan tanda di tangan kanannya seperti tumbuh sebuah akar yang menjalar ke sekujur tubuhnya dan sangat panas dan sedang membakar tubuhnya.


''jangan kau tanya dulu. nampaknya saat ini dia mengalami sesuatu yang akan meningkatkan kemampuannya....'' kata ketua penyerang tadi.


''bagaimana tuan tau, apa yang sedang dialaminya. sedangkan kami saja tak mengenal tuan....'' ucap Rudi dengan nada bingung.

__ADS_1


''sudahlah anak muda,..... ayo... dia akan kami bawa ke pondok kami. untuk sementara dia akan baik baik saja.... bawalah barang bawaan kalian,,, biar aku yang membantu menggendong temanmu ini....'' kata ketua penyerang sambil menggendong Joni yang masih kesakitan.


''simpanlah rasa penasaranmu itu sampai di pondok nanti. aku akan memberikan jawaban sesuai dengan yang aku tau. ayo.....'' kata ketua penyerang sambil bergerak pergi meninggalkan tempat itu.


sesampainya di pondok, rudi terkejut.... ini lebih bisa di katakan sebuah kampung, dan bukan pondok. karena banyak terdapat rumah penduduk. bahkan ada anak anak juga..


mereka membawa Joni dan Rudi ke sebuah bangunan yang ada di ujung tempat itu.


terlihat ada beberapa anak muda yang sedang berlatih di halaman rumah..., Rudi merasa aneh dengan tempat ini, karena dari keadaan rumah sampai di luaran pun sangat gelap, dan orang orang disini tapak terbiasa dengan gelap, padahal dunia sudah maju... tapi mengapa mereka masih belum memanfaatkan listrik untuk pencahayaan. pikir Rudi dalam hatinya.


sesampainya di rumah yang di tuju. Joni di letakkan di lantai sebuah ruangan. Joni tampak masih kesakitan dan ketua penyerang meminta Rudi untuk menunggunya.


''hey... anak muda, beristirahatlah... aku sangat yakin besok, kondisi temanmu akan baik baik saja. untuk malam ini aku minta kalian untuk beristirahat tanpa cahaya.....'' ucap ketua penyerang yang berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


esok hari pun tiba, Joni dan Rudi sudah bangun dan ingin menemui ketua penyerang yang membantu mereka malam tadi. ada 10 buah rumah yang ada di desa ini.


terlihat beberapa orang beraktifitas, ada kebun yang mungkin luasnya kurang dari 10 ha. tampak mereka menanam singkong jagung dan sayuran.


''he.. iya paman. maaf paman, apakah kau mengenali kami...'' tanya Joni dan Rudi yang sedang berjalan jalan di kebun.


''tentu saja.... o..ya sebelumnya saya minta maaf. saya Helmi ketua kampung ini yang semalam membawamu ke balai kampung''. ucap pak Helmi memperkenalkan diri.


''saya Joni dan ini kak Rudi kami dari negara timur. maaf paman apa nama kampung ini. kenapa wilayahnya ada di tengah hutan seperti ini...'' tanya Joni lagi.


''sebenarnya dulunya pondok ini adalah sebuah desa besar. bahkan desa ini salah satu daerah yang maju dalam segi pertanian..'' ucap pak Helmi sambil berjalan menuju sebuah pondok yang ada di tepi ladang.


''Oya paman, mengapa pondok ini tak menggunakan pelita saat malam hari... semalam saat kami tiba, saya tak melihat adanya api yang menyala di setiap rumah yang ada di sini...'' tanya Rudi yang penasaran sejak semalam.


''nah.... pertanyaan kalian ini yang akan membuat kalian mengerti kondisi desa saat ini...'' ucap pak Helmi sambil beberapakali menarik nafas dalam.


pak Helmi bercerita, jika dulu nama desa ini adalah desa bayangan karena pada jaman dulu ada mitos yang mengatakan bahwa dahulu kala ada mahluk yang tinggal di daerah ini dengan kondisi tersegel. mahluk buas yang di sebut sebut sebagai penguasa bayangan. mahluk ini tersegel di sebuah bukit berbatu.

__ADS_1


''saat desa berada di puncak kemajuannya, ada beberapa perusahaan pertambangan yang ingin mengelola sumberdaya yang ada di kawasan desa ini.


saat itu, tetua desa tak mengijinkan perusahaan pertambangan itu mengelola sumberdaya di bukit batu, karena ada mitos bahwa ada mahluk buas yang tersegel di sana.


tetapi mereka mengirimkan banyak bantuan berupa alat pertanian modern, teknologi canggih, dan banyak lagi bantuan bantuan lain yang di kirim dan itu hampir merata ke semua penduduk.


tetua desa didesak oleh sebagian besar warganya yang juga didukung oleh pemerintah daerah, sehingga akhirnya 35 tahun yang lalu perusahaan tambang itupun di perbolehkan untuk mengelola sumberdaya yang ada.


saat perusahaan baru berjalan 5 tahun, semua berjalan dengan lancar dan berdampak sangat besar pada kemajuan penduduk saat itu.


tapi semua kemakmuran itu tak bertahan lama, ketika salah satu proyek pengeboran yang di lakukan pada salah satu bukit menemukan rongga besar yang didalamnya terdapat banyak permata di setiap tepinya, mereka pun sangat senang dan itu adalah awal dari bencana yang dampaknya bisa kalian lihat sekarang pada desa ini'' ucap pak Helmi menjelaskan..


Rudi dan Joni hanya berpandangan,...


''apakah makhluk yang semalam kita hadapi adalah penguasa bayangan itu....'' tanya Joni.


''iya benar.... itu adalah sang penguasa bayangan.


awalnya tak ada yang tau wujud dari mahluk ini tetapi, para peneliti dan pasukan khusus negara pernah datang dan mencoba mencari dan membinasakan mahluk ini tetapi tak pernah berhasil dan seluruh tim semuanya hilang dan hanya menyisakan pakaian....


tetapi berkat pengorbanan mereka kami jadi bisa mengetahui jika bentuk sebenarnya dari sang penguasa bayangan,


dari kamera yang di pasang para peneliti mahluk ini menyerupai beruang tetapi dengan 7 buah tangan yang ada di ekornya, bisa dibilang seperti ekor burung yang setiap ekornya dapat digunakan untuk menyerang, tetapi bagian asli tubuhnya sangat sulit untuk dilukai karena sangat keras dan tertutup semacam asap hitam yang tak tertembus penglihatan kita, yang selalu mengelilinginya dan di penuhi aura membunuh, saat itu aura yang mengelilinginya itu sangat luas, hampir separuh desa langsung berada dalam kegelapan dan ketakutan.'' ucap pak Helmi.


...&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&...


...&&&&&&&&&&&&&&&&&...


...&&&&&&&&&&&&...


...&&&&&&&...

__ADS_1


__ADS_2