
Rendi dan 6 orang temannya bersiap menyerang mereka mengelilingi Joni. dan terlihat sangat meremehkan Joni.
''karena kamu sangat sombong, maka jangan salahkan kami jika membuat wajahmu itu jadi warna warni ha..ha..ha... serang'', ucap Rendi yang langsung memukul ke arah wajah dan yang lainnya menendang ke arah perut.
Joni hanya berdiri diam menerima serangan mereka yang ber tubi tubi. dan sesekali menangkis serangan mereka yang mengarah ke organ vitalnya.
Endi, sari dan dua orang temannya merasa sangat khawatir pada Joni yang hanya diam menerima serangan mereka tanpa membalasnya, tapi Joni hanya bergeser 2 sampai 3 langkah saja.
Joni sedang berlatih keseimbangan tubuh dan ketahanan tubuh metode 04. sebab dengan begini akan lebih efektif dalam memperoleh hasil.
setelah beberapa saat, ritme serangan mereka berenam mulai mengurang dan terlihat mereka sesekali berhenti menyerang dan menyerang lagi secara bergantian. sampai saat 4 orang dari mereka merasa lelah dan cape. menyerang Joni yang terlihat masih berdiri dan tidak sempoyongan Joni hanya bergeser ke kanan ke kiri ke depan dan ke belakang saat menerima serangan tanpa terjatuh, dan beberapa kali menerima tehnik sapuan dari mereka pun Joni tetap tak jatuh, walaupun tubuhnya dalam keadaan miring.
Endi, sari dan dua orang temannya hanya bingung melihat Joni yang hanya diam, dan sesekali saling menatap. tak mengerti
hanya Endi saja, walaupun dia bingung tapi dia terus memperhatikan Joni yang tak terjatuh, bahkan hanya bergeser saja 2,3 langkah. ini mengingatkannya pada cerita Ari dan Rudi tempo hari. dan ini merupakan sebuah pembuktian baginya kalau kemampuan joni tak bisa diremehkan dan jelas jauh di atas mereka ber enam.
''cuih...'' Rendi meludah, ke samping
''huh... huh... uuh...'' Rendi berhenti sejenak sambil ter engah engah.
''heh... sampai kapan kamu mau diam seperti itu. apakah hanya menahan saja kemampuanmu, memalukan'' ucap Rendi yang menatap Joni yang juga masih terdiam sambil mengatur nafasnya
lalu Rendi menyerang beberapakali dia menendang muka Joni memukul perut dan dadanya
''baiklah... mungkin ini batasan kalian. akupun tak ingin bermain main lagi'' ucap Joni yang mengagetkan Rendi dan kawan kawannya.
''nah... mungkin aku tak akan menyerang kalian ber enam aku juga tak akan menggunakan tangan ku, aku hanya akan menggunakan tubuhku saja. dan aku hanya akan memberikan contoh pada kalian jika kalian masih berani kalian pun boleh mencobanya''. ucap Joni sambil tersenyum mencurigakan.
''wuss.... brak......''. Joni me nabrak Rendi dan langsung terpental 4 meter ke belakang, dan Rendi pun pingsan.
melihat hal ini 5 orang teman Rendi akan mencoba kabur. dan...
set.... dengan cepat Joni menghalangi jalannya dan mereka langsung minta maaf pada Joni. tapi bukan itu yang di inginkan joni.
''hey kalian, diam lah... aku hanya ingin mengatakan sesuatu'' kata Joni membentak mereka yang meminta maaf sangat berisik.
__ADS_1
''aku tak membutuhkan permintaan maaf kalian. aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada kalian, dan aku minta tolong pada kalian untuk menolong Rendi tadi,
dia hanya pingsan saja.
saat dia bangun sampaikan ucapan terimakasih dan permintaan maaf ku padanya ya'' kata Joni sebelum pergi ke tempat Endi yang dari tadi melihatnya.
Joni menghampiri Endi sari dan dua temannya yang saat ini di penuhi rasa kagum pada Joni.
sari dan dua orang temannya berlari mendekati joni, Joni berlari dan menghindar kearah Endi dan bersembunyi di belakangnya. mereka terus mengejar Joni sampai Reno tak tahan karena dia yang di putar kesana kemari oleh Joni yang menggunakan tubuhnya untuk bersembunyi.
''heh.... berhenti..... !'' kata Endi membentak mereka semua agar berhenti.
