The Copy Master

The Copy Master
episode 34. JANJI BERTEMU SARI


__ADS_3

setelah pulang ke rumah dan beristirahat Rendi berencana untuk pergi ke rumah Endi saat malam nanti.


dia menghubungi teman temannya untuk bersama sama pergi malam nanti.


sementara itu setelah pulang ke rumah Endi, Ari dan Rudi langsung berbaring kelelahan di pondok halaman depan. Rudi melepas pemberat yang ia gunakan karena saat ini jika dia terus memakainya kakinya terasa sangat tak bertenaga.


Joni saat ini sedang membantu ibu mencuci piring di dapur, dan Reni yang tahu Joni membantu ibunya di dapur pun mendatangi untuk membantu ibu memasak. ibu sesekali bertanya pada Joni tentang pekerjaan yang mereka lakukan di pelabuhan. ibu merasa sangat senang dengan perubahan positif pada Endi, sejak kedatangan Joni mereka merasakan kehangatan keluarga yang yang jarang sekali ada.


Joni bertanya pada Reni, mengenai sekolahnya. sikap Joni terlihat sangat berbeda antara sikapnya pada sari dibandingkan sikapnya pada Reni. Joni pun membahasakan dirinya kakak pada Reni. karena memang Joni menganggap Reni seperti adiknya.


Reni mengatakan bahwa sekolahnya saat ini sedang libur dan masih 5 hari lagi.


saat malam tiba Rendi dan teman temannya datang ke rumah Endi. dan seperti biasa mereka duduk di pondok halaman depan. malam ini Ari dan Rudi membawakan kopi untuk mereka karena Reni tak mau mengantarkannya karena malu.


malam ini Rendi memberanikan diri untuk bertanya pada Joni. mengenai kata latihan saat menawarkan minum pada Endi, Ari, dan Rudi saat bekerja tadi.


'' aku mohon padamu, jelaskan padaku apa maksudnya.'' ucap Rendi dan teman temannya serius.


Joni menarik nafas panjang dan terdiam sesaat. dan akhirnya Joni pun menjelaskan bahwa sebenarnya mereka bekerja sambil berlatih, karena menjadi kuat adalah hasil yang bisa di dapat dari pekerjaan paruh waktu yang dijalaninya saat ini selain dari uang bayaran.


mendengar kata kata Joni, Rendi pun semakin tertarik untuk mengikuti apa yang di jalani mereka. lalu Rendi pun menanyakan kembali perihal latihan apa saja yang sedang mereka jalani, dan Joni pun menjelaskan semuanya mengenai latihan 3 tahap yang ingin mereka jalani tanpa ada lagi yang ditutup tutupi dari Rendi.


sejak mengenal Joni, dan berteman dengannya kehidupan, pemikiran dan sikap Rendi berubah, bahkan hubungan Rendi dan ayahnya pun saat ini sudah baik.


satu hari sebelum menemui sari di alun alun, Joni bertanya pada Rendi perihal perasaannya pada sari. Rendi mengatakan bahwa sebenarnya dia sangat mencintai sari, tapi karena sari menyukai joni makanya dia tak mau memperjuangkannya. disisi lain Joni memang sangat tidak memikirkan percintaan. tapi tetap saja, janjinya pada sari untuk bertemu tak boleh di ingkari. pada saat itu Joni menjelaskan pada Rendi kalau kepedulian sari padanya itu bukan cinta. dan meminta Rendi untuk tak menyerah untuk memperjuangkannya.

__ADS_1


hari hari berlalu, tiba saatnya Joni menepati janjinya pada sari untuk bertemu di alun alun. Joni meminta Endi untuk menemaninya ke alun alun.


sesampainya di taman dan terlihat sari yang sedang menunggunya, Endi berjalan menjauh.


Joni dan sari mulai berbincang. namun kali ini sari terlihat lebih tenang. mereka membicarakan banyak hal sampai saat sari mengatakan perasaannya Joni hanya tersenyum. dia mengatakan bahwa ini adalah tempat pertamanya untuk mengejar cita cita.


dan dia tak bisa berhenti di sini hanya karena cinta. joni meminta maaf karena tak bisa menerima perasaannya. Joni berpesan pada sari akan ada orang yang benar benar bisa membuatnya jatuh cinta dan itu bukanlah Joni. dan joni meminta sari untuk memaafkannya dan percaya pada apa yang diucapkanya tadi. dan merekapun berpisah.


terlihat sari yang berjalan pergi sambil sesekali mengusap air matanya dan Joni pun mengajak Endi untuk pulang.


