The Copy Master

The Copy Master
episode 28. BERHENTI JADI ANAK NAKAL


__ADS_3

''aku tak tau apa yang harus kita lakukan padanya... coba kalian , barangkali ada ide lain'' tanya Rendi.


''aku ada...'' kata salah seorang lagi yang bernama aji menjawab.


''sebelumnya aku minta maaf pada kalian, jika ide yang aku punya ini tak sesuai dengan pendapat kalian. sebenarnya aku masih merasa marah pada orang itu bahkan saat orang itu menyerang mu, (Rendi) tapi saat kita coba kabur tadi dan dia menghalangi malahan dia berterimakasih dan meminta maaf pada kita. itu sangat mempengaruhiku.


yang muncul dalam pikiranku, adalah



kita tak perlu membalas perbuatannya pada kita


jika aku di beri pilihan, mungkin aku akan berusaha menjadi temannya, tapi bukan hanya karena dia kuat, tapi lebih ke dia juga baik hati.


seumur hidup aku baru pertama kali bertemu dengan orang yang seperti ini.


kita perlu mencarinya, untuk meminta maaf, bila perlu menjalin pertemanan dengannya''.


kata aji, menjelaskan ide dan alasannya.



setelah aji mengatakan semuanya, sesaat tak ada respon dari teman temannya yang lain.


walaupun 5 orang teman termasuk Rendi juga mengakui kebenaran yang sama yang mereka rasakan, namun tetap takut untuk mengakuinya. termasuk juga Rendi.


sebenarnya apa yang di katakan aji itu juga di rasakan Rendi tapi dia takut teman temannya tak mendukungnya.


''kita minum dulu. biar segar lagi...''. kata aji yang memecah keheningan di antara mereka.


setelah hampir satu jam mereka minum di cafe hampir tak ada obrolan dari mereka ber enam. mereka hanya minum dan duduk saja. sampai akhirnya..


''ah... nampaknya aku sudah mulai mengantuk, aku mau pulang duluan lah'' kata aji sambil mengajak teman yang saat berangkat bersamanya.


''tunggu dulu ji'' ucap Rendi menahan aji yang akan pergi.


''kita harus memutuskannya malam ini'' kata Rendi lagi menambahkan.

__ADS_1


mendengar ini aji pun kembali ke tempatnya.


''sebenarnya aku sependapat dengan aji, tapi aku takut kalian kecewa padaku.


dalam hal ini dan mungkin dari saat pertama pertemanan kita mulai terbentuk, seharusnya Aku yang meminta maaf pada kalian, aku selalu mengajak kalian melakukan hal hal yang tidak berguna bahkan sering melibatkan kalian semua dalam masalah.


jadi jika keputusan ku ini tak sejalan dengan kalian. maka aku akan keluar dari grup ini, sekali lagi aku minta maaf pada kalian. dan sejak saat ini aku keluar''. ucap Rendi yang terlihat menangis.


''ha.. ha.. ha...'' terdengar tawa dari 5 teman Rendi sambil menghampiri dan memeluk pundak Rendi.


''ini baru bos kami'' kata mereka kompak.


''ren kamu memang pantas jadi bos kami, duduklah, akan kami ceritakan sesuatu padamu.'' ucap aji


''sebenarnya saat kau masih belum sadarkan diri, kami juga membicarakan ini, dan tadi sudah ku katakan semua saran dari kami.


dan kami ingin melihat keputusan apa yang kamu ambil. bahkan sebelumnya kami sepakat jika kau tetap ingin membalas, maka Kamilah yang justru akan keluar'' ucap aji menjelaskan kejadiannya.


mendengar semua yang di katakan aji, Rendi menjadi senang. dan bahkan suasana yang tadi sepi tak ada pembicaraan, sekarang berubah menjadi ceria penuh kegembiraan.


''Oya ren, apakah tubuhmu baik baik saja, ucap aji bertanya.


''lebih baik kita, pulang untuk beristirahat. dan mungkin kiprah kita sebagai anak nakal berakhir pada malam ini''. ucap Rendi dengan wajah tersenyum.