''apa kalian sakit....? sampai kapan kalian mau menggoda Joni sih. bisa tidak kalian diam dan bicara seperlunya saja..!
badanku ini juga bukan boneka mu Joni badanku rasanya sakit semua tau lepaskan aku...!'' ucap Endi membentak Joni yang masih bersembunyi di belakangnya.
''maaf en, kami cuma ingin melihat keadaan Joni saja kok'' kata sari dan diiyakan oleh kedua temannya.
''maaf ya en. aku tak sengaja, itu reflek''. kata joni menjelaskan.
sedangkan sari dan dua orang temannya terdiam malu malu tapi pengen.
''ah... kamu ini. sudahlah aku mau pulang. aku ngantuk kata Joni'' sambil pergi mendahului Endi untuk pulang.
sari dan dua temannya yang ingin mengejar Joni di hentikan Endi.
''sar, sudahlah.... nampaknya dia memang ngantuk,..... coba kalian lihat aku, jika kalian mau, biar aku saja yang mewakili Joni mencium kalian. bagai mana,,,,,,'' ucap Endi menggoda mereka.
''pak.... enak saja, emangnya aku cewe apaan'', kata sari sambil memukul pundak endi,
''aduuuuh.... sakit tau, yasudah lah aku minta kalian jangan mengganggunya lagi. kasian dia... besok kan masih banyak waktu, dia disini rencananya selama 1 bulan. jadi aku minta kalian, malam ini aku minta jangan mengganggunya lagi,
ya sudah aku mau menyusul pulang dulu'' ucap Endi sambil berjalan menyusul Joni yang sudah jauh.
sari dan dua orang temannya pun berjalan pulang,
__ADS_1
sementara itu setelah Joni, Endi, sari dan teman temannya pulang. terlihat teman teman Rendi masih menunggu Rendi bangun dari pingsan nya. setelah beberapa saat salah satu teman Rendi mencoba memercikkan air ke wajah Rendi, rendi pun bergerak dan tersadar dari pingsannya.
mereka mengajak Rendi untuk duduk di kursi alun alun untuk beristirahat dulu. sambil memulihkan diri.
''siapa orang tadi ya, dan dari mana asalnya. kok dia bisa memiliki kekuatan seperti itu ya...'' tanya salah satu teman Rendi yang penasaran.
''iya... akupun awalnya tak menyangka dia bisa mengalahkan kita, bahkan tanpa menggunakan tangan''. kata yang lainnya.
''apa....'' Rendi kaget mendengar apa yang mereka ceritakan.
''tadi saat kita berkelahi dengannya dia sama sekali tak menggunakan tangan untuk balas menyerang kita, saat mengalahkan mu saja dia hanya menggunakan tubuhnya'' ucap temannya lagi menjelaskan.
''ren, saat kamu di serang tadi apa yang kamu rasakan. kata teman Rendi bertanya penasaran.
aku merasa tubuhku seperti di tabrak pohon dan aku tak ingat lagi setelahnya'' ucap Rendi sambil tertunduk malu.
''sudahlah kawan, lagian masalah ini sudah selesai, sebenarnya setelah kamu pingsan tadi kami berlima ingin melarikan diri, tapi di hadang olehnya, dan saat kami minta maaf untuk tidak dipukuli pun dia memarahi kami. malah dia mengucapkan terima kasih dan meminta maaf pada kami, dan meminta kami juga menyampaikan ini padamu saat kau sadar nanti'' kata salah seorang teman Rendi yang diikuti 4 teman lainnya meng iya kan apa yang di sampaikan nya.
setelah dirasa badannya sudah kembali pulih, Rendi mengajak teman temannya untuk duduk di cafe taman sambil minum kopi.
setelah sampai di cafe taman terlihat beberapa anak muda yang duduk di kursi beranjak pergi karena takut di ganggu oleh mereka. bahkan pemilik dan pelayan cafe pun agak merasa takut, karena Rendi dan teman temannya sering bikin onar dengan pengunjung yang lainnya.
mereka memesan minuman hangat pada pelayan dengan nada yang sopan. sontak saja membuat pengunjung cafe yang ada di sana heran dengan sikap mereka. sebab mereka dikenal kasar dan pembuat onar.
''apa yang terjadi dengan mereka'', tanya pengunjung pada temannya,
temannya hanya mengangkat pundaknya tinggi sambil memoncongkan mulutnya sebagai tanda tak tau apa yang membuat mereka jadi seperti ini.
''o...ya ren apa yang akan kita lakukan padanya ren......?'' tanya salah seorang teman Rendi yang membuka pembicaraan.
..............................................
...0000000000000...
...00000000...
__ADS_1
...000...