Di sudut lain alun alun Rendi dan aji memperhatikan pertemuan mereka, Rendi mengikuti Joni karena di paksa aji karena takut Joni mengingkari kata katanya soal sari.


saat melihat semua yang di lihatnya aji pun terdiam malu karena dia masih salah mengenal Joni. dan Rendi tetap pada pendiriannya, bahwa Joni adalah orang yang istimewa baginya.


''ji, mungkin sebaiknya kamu pulang untuk beristirahat.''


Rendi pergi menemui Ratna yang biasanya bersama sari. Rendi meminta Ratna merahasiakan bahwa dia yang memintanya untuk menemani dan menenangkan perasaan sari.


hari hari berlalu, saat ini sudah genap tiga Minggu Joni berada di kota bunga. saat ini bekal yang Joni kumpulkan sudah lebih dari cukup begitu pula bekal Rudi. mereka berencana 5 hari lagi mereka akan pergi dari kota bunga menuju kota ramai di pulau tengah sekaligus memulai perjalanannya. lalu mereka akan pergi kesetiap negara. sesuai dengan cita citanya.


sore hari setelah bekerja mereka pergi ke ujung batas kota bunga untuk berlatih di hutan. saat ini mereka semua memiliki pemberat seperti punya Joni dengan berbagai model. dan mereka juga mulai terbiasa berlatih. Joni mengajak teman temannya untuk berlomba berlari dari kota bunga sampai dermaga penyebrangan ke pulau jempol dan kembali ke titik awal. mereka semua mengerahkan seluruh kemampuannya. mereka berlari, melompat, meluncur untuk menghindari pepohonan yang mereka lewati. dan terlihat Joni yang sesekali berada di atas melompat sambil menabrakkan diri ke Batang dan dahan kayu.


setelah beberapa jam berlalu dan hari mulai senja, terlihat Joni yang lebih dulu sampai. dan di susul teman temannya yang lain. lalu mereka semua bersiap untuk pulang, masih ada tiga hari lagi untuk mereka bekerja, dan dua hari tersisanya Joni ingin beristirahat dan berbincang dengan keluarga endi.


saat malam tiba Rendi seperti biasa pergi ke rumah Endi, sejak bertemu Joni. perubahan pada Rendi sangat terasa bagi semua orang apalagi orang orang terdekatnya. mereka sangat menyukai Rendi yang saat ini lebih sopan, dan tak pernah berbuat onar, bahkan Rendi lebih sering berjalan kaki, dari pada memakai motornya.

__ADS_1


suatu hari Joni di panggil ke rumah Rendi oleh ayahnya Rendi.


joni pergi ke rumah Rendi dengan Endi, saat ini Rendi sedang bersama Ari, Rudi dan teman lainnya yang sedang berlatih di hutan.


''selamat pagi pak''. ucap joni menyapa ayah dan ibu Rendi yang sedang berada di taman rumahnya.


''eh... Joni dan Endi, mari sini. kita duduk di sini saja ya''. ucap ayah Rendi sambil berjalan ke arah pondok di halaman rumah,


rumah Rendi jauh lebih besar dari dari rumah Endi dengan taman yang rapi dan luas dan sangat nyaman jika duduk di pondok saat bersantai.


ibu Rendi meminta pelayan untuk membuatkan minuman, mereka ber empat duduk di pondok dengan santai.


''sebelumnya maaf ya pak, sebenarnya ada perlu apa ya saya di panggil kemari.'' tanya Rendi membuka pembicaraan.


''em.... seperti biasa kamu langsung to the point', ya Jon. ha..ha..'' ucap ayah Rendi sambil tersenyum menatap Joni.


''nanti dulu nak Joni. santai lah dulu. nanti kita bicara setelah minumnya datang ya..''. ucap ibu Rendi meminta Joni untuk bersantai dulu.


Joni dan Endi hanya tersenyum melihat sikap orangtua Rendi.


beberapa saat kemudian pelayan datang membawa minuman, dan ada sebuah kardus yang juga dibawa oleh pelayan yang lainnya.


...000000000000000000...


...0000000000000...

__ADS_1


...00000000...


...000...


__ADS_2