Rendi adalah seorang anak pengusaha yang ada di kota bunga, sejak kecil dia selalu di temani oleh pengasuh, karena orangtuanya sangat sibuk bekerja, bisa di katakan bahwa kenakalan Rendi selama ini akibat dari kurangnya kasih sayang kedua orangtuanya.


............


sementara itu Joni yang bersiap untuk tidur, masih sedikit berbicara dengan endi serius,


kali ini endi bertanya pada Joni mengenai kemampuannya, karena tadi saat berkelahi Joni banyak terkena serangan mereka, tapi Joni hanya sedikit mengeluarkan darah dari hidungnya. padahal seharusnya bisa babak belur jika melihat dari kecepatan serangan mereka saat itu.


''Jon, ceritakan padaku bagaimana kamu jadi sehebat ini'', tanya Endi penasaran.


joni pun menceritakan semuanya pada Endi.


Endi sangat tertarik untuk menjalani latihan seperti joni, dan Joni pun tidak keberatan menceritakannya pada Endi. Joni juga menceritakan jika ia selalu berlatih dalam setiap perjalanannya, bahkan sampai hari ini.

__ADS_1


dia pun memberitahu endi jika dalam melatih kecepatan ia juga membuat pemberat yang di pasang di betisnya, sambil menunjukannya.


''Oya jon, coba aku pinjam pemberat milikmu, barangkali kedepan aku juga bisa membuatnya.'' pinta endi


Joni pun melepaskan pemberatnya, dan meminjamkannya pada Endi.


''wah berat juga ya. kata Endi sambil menggerak gerakkan kakinya naik turun.


berarti ini bekas yang di ceritakan Ari ya Jon.''


ucap Endi sambil melihat ke arah Joni yang mengangguk.


''o.. ya, bagaimana dengan permintaan Rudi yang ingin mengikuti perjalanan mu''. tanya Endi lagi.


''aku juga bingung mengenai permintaan kak Rudi, aku tak ingin membawanya dalam kesusahan dan masalah yang nanti di hadapi saat perjalanan''. ucap Joni yang terlihat bingung


''sebenarnya aku merasa kasihan pada Rudi, jika dari kisah yang di ceritakan Ari, mungkin selama ini banyak hal yang tidak dia ceritakan kepada keluarga Ari, bahkan ia juga tak menceritakannya pada Ari.


jika melihat karakter Rudi, aku hanya menyimpulkan dia itu orang yang sangat baik. tapi di balik diamnya, dia punya banyak rahasia, bisa jadi karena selama ini dia belum bertemu dengan seseorang yang benar benar dia percayai'' ucap Endi yang menyampaikan pendapatnya mengenai Rudi.


''em..... memang dari dulu prediksi mu selalu pass ya en'' ucap Joni yang mengangguk anggukkan kepalanya.


''lalu apa keputusanmu kedepannya, apakah kau akan mengajaknya pergi dalam perjalananmu nanti'' tanya Endi lagi.


''terus terang aku masih ragu en, aku takut tak bisa menjamin keselamatannya dalam perjalanan nanti. sebab di luaran sana khususnya di negara Utara banyak sekali orang orang hebat yang bahkan memiliki kemampuan yang jauh di atas ku''. ucap Joni lagi dengan wajah yang juga masih bingung.


''kalau menurutmu, apa yang harus aku jawab'',


tanya Joni pada Endi.


Endi terdiam berfikir keras, apa yang di katakan Joni memang sangat benar, namun tekad yang dimiliki oleh Rudi juga sangat kuat. nampaknya akan sulit menentukan keputusan yang akan di putuskan Joni nanti. disisi lain Joni tak ingin membawa Rudi, tapi disisi lain Rudi sangat ingin ikut dalam perjalanan Joni.


dan satu hal yang di khawatirkan Joni adalah saat dia menolak keinginan Rudi untuk ikut dengannya, Joni takut Rudi akan memaksakan dirinya dan tetap pergi walaupun tak bersamanya.


...@@@@@@@@@@@@...


...############...

__ADS_1


...$$$$$$$$$...


...*******...


__ADS_2